
BOA POV
__________________________________________
[Hidden quest permintaan sang penguasa laut selatan]
Rank : S
Keterangan : penguasa laut Selatan Dewi Roro kidul mendapat ancaman dari dewa laut lain yang berniat menghancurkan istana laut selatan. Membantunya menjadi lebih kuat dengan memberikan pusaka laut [Seven Sea triden] yang kau miliki.
Required item : Seven Sea Triden (dimiliki)
Reward : Ekhidna tail, kerja sama dengan penguasa laut Selatan. Level +10.
Deadline : 3 hari hingga waktu penyerangan berikutnya terjadi, atau kematian dari Dewi Roro kidul.
Denda : none.
__________________________________________
Aku melihat kembali jendela quest yang aku dapatkan setelah Dewi Roro kidul mengijinkan sistem masuk kedalam domain miliknya. Hasilnya saat ini aku bisa menghubungi Nebula. Dan setelah memberitahunya pertemuanku dengan sang penguasa laut Selatan, menggunakan teleportasi nebula pun datang ke mari.
Walaupun Nebula sudah ada di sini, aku masih belum bisa melihat informasi status yang dimiliki oleh seorang dewa Legendaris.
“Ara~ ara~ tempat mu kacau, aku rasa akan cocok jika dijadikan tempat penangkaran lobster.” sambil menikmati teh yang disediakan, Nebula yang mengendalikan clone milikku melontarkan sindiran pada kerajaan laut selatan yang porak-poranda akibat perang.
Dewi Roro kidul hanya tersenyum seperti biasa mendengar perkataan Nebula.
“Aku pikir reruntuhan bawah laut jauh lebih baik daripada menyewa cloning tubuh seseorang yang bukan bukan pengikut.” balasnya sambil meminum teh yang disediakan oleh gadis kecil yang tidak lain adalah Felice, gadis budak yang dibawa oleh Nebula.
Walaupun terlihat mengenakan pakaian rapi Sekarang tapi sebuah rantai yang mengikat lebarnya masih terpasang menunjukkan jika identitasnya adalah seorang budak.
“WHAT THE HELL YOU SAYING!!!!.”
Nebula yang tersinggung membuat clone yang dia kendalikan menjadi terbakar oleh api dari darah naga hidora, hingga semua baju yang dikenakan clone itu berubah menjadi abu. Sementara teh di cangkirnya menguap. Aku segera menarik Felicia untuk menjauh dari Nebula.
Nebula berniat menyerang Dewi Roro kidul, tapi Dewi terlihat tidak peduli. hingga saat sebuah petir merah dari serangan Nebula akan menyambar, Dewi Roro kidul hanya mengibaskan tangannya pelan tapi cukup untuk membuat nebula terpental sangat jauh, menjebol tembok dan keluar dari halaman istana. Tapi dalam sekejap Nebula kembali dengan skill [teleportasi] dan berniat untuk menyerang lagi, namun seekor ular yang terbuat dari air menahannya hingga dia tidak bisa bergerak.
Melihat Nebula yang terikat oleh ular air, Dewi Roro kidul hanya tersenyum mengejek. “Heng, hanya segitu kemampuanmu?. Dewa yang bahkan belum sampai ke tahap master God ingin melukaiku?.”
Mendengar ejekan dari Dewi Roro kidul membuat Nebula semakin kesal, dia berusaha untuk melepaskan diri tapi sekuat apapun dia mencoba tetap saja tidak ada hasil, malahan tenaganya semakin terkuras saat dia memberontak.
“Jangan memancingnya terlalu jauh, aku yakin jika kau tahu dia belum benar-benar menjadi dewa(sa).” aku berkata sambil membelai rambut Felicia yang terlihat khawatir pada Nebula terkapar dilantai dengan ular air melilit tubuhnya sangat kencang seperti seorang wanita yang sedang dilecehkan dengan teknik Bondage.
***
“Huhuhu…. Mereka jahat sangat jahat.… Huhuhu.... aku telah dilecehkan….. aku tidak bisa menikah….. huhuhu.”
Di dalam pelukan Felicia, Nebula menangis. Gadis kecil itu hanya mengelus rambut clone milikku dengan penuh perhatian.
“Kenapa kau yang menangis?. Itu adalah clone milikku kau tau. Seharusnya aku yang marah karena melihat tubuhku dalam posisi memalukan seperti itu.” aku protes dengan tindakan Nebula yang kekanakan.
Setelah sekian lama mencoba untuk menenangkan diri akhirnya kami bertiga memulai pembicaraan serius, sementara itu Felicia di bawa berkeliling istana laut selatan dengan beberapa dayang.
“Mata yang bagus.” Dewi Roro kidul berkata saat melihat kepergian Felicia.
__ADS_1
“Hem hem... tentu saja.” Nebula malah berbangga diri saat gadis yang dia didik mendapat pujian dari seorang dewa Legendaris.
“Oke cukup basa-basinya. kita membicarakan persoalan tentang pertukaran.” aku segera mengalihkan pembicaraan pada masalah utama.
Nebula kembali dalam mode serius (lagi). Sementara itu Dewi Roro kidul mengambil ekor ekhidna dari kekosongan dan menaruhnya di atas meja begitu saja seakan dia tidak takut jika aku tiba-tiba mengambilnya. Melihat potongan tubuh itu Nebula menunjukkan wajah sulit.
Awalnya dia juga tidak mengira jika raja dari kerajaan Eprado memiliki trisula 7 lautan. Tapi dia terlihat senang saat aku berhasil mendapatkannya. Dia mengatakan jika senjata itu akan sangat berguna di pertarungan laut. Sementara jika item itu dimiliki oleh seorang musuh maka situasi akan menjadi sangat berbahaya.
“Aku tidak memiliki hak untuk melarang mu menukar pusaka itu dengan potongan tubuh yang sangat kau butuhkan, tapi ingatlah satu hal jika dia (Roro kidul) memiliki pusaka itu maka kau akan kesulitan untuk mengejarnya.” ucap Nebula.
Aku hanya menganggukkan kepala saat mendengar peringatan dari nebula. Setelah memikirkan secara masak, dengan penuh keyakinan aku menatap Dewi Roro. “Aku menanggung dendam dari seorang yang pernah dilecehkan oleh Poseidon. Aku yakin kau tahu siapa dia.…”
Mendengar perkataanku, Dewi Roro kidul hanya tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya.
“Tentu aku melihatnya. Jika kau menjadi cukup kuat, kau bisa membalaskan dendam itu....” pandangan Dewi lalu beralih pada potongan tubuh di depannya. Dia menarik nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.
“Dulu dia adalah temanku, tapi setelah kekalahan para Titan dan dimulainya era kekuasaan para dewa. para dewa olimpian yang takut kebangkitan dari para Titan memusnahkan atau memenjarakan seluruh makhluk yang memiliki darah Titan, dan inilah hasilnya.” Tatapannya pada ekor itu terlihat begitu sedih seakan telah mengigat kepergian seseorang yang sangat berarti.
“Kau mengenal Ekhidna?.” aku bertanya dengan penasaran sambil meminum teh yang mulai dingin.
“Ekhidna, huh. Tentu, tapi di legenda kita dia disebut sebagai blorong.”
Bruuuuuhhh
Seketika aku menyemburkan air teh yang aku minum saat mendengar perkataan yang tidak bisa diterima oleh sejarawan, arkeolog dan orang pintar yang kurang minum tolak ang*n.
***
__________________________________________
[Ekhidna tail]
Keterangan : bagian ekor dari putri dewa gaya dan ibu bagi para monster Ekhidna. Memiliki sidik yang lebih keras dari raja naga sehingga dapat menetralisir dampak dari kerusakan serta imunitas pada abnormal status.
Efek :
(1) immune abnormal status.
(2) semua damage yang di terima -75%
(3) saat kesehatan menurun hingga 5%. Otomatis masuk ke mode tak tidak terkalahkan selama 30 detik, semua kerusakan akan dihilangkan dalam mode ini.
Required : item tidak akan bisa digunakan oleh manusia.
__________________________________________
[Apa kau ingin menggunakan Ekhidna tail?]
[Yes/No]
“yes”
Setelah mengucapkan konfirmasi seketika ekor ular di depanku memancarkan cahaya lalu cahaya itu masuk kedalam tubuhku. Aku dapat merasakan tubuh bagian bawahku mulai berubah.
[Ekor ekhidna berhasil menyatu dalam tubuhmu]
__ADS_1
[Mendapat skill (shield of thorns EX)]
__________________________________________
[shield of thorns EX]
Rank : legendary
Tipe : skill pasif.
Keterangan : kemampuan untuk membalikan damage yang diterima sebesar 25 %.
Mana cost : none
Cooldown : none
__________________________________________
[Mendapat skill (refleks)]
__________________________________________
[Refleks]
Rank : unique
Tipe : skill aktif
Keterangan : mengembalikan semua serangan sihir yang mengarah pada pemilik skill pada penyerang.
Mana cost : 5000
Cooldown : 30 menit.
__________________________________________
[Mempelajari skill (chain breaker)]
__________________________________________
[chain breaker]
Rank : unique
Tipe : skill pasif
Keterangan : saat pengguna mendapat serangan beruntun, memiliki kesempatan untuk membuat penyerang tertegun selama 3 detik.
Mana cost : none
Cooldown : none
__________________________________________
Aku tersenyum puas saat melihat apa yang aku dapatkan setelah memiliki potongan tubuh Ekhidna ke 3. Masih ada item khusus yang belum aku pakai tapi aku menyimpan untuk chepter berikutnya.
__ADS_1
...CHP 254 END...
...BERSAMBUNG...