PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3.65 mengingat masa lalu


__ADS_3

Dunia yang indah begitulah saat pertama kali aku melihat vanaheim. Dengan tingkat realistis yang sangat mencengangkan bak dunia asli dan pengalaman yang tidak akan bisa di berikan oleh game virtual lain, membuatku terpesona dengan game ini.


Bau dari udara, rasa dari makanan dan sensasi saat kulit menyentuh sesuatu. Seakan aku telah di kirim ke dunia lain.


“Mungkin di sini aku bisa menjadi seorang main carakter dan kemudian pahlawan, Yap dunia ini akan menjadi latar belakang dari cerita the greatest Galilei, hahaha”


Aku benar-benar tertawa saat itu. Walaupun di tertawa oleh orang lain tapi mereka akan menyesal. Aku segera bersiap untuk memulai langkah awal untuk cerita besar ku, tapi belum sempat melakukan apapun iblis sudah datang mengerang.


Gadis itu benar-benar tidak terkontrol. Dia terus menebas siapapun yang mencoba mendekatinya. Gerakannya sangat luar biasa hingga penjaga desa awal yang notabene merupakan npc level tinggi tidak sanggup melawannya.


Tidak ada satupun yang luput dari tebasan pedangnya termasuk wanita dan anak-anak. Aku hanya melihat pembantaian itu tanpa berbuat apa pun, otakku tidak dapat memproses apa yang sedang terjadi.


Hingga akhirnya gadis itu menatapku dan dengan cepat dia melempar sebuah kepala yang dengan mudah aku hindari. Tapi ternyata itu hanya sebuah pengalihan, dan serangan yang sesungguhnya mengenai tepat di leherku.


Dia dengan cepat menusukan pedang berlumuran darah ke tenggorokanku. Rasa sakit yang intens mengacaukan pikiran.


“Geehooookk!!!”


Aku mencoba untuk berteriak namun batangan besi yang merusak pita suaraku tidak mengizinkannya. Aku menatap gadis itu, wajah yang terlihat dingin tanpa ekspresi, tapi entah kenapa aku merasa jika dia sedang tersenyum.


Kemudian dengan kasar gadis itu menarik pedangnya saat menyadari ada pemain lain yang mencoba untuk menyerangnya. Aku terjatuh dijalan saat dia mencoba menahan serangan sekumpulan pemain, dan tidak peduli padaku yang sekarat Karen mengalami pendarahan.


Saat itulah aku menyesali keputusan ku, kenapa aku mensetting sensitivitas sangat tinggi. Jika saja aku mengetahui akan seperti ini. Mungkin aku akan memilih tingkat terendah. Tapi dikarenakan mereka mengatakan semakin tinggi sensitivitas maka semakin mirip pula game dengan kenyataan. Itulah sebabnya aku mensetting sensitivitas hingga maksimum.


Tapi apapun alasannya, aku tidak ingin lagi merasa kematian yang seperti itu. Rasa dingin dari tubuhmu, kecemasan yang berlebih dan sakit yang tidak tertahan saat sambungan terputus. Seakan nyawamu sendiri telah ditarik keluar.


Pada akhirnya game itu ditunda perilisannya dikarenakan banyaknya komplain dari pemain, dan banyak yang mempertanyakan siapa identitas asli dari gadis yang telah menghancurkan desa awal tersebut, namun sampai sekarang tidak ada jawaban.


Cerita yang beredar adalah jika gadis itu telah mengalami pelecehan hingga akhirnya menuntut balas. Berkali-kali dia mati hingga rasa sakit dari kematian telah merusak otaknya. Tapi dia tidak menyerah hingga dendamnya terbalas.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]

__ADS_1


.


.


Entah kenapa aku teringat masa lalu. Itu sangat tidak berguna dikarenakan saat ini aku sedang menghadapi situasi yang kritis.


Kedua gadis itu bekerja sama dengan baik hingga aku tidak bisa melakukan serangan balasan. Tapi tentu saja semua ini tidak akan cukup untuk mengalahkan aku, the great Galilei.


Menghindari serangan gadis knockle, aku menggunakan skill [flas] yang mampu membutakan mata 20 target sekaligus. Tapi sepertinya mereka tidak terpengaruh oleh itu. Apa mereka memiliki imunisasi dengan abnormal status tipe penglihatan?.


Mengetahui trik gagal, aku segera mencari cara lain.


“Tck, kupikir aku akan memakai ini saat bertempur dengan Hunter king. Tapi terserahlah”


Skill tipe serangan yang aku pikir berlebihan karena daya ledaknya yang sangat besar. Kemampuan yang dihasilkan dari perpaduan antara kegelapan dan cahaya.


Dengan cepat bola-bola cahaya putih dan hitam berkumpul tapi lebih banyak bola hitam dari pada bola putih. Gabungan dari bola-bola itu membentuk satu bola hitam padat seukuran telapak tangan. Setelah terkumpul aku segera mengarahkan pada target.


“[Biju dama]” ucapku saat mengaktifkan skill. Sebenarnya nama aslinya adalah Ying yang bom, tapi siapa yang peduli dengan itu.


Bola hitam di telapak tangan ku meledak dan menciptakan sebuah laser hitam yang segera menyerang semua ada di depanku, tapi seakan merasa tidak terancam sama sekali. Kedua gadis kembar terlihat tenang.


Aku tercengang melihat itu. Skill yang aku gunakan untuk menghabisi monster bos di babak awal penyisihan dengan mudah di netralkan seperti bukan apa-apa. Kembali melihat kesempatan gadis knockle dengan cepat melancarkan serangannya.


Sebuah pukulan yang keras tapi dengan mudah aku hindari. Aku berusaha menyerang balik dengan menggunakan pedang cahaya yang aku ciptakan dengan sihir tapi gadis dengan greatsword mengganggu.


Pukulan bertubi-tubi dari gadis itu benar-benar membuatku sakit kepala. Apalagi teriakan yang membuatku kesal.


Merasa terdesak aku menggunakan [shadow step] untuk menghindar. Tidak ada jalan lain karena setiap ujung jembatan telah di blokir. Hanya ada satu jalan yaitu lompat ke jurang.


Menggunakan shadow bom untuk pengalihan aku segera lompat dari jembatan, tapi seakan telah mengantisipasi hal ini setiap gadis juga ikut melompat. Bukan hanya 2 tapi keempatnya sekaligus.


“Pengamatan telah dikonfirmasi, data tersimpan. Dia tidak berguna lagi segera selesaikan” ucap salah satu gadis yang memegang tongkat sihir. Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan tapi aku rasa itu bukanlah sesuatu yang baik untukku.


Saat tubuhku masih terjun bebas, aku menyerang mereka dengan harum bayangan dan jarum cahaya.

__ADS_1


“‘‘‘gaaakkhh!!!’’’”


Ribuan jarum yang aku ciptakan melukai mereka, tapi seakan bukan apa-apa mereka mengabaikan itu begitu saja. Walaupun salah satu jarum menusuk kepala salah satu gadis tapi dia tetap tenang bagaikan seorang zombie.


Membalas serangan ku, gadis dengan tongkat sihir menarik tangannya dan seakan tertarik oleh sesuatu. Tubuhku tiba-tiba melawan gravitasi dan naik di udara.


“Sekesaikan” ucap gadis itu dengan wajah dingin.


Dengan cepat gadis greatsword jatuh tepat di atas ku, aku mencoba bertahan dengan barrier berlapis tapi tembakan dari gadis keempat menghancurkan semuanya, lalu-


Wusssss


Jraaaas


“Guhaaaaakkk!!!”


Pedang besar itu jatuh menusuk perutku. Aku dapat melihat bar kesehatanku menurun dengan tajam. Tapi seakan tidak puas gadis itu menambah kecepatan jatuh hingga tubuhku menyentuh dasar jurang.


Braaaaak


Aku dapat merasakan semua tulang ku remuk saat tubuhku mendarat di sebuah batu besar dengan sebuah pedang yang masih menancap di perut. Darah mengalir deras di hidung dan mulutku.


Dari semua itu menyebabkan Kesehatan ku hanya menyisakan 5%. Aku pun hanya terdiam dengan tatapan mengarah ke langit. Lalu perhatianku teralihkan saat keempat gadis itu menatapku.


wajah mereka sangat dingin tanpa ekspresi, tapi entah mengapa aku merasa jika mereka sedang tertawa.


Mengingat aku pada gadis gila itu.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.

__ADS_1


.


Chp 192 end.


__ADS_2