
Melihat monster di luar keduanya segera menjauh dari jendela, dango bersembunyi di pojokan berusaha menyembunyikan hawa keberadaannya. Sementara xalif tiarap di lantai sambil tak henti-hentinya berdoa.
Pemandangan yang biasa diperlihatkan oleh para npc, sementara untuk pemain seperti boa melihat monster fantasi sebesar itu adalah suatu Keberuntungan. Perlahan dia mendekati jendela dan menyaksikan cacing besar itu dari kejauhan.
__________________________________________
[Baby nidhogg]
Ras : Wyrm dragon
Tipe : lower god
Gelar : dewa kecil, dewa pasir, 10 tahun bencana.
Level : 614
Hp : 781.000.000
MP : 500.000.00
Keterangan : keturunan dari monster malapetaka yang memakan akar pohon dunia, nidhogg. Walaupun masih terbilang muda tapi umurnya sudah mencapai 10 ribu tahun lebih. Mendiami benua midenia dan sering menjadi bencana yang akan muncul 10 tahun sekali. Kemunculannya diakhiri dengan lenyapnya sebuah kota.
__________________________________________
Boa masih meminum teh dari cangkir yang dia bawa. senyum kecil terlihat saat dia menyesap seluruh teh hangat, matanya terus terarah pada monster yang lewat tidak memperhatikan keberadaan kereta mereka.
“Itu baru yang dinamakan ukuran dewa.” ucap gadis itu pekan.
Dango dan xalif menatap boa dengan tatapan agak kesal, mereka tahu jika boa adalah seorang pemain yang akan dihadapkan kembali jika mati. Tapi keduanya adalah makhluk biasa. Mereka takut jika bayi nighogg akan menyadari keberadaan mereka. Tanpa menghiraukan kedua orang itu boa melirik yoanta yang masih tertidur dilantai dengan mulut berbusa.
‘Seberapa takutnya anak ini.’ pikirnya.
Diapun mengangkat tubuh gadis lamia itu dan mendekatkan kearahnya lalu menampar agar gadis itu terbangun.
Plaaakk
__ADS_1
Suara tamparan yang cukup keras terdengar. Yoanta langsung tersadar saat merasakan rasa sakit di pipinya,dan hal pertama yang dia lakukan setelah tersadar adalah berteriak-teriak seperti kesurupan. Dia terus mengatakan tentang ketakutan nya pada monster yang menyandang gelar dewa pasir itu
“Tidsk ini buruk….. kota terdekat di sekitar sini adalah red saliva.”
Wajah gadis itu sangat pucat saat menghawatirkan keadaan kota dan keluarganya.
***
KOTA RED SALIVA
Guild red Hoodie berusaha membentuk aliansi dengan para kelompok iblis yang berada di kota ini. Permintaan pembentukan ini bertujuan untuk mencari tahu dimana letak dari benda pusaka itu disimpan, dredef berpikir jika membentuk koalisi ini akan sulit tapi semua tidak seperti yang dia pikirkan.
Tanpa diduga kelompok iblis yang di pimpin oleh seorang iblis bertanduk dua Vpart, menerima ajakan aliansi dengan syarat jika aliansi ini tidak mengikuti sertakan kelompok malaikat. Mendengar syarat itu Dredef langsung menyetujui permintaan itu karena dia juga merasa terganggu dengan adanya para malaikat yang bersikap sombong dan tidak mau diajak untuk berkerjasama.
Ditambah dengan pasukan pemain dan npc yang dimiliki guild red Hoodie serta bantuan dari para iblis, dredef yakin jika mereka bisa mendesak tetua kota ini yang tersisa untuk memberitahu letak peninggalan dewa itu, walaupun harus menggunakan cara kasar sekalipun. Tapi kabar yang mengejutkan terdengar jika 2 Guild besar tengah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke kita ini. Dredef yakin jika kedua guild itu juga menginginkan peninggalan dewa.
“Tck, kita kehabisan waktu” dredef terlihat sangat kesal saat mendengar kabar itu.
Walaupun dibantu oleh para iblis, dia merasa jika kekuatan guild nya belumlah cukup untuk melawan guild besar apalagi jika itu adalah dari top 10. Tidak ingin membuang waktu lebih banyak dredef segera menyerbu ke kediaman tetua terakhir yang masih bersikeras tidak mendukungnya.
Tapi sesampainya di sana dia dikejutkan oleh sikap para Lamia sisik merah yang terlihat sedang mengeluarkan semua barang dari rumah mereka, bukan hanya ditempat itu tapi di seluruh kota juga sama. Semu Lamia mengemasi barang-barang mereka seakan ingin mengungsi.
“DYULEEET!!. Apa maksudnya ini?. Kenapa para warga mulai meninggalkan kota, apa yang kau rencanakan?.” teriak dredef dengan geram saat memasuki halaman rumah itu. Dia bisa melihat jika rumah ini juga telah dikosongkan, penjaga yang sering terlihat tidak ada dan putra dari ketua desa yang selalu memandang rendah dredef juga tidak terlihat.
Melihat jika rumah itu sepi dredef bersama rombongannya masuk lebih dalam, lalu mendapati seseorang yang sedang duduk di kursi goyang menatap awan-awan di langit sambil menikmati pipa rokoknya.
“Dyulet kepar*t kau. Kau pasti yang mempengaruhi warga untuk meninggalkan kota bukan?.”
Mendengar teriakan Dredef, tetua yang tidak diketahui usianya itu hanya meniupkan asap di mulutnya dengan tenang sambil menggoyangkan kursi. Sama seperti dredef lelaki itu juga seorang Lamia yang telah berevolusi menjadi ras dragonik. Namun dapat terlihat jelas kekuata dari keduanya bagai bumi dan langit. Bahkan pemimpin iblis yang mengikuti Dredef juga sangat terkejut ketika melihat Dyulet.
‘Sial, untung saja aku belum menyuruh anak buahku untuk bertindak bar-bar di kota ini, jika tidak mungkin kami akan mendapatkan masalah dari orang ini’ batin Vpart
Iblis itu mengutuk para bawahannya karena tidak memberikan informasi apapun tentang orang didepannya. Dia mengira selain para malaikat tidak ada makhluk lain yang patut diwaspadai namun dia menyadari jika anggapannya salah Setelah bertemu tetua terkuat kota red Saliva.
‘Aku tidak mengira dunia tengah masih memiliki monster seperti ini, apa darah naga di tubuhnya yang membuat dia dapat berumur lama?.’ lanjutnya. Tapi dia berhenti berpikir ketika tiba-tiba meras tekanan yang sangat kuat. Bukan hanya dia tapi setiap orang yang berada di sana juga merasa hal yang sama.
__ADS_1
“Kau pikir aura kecil ini akan membuatku takut?.” ucap dredef sambil mengeluarkan aura yang lebih kuat untuk melawan aura dari Dyulet.
Braaaaak
Seketika ruangan itu bergetar hebat saat kedua aura dari dragonik itu saling bertabrakan. Vpart agak terkejut melihat pemain bernama Dredef memiliki aura yang mampu menandingi Dyulet.
“Haaaaahhh….” Dyulet mengembuskan napasnya dengan asap rokok bersama dengan itu aura yang dipancarkan darinya seketika menghilang. Dredef yang merasa telah menang pun ikut menghentikan teknik auranya.
Kemudian Dyulet melirik satu persatu orang yang dredef bawa hingga pandangannya tertuju pada Vpart, iblis itu agak khawatir jika dragonik itu tidak menginginkan keberadaan tapi ternyata ketakutannya itu salah saat Dyulet mengalihkan perhatiannya seakan tidak ada yang menarik pada Vpart. Melihat itu Vpart tidak merasa marah maupun terbina samasekali bahkan dia bersyukur karena Dyulet menganggapnya bukan sebagai ancaman.
Kemudian sambil melanjutkan menikmati pipa rokoknya, Dyulet mulai berbicara.
“Ini hanya sebuah tradisi kecil saat sang dewa terbangun.” ucap Dyulet.
“Dewa?” dredef merasa kebingungan.
“Benar dewa dari gurun ini. Kau pasti tahu dewa kecil yang sering menyebabkan bencana 10 tahun sekali di benua ini bukan?.” Dyulet melirik Vpart yang tengah berpikir keras, lalu tiba-tiba mata iblis itu melebar seakan mengetahui maksud pertanyaan Dyulet.
“Jika yang kau maksud adalah bayi nighogg maka itu tidak mungki. Dewa kecil itu tidak akan bangun sampai 5 tahun lagi.” Vpart yang sudah hidup cukup lama tentu tahu jika ada monster sekelas dewa di tempat ini, tapi menurut pengetahuan, bayi nighogg hanya akan bangun 10 tahun sekali.
“Yaa, memang benar biasanya belum saatnya untuk dewa kecil bangun. Tapi ingat makhluk itu memiliki pendengaran yang luar biasa dan akhir-akhir ini banyak keributan yang terjadi akibat perebutan peninggalan dari dewa tua. Itu mengakibatkan oracel kami mendapatkan penglihatan jika sebelum malam dewa kecil akan terba………”
KIEEEEKKKK
Sebelum Dyulet mengakhiri kalimatnya sebuah teriakan yang begitu melengking terdengar Membuat semua orang dengan reflek menutup kuping mereka, sementara Dyulet hanya memejamkan mata sambil tersenyum kecil.
“Kalian mencari peninggalan dewa tua bukan?.” Ucap Dyulet sambil melihat kearah setiap orang dengan senyum lebar.
Semua orang menjadi sangat penasaran dengan perkataan dragonik itu selanjutnya, hingga mereka lupa untuk bernafas.
“Benda itu ada di suastu tempat di dalam perut dewa kecil.”
Seketika semua orang jatuh dalam kericuhan.
...***CHP 240 END...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...jangan lupa like dan komen Setelah membaca, terimakasih***...