PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3.52 Hunter king POV


__ADS_3


Saat diberi pilihan cara untuk memasuki area event, aku memilih menaiki airship. Aku merasa itu pilihan yang bagus dikarenakan dapat memasuki pertandingan lebih awal dari para pemain yang menggunakan [teleportasi acak].


Dari total 10.000 peserta hanya 35% saja yang memilih untuk menggunakan airship, kupikir banyak juga orang yang menderita phobia ketinggian. Atau mungkin mereka takut jika diserang oleh pemain yang mampu menggunakan skill terbang Seperti para mage saat mereka terjun.


Melakukan penerjunan aku dapat melihat beberapa mage dan tamer sedang berkelahi di udara. Seperti saat babak penyisihan kedua, aku pun ikut membaur dengan mereka.


Tapi sepertinya aku tidak terlalu disukai karena saat aku datang mereka malah bubar. Aku hanya bisa menghela nafas berat melihat itu. Tapi tidak ingin sia-sia aku segera mengejar dengan fly boot yang aku gunakan, dan hasilnya aku mendapatkan beberapa poin.


Setelah tidak melihat pemain lain di sekitar, aku segera turun ke tanah. Sebentar lagi pemain yang memilih menggunakan [teleportasi] akan muncul, aku harus menyiapkan diri untuk mencari poin sebanyak mungkin untuk skill yang sangat ingin aku beli.


Aku membunuh beberapa monster area untuk mendapatkan buff, lalu tidak lama kemudian ribuan cahaya bersinar diberbagai tempat. Ini adalah salah satu keunggulan dari mereka yang memilih menaiki airship, kami dapat mengetahui loka pemain yang baru muncul menggunakan [teleportasi acak].


Melihat banyak pemain yang cukup dekat disekitar tempat aku berada, membuatku merasa cukup beruntung.


“Hunting time”


Aku segera mengganti peralatan dengan equipment yang mengandalkan kecepatan, Medan hutan yang aku pilih membuatku leluasa berburu pemain. dengan gerakan yang sangat cepat dari efek item aku menuju posisi target.


Woossshhhh


Jraaaas


Sebuah kepala melayang di udara saat senjata algojo milikku menebas korban pertama. pemain itu bahkan belum 10 detik berada di peta Setelah [teleportasi] tapi dia sudah harus kembali ke kota yggdrasil. Sungguh kasihan.


Sambil terus berlari aku memburu pemain yang aku tandai, tapi ada seorang pemain yang sepertinya memiliki skill observasi yang cukup baik hingga dia menyadari sedang aku incar.


Mengetahui jika sedang dalam bahaya, pemain yang mengenakan full armor berlari mencoba menghindar dariku. Tapi itu percuma saat larinya sangat lambat dikarenakan armor yang dia pakai.


Mungkin ini tidak akan semudah yang pertama dikarenakan sepertinya dia adalah seorang knight yang memiliki kesehatan yang tebal, serta peralatan yang dia miliki terlihat cukup kuat dalam hal ketahanan. Namun mungkin berbeda jika sebuah hit critical terjadi.


Kejar-kejaran kami berlangsung singkat, aku segera menyiapkan pedangku dan bersiap untuk menebas tapi.


Jeduaaaarrrrr


Sebuah kilatan petir langsung menyambar knight yang sudah menjadi targetku dan aku terkejut melihat knight itu langsung tewas hanya dengan satu serangan. Merasakan bahaya yang mengancam, aku segera mundur cukup jauh dari lokasi Sambaran petir.


Aku berusaha mencari pemain yang telah mencuri target buruanku, tapi tidak ada hasil yang memuaskan walaupun aku sudah menggunakan skill observasi terbaik yang aku miliki, merasa percuma aku menggunakan cara lain.


“Bukankah tidak bermoral mencuri target buruan dari pemain lain” ucapanku mencoba memancing pemain itu keluar. Aku tidak terlalu yakin jika cara ini akan berhasil tapi aku rasa itu berhasil.


.

__ADS_1


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


Di depanku muncul sesosok gadis cantik yang paling ditakutin oleh para penghuni virtual univers. Entah kebenaran atau hanya sebuah rumor tapi aku tidak dapat memalingkan pandanganku padanya.


Aku mendengar jika dia menggunakan avatar Lamia tapi saat ini tubuh bagian bawahnya bukanlah separuh ular, melainkan sepasang kaki sexy yang menggoda. Tapi tanduk besar di kepalanya menunjukkan dia bukanlah Avatar tipe manusia, Kemungkinan besar dia mendapat skill [transform] dari evolusi atau dua membelinya dari winner store.


Mengabaikan pemikiran yang tidak berguna seperti itu aku segera fokus menghadapi gadis cantik di depanku. Tapi seketika aku tersentak kaget saat melihat item ditangannya.


Terkejutnya diriku saat melihat gulungan skill [ashura wrath] yang sangat aku inginkan berada ditangannya. Padahal aku sudah susah payah mengumpulkan poin untuk membeli skill itu, Aku bahkan meminjam dari para petinggi guild tapi tetap itu belum cukup, aku berpikir setelah pertandingan ini poin akan cukup untuk membelinya. Aku juga mengirim beberapa pemain wild Scream untuk menjaganya tapi kenapa sekarang dia memiliki item itu?.


Dia mendatangiku dengan tujuan menantang duel, dan dia mengatakan akan menggunakan gulungan skill sebagai hadiah jika aku berhasil mengalahkannya. Aku benar-benar tidak percaya apa yang baru saja aku dengar.


Entah seberapa percaya dirinya dia hingga mempertaruhkan item yang sangat kuat itu sebagai hadiah taruhan, seakan tidak ada pemikiran jika dia akan kalah.


Atau mungkin itu adalah item palsu, tidak itu mustahil.


Lalu bagaimana dengan jebakan? Itu mungkin saja, tapi aku akan tetap menerima permintaan duel sambil terus waspada.


Aku menggunakan equipment yang memiliki defense megic tinggi untuk melawan boa. lalu setelah melihat jika aku sudah selesai dia langsung bergerak dengan cepat menyerang.


Sial itu sangat cepat, hingga benturan dari tendangannya membuat tanganku yang memegang perisai terasa mati rasa.


Serangannya terus berlanjut, tapi aku tidak diam saja. Aku berniat menggunakan pedang ku tapi sepertinya dia menyadarinya. Gadis bertanduk itu segera menghilang lalu tiba-tiba sebuah tendangan melukai pinggang ku.


“Guaaaaakk” teriakan ku tidak bisa aku tahan saat mendapat damage pertama di babak final. Tapi keterkejutan yang aku rasakan belum berhenti saat melihat kerusakan yang dihasilkan.


Siaaal aku rasa Satu-satunya orang yang terlalu meremehkan lawannya adalah aku.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.

__ADS_1


Hanya ada 4 pemain yang pantas aku sebut sebagai lawan selama aku bermain game DGO.


Pertama adalah red lili, Ace dari Guild rainbow flower.


Kedua adalah Arthur, Guild master excalibur.


Ketiga adalah Galilei si nomor 1.


Keempat adalah senjata rahasia pure heart, tyfainne.


Selama ini aku berpikir tidak ada pemain yang layak menjadi lawan ku selain 4 pemain itu. Tapi saat ini sepertinya aku sedang menghadapi pemain kelima.


#___#


Aku kembali berkonsentrasi pada pertarunganku.


Gerakan dari gadis ini sangat cepat hingga mataku tidak bisa menangkap, menyebabkan kondisiku dalam kerugian besar. Kesehatanku terus terkuras sementara serangan ku tidak ada satupun yang mengenai target.


Merasa tidak ada pilihan lain aku segera menggunakan skill andalanku.


“Dragon blood Abisses”


Seketika seluruh tubuhku mengeluarkan aura hitam lalu sisik biru milikku menghitam pekat. Sementara instingku menajam berkali-kali lipat. Hingga aku dapat melihat Serang gadis itu.


Tapi sebelum pukulannya mengenaiku, pukulan ku menghantam perutnya lebih dulu.


Braaaaak


“Gohooook”


Darah mengucur dari mulutnya saat pukulan yang aku berikan membuatnya terpental 6 meter dariku.


Tapi yang membuatku bingung, bukan wajah penuh waspada dari gadis itu yang bisa diperlihatkan oleh lawan ku saat aku memakai mode [dragon blood], melainkan wajah yang terlihat cukup bosan.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.

__ADS_1


Chp 179 end.


__ADS_2