
***SETELAH SEKIAN LAMA AKHIRNYA FANSERVIS KEMBALI.
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA***...
__________________________________________
Boa hanya diam sambil melihat dengan teliti gelar [Untouchable by death] dan pedang legendaris milikku. Sementara gadis-gadis lain menikmati diri mereka sendiri dengan bercanda gurau sambil melihat pertandingan yang berlangsung. Aku dapat mengenali 4 diantaranya sebagai petinggi guild sexy species, red lizard Komo, white rabbit fran, elf samurai Yui dan half demon half angel Gren. Aku tidak dapat mengenali perempuan kelima, perempuan yang terlihat lebih tua dari yang lain.
Saat wanita itu menyadari jika aku sedang menatapnya, dia menatap balik kearahku lalu tersenyum. Senyum kecil penuh makna yang membuatku merasakan bahaya besar hingga punggungku bergetar hebat. Dan yang terakhir adalah avera, dia duduk di samping boa sambil sesekali meminum alkohol sambil terus menatapku tanpa berkata apa-apa.
“Hemmmm…. menarik” akhirnya boa angkat bicara.
“Baiklah, kau memiliki keberuntungan dan hanya itu yang kau miliki….” boo berhenti berbicara untuk mengambil minuman yang sedang dinikmati oleh Avera. Gadis bertelinga anjing itu menunjukkan wajah cemberut tapi segera diam saat rambut dan telinga dibelai. Avera menutup matanya seperti kucing seakan menikmati saat telinganya di mainkan oleh boa. Fran yang melihat itu merasa itu diapun segera duduk di sisi lain boa dan meletakkan tangan gadis itu di kepalanya.
“Sejujurnya aku tidak percaya jika kau bisa melunasi hutangmu. Tidak ada jaminan apapun yang kau miliki.”
Kepalaku semakin tertunduk setelah mendengar perkataan boa. Ya, aku memang tidak memiliki apapun kecuali keluarga.
“Tapi bukankah kau mengatakan jika aku berhasil selamat dari event hari terakhir maka hutangku padamu akan lunas?” aku mencoba untuk bernegosiasi. “Lalu kau mengambil kotak Legendaris milikku dan semua koin emas milikmu yang aku jatuhkan juga, bukankah itu artinya kau tidak kehitapapu.”
Benar, orang terakhir yang berada di dekatku saat aku mati adalah boa, dia pasti telah mengambil semua item yang aku jatuhkan termasuk sepatu Legendaris yang menjadi penyebab kematian ku. Tapi setelah mendengar perkataanku boa hanya tersenyum lebar.
“yap, walaupun kau berhasil bertahan hingga bos terakhir dikalahkan tapi bukankah kau terbunuh sebelum event benar-benar usai?” ucap boa sambil meminum brandy yang semula sudah diminum oleh Avera.
Sial aku tahu jika akan menjadi seperti ini, dia hanya akan menganggap aku selamat setelah kembali ke kota yggdrasil.
“Sementara item drop yang kau tinggalkan itu hanya jarahan. uang yang kau ambil darimu dan apa yang aku ambil dari yang kau tinggalkan adalah hal yang berbeda, walaupun keduanya adalah item yang sama…” boa kembali memotong perkataannya itu minum lagi.
“ .…..kau bingung bukan?. Sama, aku juga tidak mengerti apa yang baru saja aku katakan”
***
__ADS_1
“Singkatnya kau harus membayar kedua kerugian yang aku derita karena kedua kematian mu”
Sementara boa terus berbicara selama 10 menit, aku sesekali berusaha untuk bernegosiasi bahkan aku menawarkan diriku sendiri untuk menjadi peliharaannya tapi ide itu langsung di sambut dengan tatapan dingin avera dan fran sementara gadis yang lain hanya tertawa.
“Hahaha, sangat jarang melihat avera segalak ini, pasti kau sudah cukup banyak menarik perhatian nya” boa kemudian menghisap rokoknya dalam-dalam lalu tindakan berikut yang dia lakukan membuatku sangat terkejut.
Gadis itu menarik kepal avera lalu dengan kuat dia menci*m bibir gadis itu cukup lama, avera tidak terlihat menolak seakan itu adalah hal biasa yang sering mereka lakukan. Mata kedua gadis itu menutup menikmati cium*n yang begitu intens. Melihat itu aku merasa wajahku yang mulai memerah dan segera mengalihkan pandangan ke arah lain hingga tidak menyadari jika Avera membuka matanya untuk melihat reaksiku. Sementara fran menatap keduanya dengan wajah iri.
“Puaaahh, itu manis seperti biasa.” ucap boa setelah melepas bibir Avera. Aku dapat meliha mulut avera yang mulai mengeluarkan asap rokok yang dimasukkan dari mulut boa saat mereka berciuman. Wajah gadis itu kemudian memerah dan mata Setelah terbuka seakan telah mabuk oleh asap tersebut.
“Gluk.”
Tanpa sadar aku menelan ludahku melihat avera yang lemas tertidur di bahu boa sambil tetap melihat kearahku dengan mata yang mengantuk.
Berbeda dengan boa yang menatapku dengan penuh intimidasi setelah menjil*t bibirnya. Dia melihatku seakan aku adalah seorang pengganggu.
“Aku tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi mengurus urusan dengan mu, lebih baik kita segera putuskan….” Tapi perkataannya terpotong karena wanita yang berada dibelakangnya membisikkan sesuatu. Boa tersenyum lebar saat mendengar perkataan wanita yang samasekali tidak bisa aku dengar.
***
“Penyebab kantung ajaib milikku tersambung dengan milikmu dikarenakan vgear yang telah aku buang kemudian kau gunakan masih tersambung dengan akun milikku, aku tidak mengerti lebih rincinya karena itu membuatku bingung…” Boa menghentikan ucapannya untuk membuang asap di mulutnya.
“Aku bisa memutus sambungan kantung ajaib milikmu dan milikku tapi aku memutuskan untuk melakukan nanti karena ini berhubungan dengan kesempatan terakhir yang akan aku berikan padamu.” dia menatapku seakan mencoba untuk menilai.
“Kau bisa melihat pertandingan di luar jendela bukan?” lanjut gadis itu sambil menunjuk kearah jendela. Aku hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.
“Itu adalah pertandingan ketat dimana hanya pemain dengan level 1 dan memiliki sensitivitas 100% saja yang diperbolehkan ikut”
Mataku seketika melebar saat mendengar perkataan Boa. 100% sensitivitas? Dengan pertandingan yang begitu brutal?. Saat aku melihat pertandingan itu sebelum memasuki ruangan ini, itu adalah pemandangan yang membuatku ingin muntah.
Para peserta berlari melewat jalan kota mini dengan dipenuhi oleh luka, ada yang satu tangan mereka hingga ada pula yang terus berusaha berlari walaupun tubuhnya ditusuk dengan senjata tajam hingga anak panah.
__ADS_1
Aku awalnya tidak terlalu peduli dengan mereka karena aku pikir jika semua peserta telah menurunkan tingkat sensitivitas mereka ke level terendah, tapi itu justru sebaliknya. Aku tiba-tiba teringat saat merasakan rasa sakit yang tidak dapat aku gambarkan ketika tubuhku hancur akibat dari ledakan.
Melihatku yang berniat menolak, boa hanya tersenyum sinis.
“Itu adalah pertandingan yang sangat besar. banyak orang kaya yang bertaruh, bahkan walaupun para pemain tidak memenangkan pertandingan mereka akan mendapat 20 CP sebagai kompensasi” wanita yang berdiri di belakang boa mencoba menerangkan.
20 hanya sekedar ikut pertandingan?, Ya tentu saja mereka tidak akan ikut balapan gila seperti itu jika tidak ada hadiah besar, bukan?. Jika kompensasi kekalahan saja sebesar itu lalu bagaimana dengan hadiah untuk para juara?.
Melihat aku mulai tertarik dengan tawaran mereka, boa mulai melanjutkan.
“Aku tidak berharap ku menang.” Ucap boa
“Aku hanya ingin kau tetap bertahan hidup” lanjutnya.
“50…tidak. 1000 kali pertandingan, kau harus bisa selamat dari 1000 kali pertandingan dan semua hutangmu padaku akan aku anggap lunas.”
Seketika aku membatu seakan nyawamu telah melayang keluar dari mulutku.
“I…itu mustahil, selamat dari 1000 pertandingan.” ucapku lirih.
“Apa yang kau katakan?. Kau berhasil selamat dari perang yang tidak bisa dilakukan oleh 500 juta pemain. Walaupun kau tidak memiliki berkah dari dewa tapi setidaknya kau masih memiliki keberuntungan, bukan?”
Keberuntungan, huh. Benar hanya itu yang aku punya, tapi masih tetap tidak yakin seakan ada sesuatu yang aku lewatkan. Seakan membaca pikiranku boa kemudian melanjutkan perkataannya.
“Seperti yang aku katakan, kantung ajaib milik kita masih terhubung sehingga jika kau mati maka hutangmu padaku akan bertambah banyak” gadis itu mengatakan itu dengan senyum lebar bagai seorang Tiran. Membuatku bergidik ngeri.
“Jadi pastikan agar kau tidak mati, karena jika itu terjadi maka aku akan mengkalikan hutangmu 2 kali lipat”
Seperti yang mereka katakan tentang gadis ini.
Dia benar-benar iblis.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...