
MASIH DI VANAHEIM
Disaat semua pemain menghilang dari muka bumi, dunia ini masih tetap berjalan.
Rombongan 4 kereta melaju melintasi hutan, di pintu masing masing kereta terdapat sebuah lambang prajurit berarmor hitam yang membawa peti mati.
Lalu dari kejauhan ratusan pasukan dengan perlengkapan baik menghadang jalan yang akan dilewati oleh Kereta.
“Dia hanya membawa sedikit padukan untuk mengawal dirinya, sangat sombong”
Ucap pemuda yang menaiki kuda bicorn.
“Aku mendapat laporan jika dia gagal dalam misi di les maque. Kurasa itulah sebabnya pasukan yang menemaninya tersisa sedikit”
Suara seorang yang terdengar cukup tua terdengar dari balik armor hitam.
“Heng, kegagalan itu sudah cukup menjadi bukti jika dia tidak bisa lagi menjadi ketua divisi pasukan tentara bayaran Zero Coffin”
Wajah pemuda itu tersenyum penuh penghinaan saat mengatakan itu.
“Benar, setelah kita membunuhnya aku yang akan menjadi ketua” Armor hitam itu menimpali.
“Tapi jangan lupa dengan perjanjian kita” Balas pemuda itu dengan intimidasi yang kuat.
“Tentu saja tuan muda, aku akan tetap setia pada tuan baru ku”
Mendengar perkataan orang tua di dalam armor hitam, pemuda itu hanya mendengus dengan hina.
“Setia katamu? Siapa yang akan percaya dengan rubah licik sepertimu. Kau mengkhianati tuan mu dan merencanakan pembunuhan hanya untuk merebut posisi itu dari tuan mu. Tidak ada jaminan kau juga akan mengkhianati kami”
Armor hitam itu hanya terdiam. Sementara di balik helem full face yang dia pakai. Sebuah wajah tua tengah tersenyum mengerikan.
Mereka terus mengawasi kereta yang tengah melaju ke arah mereka, hingga tidak menyadari jika di atas pohon ada seorang beastman monyet tengah duduk di ranting sambil memakan buah apel dengan santainya.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
“Heng, konyol sekali”
Terdengar suara seorang wanita yang mendengus penuh penghinaan saat dia memejamkan matanya.
Belvia yang saat ini berada di dalam salah satu kereta, dia tengah melihat pasukan musuh yang berniat menyergap rombongannya menggunakan kemampuan berbagi pandangan yang merupakan salah satu efek dari skill [horus eye].
Dia dapat melihat pemandangan yang dilihat oleh beastman monyet yang memiliki job assassin.
“300 tentara bayaran terlatih ditambah dengan para penghianat itu. Jika aku yang dulu pasti akan berusaha mati-matian untuk kabur, tapi…saat ini tentu berbeda”
Gumam belvia melihat jumlah total dari seluruh pasukan yang telah mengepung rombongan keretanya.
Di depan ada 150 pasukan menghadang, lalu 3 pasukan lain yang bersiaga di kanan kiri jalan untuk melakukan sergapan.
Strategi clasik, tapi tidak akan berguna jika targetnya memiliki kemampuan observasi super kuat seperti [mini map].
“Kau terlihat cukup senang knight belvia, apa ada yang menarik akan terjadi?”
Seorang wanita dengan gaun merah yang sangat berkelas, bertanya saat melihat perubahan reaksi pada teman seperjalanannya.
Wanita yang terlihat cantik dan elegan hingga orang dapat dengan mudah mengira jika dia adalah seorang bangsawan.
Ya memang dia adalah seorang bangsawan, tapi bukanlah sebarang bangsawan. Dia berasal dari green scale yang merupakan pusat dari para monster di benua ini.
“Yah, beberapa kenalan ku tengah mempersiapkan pesta penyambutan”
__ADS_1
Balas Belvia pada wanita yang tengah minum kopi dengan dipenuhi oleh gula hingga memenuhinya cangkir.
Seakan wanita itu memang sangat menyukai minuman yang manis.
“Begitukah? Apa kami juga boleh ikut pesta kalian?”
Wanita mengambil beberapa gula kotak dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya, lalu mengunyahnya dengan nikmat.
“Tentu yang mulia, itu akan semakin menyenangkan” Jawab Belvia dengan penuh senyuman.
Queen of ant, aren.
Itulah identitas asli dari wanita yang melakukan perjalanan ke markas guild zero Coffin bersama dengan Belvia.
Di samping aren duduk dua dua anak yang sangat berbeda.
Anak lelaki dengan kulit dan rambut serba putih, dia terus dengan nikmat menggerogoti sebuah tulang besar yang berasal dari monster.
Gigitan dari anak lelaki itu benar-benar sangat kuat sehingga tulang monster yang biasa digunakan untuk membuat pedang dia digigit seperti wafer.
dan yang satunya adalah gadis yang memiliki rambut dan kulit serba hitam Sifatnya terlihat agak pemalu karena dia terus saja bersembunyi di balik aren, sambil sesekali mencuri pandang pada Belvia.
Belvia hanya tersenyum hangat pada gadis itu saat pandangan mereka bertemu.
‘rayap dan semut, huh’
Batin Belvia saat melihat keduanya.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
“Apa kita perlu mengatakan sesuatu padanya?”
Tanya si pemuda. Dia melihat kearah kereta yang di dalamnya terdapat Belvia, dia juga dapat merasakan ada orang lain didalamnya.
“Benar, kupikir anda akan tertarik saat melihat kecantikan mantan majikan ku” balas si armor hitam.
“Begitukah? Ayahku juga pernah memuji kecantikan dari ketua divisi tentara bayaran. Itu membuatku cukup penasaran”
Ucap pemuda itu sambil menjilat bibirnya dengan cara yang mesum.
Petrez, putra dari salah satu ketua zero Coffin. Dia diperintahkan oleh ayahnya untuk membunuh ketua dari divisi tentara bayaran agar ayahnya dapet menguasai bisnis itu.
Sementara pria tua berarmor hitam adalah sekertaris Belvia sendiri yang menerima suap dari ayah petrez.
“Well well, aku pikir siapa yang berani melakukan ini padaku, tapi ternyata seorang kasim dan anak dari divisi pedang gelap”
Belvia keluar dari kereta lalu menatap kearah dua orang itu.
Lelaki tua itu agak kesal saat Belvia menyebutnya sebagai Kasim. Tapi dia berusaha untuk menahannya.
‘Tunggu saja setelah ini aku akan menyiksamu lebih kejam dari yang pernah kau lakukan padaku’
Batin lelaki tua itu dengan penuh kebencian pada mantan bosnya.
Melihat wajah Belvia yang cantik, petrez pun menjadi bersemangat. Tapi matanya terbelalak saat melihat wanita lain yang turut dari kereta setelah Belvia.
“Hu…huwaa, aku menginginkan wanita itu, tangkap dia tapi jangan sampai kalian mengores nya”
Petrez sangat bersemangat saat melihat aren. Mengikuti perintah tuan barunya, Lelaki tua itu lalu memerintahkan seorang bawahan untuk membawa wanita itu.
“Jangan mencoba melawan nyonya, kau sudah tidak memiliki jalan lain, menyerah kami akan memperlakukan kau dengan baik. Dan wanita cantik di sebelah mu juga akan mendapatkan perlakuan sama baiknya dari tuan petrez”
Dibalik helem besinya, lelaki tua itu sangat senang karena petrez telah memilih wanita lain yang berarti dia akan dengan leluasa memilih Belvia untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
“Aku tidak akan menghalanginya, ambilah jika kalian memang bisa” ucap Belvia sambil menyingkir dari jalan si tentara bayaran yang di perintahkan untuk membawa aren.
Sementara itu aren yang tidak tahu situasi yang terjadi hanya memiringkan kepalanya dengan bingung.
“Nyonya Kemarilah ikut bersamaku” ucap tentara bayaran berarmor hitam itu sambil berusaha meraih tangan aren tapi.
“Ah, tangan yang kotor aku tidak ingin di sentuh oleh tangan itu” balas aren.
Lalu tiba-tiba-
Wusssss
Jraaaas
Tangan tentara bayaran itu menghilang.
Keadaan kemudian jatuh dalam keheningan. Semua orang menanyakan hal yang sama di benak mereka ‘kemana perginya tangan orang itu’.
Tidak ada jawaban, yang terlihat hanya seorang anak yang muncul entah dari mana. dengan wujud serba putih dengan mulut yang mengeluarkan darah dan tengah asik mengunyah jari manusia.
“GYAAAAAAA”
Merasa sakit yang sangat kuat di lengannya, prajurit itu sontak berteriak keras.
“Uuhh, itu berisik” ucap aren sambil menutup kupingnya.
Wusssss
Jangan
Lalu sebuah kilatan cahaya dari tebasan pedang yang sangat cepat memotong kepala tentara bayaran yang kehilangan tangannya itu.
Bruuuk
Mayat tanpa kepala itupun jatuh begitu saja. Membuat semua tentara bayaran tersadar, mereka segera mencabut pedang mereka dan bersiap untuk menyerang.
“Yah, aku rasa ini akan cukup memakan waktu”
Ucap Belvia, sambil menjentikkan jarinya. Orang tua yang telah lama bekerja dengannya tau jika itu adalah tanda untuk melakukan serangan.
Tidak ingin mengambil resiko, orang tua itu segera memerintahkan kepada semua tentara bayaran untuk membunuh Belvia, tapi-
“Hail HIDRA” Belvia mengucapkan kode pengaktifan skill [dragon blood].
Blaaaaar ledakan petir yang sangat kuat terjadi di sekitar Belvia, wujud dari wanita yang menyandang gelar Black knight itu pun berubah drastis.
Setiap tentara bayaran hanya terdiam saat melihat wanita itu berubah wujud menjadi seorang dragonoid dengan tanduk besar di kepalanya.
“Baiklah, kalian juga bergabung. Anggap sebagai latihan dengan kekuatan yang baru kalian dapatkan”
Perintah Belvia pada para pengawal dan kusir yang merupakan anggota tentara bayaran yang paling dia percayai.
Belasan tentara bayaran pun keluar dari kereta. Bersiap untuk melakukan perkelahian, intimidasi yang sangat kuat terpancar dari setiap prajurit itu.
Sementara itu aren segera mengganti pakaiannya. Dia tidak ingin pakai yang diberikan oleh penciptanya dikotori oleh darah para makhluk rendahnya seperti tentara bayaran.
“Baiklah saatnya untuk memakan jamuan pesta”
Ucap aren saat memperlihatkan wujud bertarungnya. Yang membuat semua orang semakin kehabisan kata-kata saat melihat wanita cantik itu berubah menjadi seekor monster semut merah.
Sementara di bawah keadaan mula kacau, di atas pohon seorang beastman masih asik memakan apelnya dengan penuh nikmat.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Chp 199 end