PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3.27 monster bos


__ADS_3


[Kau membunuh seorang pemain menerima 10 poin dan 45 poin rampasan]


[Kau membunuh seorang pemain menerima 10 poin dan 5 poin rampasan]


[Kau membunuh seorang pemain menerima 10 poin dan 65 poin rampasan]


[Kau membunuh seorang pemain menerima…..]


[Kau membunuh seora…..]


Suara notivikasi terus terdengar saat ular-ular yang aku lepas mencari mangsa sendiri.


Berbagai jenis ular tercipta dari rambutku, entah itu ular yang memiliki kemampuan kamuflase, ular dengan sayap hingga ular yang memiliki ukuran belasan meter panjangnya.


Beruntung aku dapat menumbuhkan rambutku sesuka hati karena jika tidak maka sudah dari tadi kepalaku menjadi botak.


Yap itu tidak akan lucu.


Teringat akan sebuah manga bajak laut yang pernah aku baca, aku menciptakan seekor ular yang cukup besar sepanjang 4 meter. Lalu aku mencoba menjadikannya tempat dudukku.


“Yap ini nyaman” ucapku saat merasakan empuknya tubuh ular berjenis kobra yang tengah aku duduki. Terasa hangat sehingga membuatku sangat nyaman, mungkin aku akan mulai tertidur jika terus seperti ini.


Aku teringat betapa kharismatik nya wanita yang dikatakan paling cantik di dunia bajak laut itu saat menduduki ular kesayangannya.


“Aku berharap bisa secantik dia agar seluruh dunia dapat memaafkan semua dosa yang aku lakukan, karena aku cantik”


Dengan penuh perhatian Ku membelai kulit kobra yang tengah aku duduki.


“Gyaaaa!!!”


“Aaaahh!!!!”


“Sialaaaan!!!!”


“Medis!!! medis!!!”


“Mundur!!! mundur!!!”


“Kakiku!!!”


“Uangku!!!”


Dengan kaca mata hitam dan bikini yang ku kenakan, aku menikmati berjemur di tengah Padang pasir ditemani suara jeritan ratusan pemain yang membentuk kelompok untuk mengambil kepalaku.


“Matilah kau boaaaaa!!!!!” teriak seorang pladin yang tubuhnya dipenuhi oleh luka berlari ke arahku. Dengan bantuan dari kelompoknya akhirnya dia bisa menembus pertahanan serangga dan ular yang mengelilingi tempatku berjemur.


Walaupun banyak korban yang harus dijadikan sebagai pijakan untuk si pladin, tapi mereka berpikir semua itu sepadan asal aku bisa terbunuh. Tapi-


Aku menggeser sedikit kacamata hitam ke bawah hingga aku dapat melihat pladin secara langsung. Aku melihat kecepatan lari di pladin sangat cepat, aku mengira jika itu disebabkan dari buff yang dilemparkan oleh seorang Priest.


Tapi saat aku terus menatap pladin yang berlari ke arahku, kecepatan lari pladin itu terus melambat dan terus melambat hingga akhirnya pladin itu berhenti ditengah jalan karena sudah menjadi batu.


Semua orang yang semula sibuk bertarung seketika terdiam saat melihat harapan mereka satu-satunya membatu tanpa sebab.


“Membunuhku??? Yah coba lebih keras lain kali”


Aku kembali membetulkan posisi kacamataku. lalu dengan segelas jus jeruk dingin, aku menikmati waktu berjemur. Melihat itu semua pemain yang berusaha membunuhku hanya terdiam, tidak lagi peduli jika terbunuh oleh serangga dan ular milikku.


Tapi kedamaian yang aku rasakan agak terusik saat 30 menit telah berlalu.


[Monster boss telah muncul, roaring sky]

__ADS_1


“Hemm??? Monster boss??? Tidak ada yang seperti ini saat liga sebelumnya. Apa kau tahu sesuatu nona nebula?”


[Ini adalah fitur yang hanya ada untuk liga profesional]


“Begitukah???”


Dengan ditutup kepala ular kobra sebagai payung, aku kembali menikmati jus jeruk.


[Membunuh monster boss akan mendapatkan ribuan poin dan item eklusif event]


“Benarkah??? Itu membuatku penasaran”


Aku kembali tiduran menikmati panasnya Padang pasir, sementara itu para pemain seperti sudah menyerah untuk mencoba mengambil kepalaku.


Masih tersisa 1720 pemain dari 5000. Dan aku sudah membunuh 3150. Pertandingan telah berlangsung 35 menit, bintang wanted yang aku miliki juga telah menjadi 4.


“Baiklah sebaiknya aku segera bergegas”


Dengan masih mengenakan bikini dan sendal jepit aku turun dari tubuh ular yang aku jadikan kursi.


“kieeeeekkk!!!”


Tapi langkah kakiku terhenti saat teriakan yang sangat keras terdengar. Kemudian dari kejauhan aku dapat melihat seekor burung terbang menuju ke arahku.


Burung yang terlihat seperti makhluk purba pteranodon di film tentang dinosaurus yang pernah ku tonton.


“Apa itu roaring sky?”


[Benar]


“hahaha, dia malah datang sendiri padaku”


Aku terus menatap burung tidak mungkin lebih tepat di sebut sebagai naga, naga tanpa kaki depan yang biasa di panggil sebagai wyvern.


“Biar aku melihat status nya”


Mataku langsung terbelalak saat melihat seratus naga terbang itu, dan senyum lebar mulai memenuhi wajahku.


“Ini akan menyenangkan”


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


Pertempuran di grup lain.


Grup K tempat Hans greater tengah berjuang melawan Salamander api yang lebih mirip naga tanpa sayap.


“Ini sebuah keberuntungan grup ini memiliki banyak anggota guild pure heart dan pecinta npc”Hans greater melihat kearah ribuan pemain yang bersama-sama berjuang melawan monster boss.


Pertarungan berlangsung sengit, monster boss yang begitu kuat membuat mereka kewalahan. Di tambah para pemain yang malah melakukan pembunuhan saat semua orang berusaha menghadapi monster boss.


“Dia akan melakukan auman” terik seorang pemain memperingatkan pemain lain.


Seperti yang dikatakan pemain itu. Salamander menghirup udara dalam-dalam bersiap untuk menggunakan kemampuan pamungkasnya.


“Rrrrrooooaaaarrrrrr!!!”

__ADS_1


Badai api langsung menerjang pasukan didepan Salamander. ratusan pemain tereliminasi dalan sekejap mata saat tubuh mereka hangus terbakar.


“Tck, ini akan menjadi pertarungan yang panjang” ucap Hans greater saat melihat betapa kacaunya pertempuran ini.


#__#


Grup M tempat zenwhay berlarian kesana kemari menghindari kejaran raksasa setinggi 30 meter yang terus mengeluarkan hawa dingin disekitarnya.


“Sial, kenapa dia terus mengejarku!!!!!!” teriak zenwhay sambil menunggangi kudanya.


Giant frost yang menjadi monster bos di grup M terus mengejarnya seakan tidak memperdulikan pemain lain. Itu membuat zenwhay Sangat putus asa.


“Apa mungkin dikarenakan wanted level yang aku miliki?” pikir zenwhay.


Saat ini zenwhay memiliki 3 bintang wanted level dan itu menjadikannya pemain paling di cari di grup M.


“Sial, jika tau akan seperti ini aku akan memilih bersembunyi saja sampai akhir permainan”


Sambil terus meneriakkan kata-kata kasar, zenwhay dengan kudanya terus mengitari peta diikuti oleh Giant frost.


#____#


Grup V.


Arthur yang sedang tiduran di bawah naungan pohon kelapa, merasa sangat nyaman saat mendengar deburan ombak pantai.


Dia sama sekali tidak memperdulikan untuk berburu pemain untuk mendapatkan poin. Arthur hanya menginginkan kemenangan tanpa perlu terlalu banyak pembunuhan yang berakibat naiknya wanted level.


Arthur pikir akan sangat merepotkan jika setiap pemain berusaha membunuhnya.


“Kira-kira seperti apa bos monsternya, yah???”


Sambil menikmati kelapa yang baru saja dia ambil dari pohonnya. Arthur terus melihat pemandangan laut yang mulai membentuk ombak besar.


“Owooow itu besar”


Arthur menjadi sangat bersemangat saat melihat ombak setinggi 8 meter menuju ke pantai, dia berniat mengambil papan selancar untuk menaiki ombak itu.


“Haaahhh, sayang sekali aku tidak boleh mati di dini” desah Arthur dengan penuh penyesalan.


Dengan cepat Arthur langsung memanggil seekor gryphon peliharaan nya dan segera terbang ke langit. Dari atas dia melihat bayangan didalam laut.


“Mermaid?” ucap Arthur saat melihat bayangan itu menuju ke daratan yang tengah dilanda tsunami.


Di atas panggung gryphon, Arthur terdiam saat melihat sosok perempuan setinggi 10 meter Keluar dari dalam air dengan tentakel gurita di bagian bawah tubuhnya.


Dia melihat kearah Arthur yang terbang dengan gryphon, tapi seakan kehilangan minat mermaid yang membawa tombak trisula itu segera meninggalkan pantai menuju ketengah peta.


“Ah, apa kau takut, hemm? Apa kau takut?”


Dengan penuh perhatian Arthur membelai kepala gryphon yang dia tunggangi. Tubuh gryphon terus bergetar hebat saat ditatap oleh mermaid raksasa.


“Mustahil untuk mengalahkan monster itu, aku rasa menang sambil menghindarinya adalah jalan terbaik. Tapi kenapa dia mengabaikan aku??”


Dengan kepala yang dipenuhi oleh pertanyaan, Arthur mengikuti mermaid dari belakang.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.

__ADS_1


.


Chp 154 end.


__ADS_2