PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
ELDERS


__ADS_3

Wilayah Utara distrik kantor pemerintah


Merti seorang Birdman merpati, menjadi pelatih di menara penyihir cahaya, saat ini dia menjadi staf di kantor pemerintah desa dikarenakan mereka kehilangan empat tetua dan kondisi desa yang semakin ramai oleh para pelancong membuat mereka harus mempekerjakan pegawai tambahan, alhasil dia dimasukan sebagai staf tetap di sana sedangkan untuk pelatihan sihir cahaya dia meminta murid terbaiknya untuk menjadi pelatih selanjutnya.


Seorang pria tua terlihat sedang sibuk dengan berbagai dokumen di mejanya tapi di wajahnya tidak sedikit pun menunjukkan kelelahan malah justru sangat bersemangat.


“tuan ceras anda belum sembuh lebih baik pekerjaan anda di kurangi dan lebih banyak istirahat”


Merti menyajikan minuman untuk ceras, pria tua itu pun menghentikan pekerjaannya sejenak sambil meminum minuman yang disajikan Merti.


“hemm ini jauh lebih baik”


Ceras menoleh ke jendela, seakan mengigat sesuatu dia menghela nafas panjang.


“aku mendengar jika dia sudah kembali”(merti)


Mendengar perkataan Merti, ceras merasa tertarik dia pun mengalihkan perhatian nya pada Birdman di depan nya.


“benarkan, terakhir kita bertemu kemarin, bukakah dia kembali terlalu cepat?”(ceras)


“itu…”(merti)


Merti diam sejenak memikirkan apa yang akan di berikan sebagai jawaban.


“dia berkata bahwa dia menemukan sebuah gua yang terlihat seperti dungeon, dia meminta ku untuk mengirim pasukan penyelidik untuk memastikan”(merti)


“dungeon ? Jika itu benar kita harus segera memastikan, saat ini keadaan sangat kacau jika ditambah masalah sebuah dungeon yang tiba-tiba muncul kupikir aku akan segera menyusul ke empat tetua lain karena terlalu banyak bekerja"(ceras)


“itu akan sangat merepotkan untuk ku jika sampai terjadi”(Merti)


"Hahaha kau hanya memikirkan diri sendiri bukan hahaha, baiklah kirim pasukan ke 7 untuk menyelidiki”(ceras)


“dipahami”(merti)


Merti segera keluar dari kantor itu, sedangkan ceras memulai kemba aktivitas nya.


“jika aku menyerahkan desa pada nya apa kira kira yang akan dia lakukan”


Ceras melihat dokumen yang menerangkan pertumbuhan penduduk desa yang semakin meningkat di sebabkan oleh kedatangan para pengungsi dari berbagai ras yang telah kehilangan tempat tinggal.


.


.

__ADS_1


.


.


Lamia emerald green scale village.


Walaupun desa ini asalnya adalah desa Lamia namun karena sikap terbuka para penduduk yang tidak membedakan antara ras membuat desa itu memiliki sistem tetua sebagai perwakilan para ras.


Tidak semua ras memiliki perwakilan mereka yang maju menjadi tetua desa, diantara sekian banyak ras yang terdapat di desa ini hanya 5 yang menjadi tetua.


Ceras seorang Lamia dari emerald green scale namun karena proses evolusi sekarang warna sisiknya menjadi merah bergaris putih, dia adalah satu satunya yang tersisa dari 5 tetua yang selamat ketika penyerbuan manusia beberapa hari lalu.


Dikarenakan posisi kosong itulah ras lain ingin mencalonkan kepala suku mereka untuk menjadi tetua baru, tapi di saat-saat genting yang bisa membuat para penduduk terpecah belah masalah baru muncul.


Di perjalanan menuju barak militer Merti mengingat pertemuan nya dengan boa.


Mereka bertemu di lantai 2 dengan seorang anak ras arachne yang sedang memilih element pertama nya, Merti pun menyapa boa dan bertanya mengenai sihir space yang dia gunakan.


“sihir ini adalah warisan great magician gaile”(boa)


“g-great megician? Gaile seorang great megician”(Merti)


Mendengar perkataan boa Merti benar benar tidak percaya gaile yang dia kenal adalah seorang great megician, tapi ketika boa memperlihatkan sebuah buku dia pun tidak punya alasan untuk tidak percaya dan juga merasa kehilangan ketika mengetahui nasib temannya yang sudah meninggal,Setelah itu boa menyerahkan kerangka gaile pada Merti untuk di kuburkan dengan layak.


Setelah pemakaman kerangka gaile di halaman belakang menara penyihir Merti menanyakan itu kepada boa, dia sangat tahu watak temanya yang sangat pelit.


“dia memita ku untuk membayar hutang nya”


“pfffft”


Jawaban boa membuat Merti tertawa, selama hidupnya gaile menghabiskan seluruh kekayaan nya untuk riset sihir dia tidak peduli dengan kondisinya sendiri, jika mau dia bisa mengajarkan sihirnya untuk mendapat kekayaan tapi di berpendapat waktu yang di habiskan untuk mengajar tidak sepadan dengan hasil yang dia peroleh.


Merti tersadar dari lamunannya ketika dia menyadari telah sampai di barak militer, sebuah gedung berlantai tiga dengan penjagaan sangat ketat dikarenakan tempat ini menyimpan berbagai senjata dan item sihir di desa.


“oh nona Merti apa anda membutuhkan sesuatu”


Seorang half angel yang melihat kedatangan Merti menyapa nya.


“ah nona green kebetulan sekali saya mendapat perintah dari tetua Ceres untuk mengerahkan pasukan ke 7 menyelidiki sebuah tempat yang di duga terdapat sebuah dungeon”(Merti)


“begitu ? Baiklah aku akan menyiapkan pasukan ku untuk menjalankan misi penting ini”(green)


Setelah berbicara sebentar Merti pun pergi dari barak militer, Sedangkan green menghubungi Komo dan yang lain lewat friend chat.

__ADS_1


{Green : ya dia kemari dan meminta pasukan ku yang menjadi penyelidik}


{Fran : bagus itu menjadi sangat mudah, bukankah keberuntungan selalu berada di pihak kita akhiri akhir ini}


{Komo : jangan terlena, kalian semua ingatkan apa yang adadi lantai 3 dungeon itu jika kita salah perhitungan sedikit saja maka desa ini dan semua yang telah kita lakukan seminggu terakhir akan lenyap}


{Fran : ya ya ya kita sudah mempersiapkan hingga bahkan jika yang terburuk terjadi kita telah siap, pasukan npc sudah di siapkan beserta media untuk mengiklankan tempat ini tentunya}


Para petinggi guild sexy species pun memiliki sekenario tersendiri untuk mengamankan posisi tetua.


.


.


.


.


Sementara itu boa sedang berjalan jalan di pusat perbelanjaan menikmati waktu luangnya sendirian, dia jarang merasakan ini karena beberapa hari terakhir dia disibukan dengan aktifitas mengasuh dua arachne.


Dikarenakan tidak ingin membuat keributan karena kehadirannya boa menggunakan mode human from, terkadang para penduduk desa mencurigai bahwa dia adalah manusia tapi ketika dia membuka tudung jubah nya mereka melihat tanduk kambing di kepala boa mereka menjadi ketakutan dan pergi, karena kejadian itu boa meminta tanda pengenal guild sexy species agar dia bisa berjalan bebas di desa Tampa harus menunjukkan kepalanya.


“bukankah baju itu cukup lucu”


Boa memasuki toko baju dan memberi beberapa potong pakaian, melihat tamu datang penjaga toko merasa senang tapi ketika dia melihat wajah boa dia seketika ketakutan, melihat itu boa hanya bisa menghela nafas berat.


‘aura naga ini terlalu merepotkan aku harus segera mencari solusi’


Efek samping dari darah naga membut boa mengeluarkan sebuah perasaan penindasan pada npc di dekat nya, ketika boa sedang dalam mode Lamia para npc hanya mengaggap itu adalah hal biasa untuk boa tapi berbeda dengan mode manusia yang terasa lebih menyeramkan,


‘apa aura nya belum terlalu kuat hingga belum cukup untuk menjadi sebuah skill?’


Merasa percuma terlalu memikirkan nya boa melanjutkan berbelanja hingga akhirnya dia pergi setelah membeli beberapa pakaian, penjaga toko itu kakinya lemas dan terjatuh ketika boa meninggalkan tokonya.


.


.


.


.


Chp 50 end

__ADS_1


__ADS_2