
Sebelum logout boa memanggil semua clone ciptaannya dengan pikiran (telepati?). Menerima perintah itu para clone segera memenuhi panggilan pencipta mereka.
Sementara itu di tengah ladang gandum peperangan antara guild sexy species dan excalibur terjadi begitu sengit.
“Gyaaaa, tidak sesuatu menariku kekuatan penyihir loli memang yang terbaik” sekelompok pemain dari Guild excalibur berlari dengan wajah mesum ke arah peri Anna.
“Mati kau lolicon” teriak peri Anna saat dia melempar Sihir kearah pemai yang membuatnya mual.
Sementara itu di tempat yang berbeda.
“Aaaaa, apa ini cinta? Aku benar-benar tidak kuasa menahan panah-panah asmara mu” ucap pemain yang memiliki perisai besar ditangannya, tapi dia tidak menggunakannya saat puluhan panah dari seorang elf menghujani dirinya. Dan diapun tewas oleh tindakan bodohnya itu
Lalu tempat yang lainnya lagi.
“Kalian para lelaki mesum, enyaaaaah” dengan marah fran meninju puluhan lelaki yang mendekatinya, tidak ada satupun dari para lelaki itu yang mengenakan perlengkapan alias tel*njang.
Mereka adalah para M yang sengaja melepas peralatan digunakan agar lebih ‘merasakan’ pukul dari Dewi kelinci pujaan mereka.
Dari kejauhan Arthur hanya bisa terdiam saat menatap tingkah tidak bermoral dari semu anggota utama Guild excalibur.
“Aku tidak mengenali satupun diantara mereka” ucap Arthur sambil menutup wajahnya. Dia sangat malu saat melihat para petinggi guild excalibur juga ikut melepas equipment mereka dan lari seperti orang gila menuju para gadis sexy species.
Para gadis yang ketakutan melihat itu kebanyakan langsung logout, sementara yang bertahan dengan marah menyerang orang-orang mesum itu dengan membabi-buta.
“Tenang oke, aku tidak butuh orang-orang mesum seperti mereka untuk memenangkan liga ini, benar bukan teman-teman? Guuhh....”
Arthur kemudian melirik di kanan dan kiri tapi tidak menemukan siapa pun. Menyadari jika dia sendiri, Arthur hanya bisa menghembuskan nafas berat.
“Oh, siapa ini? Kenapa pangeran kecil sendirian saja?” suara seorang gadis terdengar memburu Arthur meningkatkan kewaspadaannya.
Dari kejauhan seorang gadis dragonik berjalan dengan santai kearahnya. Melihat itu Arthur segera mencabut Pedangnya dan mempersiapkan perisai di tangan kiri.
“Fufufufu, kau terlihat seperti seorang kesatria sungguhan sekarang” dragonik yang tidak lain adalah Komo, salah satu petinggi guild sexy species. Dia terus maju tidak memperdulikan kewaspadaan Arthur.
“B...berhenti ini adalah pedang tingkat unik, kau bisa terluka dengan mudah dengan ini” dengan tergagap Arthur memberikan peringatan.
“Hohou, aku ingin melihat bagai kau berani melukai ku” Komo terus mendekati Arthur hingga ujung pedangnya tepat menyentuh tengah-tengah dadanya. Wajah Arthur langsung memerah saat dia menatap buah kelapa milik Komo yang sangat putih dengan sisik merah yang menutupi puncaknya.
“Tidaaaaakk, aku tidak akan terperdaya dengan kecantikan maupun buah kelapa itu” teriak Arthur sambil menunjuk dada Komo.
Boing-boing
Dari ujung jarinya, Arthur merasakan sesuatu yang kenyal dan lembut.
__ADS_1
“Ouuchh” desah Komo saat dadanya tertekan oleh jari telunjuk Arthur.
Menyadari tindakannya, Arthur semakin kebingungan. Dia dapat merasakan hawa membunuh dari para fans dragonik di luar sana. Sementara itu Komo hanya tersenyum saat melihat adik dari temannya duduk berjongkok sambil memegang kepalanya seakan ingin menangis.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Suasana ricuh terjadi di Colosseum. Sama halnya seperti kejadian kericuhan yang dilakukan oleh para fans dari Hans greater.
Fans dari para pecinta kecantikan DGO, grup yang diisi oleh para pemain yang bermain game hanya untuk memanjakan mata mereka dengan melihat para pemain dan npc cantik.
Mereka sering melakukan poling tentang siapa yang paling cantik di game DGO, poling terjadi setiap minggu. dan Minggu lalu Komo mendapatkan posisi ke 4 dari 20 pemain dan npc yang dianggap cantik orang 20 juta anggota grup mesum itu.
Itu menandakan Komo yang mendapatkan posisi ke 4 memiliki banyak sekali fans didalam grup ini. Dan saat ini jutaan fans dragonik itu sedang mengamuk dikarenakan Arthur menyentuh buah kelapa milik Komo.
[Situasi di blog united]
[Beauty species] : sialan bocah kurang ajaaar.
[Hachi] : ikemen meledaaak.
[Kakek sugi] : nak aku bangga dengan mu.
[Yes.loli.no.touc] : kenapa sih gitu ajah ribut banget.
……………….
………....
…….
Kehebohan terus terjadi hingga blog united dipenuhi oleh penghinaan terhadap guild master excalibur itu. Bahkan saking ramainya tidak ada dari mereka yang menyadari jika boa telah keluar dari game.
“Sniiiffffhhhhh..... haaaahhhhh….” Arthur mencoba untuk menenangkan diri dengan mengatur pernafasan.
Lalu dengan wajah yang berusaha keras untuk terlihat tegas, dia menatap Komo.
__ADS_1
“Selama ada aku tidak ada kesempatan untuk guild mu menang pertandingan ini” ucap lelaki itu yang malah membuat Komo tidak tahan untuk cekikikan. Wajah Arthur pun kembali memerah karena malu.
“Jesss, pangeran kau sangat lucu” ucap Komo sambil menutupi mulutnya untuk menahan tawa.
“Diaaamm, aku serius sekarang. Terima ini hyaaat” dengan tangan yang bergetar dia menebas pedangnya dengan sangat lemah.
“Fufufu, aku sangat Taku pangeran. Aku belum siap untuk menerima pedangmu” balas Komo sambil menghindari serangan Arthur.
“Jangan mengatakan sesuatu yang ambiguuuu!!!” dengan kesal Arthur semakin cepat mengayunkan pedangnya. Tanpa teknik apapun ayunan pedang Arthur seperti anak kecil yang bermain pedang-pedangan dengan tongkat kayu.
Komo hanya berdiri diam melihat Arthur yang mengayunkan pedangnya kesana kemari dengan mata yang tertutup. Lalu dengan keras Komo mengayunkan tombaknya hingga pedang yang berada di tangan Arthur terlempar.
“Aahh!!!” teriak Arthur yang melihat pedangnya terbang tinggi.
Dengan cepat Komo segera bergerak kebelakang Arthur lalu dia mengunci tangan pemuda itu hingga tidak dapat melakukan apapun, wajah Arthur semakin memerah saat dia merasakan sesuatu yang lembut dan kenyal di belakang kepalanya.
Arthur dapat mendengar makin dari fans Komo yang semakin menggila di luar sana. Sementara Komo mendekatkan mulutnya pada kuping Arthur.
“Fufufu, baiklah pangeran Bagai jika kita membicarakan ini saja” ucap Komo yang sangat dekat dengan telinganya membuat Arthur dapat mendengar tarikan nafas dari gadis itu, membuat dia tidak bisa berpikir jernih.
“Aku akan membiarkan mu untuk menang dalam pertandingan ini asalkan dengan syarat”
Arthur segera tersadar saat dia mendapat kesempatan untuk memenangkan pertandingan yang mustahil dia menangkan jika harus membunuh perempuan di belakangnya.
“A…apa yang kau inginkan?” tanya Arthur dengan wajah yang memerah.
“Fufufufu……” dengan suara yang sangat pelan hingga mustahil jika ada yang menguping karena mereka berdua juga menonaktifkan fitur suara pada live streaming hingga para penonton di Colosseum tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.
Wajah Arthur semakin memerah saat dia mendengar pernyataan dari Komo, hingga asap mulai keluar dari kepalanya.
“Bagaimana pangeran? Apa kau menerima tawaranku ini?” dengan suara yang menggoda Komo mendesakkan dadanya ke punggung Arthur.
“I….itu itu sangat tidak pantas untuk gadis berpendidikan Seperti mu… dan melakukan sesuatu seperti itu membutuhkan persiapan yang matang” dengan keberanian yang masih tersisa Arthur berusaha mempertahankan kehormatannya sebagai lelaki, tapi itu kembali runtuh saat kelembutan buah Komo mendesak punggungnya.
“Jadi~?” Komo kembali bertanya
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
__ADS_1
.
Chp 194 end.