PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
vampir 2


__ADS_3

Ingatan dari pihak lain adalah sebuah informasi yang sangat berharga bagi ku.


Kemampuan ini di dapat saat vampir mencapai level 100 dan berevolusi menjadi vampir high blood. Mereka bisa membaca ingatan bawahan dengan menggunakan skill mirip Aprisal yang dapat membaca riwayat hidup npc.


Aku benar benar merasa kagum dengan detail seperti ini yang dibuat para developer.


“Kurasa disini”


Di ruangan bawah tanah Greja, aku dan gadis itu beserta beberapa prajurit vampir yang cukup kuat memasuki pintu yang gadis itu katakan terlarang bagi biarawati biasa sepertinya.


“Ini…… tempat seperti ini….. kenapa ada tempat seperti ini di sini, Ugh hoeeek”


Seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat gadis tersebut terjatuh dan muntah setelah melihat pemandangan mengerikan di depan.


Bagaikan ruangan penyiksaan banyak sekali demihuman dan manusia yang dalam kondisi mengenaskan dikurung di dalam sel kurungan.


“Sister pira apa itu kau”


Gadis itu memanggil seorang wanita 25an yang ditel*nj*ngi. Dia sadar jika itu adalah seorang yang dia kenal saat melihat bekas luka bakar di punggungnya yang penuh sayatan.


“Gis… ela?, a..pa me…reka ju… ga me… baw….a mu ke..ma….ri?”


“Gasp”


Gadis itu tersentak kaget saat wanita itu membalikan badannya. Bola mata yang sudah hilang, bibir yang dipotong Hingg memperlihatkan rongga mulut yang sudah tidak memiliki gigi dan sanyata-sayatan yang memenuhi wajahnya. Dia pasti sangat kesakitan Walaupun mengucap satu kata saat lidahnya penuh dengan luka sobek.


Gadis biarawati bernama Gisela itu tidak kuat untuk menahan tangis saat melihat seseorang yang dia kenal menderita seperti ini.


“Ak-aku akan membebaskan sister”


Seakan mencoba menguatkan diri Gisela berusaha untuk membuka pintu kurungan tapi dia tidak tau cara membuka pintu yang terkunci itu.


“ap..a i..tu bera…rti kau ke….mar…i sen….di..ri? Da...sar ga…dis bo…doh ce…Pat pe..r…gi in…i te…mpa..t ya…ng san….gat be…rba…haya”


Wanita itu berusaha mengingatkan Gisela walaupun tubuhnya sendiri di penuhi dengan luka. Tapi tiba-tiba pintu dari ruangan lain terbuka.


Krieeeeeek


Deritan pintu yang seakan tidak diberi pelumas terdengar membuat setiap tahanan di tempat ini meringkuk ketakutan.


“Pe….pe….per.gi ce..pat”


Wanita itu terus menyuruh Gisela untuk segera pergi dengan tubuh yang bergetar hebat seperti tahanan lain.


“Ada apa ini kenapa banyak orang disini? siapa kalian, apa kalian tidak tahu jika area ini hanya boleh dimasuki oleh orang-orang tertentu?”


Seorang dengan pakaian serba putih dan cadar yang menutupi seluruh wajahnya. Hanya tiga lubang untuk mata dan hidung yang terlihat.


“Kostum Helloween yang sangat…. Low budget” pikirku saat melihat kostum yang digunakan 3 orang yang baru saja datang.


“Hey cepat jawab kenapa kalian berada di sini”


Seakan kesal karena diabaikan salah satu dari mereka datang dengan membawa sabit pemotongan rumput.


“Jika aku bertanya jawab dasar manusia rendah"


Dia berniat menebas ku dengan senjata yang dapat dengan mudah didapat dari toko perkakas itu.


“Apa kau serius?”


Dengan cepat aku menarik estoc dan menusuk tangan yang orang itu yang memegang sabit.


“Graaaaah brengsek sialan siaaaal”


Pria itu langsung terjatuh saat tangannya mulai mengalihkan darah dengan deras.


Menyadari jika ada yang tidak beres kedua orang dengan pakaian serba putih itu segera kembali kedalam meninggal pria yang masih kesakitan.


“Brengseek berani kau menyakitiku kau tau apa yang telah kau lakukan?”


“Memangnya apa yang telah aku lakukan?”


“Kau mengganggu urusan Greja ningenesis dan kau telah menyakiti ku orang penting dari Greja pusat”


“Hemmm, maksudmu aku mengganggu kalian yang Sedang melakukan persetubuhan untuk iblis?”


Pria itu langsung terdiam saat aku mengatakan itu.


“Eh… i-iblis?”


Gisela seakan terkena Sambaran petir saat mendengar jika tempat ini adalah tempat pemujaan iblis.


“K-kau j-jangan bermain-main main dengan ku”


“Tidak aku akan”


Pria itu ketakutan dan segera berbalik menuju pintu yang tadi dia gunakan untuk masuk ke ruangan ini tapi estoc ku segera melubangi kakinya.


“Giyaaaaaaaaaa” pria itu terjatuh dan berguling-guling saat merasakan sakit dikakinya.

__ADS_1


“Kau terlalu lemah kau tidak berguna untuk ku. Kalian nikmati makanya”


Setelah memberikan ijin kelima vampir slave yang aku bawa segera menyerang pria berpenampilan serba putih itu.


“Giyaaaaaah kumohon”


Selanjutnya hanya teriakan yang bergema di seluruh ruangan.


“Se-sebenar nya apa yang terjadi, hiks”


Gisela kembali terjatuh dan menangis seakan dia sulit untuk mempercayai apa yang sudah dia lihat.


“Jika ku ingin tahu kebenarannya maka aku akan memberi tahu mu yang aku tau”


Dengan mata sembab Gisela menatapku.


“Ningenesis adalah sebuah kedok yang digunakan oleh para iblis untuk memecah Antara manusia dan demihuman”


“I-itu tidak mungkin”


Yah tentu saja gadis polos ini tidak akan percaya jika keyakinan yang selama ini dia percayai malam berasal dari iblis. Tapi sister pira menundukkan kepalanya seakan sudah mengetahui ini.


“Pft, tentu saja kau tidak percaya. Tapi katakan itu setelah kau memasuki ruangan itu, kau ingin bertemu dengan saudarimu bukan?”


“JANGAAAN kum….ohon ja….ngan bi…ark..an di..a masu..k k..e san..a”


Seakan tidak peduli jika pita suaranya sobek, suster pira yang kakinya telah hilang sengara merangkak kearah kami. Melhat kondisi suster pira yang mengenaskan Gisela menatapku.


“Aku bisa membantunya, tapi ku tau bukan apa yang akan terjadi pada dia?”


Mendengar itu tatapan Gisela beralih pada slave vampir yang sedang memakan pria berbaju putih ramai ramai.


“T-tapi…”


“Haaah. Oke biar aku tanya padanya”


Braaaaak


Aku menendang pintu sel dan mendekat pada wanita itu.


“Au….Ra i..ni vam….pi..r?”


“Wow kau bahkan langsung mengetahui ras ku, aku rasa kau bukan prang biasa. Lupakan itu aku kemari untuk menawarkan bantuan ku apa kau akan menerimanya?”


“Bantu…an da…RI vam..pir? Ak..u tid..ak m..au me…nja…di ib..lis”


“Begitukah? Tapi ini bukan untuk dirimu tapi anak itu”


“Para demi human telah menyerang kota ini dan target mereka adalah para manusia jika gadis itu tidak segera berubah ras aku takut dia tidak akan melihat hari esok”


Walaupun wajah sangat rusak tapi aku dapat melihat jika dia sangat terkejut. Aku mendekatkan bibirku pada telinganya.


“Kau mengerti bukan? Ini untuk keselamatannya dan aku tahu siapa dia yang sebenarnya”


Setelah itu dengan perlahan aku menancapkan kedua taring ku pada tengkuk leher wanita itu yang terlihat tidak ada penolakan.


Ding*


[Selamat kau berhasil menjadikan pira tranders sebagai vampir slave]


[Pira tranders]


Ras : vampir slave (viper)


Rank : Marquis


Level : 185


“manis”


Ucapku saat menikmati rasa dari darah yang sedang aku hisap.


.


.


.


.


.


5 menit kemudian.


“Terlihat tidak buruk”


Aku menatap wanita cantik dengan dada melimpah yang terlihat malu malu ditatap olehku dan para vampir slave.


“T-tolog beri aku sesuatu untuk dikenakan”

__ADS_1


Sambil menutup bagian pentingnya dengan kedua tangan tangan, dia minta pakaian untuk dia kenakan dengan wajah yang memerah padam.


Seluruh tubuhnya telah beregenerasi dan wajahnya terlihat lebih muda dari usianya. Matanya yang hilang juga telah kembali tapi dengan warna iris yang berbeda menandakan jika dia sudah menjadi vampir.


“Manis” ucapku terpesona dengan vampir yang baru saja aku dapatkan.


“Si-sister gunakan ini”


Gisela datang dengan baju putih yang berlumuran darah bekas pria yang sekarang hanya tersisa tulang-belulang. Melihat itu pria hanya tersenyum masam.


“Taruh benda kotor itu dan gunakan ini”


Aku segera mengambil satu set perlengkapan prajurit berpedang.


1 set armor yang dibuat oleh kurcaci dari kota Green scale dan sebuah bastard sword. Aku selalu mempersiapkan beberapa set armor di inventaris untuk saat seperti ini.


“Baiklah target selanjutnya adalah menyelamatkan kakak mu”


Mendengar jika kamu akan menyelamatkan kakak perempuan nya, Gisela terdengar sangat senang tapi-


“Setelah itu aku akan mendapatkan bayarannya dari mu”


Gadis itu kembali ketakutan saat aku menjil*t noda darah pira yang tersisa di bibirku.


“haaaah”


Melihat itu pira Hanya Mendesah pelan.


.


.


.


.


.


POV pira


Cekreeek


Pintu yang seakan tidak diberi pelumas kembali terbuka. Dan beberapa orang dengan pakaian serba putih yang telah menyiksa ku kembali berdatangan.


Selama beberapa hari tersiksa tubuhku bergetar saat melihat mereka tapi setelah menjadi vampir seakan ada kekuatan misterius yang menenangkan emosi ku.


“Iblis iblis berdosa lenyap” ucap orang paling belakang yang seperti adalah pemimpin dari kumpulan orang yang dia bawa.


“Kau mengatakan itu seakan kau bukan iblis” dengan wajah yang terlihat bosan, vampir yang telah merubah ku berkata seperti itu.


“Brengsek iblis renda…..”


“Sebaikya kau tutup mulutmu[blood lench]”


Sebuah tombak yang terbuat dari kumpulan darah menerjang kearah para pakaian putih menyebabkan setiap orang tewas saat tombak itu menembus tubuh mereka tapi berbeda dengan pria paling belakang. Dia menggunakan tinju untuk menghancurkan tombak yang datang padanya tapi-


pyaaaas


Sebelum tombak darah itu berbentuk dengan tinju. Tombak darah tiba-tiba berubah menjadi cairan yang membasahi sekujur tubuh pria itu dan melarutkan pakaiannya.


“Sialan kau berani mengecoh ku”


Walaupun tubuhnya ditutupi cairan darah yang memiliki kemampuan korosif tapi dia terlihat tidak mendapat kerusakan dari itu hanya bajunya saja yang mencair. Sehingga kulit merah khas ras iblis dapat terlihat jelas dan juga-


“kyaaaah” Gisela langsung menutupi wajahnya.


“Oh my” wanita vampir itu langsung menutup mulutnya saat melihat ‘itunya’ si iblis. Aku rasa dia sedang tertawa karena aku dapat mendengar suara, Fufufu darinya.


Sementara aku, sebagai seorang mantan kesatria aku tidak boleh memalingkan pandangan ku dari musuhku apapun yang terjadi.


“Fufufu, aku tidak mengira jika pira tahan dengan pemandangan ini” (viper)


“Apa yang anda katakan? Lagipula aku tidak melihat apapun” (pira)


“APA YANG KAU MAKSUD DENGAN ‘TIDAK MELIHAT APAPUN’ APA KAU MELEDEK UKURAN BURUNG KU?” (iblis)


.


.


.


.


Chp 122 end.


_______________________________________


[Buwung apa tuh man?]

__ADS_1


😂😂😂😂😂😂


__ADS_2