PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
live streaming seorang Spectre


__ADS_3

Malam yang tenang tiba-tiba berubah menjadi ricuh.


Kota yang semula gelap gulita berubah menjadi lautan api.


Jeritan dan tangisan terdengar di seluruh penjuru kota Lifaniea saat pawai pertama tentara mutan menyarang secara tiba-tiba.


.


.


.


.


[Quest perlindungan kota]


Keterangan : pasukan dari kota emerald scale telah menyerang secara tiba-tiba. Bantu untuk mempertahankan kota atau membunuh semua pasukan musuh. Jika kau memilih lari kepercayaan penduduk kerajaan Carens akan menurun drastis.


Syarat penyelesaian quest : bertahan 23 jam hingga bantuan datang atau mengalahkan semua pasukan musuh.


Reward : menaikan kepercayaan penduduk kerajaan dan hadiah dari kerajaan sesuai nilai kontribusi.


Kegagalan quest : jika kau memilih lari. Kepercayaan penduduk kerajaan turun 75% dan kau tidak akan di terima di kerajaan ini lagi.


___________________________________


Seluruh pemain mendengar notifikasi sistem yang menyatakan jika kota yang mereka tempati sedang mendapat serangan. Para pemain yang kebanyakan adalah anggota guild-guild kecil atau hanya pemain biasa segera bergegas menuju gerbang kota.


“Akhirnya dia datang huwahahaha. Instingku memang tidak salah”


Dibalik bayangan sesosok Spectre salah satu ras Undead tengah menyaksikan kepanikan kota di atas atap bangunan yang cukup tinggi. Di kepalanya terdapat tanda berlian berwarna hijau yang melayang pertanda jika dia sedang melakukan live streaming.


Anon 67 : akhirnya dimulai.


Anon 68 : kau benar-benar mengganti ras mu hanya untuk merekam perang ini. Aku sangat terkesan dengan dedikasi yang kau berikan.


Anon 69 : dia mendapat banyak sumbangan jadi jangan terlalu lebai.


Anon 70 : aku ingin melihat pertempuran di gerbang depan.


Panel obrolan meledak dengan keramaian membuat dia tersenyum puas. Bosan terus menyaksikan kepanikan warga Spectre itu segera menuju ke gerbang kota yang telah menjadi Medan perang.


“Keadaan yang sangat kacau”


Melompati atap rumah-rumah disepanjang perjalanan dia melihat para pemain yang berlarian menuju gerbang dan beberapa yang melakukan live streaming seperti dirinya. Ada pula beberapa tentara npc yang membawa budak demihuman untuk dipaksa berperang.


Anon 109 : bukankan langitnya semakin gelap?


Sebuah chat membuat Spectre tersadar jika keadaan sekitar bertambah gelap. Langit yang tadinya diterangi cahaya bulan seakan telah ditutupi oleh kabut hitam. Dan saat Spectre itu menatap ke langit-


Anon 112 : astaga dragon.


Anon 113 : what the h*ll is that.


Anon 114 : bencana yang nyata.

__ADS_1


Anon 115 : aku ingin muntah.


Anon 116 : bagi yang memiliki phobia serangga harap kuatkan mental anda.


Anon 117 : oh man kenapa harus serangga.


……



..


Tidak memperdulikan kolom komentar yang menjadi ricuh, Spectre itu hanya tertegun di atas bangunan yang cukup tinggi saat dia melihat langit. Bukan hanya dia tapi setiap orang yang melihat ‘itu’ sama terkejutnya.


Dengan wajah yang terpesona sekaligus ngeri mereka hanya dapat melihat jutaan serangga dengan berbagai jenis dan ukuran memenuhi langit.


Bagaikan seekor burung walet yang menari-nari, dengan sangat terorganisir serangga-serangga itu membentuk kelompok dan mulai turun kebawah.


“Sadarkan diri kalian, para mage dan archer atau siapapun yang memiliki serangan jarak jauh segera serang kawanan serangga itu”


Seorang pemain yang terlihat memiliki level tinggi berteriak keras menyadarkan para pemain yang terpesona dengan ribuan serangga.


Segera para mage dan archer menggunakan keahlian mereka. panah dan berbagai sihir terbang menuju langit.


Ledakan beruntun di langit kota terus terlihat bagaikan kembang api tahun baru. Membuat ribuan serangga berjatuhan layaknya hujan.


Tapi tidak ada seorangpun yang senang dengan itu. Seperti menguras air laut dengan sendok. Jutaan serangga masih menutupi langit dan mereka semakin mendekat.


Sebuah meteor berdiameter 10 meter yang terbuat dari kumpulan serangan terjatuh di tengah kota. Meruntuhkan seluruh bangunan di sekitarnya. Jeritan para warga mulai terdengar membuat Spectre ingin melihat kesana tapi-


Gubraaak


Dia melihat jika gerbang telah berhasil di jebol dan sesosok raksasa dengan batang kayu besar melewati gerbang depan dengan santai seakan tidak memperdulikan serangan orang-orang yang berusaha membunuhnya.


Saat sebuah bendungan telah rusak air bah pun dengan ganas menerjang dan menghancurkan semua yang di depannya, seperti itulah yang terjadi di sana.


Dari belakang raksasa ribuan pasukan demihuman masuk menyerang. Dengan ganas mereka membantai habis para tentara dan player yang berusaha untuk melindungi kota.


Setelah membantai habis pasukan pertahanan mereka segera beralih membunuh para warga yang lari ketakutan.


Spectre itu tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang elf dengan armor hitam menunggangi belalang sembah berdiri tepat didepannya dengan tombak yang berlumuran darah terhunus.


‘sial aku tidak menyadari kedatangannya’ batin Spectre itu saat tombak elf itu tepat didepan matanya.


“Hantu manusia, bukankah kau masih manusia?”


Elf itu terlihat kesulitan memutuskan untuk membunuh Spectre itu atau tidak.


“A-anda keliru nona Spectre bukanlah manusia, walaupun mungkin dulu kami adalah manusia tapi sekarang ras kami berubah menjadi Undead”


Dengan hati-hati dia menerangkan ras dirinya yang memang awalnya adalah seorang manusia tapi telah berubah menjadi Spectre karena item tertentu.


“Begitukah?”


“Y-ya”

__ADS_1


“Jika kau memang bukan manusia maka aku tidak boleh membunuh mu”


Elf itu menarik tombaknya dan dengan cepat terbang meninggalkan Spectre itu.


“Haaaah apa ini benar-benar sebuah game? Itu sangat nyata napsu membunuh itu hampir membuatku pingsan”


Spectre itu terjatuh seakan kehilangan seluruh kekuatan.


Anon 231 : horor


Anon 232 : aku hanya melihat dari layar tapi elf itu membuatku bergidik ngeri.


Anon 233 : jiwa M saya meronta ronta.


Anon 234 : untuk memeriksa semangat ayo kita berikan sumbangan.


Anon 235 : aku akan…


…..



..


Entah karena dia penasaran atau karena banyak penonton yang memberikan dia sumbangan, Spectre itu kembali menguatkan tekad untuk menatap gerbang kota yang di penuhi demi human.


Mereka terus membakar dan membunuh manusia tanpa pandang bulu, Walaupun itu adalah wanita atau anak kecil tidak ada yang luput dari pembantaian.


Namun bukan hanya pembantaian tanpa berbelas kasih saja yang mereka lakukan. Beberapa korp pasukan terlihat tengah menyelamatkan para budak. Ya mereka memang tidak ada yang terlihat menyerang para budak yang didominasi oleh para demihuman.


Lalu matanya terbuka lebar saat menatap ‘dia’ bersama tujuh orang denganmemiliki ciri yang sama saat di game dww3 online.


Samurai


Wanita jenius


Sniper


Pengebom


Tank


Assassin


Dan trickster


Walaupun banyak yang membenci tapi mereka memiliki fans mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang dengan preferensi aneh dan tidak norma.


“Mereka akan membuat game ini lebih menarik”


Ucapan Spectre itu membuat kolam komentar di live streaming miliknya meledak dengan kegembiraan para penonton.


Chp 116 end.


______________________________________________

__ADS_1


Crezi up Ampe arc ini tamat.


Jadi tolong komen atau like biar author semakin semangat 😁.


__ADS_2