PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3 Hero hunt


__ADS_3

Setiap kisah klasik tentang kepahlawanan selalu diawali dengan kekejaman sang tokoh antagonis. Lalu akibat dari kekejaman itu lahirlah seseorang yang lebih berani dari korban yang lain berdiri melawan si antagonis. Menyatukan (memanfaatkan) penderita dari korban yang mengalami penderita yang sama sepertinya untuk melawan ketidakadilan sang antagonis. Saat tindakan mereka berhasil (karena skenario) maka orang pertama yang melawan akan disebut sebagai pahlawan. Dan kisah pun berakhir dengan.


[Mereka hidup bahagia selamanya]


Tamat…


Dari kisah di atas kita dapat menyimpulkan 5 pelajaran dari kisah ini.


(1) kekejaman mengakibatkan pemberontakan.


(2) pahlawan hanya akan muncul saat keadaan sudah kritis.


(3) antagonis adalah pihak yang berkuasa dan kuat.


(4) korban lain hanya sebuah pijakan kaki untuk pahlawan.


(5) kata-kata terakhir “mereka hidup bahagia selamanya” hanya sebuah kebohongan yang nyata. Tidak ada yang dinamakan selamanya bahagia karena para dewa akan kesulitan jika itu terjadi.


Kenapa para dewa tidak bisa mengijinkan hidup bahagia selamanya?


Mungkin…


Mungkin mereka tidak ingin dilupakan.


Lalu jika anda lebih memperhatikan. Anda akan menyadari jika selama cerita berlangsung pihak antagonis selalu menjadi pihak penguasa hingga akhirnya di kalahkan oleh pahlawan diakhiri.


Yap cerita selalu berakhir setelah antagonis kalah.


.


.


.


.


[Kau telah telah terlalu lama tinggal di satu tempat]


[Skill (Carrie of disaster) aktif]

__ADS_1


Gemuruh tanah di pegunungan terdengar menyebabkan setiap warga di kota yang berada di kaki gunung merasa khawatir.


Detik berikutnya Ledakan gunung memuntahkan batu-batu Panas bagai meteorit terbang menuju ke arah kota yang tepat di kaki gunung.


Jeritan para warga yang tidak tahu apa yang sedang terjadi membuat seluruh kota jatuh dalam kericuhan.


Swiiiiiiing (sfx suara benda jatuh)


Blaaaaar (sfx ledakan)


Sebuah batu yang terbakar seukuran 8 meter persegi jatuh menimpa perumahan. Kebakaran dengan cepat melanda daerah sekitar batu it mendarat. Teriakan warga semakin histeris saat menyadari bukan hanya satu batu yang menuju kearah kota mereka.


[Mendapat XP 3.251]


[Mendapat XP 3.981]


[Mendapat XP…….


[Mendapat …..


[Mendap…


Seorang gadis dengan tanduk besar di kepala merasa kesal saat rentetan notifikasi terdengar dikepalanya.


“Mengganggu saja” Ucapnya kesal saat bunyi notifikasi itu mengganggu menikmati waktu makan siangnya.


Saat ini gadis itu dan seorang pelayan sedang berada di sebuah restoran yang berada di tengah kota yang sedang mengalami bencana gunung meletus.


Seluruh karyawan restoran hanya membeku ditempat walaupun mereka ingin lari dari gadis yang mengunjungi restoran Mereka dan dari bencana yang sedang melanda kota. Tapi seakan ada kekuatan aneh yang tidak mengizinkan mereka bergerak dari tempat mereka saat ini.


Ledakan terus terjadi diluar saat bebatuan terus menghujani kota. Teriakan para warga terdengar semakin keras namun gadis itu masih tetap menikmati makanannya.


[Stat evil telah mencapai level 1.000.000]


“Hemmm??” mulutnya yang terus mengunyah terhenti saat sebuah notivikasi terdengar.


‘Sudah sebanyak itu kah?’


[Para dewa akan mewaspadai mu]

__ADS_1


“yo dewa apa saat ini kau melihatku huwahahaha” gadis itu terlihat sangat senang saat mengatakan itu. Membuat setiap orang disekitarnya menjadi heran.


[Mendapat gelar(true evil)]


[Membuka pekerjaan kedua (Demon lord)]


“Bruuuuu”


Tidak dapat menahan kaget saat mendengar notifikasi terakhir, gadis itu langsung menyemburkan makanan di mulutnya.


Melihat itu pelayan di sampingnya mengiranya makanan yang dimakan oleh majikannya tidak enak. Dia lalu dengan tajam melihat para karyawan restoran yang sangat ketakutan ditatap olehnya terutama saat pelayan itu mulai menarik pedangnya. Adegan selanjutnya hanya berisi pembantaian seluruh karyawan restoran oleh pelayan pribadi si gadis yang masih terpaku diam.


“Haaaah itu gila. jika dewa memang ada aku ingin melawan satu…. Eh?” saat gadis itu tersadar dari lamunannya dia dikejutkan dengan tewasnya para karyawan restoran.


“Apa yang kau lakukan?” tanya gadis itu karena merasa heran.


“……” tapi pelayan itu juga bingung.


“haaaah terserah aku kehilangan nafsu makan sekarang. Ayo pergi”


Mereka berdua keluar dari restoran dan mendapati kota telah terbakar bagai lautan api. Teriakkan warga semakin keras saat melihat dari puncak gunung muntahan lahar turun dengan cepat. Mengetahui kota akan tertelan lahar si gadis beserta pelayan segera menggunakan sihir untuk terbang.


Mereka terus terbang menjauh dari kota seakan tidak peduli dengan teriakan penduduk yang meminta tolong. Namun semua teriakan itu dalam sekejap menghilang saat lava telah menerjang seluruh kota.


[Level up]


Notifikasi terdengar membuat senyuman lebar terbentuk di wajah gadis itu.


“1 kota lagi dan kita akan siap memulai perang”


.


.


.


.


Chp 126 end.

__ADS_1


__ADS_2