PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
FOOD TESTERS


__ADS_3

{Komo : jadi kau akan memberi dungeon pada mereka?}


“dikarenakan kita tidak mempunyai pengaruh apa pun di kota ini lebih baik menyerahkan pada orang yang bisa dipercaya”


{Komo : bisa dipercaya huh. Itu cukup aneh dikarenakan kau baru bertemu dengan mereka hari ini}


“tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mereka sudah membuat kontrak kerjasama dengan perusahaan”


{Komo : begitukah? Lalu kau sendiri apa akan segera kembali?}


“kurasa aku akan bermain lebih lama di kota ini”


{Komo : yah lagi pula kau bisa melakukan teleportasi sesukamu. Tapi bisakah kau mencari beberapa tambang di dekat wilayah kita lagi? Kami benar-benar kerepotan dengan kebutuhan material}


“oke aku akan memeriksanya”


{Komo : bagus sekali. Selanjutnya adalah tentang pasukan kita yang bersiap memulai parade}


“oh apa ada masalah?”


{Komo : bukan justru mereka telah siap lebih awal dari jadwal dikarenakan banyaknya pengungsi yang berpartisipasi}


“begitu, tapi jangan terlalu senang kita tetap melakukan sesuai jadwal”


{Komo : okey}


.


.


.


.


White memutuskan friend chat nya dengan komo. Saat ini dia berada di sebuah bar yang ramai oleh pengunjung. White menghisap dalam pipa rokok yang menyebabkan asap pekat keluar dari mulutnya.


“ini dia pesanan yang kau minta”


Seorang pelayan wanita dengan kulit hijau dikarenakan ras wanita itu adalah half orc meletakan berbagai makanan di meja white.


“aku tidak mengerti”


“hemm apa?”


“kenapa pesanan ku tercium obat bius? Apakah ini sebuah gurauan? Tapi kita baru pertama kali berjumpa bukan jadi kita tidak sedekat itu untuk saling menjahili satu sama lain”


Pelayan itu menegang saat mendengar ucapan white, tapi dia berusaha tetap tenang.

__ADS_1


“itu mungkin hanya perasaan anda. Disini banyak orang sedang minum bukan? Mungkin itu karena bau alkohol”


“benarkah?”


White menatap wajah pelayan itu yang tersenyum padanya seakan penuh ejekan.


“kalau begitu bisakah kau memakan itu untuk ku?”


Saat si pelayan ingin menolak tiba-tiba dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan malah bergerak sendiri bahkan dia tidak bisa berbicara. Perlahan pelayan itu duduk di depan white , tangannya yang gemetar mulai mengambil garpu dan sendok dan mulai memasukan makanan di depannya ke mulutnya.


Mata si pelayan perlahan menutup seakan mengantuk kemudian kepalanya tertunduk, diapun tertidur sambil duduk di kursinya. Namun-


Jleb


“ngeeeeh!!!”


Dia kembali sadar saat rasa sakit yang parah terasa dari tangan kirinya yang tertusuk sebuah belati dari telapak tangan hingga menembus meja kayu menyebabkan dia tidak bisa menggerakkan tangan kirinya. Pelayan itu kemudian menatap boa yang tersenyum cerah padanya.


“bukankah tidak sopan tertidur saat makan? Jika kau tertidur lagi aku akan membantu membangunkan mu”


White menunjukkan beberapa belati membuat si pelayan itu semakin ketakutan. Tangan kanan kembali memasukkan makanan ke mulutnya hingga rasa kantuk mulai kembali menyerangnya.


Di suapan ke empat kepalanya kembali tertunduk tidak bisa menahan kantuk, lalu-


Jleb


Pisau ke dua menusuk lengan pelayan itu, Dia ingin berteriak namun suaranya tertahan oleh sesuatu yang dia tidak ketahui. Dia kembali menatap perempuan di depannya dengan air mata yang mulai mengalir.


Wanita half orc itu kemudian wajah nya mulai berubah, kulit yang dulu hijau berubah menjadi kulit manusia pada umumnya bahkan tinggi badannya pun menyusut.


“wah bukankah sekarang kau jauh lebih menarik”


White mengomentari sosok pelayan yang sekarang jauh berubah dibandingkan dengan rupa half orc di awal.


Tangan kanan pelayan itu kembali mengambil makanan dan memasukkan ke mulutnya perlahan-lahan. Merasakan seseorang datang menghampiri mereka mata si pelayan kemudian melirik kearah lain.


6 pria bertubuh kekar menghampiri meja mereka dan melihat kearah si pelayan half orc yang kini sudah menjadi manusia. Suasana di bar itu berubah menjadi sunyi Ketika kedatangan mereka.


“ada apa ini”


Tanya pria yang terlihat seperti pemimpin dari para lelaki itu.


“hemmm? Apa maksudmu ‘ada apa’ bisakah kau melihat bahwa kami sedang makan?”


Jawab white dengan santai. Pria itu kemudian mengalihkan perhatian pada si pelayan yang tangan kirinya terdapat dua pisau menusuk sedangkan tangan kanan memegang sendok untuk makan. Namun matanya basah dan pupil nya bergerak gerak seakan meminta pertolongan.


“apa yang kau lakukan padanya?”

__ADS_1


Pria itu bertanya pada white dengan intimidasi yang jelas dari nadanya berbicara. Gadis berambut putih itu tidak menjawab tapi malah melihat-lihat keenam pria itu seakan sedang menilai.


“apa dia adalah bosmu?”


Mata para pria melebar saat mendengar perkataan white, Sedangkan si pelayan yang tidak tahan menahan kantuk, kepalanya pun kembali tertunduk.


White yang melihat itu kembali mengeluarkan belati ketiga dan bersiap menusuk tangan kiri si pelayan. Para pria yang melihat itu berusaha mencegah namun entah kenapa tubuh mereka tidak bisa digerakkan.


Jleb


“ngaaaaah!!!”


White yang tindakannya tidak bisa mereka cegat kembali menusukkan pisau ke lengan si pelayan. Orang lain yang melihat kejadian itu merasa heran karena keenam pria tidak melakukan apapun, padahal mereka tahu jika si pelayan dan keenam pria adalah rekan.


“tarus makan”


Mendengar perintah white si pelayan kembali memegang sendok tapi cengkraman tangannya tidak sekuat yang terakhir mungkin disebabkan oleh kekurangan darah.


Pupil matanya terus melirik ke arah enam pria yang masih berdiri namun dia menyadari jika mereka juga mendapat kondisi yang sama dengan dia.


Hingga akhirnya suapan terakhir masuk ke mulut si pelayan yang matanya sudah memerah entah karena mengantuk atau menangis. Ketika tubuhnya terbebas dari pengendalian diapun tertunduk hingga kepalanya membentur meja dengan keras.


Keenam pria yang dari tadi tidak bisa bergerak juga terbebas dan segera menolong si pelayan. Pemimpin para pria itu menatap white seakan merencanakan sesuatu.


“well kalian pasti akan mengancam ku dan membesar-besarkan tentang organisasi kalia bukan? Tapi kurasa percuma karena ketika pertama kali aku memasuki kota aku sudah membunuh beberapa orang dari grup assassin zero Coffin jadi apa menurutmu aku akan takut dengan organisasi sampah seperti kalian?”


Mendengar ucapan white wajah keenam pria itu dan beberapa orang di sana menjadi pucat. Tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih besar keenam pria itu segera membawa pelayan keluar tapi-


“tunggu”


White mencegat mereka yang langsung terdiam seperti patung. Mereka khawatir jika white merasa tidak terima dengan masalah ini dan memilih untuk membunuh mereka.


“bayar makanan yang dimakan wanita itu sebelum kalian pergi”


Keenam pria merasa lega lalu seorang diantara mereka pergi ke bartender untuk membayar sedangkan yang lain pergi lebih dulu.


Setelah keadaan kembali tenang white melihat mejanya yang berlumuran darah dan 3 belati tergeletak di atasnya dia pun segera mengambil 3 belati yang dia gunakan untuk membangunkan si pelayan lalu pergi ke bartender ya dari awal sudah mengawasi.


.


.


.


.


Chp 78 end.

__ADS_1


__ADS_2