
Dungeon yang baru tadi malam di umumkan oleh guild red flare menjadi pembicaraan hangat bagi pemain di kota les maquie. Dengan monster level 90 di tingkat pertama diyakini jika itu adalah dungeon class A.
Red flare yang sebagai penemu memiliki hak penuh dari dungeon tersebut, walaupun jika walikota menginginkannya dia tidak bisa merebutnya secara paksa.
Ada dua pilihan untuk mengelola dungeon yaitu menghancurkan dengan tujuan mengambil dungeon core atau tetap memelihara untuk dijadikan sebuah area farming.
Jika sebuah dungeon berisikan monster yang terlalu ganas dan sulit untuk di bunuh maka jalan satu-satunya pilihan adalah melakukan penghancuran.
Lalu jika dirasakan monster yang menghuni mudah ditangani maka pilihlah kedua bisa di terapkan.
Namun jika mereka memilih untuk tetap memelihara, guild Red flare wajib membayar pajak pada penguasaan kota dan jika mereka tidak sanggup menjaga keamanan wilayah sekitar dungeon maka walikota berhak merebut kepemilikan dungeon.
Dua pohon dengan jarak masing-masing pohon 200 cm tumbuh tinggi bagaikan pohon kembar. Dahan-dahan pohon saling mengait membentuk sebuah gerbang diantara kedua pohon tersebut.
Para pemain yang sudah membayar biaya masuk pada pemain guild red flare yang berjaga di sana berjalan menuju gerbang pohon, namun saat mereka melewati ruangan antara pohon, dalam sekejap pemain itu menghilang seperti telah melakukan teleportasi.
.
.
.
.
Dikarenakan white memiliki nama merah dia tidak bisa keluar dari kota melalui gerbang yang dijaga ketat oleh pasukan kota, Karena itulah satu-satunya jalan hanya menggunakan skill teleportasi.
Setelah mengunakan teleport di lokasi yang terlihat aman di sekitar dungeon, dia menunggu kelompok gelim datang.
Dia berjalan kearah pintu masuk dungeon, di sana banyak pemain dengan nama merah yang memiliki tujuan sama sepertinya berkumpul.
Tiba-tiba 4 pemai nama merah berdiri di depan white seakan sengaja menghalangi jalannya. Melihat mereka, gadis berambut putih itu hanya menghela nafas panjang seakan tau tujuan orang-orang ini.
“ini adalah giliran kami, jangan berani ada yang menggangu”
Pria dengan tubuh paling besar dari yang lain berteriak untuk memberi peringatan pada pemain di sekitar tempat itu.
Banyak cara untuk menurunkan tingkat evil yang menjadi penyebab nama merah. Membunuh monster adalah cara termudah, memberi sedekah pada pengemis atau donasi ke sekte agama yang berada disisi terang.
Dan ada pula cara yang melibatkan pemain dengan nama merah lain untuk dikorbankan. Membunuh pemain nama merah juga termasuk berbuat baik, bahkan dipercaya cara ini lebih baik dari pada membunuh monster yang memakan waktu lama dan memberi sedekah juga memerlukan uang.
‘lima orang, ahli pedang, penyihir, pemanah, monk dan ….’
White terus diam saat keempat orang di depannya terus menghampirinya. Sedangkan para pemain yang melihat dari jauh mulai memasang taruhan.
“hei apa kita perlu membantunya?”
“tidak usah, jika memang rumor itu benar, mereka hanya sepotong kue untuk perempuan itu”
Anggota guild Red flare yang berjaga di depan gerbang mendiskusikan tentang membantu gadis itu atau tidak.
“ini hari sial mu Karen bertemu dengan kami setelah kami membunuh seseorang”
Monk yang memiliki tubuh terbesar tersenyum mengerikan.
“baju yang cantik, aku yang akan memakainya setelah ini”
Archer yang adalah satu-satunya wanita di kelompok itu terlihat meneteskan air liur saat melihat perlengkapan yang white gunakan.
“sial? Entah siapa yang salah mengartikannya disini”
White segera menodongkan pistol hitam kearah kelompok empat orang itu. Melihat tindakan white si penyihir segera menyiapkan skill untuk bertahan tapi tiba-tiba white dengan cepat mengarahkan pistolnya kesamping dan-
Door
-6033
__ADS_1
[Target telah terkena status keracunan, semua kerusakan yang disebabkan oleh racun akan diperkuat]
[Anda berhasil meracuni Terget]
-50322
-50197
[Membunuh player dengan nama merah]
[Stat evil berkurang 25]
[Mendapat 10 pisau lempar beracun]
Gedebug
Dari pohon yang di tembak oleh white, seorang yang mengenakan peralatan ringan yang biasa digunakan oleh assassin terjatuh dari pohon.
Semua orang yang melihat itu terkejut saat melihat seorang assassin yang terjatuh dari atas pohon yang di tunjuk pistol white.
Keempat orang itu kaget karena anggota kelima mereka seorang assassin yang bertugas untuk melakukan serangan kejutan mati dalam satu kali serang.
“sial? Aku benar-benar tidak tahu arti dari kata itu”
White kembali mengarahkan pistolnya pada keempat orang di depannya. Si penyihir yang tau jika kali ini white akan menyerang mereka segera menggunakan skill pelindung
“[ice barrier]”
Dinding es muncul di depan kelompok itu yang langsung ditembaki oleh white.
Door
Door
Dua tembakan namun barrier itu belum hancur. White merasa kesal diapun menggunakan skill petir miliknya.
Jdaaaar
Prang
Hanya dengan satu Skill dan barrier itu hancur seketika. Si penyihir yang tercengang dengan kejadian itu tidak menyadari jika pistol white mengarah kearahnya.
Door
“guaak”
[Membunuh player dengan nama merah]
[Stat evil berkurang 50]
[Mendapat Frozen tear staf]
Sama seperti assassin, penyihir itu-pun tewas seketika.
“apa kalian hanya akan diam saja?”
Mendengar perkataan white ketiga penyerang yang tersisa langsung tersadar.
“brengsek matiiii”
Monk dan swordsmage menyerang dari samping dan archer menggunakan skill [rain arrows].
“tidak semudah itu [Flickr]”
Namun belasan panah yang di arahkan pada white tidak mengenai Karena target lebih dahulu menghilang, monk dan swordsmage pun kembali di buat bingung.
__ADS_1
“sial dimana dia”
Teriak si monk ketika melihat sekeliling, mereka terus waspada bersiap untuk Serangan kejutan tapi-
“kau menginginkan bajuku bukan? Memangnya kau pantas menggunakan maha karya yang di buat oleh temanku?”
Suara white terdengar dari belakang si archer.
“monic”
Menyadari jika si archer dalam bahaya, swordsmage segera berlari untuk menyelamatkan wanita itu namun white segera mencekik archer yang tidak sempat melakukan perlawanan.
Tubuh kedua perempuan itu bersinar ketika white mengaktifkan skill teleportasi, dan mereka pun hilang dalam sekejap.
“siaal kemana kemana dia membawa monic”
Swordsmage yang merupakan pacar dari archer sangat panik ketika kekasihnya menghilang sehingga dia lupa jika mereka sedang berada di dalam game.
Dia berusaha untuk menghubungi lewat friend chat namun.
“aaaaaaaaaaa”
Teriakkan kekasihnya terdengar membuat swordsmage melihat sekeliling mencari asal suara, namun dia tidak melihat kekasihnya dan.
“aaaaaaaaaaaaaaaa”
Suara bertambah keras seakan asal suara semakin mendekat hingga swordsmage itu menyadari jika asal suara berasal dari atas, tapi semua sudah terlambat.
“aaaaa”
Braaak
“guaaak”
Swordsmage menyadari jika kekasihnya telah di teleportasi keatas langit hanya untuk dijatuhkan. Wajah swordsmage itu memucat saat melihat kondisi mengerikan kekasihnya.
Wajahnya terdapat beberapa sayatan dan mulutnya menyemburkan darah karena seluruh organ dalamnya hancur.
Si archer menatap swordsmage seakan meminta tolong dengan salah satu tangannya yang masih bergerak menunjuk kearah swordsmage.
“monicaaaaa”
Swordsmage itu secara refleks berlari menuju kekasihnya tapi white yang datang dari atas seperti si archer jatuh dengan keras menimpa wanita itu.
“ghoookkk”
Mulutnya menyemburkan darah saat kaki white yang terjatuh dari ketinggian menginjak perutnya.
“maaf tapi kau tidak memiliki kualifikasi untuk memiliki peralatan ku”
Sambil terus berdiri di atas tubuh si archer, white menodongkan senjata yang telah membunuh 2 pemain dari kelompok mereka.
Menyadari bahwa dia terancam, dengan sekuat tenaga wanita itu berusaha menyingkirkan kaki white dari perutnya.
“tidaaaaaaak”
Swordsmage itu berteriak keras mencoba menghentikan white namun gadis berambut putih itu tidak menghiraukannya.
Door
.
.
.
__ADS_1
.
CHP 84 end.