
Dengan buru-buru para pengungsi dari kota red Saliva meninggalkan kota, tapi baru saja keluar dari gerbang kota mereka dikejutkan oleh barisan tentara dengan jumlah besar.
“Apa-apaan ini” gumam yadran, putra dari Dyulet.
Saat yadran memperhatikan lebih jauh dia mendapati jika pasukan itu terdiri dari 2 kelompok yang berbeda. Satu kelompok berpenampilan bagaikan prajurit berbaju besi perak sementara yang lain memakai perlengkapan ringan seperti prajurit gurun terlatih, warna yang mereka kenakan adalah merah.
Yadran mengira jika pasukan itu berasal dari Guild red Hoodie, tapi saat melihat lambang yang kedua pasukan itu bawa dia langsung tahu jika kedua pasukan yang saat ini terlihat siap berperan tidak memiliki hubungan apa-apa dengan guild yang menguasai red Saliva.
Sementara itu melihat para pengungsi yang meninggalkan kota para pemain dari pasukan fallenguard dan flame of immortal menjadi heran.
‘Aku Mendengar jika kota itu telah menjadi kacau karena banyak malaikat dan iblis yang berkelahi, sementara guild yang menguasai kota telah melakukan pemberontak, apakah karena itu mereka pergi dari kota?’ batin Thomas pemimpin dari pasukan flame of immortal.
Tidak jauh berbeda dengan yang dipikirkan oleh Thomas, di pasukan fallenguard Jaroh pemimpin pasukan fallenguard juga memikirkan hal yang sama. Mereka berdua terus saling mengawasi satu sama lain sementara para pengungsi mulai mendekat.
Kemudian setelah jarak antara pengungsi cukup dekat dengan kedua pasukan, masing-masing dari pemimpin mulai maju dengan menunggangi tunggangan mereka.
Thomas dengan Santai duduk di atas Drake api, sementara Jaroh menunggangi bicorn hitam berarmor yang terlihat sangat gagah. Keduanya saling memandang seakan ingin membandingkan tunggangan masing-masing. Lalu dari pihak pengungsi, yardin maju sebagai perwakilan.
“Salam wahai para petualang, apakah kalian datang ke kota ini dengan tujuan untuk mencari pusaka peninggalan dewa?” Lamia bersisik merah itu langsung pada intinya, dia tidak ingin membuang waktu karena bencana semakin dekat.
Mendengar perkataan yardin, kedua pemimpin itu langsung mengerutkan dahi.
“Akh, raut wajah anda berdua mengatakan hal yang sejujurnya.” lajut yardin sambil tersenyum penuh makna, keduanya hanya terdiam melihat npc didepannya mudah membaca niat mereka.
“Kalau begitu ini adalah saat yang tepat untuk kalian mendapatkan pusaka itu, dikarenakan sebentar lagi dewa kecil akan terbangun.”
Mendengar ucapan yardin membuat semu orang di dalam kedua pasukan menjadi ribut.
“Dewa kecil?.”
“Ternyata memang ada sebuah pusaka.”
__ADS_1
“Guild kita harus mendapatkan pusaka itu”
Keributan terus terjadi Membuat kedua pemimpin itu segera menenangkan pasukan mereka, sementara yardin memberi aba-aba pada para pengisi untuk kembali berjalan melewati para pemain.
“Apa kau meninggalkan kota karena tahu jika akan terjadi pertempuran besar untuk memperebutkan pusaka itu?.” Thomas bertanya saat para pengungsi berjalan melewatinya.
“Tentu tidak, jika hanya kalian yang membuat kekacauan, kami tidak akan gentar dan melawan. Tapi sudah dikatakan bukan jika dewa kecil akan bangun, jika dia yang kami lawan maka tidak ada pilihan lain selain musnah.”
Setelah beberapa lama akhirnya para pengungsi melewati para pemain, hanya tersisa yardin yang masih berhadapan dengan kedua pemimpin itu.
“Baiklah aku akan bertanya hal ini sekali.apa kau tahu dimana letak pusaka itu disembunyikan?.” Jaroh bertanya dengan penuh intimidasi, tapi yardin hanya tertawa kecil menghadapi sikap pemimpin pasukan fallenguard di depannya.
“Tentu aku tahu.”
Sebuah kata singkat tapi seketika membuat udara bergetar saat kedua pemain itu saling menunjukkan intimidasi mereka, seakan sebuah ancaman agar Lamia itu segera memberitahu lokasi pusaka itu berada. Tapi kembali yardin terlihat santai sambil tertawa pelan.
“Tidak usah seperti itu, aku akan dengan senang hati memberi tahu letak pusaka itu disimpan.”
“Baiklah aku rasa sudah saatnya untukku pergi” yardin berkata sambil terbang di langit saat menggunakan sayap dari mode dragon blood line miliknya.
Lalu tidak lama kemudian.…..
KIEEEEKKKK
Suara yang sangat melengking terdengar begitu keras membuat semua pemai secara refleks menutup kuping mereka. Yardin yang mendengar itu mulai mempercepat terbangnya, dia tidak perlu memastikan suara apa itu karena dia sudah mendengarnya sebayak 12 kali selama hidupnya. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang jelas, khawatir akan nasib putrinya yang hilang beberapa hari lalu.
Saat dia kembali ke barisan para pengungsi, terlihat jelas mereka tengah ketakutan saat suara keras itu terdengar. Diantara mereka sudah beberapa kali merasakan keganasan dari dewa kecil yang terbangun hingga mereka dapat menenangkan diri, sementara ada juga anak-anak yang terus menangis ketakutan.
Yardin kemudian turun dari ketinggian menuju sebuah kreta dengan bak terbuka yang mengangkut banyak lansia dan anak-anak. Salah satunya adalah nenek tua menatap kedatangan yardin sambil mendengus kesal.
“Bocah harus berapa kali aku katakan, dalam 20 tahun kedepan putrimu tidak akan mati, dia akan kembali….kembali dengan membawa sebuah bencana.”
__ADS_1
Ucap wanita sepuh yang tidak lain adalah sang Oracle.
Mendengar itu yardin tidak merasa lega samasekali, dia tidak akan berhenti khawatir sebelum putrinya dia lihat. Tapi tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya. Saat yardin menoleh dia melihat seorang wanita dengan wajah dipenuhi sisik tersenyum padanya.
“Jangan khawatir, yang dikatakan Oracle pasti akan terjadi, Putri kita pasti akan kembsli. Dia sudah melewati 3 kali masa kebangkitan dewa kecil.” ucap wanita dengan armor itu. Dia menaiki sebuah kadal atau lebih tepatnya seekor Salamander menunjukkan dia bukanlah prajurit biasa.
****
HOME FOR ADVENTURE
Setelah membangunkan yoanta, boa memberi gadis itu minuman dingin untuk menenangkan diri.
“Bukankah Kalian para lamia Ruby red scale adalah yang paling seribg melakukan kontak dengan baby nighogg, tapi kenapa kau sangat ketakutan seperti ini?.” boa bertanya saat melihat ketakutan yang berlebih dari yoanta.
“Mau bagaimana lagi, dulu waktu kecil aku hampir termakan monster itu, untung saja kakek menyelamatkanku.” balas yoanta sambil meminum air yang diberikan boa dengan tangan yang masih bergetar hebat.
Kemudian boa melihat kedua penumpang lain, dango dan xalif. Mereka terlihat sudah baikan melihat di luar baby nidhogg tengah terbaring tak bergerak. Menurut penjelasan dari yoanta, baby nighogg akan terus seperti itu hingga malam setelah itu dia akan bergerak untuk mencari makan.
“Kami akan mencari para pengungsi dari kota red Saliva, jika kalian takut kalian bisa turun di sini.” boa berkata pada pada mereka. Dia tidak ingin membawa keduanya dalam masalah yang sangat besar, sebesar dewa di depan mereka.
Keduanya terlihat sangat kesulitan memberikan jawaban, hingga akhirnya xalif mulai berbicara.
“Sebenarnya kenapa anda ingin membantu nona yoanta, padahal kematian membayangi tempat yang anda tuju.” ucap knight berkulit hitam itu.
Boa hanya tertawa kecil pada pertanyaan pria itu.
“Hahaha, aku sudah menerima permintaan yoanta, jadi aku harus menyelesaikan dengan cara apapun. Belum lagi ada sesuatu yang aku inginkan dari monster itu.” boa menjawab dengan penuh keyakinan.
Mendengar itu keduanya hanya terdiam, tapi tidak lama kemudian dango dan xalif memutuskan untuk ikut dengan alasan untuk membalas kebaikan atas masakan yang boa sajikan.
...***CHP 241 END...
__ADS_1
...BERSAMBUNG***...