PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
vampir final


__ADS_3

“1, 2, 3”


Bzzzzzzt


“Aaaaaaaa”


“1, 2, 3”


Bzzzzzzt


“Aaaaaaaaa”


“Ayolah bukankah kau bisa bernyanyi lebih bagus?”


“Ku-kumon ampuni aku”


“Aku tidak menyuruh mu mengatakan itu”


Bzzzzzzt


“Aaaaaaaaaaaaaaaaa”


Di ruangan bawah tanah boa sedang ‘bermain’ dengan seorang wanita yang duduk di kursi kejut listrik tanpa sehelai benang pun yang di kenakan si wanita.


Air mata terus mengalir dari wanita itu, suaranya mulai serak karena terus berteriak saat boa menyetrum nya. Keringat tak henti-hentinya mengalir membasahi tubuhnya yang tel*nj*ng.


“Oh ayolah bukankah kau sangat suka permainan seperti ini dengan mereka?”


Boa menunjuk ke arah tumpukan mayat anak-anak. bukan hanya dari demihuman tapi juga manusia. Mereka adalah anak korban penculikan yang dilakukan oleh wanita ini untuk diajak ‘bermain’ seperti yang dia rasakan saat ini.


“Ja-jadi apa kau melakukan ini padaku karena apa yang telah aku lakukan pada mereka?”


Walaupun sudah puluhan kali disetrum tapi boa bisa melihat jika tatapan wanita didepannya masih sangat tajam.


“Tidak nyonya, tentu tidak. Aku juga sering melakukan hal seperti ini pada calon bawahan. tapi itu dengan tujuan ‘mendidik’ mereka”


Boa perlahan mencopot peralatan yang digunakan untuk mengalirkan listrik dari tubuh wanita itu. Wanita itu menjadi heran saat kedua capit yang menghubungkan kabel dan kedua dadanya dilepas.


“Aku memiliki seorang teman, bukan lebih seperti rekan bisnis. Dia mirip sepertimu sangat menyukai permainan seperti ini, dan karena dia suka hal-hal seperti ini menjadikannya sangat kuat, kau pasti mengerti apa yang aku katakan”


Wanita itu hanya terdiam sat boa duduk di pangkuannya yang masih terikat di kursi. dalam posisi saling berhadapan wanita itu dapat dengan jelas melihat wajah gadis yang sebenarnya adalah sesosok monster Lamia.


“Aku benar-benar penasaran sekuat apa kau akan menjadi”


Senyum lebar yang menunjukkan gigi bergerigi di balik bibir menawan gadis itu membuat siapapun yang melihat itu menjadi bergidik ketakutan, termasuk wanita ini.


“Aku sendiri yang akan mendidik peliharaan kelas tinggi seperti mu”


Wajah boa semakin dekat pada wanita yang berusaha keras agar tidak kehilangan kesadaran. Hidungnya diarahkan pada tengkuk leher yang dipenuhi oleh keringat dan Gadis itu menghirup dalam-dalam bau keringat wanita itu.


“sniffffffff haaaaaaa Sangat segar”


Perlahan kedua tangannya boa menggenggam leher wanita itu seakan ingin mencekik nya. Wanita itu hanya bisa ketakutan saat melihat cakar-cakar tajam dari jari-jari boa.


“Karena kau adalah wanita yang kuat, kurasa aku butuh waktu cukup lama untuk mendidik mu, tapi tenang saja aku seberapa lama pun itu aku tidak akan menyerah”


Bzzzzzzt


“Aaaaaaaaaaa”


Teriakan dari wanita itu kembali terdengar tapi kali ini lebih keras saat boa menggunakan kemapuan petir miliknya sendiri untuk bermain dengan wanita yang bukan lain adalah ratu dari kerajaan Carens.

__ADS_1


.


.


.


.


.


POV viper.


Seakan tidak mengerti apa itu sopan santun. Iblis yang bajunya telah rusak itu menuju kearah kami dengan burung kecilnya yang dapat terlihat dengan jelas.


“Mati kau iblis cabul” Dengan wajah yang merah pira maju menghadapi iblis itu.


Melihat serangan datang si iblis segera melancarkan pukul cepat. Pira yang menyadari pukul itu terlalu kuat untuk ditahan segera menghindar kesamping dan mencoba menebas lengan iblis itu.


Jraaaas


“Graaaaah”


Pedang pira berhasil melukai lengan si iblis. Tidak terima iblis segera melakukan serangan balik tapi pira tiba-tiba melompat kebelakang untuk menjauh.


“Sial kemari kau brengsek” teriak iblis itu kesal.


“Iblis peringkat rendah memang bodoh” ucap pira sambil melakukan kuda-kuda.


Dia agak menunduk seakan siap melakukan lompatan, sambil mengarahkan pedangnya pada iblis tatapan mata yang tajam membuat iblis itu menyadari jika dia sedang dalam bahaya.


“Jangan bunuh, aku butuh dia hidup-hidup” aku memperingatkan pira.


“Itu mudah” jawab pira dengan percaya diri.


Baaang.


Suara terdengar keras saat pira melompat. Dia seperti menghilang saat kecepatan gerak wanita itu tidak bisa ditangkap mata dan-


Zrat zrat zrat zrat


Empat tebasan secara berturut-turut dengan kecepatan tinggi hingga iblis itu tidak dapat bereaksi.


“Aaaaa……”


Iblis itu hanya bisa menjerit saat semua tangan dan kakinya terpotong tapi aku segera menutup mulutnya dengan sihir [silent].


“Sangat sulit mendapatkan iblis di permukaan, boa pasti senang dengan hadiah ini” aku merasa bahagia saat membayangkan gadis itu dengan penuh semangat membedah tubuh iblis di depanku yang mulai ketakutan dengan senyum yang ku buat. Aku segera menggunakan sihir darah untuk menghentikan pendarahan yang dialami iblis itu.


“Kalian jaga iblis ini”


Aku memerintahkan 2 vampir slave yang ku anggap terlemah dari yang lain untuk mengawasi tubuh iblis yang kedua tangan dan kakinya terpotong. Mendapat perintah dari ku kedua vampir itu hanya mengangguk.


Ditemani oleh 4 vampir yang telah aku dapat dari royal knight yang melindungi kota bersama kedua perempuan kami bersiap memasuki ruangan tempat para orang-orang berbaju putih berasal.


Sebagai pencegahan sebelum pergi aku menyebar puluhan nyamuk yang ditugaskan untuk menginfeksi para tahanan menjadi lesser vampir dan menyuruh mereka untuk masuk lebih dulu.


Gisela terliha tidak senang dengan apa yang aku lakukan tapi dia terpaksa menyetujuinya saat aku mengatakan ini adalah cara tercepat untuk menyelamatkan kakaknya.


“Seraaaaang”


Suara teriakan terdengar dari balik pintu saat belasan lesser vampir menyerbu masuk. Aku dapat merasakan beberapa lesser vampir tewas saat berhadapan dengan para baju putih didalam.

__ADS_1


Setelah semua lesser vampir masuk, giliran 4 royal knight yang berbasis didepan sebagai perlindungan dan kami bersiaga di belakang.


“Sial mereka masih daatang…. Giyaaa”


Kekuatan vampir royal knight tidak sebanding dengan lesser vampir. Mereka dengan mudah menghabisi orang-orang berbaju putih yang semula kerepotan melawan lesser vampir.


“Guuh” Gisela merasa mual saat melihat keadaan didalam ruangan itu.


Terdapat banyak sekali tahanan perempuan yang digantung dengan sekujur tubuhnya mendapat luka sayatan sedangkan dibawanya terdapat kolam darah hasil dari tetesan darah para tahanan di atas.


“Apa mereka membunuh giz? Brengsek kau vampir”


Seorang iblis berkulit biru dengan satu tanduk yang muncul di sebelah kanan kepalanya terlihat sangat marah saat melihat kami.


“Segera mulai proses pemanggilan” teriak iblis itu memerintah 5 iblis lain untuk mengaktifkan lingkaran pemanggilan yang berada tepat dibawah para tahanan. Kolam darah perlahan membentuk sebuah rune saat kelima iblis melafalkan mantera tapi-


“Oh maaf tapi memusnahkan iblis yang mengamuk bukan termasuk agenda kami”


Walaupun aku tidak tahu apa yang akan mereka panggil tapi itu tidak terlihat bagus saat melihat begitu banyak darah yang harus dikorbankan untuk melakukan pemanggilan.


“Ini masih terlalu awal untung berurusan dengan iblis-iblis besar”


Walaupun aku tau jika boa bisa berhadapan dengan iblis peringkat tinggi dengan status yang dia miliki sekarang. tapi saat ini dia memiliki banyak pekerja yang harus dia selesaikan. Yah lagipula kami bisa menahan para iblis dan melakukan pemanggilan kapanpun kami mau.


Dengan sihir darah yang merupakan sihir khusus ras vampir, aku mengendalikan darah yang membentuk sebuah pentagram, membentuknya menjadi bola dan dan menariknya untuk ku hisap.


Melihat darah yang digunakan sebagai media pemanggilan telah direbut, iblis biru dan kelima iblis lain menjadi panik.


“Vampir sialan kembalikan” teriak iblis biru sambil berlari kearah ku tapi pira segera bertindak cepat. Dengan menggunakan teknik yang sama saat melawan iblis sebelumnya dia memotong tangan dan kaki iblis biru. Disusul dengan keempat Royal knight yang menangkap kelima iblis tanpa perlawanan.


Ding*


[Kau telah menyerap (the blood of the virgin)]


[Mendapat skill (blood clone)]


[Mendapat skill (blood mist)]


[Cabang evolusi Blood line of origin ditambahkan saat evolusi selanjutnya]


Deretan notifikasi terdengar saat aku telah menyerap semua darah yang aku curi dari para iblis.


“manis”


.


.


.


.


CHP 123 end.


_________________________________________


Catatan penulis : untuk memperbanyak kata di prolog (chp 0) aku terpaksa menulis spoiler besar di sana.


[Reality jadi kenyataan basi thor]


Ya saya tau tapi mungkin itu akan menjadi latar dari spinoff yang sedang aku pikirkan.

__ADS_1


**Jangan lupa like n komen, dan jika belum silahkan kasih bintang sesuai pendapat kalian tentang novel ini.


__ADS_2