
Belvia di balik wajah cantiknya, wanita ini memiliki hobi yang mengerikan. Dia senang menyiksa orang lain. Memotong, menguliti apapun yang membuatnya bisa melihat korbannya ketakutan dan mendengar tangisan memohon pengampunan para korbannya.
Tapi karena sifat ayahnya yang bijaksana, belvia tidak dapat menyalurkan hobi anehnya dengan sesuka hati.
Menyadari dia memiliki bakat luar biasa dalam pertempuran membuatnya memiliki keinginan untuk memasuki dunia hitam agar dia dapat melakukan hobinya sesuka hati.
Di permukaan dia hanya seorang bangsawan biasa, tapi di kegelapan dia adalah salah satu dari petinggi dark guild terbesar di Slahorn, zero Coffin.
Namun saat ini dia sedang menghadapi krisis yang sangat sulit dihadapi, bahkan oleh kekuatan yang selama ini dia banggakan.
Di depannya berdiri sesosok monster yang tidak pernah dia bayangkan akan menjadi lawan yang sangat merepotkan. Monster yang tidak bisa dihentikan.
.
.
.
.
“hindari serangan”
Teriak belvia ketika 10 [thunder arrow] yang di lemparkan white menuju kearah pasukannya. para prajurit segera berlari menghindar tapi sihir yang seharusnya hanya terbang lurus malah berbelok seakan memiliki sistem pelacak.
““guaaaaaa””
Walaupun tidak mati, tapi semua prajurit yang terkena serangan dalam kondisi sekarat sehingga mereka tidak berguna dalam pertempuran.
Belum cukup sampai disitu. Tiba-tiba serangga dalam jumlah besar terbang mengelilingi pasukan, entah berapa banyak serangga yang bahkan bisa membuat sebuah kubah mengelilingi pasukan belvia.
Melihat jutaan serangga dengan berbagai spesies mengisolasi mereka, membuat seluruh pasukan menjadi ketakutan.
Namun teror yang sebenarnya baru saja tiba. White yang menampakan diri menjadi pusat perhatian seluruh pasukan. Gadis berambut putih itu dengan santai berjalan mendekati mereka.
“hari yang bagus untuk memberi makan anak anakku”
Seakan melepas topeng dengan mudah gadis itu melepaskan wajahnya, dan wajah yang sangat berbeda dari sebelumnya terlihat.
Rambut putih pendek sekarang berubah hitam panjang dan tanduk di kepalanya menjadi lebih besar, melihat penampilan baru gadis di depan mereka seluruh prajurit seakan melihat sosok dewa kematian saat aura yang kuat terpancar darinya.
“namaku boa von green scale, salah satu dari 5 tetua kota green scale”
Gadis itu memperkenalkan diri dengan sopan sambil membungkuk. Tapi bukannya senang, semua orang yang melihat malah semakin takut.
‘ini sangat berbahaya jika ada monster seperti ini di Slahorn. Aku harus memberitahu pada yang lain’
__ADS_1
Belvia berusaha untuk menggunakan skill komunikasi namun entah mengapa dia tidak bisa mengaktifkan skill itu.
‘bahkan teleportasi pun tidak bisa’
Ditangannya sebuah gulungan teleportasi yang seharusnya aktif saat di robek tidak berfungsi, sebanyak apapun dia merobek gulungan itu tetap dirinya tidak segera pergi dari tempat mengerikan ini.
‘apa cara satu-sarunya memang harus mengalahkannya?’
Belvia menatap boa yang masih diam, dan dia seketika menyadari jika itu hanya sebuah ide konyol.
‘mungkin aku harus menerobos’
Dia melihat dinding serangga yang mengisolasi mereka, belvia berpikir jika sebagian pasukan menyibukkan boa dan sebagian mencoba menerobos maka dia akan selamat.
“baiklah saatnya makan”
Tapi sebelum belvia menyusun rencana melarikan diri, boa lebih dulu melakukan serangan. Kabut hitam yang sebenarnya adalah kumpulan serangga menerjang pasukan.
“gyaaa”
“mataku mataku”
“aaa mereka masuk kedalam tubuh ku”
Dalam sekejap suasana tegang berubah menjadi kekacauan, teriakan para prajurit yang merasakan sakit saat tubuh mereka di makan oleh ribuan serangga terdengar dimana-mana.
Dengan putus asa belvia menyerang serangga yang datang padanya, tapi sebanyak apapun serangga yang berhasil dia bunuh akan ada lebih banyak serangga lain yang menyerangnya.
Goresan-goresan yang diakibatkan dari serangan serangga mulai mulai terukir pada baju besi yang dia kenakan.
Traang
Seakan memukul besi, pedang yang dia gunakan ditangkis oleh sesuatu yang keras. Mata belvia melebar saat melihat sesuatu yang menangkis serangannya itu.
“apa-apaan”
Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat di depannya. Seorang prajurit yang terlihat aneh dengan mata besar seperti memiliki belalang dan kulit hijau seakan prajurit itu telah merubah rasnya. Belvia menduga jika prajurit itu telah dikuasai.
“bukan hanya mengambil alih tubuh, mereka juga bertambah kuat”
Belvia sangat kerepotan melawan satu prajurit yang telah menjadi monster. Bukan hanya kekuatan tapi kemampuan bertarung pun ikut meningkat.
“terima ini brengsek”
Melihat sebuah celah belvia segera menusukan pedangnya yang menembus perut prajurit itu, tapi bagaikan zombie, prajurit itu seakan tidak merasakan apapun.
__ADS_1
Pedang yang masih menusuk perut prajurit dipegang dengan kuat hingga belvia sulit untuk menarik. Belvia yang tengah sibuk mencoba menarik pedangnya tidak menyadari jika prajurit lain yang telah di kuasai dengan cepat datang dari samping.
Wusss
Braaak
“guaaaak”
Tendangan yang sangat kuat dari prajurit kedua mengenai pinggang belvia, membuat dia terpental jauh melepas pedangnya yang masih menusuk perut prajurit pertama.
“gaah khok siaaal”
Rasa sakit yang teramat sangat pada pinggangnya membuat dia susah bernafas, sehingga dia tidak melihat serangan yang datang. Prajurit pertama yang perutnya masih mengeluarkan darah melompat dan menginjak perut belvia.
Braak
“gohook”
Darah menyembur dari mulut wanita itu saat perutnya terinjak, walaupun dia menggunakan armor tapi tidak menahan sepenuhnya kerusakan dan hancur, pecahan armor pun masuk kedalam perutnya.
Semua ulang dalam tubuh belvia telah remuk, dia bahkan tidak bisa menggerakkan jarinya. Dia hanya hanya diam melihat dua prajurit yang telah menyerangnya.
Air liur menetes dari mulut keduanya seakan tidak sabar memakan daging segar di depan mereka, mulut kedua prajurit terbuka lebar memperlihatkan gigi tajam dan taring yang seharusnya tidak dimiliki manusia.
Satu prajurit memilih tangan belvia dan yang lain memilih kaki. Belvia yang tidak bisa bergerak hanya bisa menutup mata dan pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.
Namun-
“jangan ganggu dia, dia milik ku”
Dalam sekejap para prajurit yang akan menggigit daging belvia terhenti. Walaupun wajah mereka terlihat kecewa tapi dengan patuh keduanya menjauh dari wanita itu.
Boa berdiri di depan belvia yang tengah terbaring sekarat. Belvia menatap gadis dengan tanduk besar di depannya dengan penuh kebencian.
Tapi kebencian itu seketika berubah menjadi rasa takut saat dia melihat senyum lebar dari boa.
“mari bermain bersama”
.
.
.
.
__ADS_1
Chp 88 end.