
Peringatan
Banyak adegan guro di chepter ini.
……………….
Distrik lampu merah.
Boa mendatangi tempat savia untuk memberitahu pada wanita itu jika dia akan ikut membawa anggota sekte gaya.
Savia agak kaget saat bertemu dengan boa yang sangat berbeda dengan white, gadis berambut putih yang kemarin dia temui. Tapi dia segera menenangkan diri.
“tidak masalah, selama mereka dengan rela mengikuti tanpa paksaan”
Savia dengan cepat menyetujui permintaan boa.
“trimakasih, kalau begitu sudah saatnya aku menyelesaikan permintaan mu”
Setelah mengatakan urusannya boa segera berbalik dan berniat untuk pergi, tapi savia segera menghentikannya.
“tunggu sebentar ada yang ingin ku berikan pada mu”
Savia segera masuk ke salah satu kamar dan mengambil senjata yang sudah lama dia simpan.
“ini adalah prototipe yang ku buat, walaupun kau bukan guner tapi kurasa kau bisa menggunakannya”
Ditangannya sebuah shotgun jenis sawed off dengan tiga barel terlihat Kren di berikan pada boa.
“kuharap ini akan membantu mu”
[Cerberus]
Keterangan : shotgun yang di buat oleh megic engineer savia. Memiliki 3 barel dengan tingkat recoil yang sangat tinggi. Peluru dapat disi dengan mana, waktu pengisian 5 detik.
Skill :
charge : mengkonsentrasikan mana pada senjata menjadikan tembakan selanjutnya lebih merusak, tapi recoil pun akan meningkat.
Str + 500
#
Boa memeriksa senjata baru yang dia dapatkan.
‘recoil tunggi, kurasa ini akan sangat membantu’
Setelah mengucapkan terimakasih pada savia dengan cepat boa meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
Di mansion Marquis belfo suasana mencekam menyelimuti rumah bangsawan kota les maquie.
__ADS_1
Banyak mayat dengan anggota badan yang tidak utuh berserakan di lantai dengan darah yang berceceran seakan mansion itu telah di serang oleh monster.
Kejadian berawal ketika belvia yang pulang setelah mengalami kekalahan dari perempuan berambut putih.
Wanita berbaju besi hitam itu terlihat sangat mengenaskan. Seluruh tubuhnya di lumuri oleh darah dan baju besi yang dia kenakan telah rusak parah.
Bau amis dari darah yang membasahi wanita itu sangat menyengat membuat orang di sekitarnya menjauhinya.
“lapar…. Daging.... lapar….”
Bahkan setelah memakan satu kuda yang dia gunakan untuk lari dari hutan, rasa laparnya hanya terpuaskan untuk sementara.
Setelah memasuki mansion rasa laparnya tidak dapat dia bendung. Kegilaan perempuan yang sekarang sudah menjadi monster mulai dengan sadis membunuh para penghuni mansion.
Dia langsung menggigit leher penjaga gerbang yang tewas seketika saat kepalanya terpotong oleh gigitan belvia.
Sedangkan penjaga yang lain hanya melihat Karen kaget dengan kematian rekannya, tapi dengan cepat tangan belvia langsung mencengkram wajah penjaga itu.
“aaaaa le-lepas”
Dengan putus asa penjaga itu berusaha melepaskan tangan belvia dari kepalanya tapi percuma, semakin lama cengkraman tangan semakin kuat hingga-
Braaak
Kepala yang dia cengkraman meledak memuntahkan isinya ke tanah, belvia dengan cepat megambil otak dari tempurung kepala lalu memakannya.
“gyaaaaaaaa”
Teriakan seorang pembantu wanita yang melihat kejadian mengerikan itu membuat waktu makan belvia terganggu.
Dengan mulut penuh darah,belvia mengalihkan pandangannya pada si pembantu yang sangat ketakutan. Merasakan jika dia dalam bahaya, pembantu itu segera berbalik dan berlari tapi detik berikutnya belvia melompat dan dengan pedang besarnya dia memotong tubuh si pembantu menjadi dua bagian.
Merasa belum cukup memakan mayat dua penjaga diapun memakan Mayat pembantu itu tapi dia kembali diganggu.
Jleb
“guaaaak”
Sebuah anak panah menusuk punggungnya.
“cih, sial meleset”
Suara orang yang telah melepaskan panah tidak puas karena tidak mengenai sasaran yang dia inginkan.
Kembali merasa terganggu belvia melihat siapa yang telah memanahnya. Seorang pemuda tampan dengan pakaian bangsawan menggunakan panah yang terlihat mahal berdiri jauh dari belvia.
Disampingnya komandan pasukan kota, Mikre dengan baju besinya bersiap menyerang belvia bersama puluhan pasukan.
“uwaaah, benar-benar mengerikan, apa dia sungguh bibiku ?”
Pemuda itu merasa jijik saat melihat belvia yang dipenuhi darah.
“kelihatannya dia sudah dirasuki, pemanah bersiap”
Mikre segera memerintahkan pasukan pemanah untuk menembak belvia. Setelah semua siap Mikre segera memberi ijin untuk menembak.
Tapi saat puluhan anak panah terbang kearahnya, wanita yang sudah menjadi monster itu dengan santai mengibas pedang besar dengan satu tangan mengakibatkan angin bertiup kencang menangkis semua anak panah yang mengarah padanya.
“gila”
__ADS_1
Mikre yang melihat itu agak kaget, dia tau seberapa kuat belvia tapi dia tidak menyala jika akan sekuat ini.
‘kemungkinan karena pengaruh dari kerasukan’
Pikirnya saat melihat belvia yang memiliki gigi taring hitam keluar dari mulutnya seperti seekor semut.
“pasukan bersiap”
Mikre berteriak saat melihat belvia bersiap melakukan serangan, wanita itu melompat sangat tinggi hingga mereka hanya melihat sebuah titik kecil di langt.
Dengan kecepatan jatuh yang menakutkan belvia terjun dari langit lalu mengarah pada pasukan Mikre.
“[ground shaker]”
Blaaaaar
Guncangan hebat tercipta saat belvia menghantam tanah tepat di tengah para tentara, akibatnya seluruh pasukan kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Senyum lebar terbentuk di mulut wanita yang memperlihatkan gigi tajam, membuat Mikre yang melihat itu merinding ketakutan.
Merasakan bahaya dia segera membawa putra belfo yang sudah kencing di celana pergi dari tempat itu.
“[earth thorns]”
“““gyaaaaaaaa”””
Dalam sekejap tanah di sekeliling belvia mengeluarkan duri tajam yang langsung menusuk puluhan prajurit yang masih kehilangan keseimbangan.
Ratusan duri yang terbuat dari tanah tumbuh tinggi hingga 3 meter dan berdiameter 50 cm bagaikan hutan yang dipenuhi ratapan dari puluhan tentara yang terjebak di neraka tajam ini.
Ada yang mati seketika karena kepalanya tertusuk dan ada pula yang menangisi meminta tolong saat perutnya tertembus duri.
“aaah tolong”
“perutku”
“siapa saja tolong”
Tatap para prajurit yang masih hidup setelah tubuh mereka tertusuk terus bergema di halaman mansion.
Namun seakan sedang mendengarkan simfoni yang indah, belvia dengan santai menikmati setiap jeritan dari para tentara yang sedang sekarat.
“haaaah ini sangat luar biasa, aku bisa merasakan kekuatan yang meluap-luap di setiap inci tubuhku”
Dengan wajah yang penuh sukacita dia memeluk dirinya sendiri. walaupun masih belum sepenuhnya mengendalikan tubuh barunya dia sangat puas dengan kekuatan yang diberikan gadis yang dia temui di hutan.
“dia hanya meminta keselamatan dari 6 budak itu bukan masalah besar. Tapi sebaiknya aku bertindak cepat, tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan si idiot itu setelah melihat kekacauan yang ku buat”
Belvia melihat sekeliling. Tempat yang semula berisik karena ratapan prajurit sekarang telah sunyi. Hanya tersisa mayat-mayat yang tertusuk duri menyebabkan sungai darah mengalir di tanah.
“kurasa aku butuh kudapan”
Dengan keras wanita itu menarik kaki salah satu mayat menyebabkan kaku itu terputus. Dan dengan satai dia melangkah menuju mansion sambil memakan kaki itu seakan sedang memakan ayam goreng.
.
.
.
__ADS_1
.
Chp 94 end.