PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.43 bencana lainnya ?


__ADS_3

yoanta



Di tengah Padang Savana yang luas sebuah kereta tengah berhenti di pinggir jalan, sementara 2 kuda yang menarik kereta itu tengah merumput dengan bebas.


Sementara kreta itu sendiri mengeluarkan asap dari cerobong asap yang berada di atapnya dikarenakan dapur yang berada di dalam kereta tengah di gunakan.


Di dalam seorang gadis tengah sibuk memasak lalu di meja makan tiga orang, satu perempuan dan 2 lelaki dengan ras yang berbeda-beda tengah menanti masakan dengan penuh harapan. Wangi dari dapur membuat air liur ketiganya menetes bagai anjing rabies. Lalu tidak lama kemudian.


“Oke akhirnya selesai, maaf sudah menunggu lama….” ucap koki sekaligus pemilik kreta ini, boa.


Berbagai macam masakan dalam jumlah besar dia letakkan satu persatu, Ketiga agak terkejut saat piring-piring itu melayang tapi tidak berlangsung lama saat kelaparan ketiganya sudah tidak dapat di tahan.


“Oh, silahkan aku harap kalian menyukai masakan ku” ucap boa mengizinkan ketiganya untuk mulai makan. Dan hal yang terjadi selanjutnya adalah.…..bunyi pertempuran besar dimana pedang (sendok) dan tameng (piring) terus berbenturan. Suara terus terdengar hingga membuat ruangan itu menjadi ribut. Boa juga menikmati makanannya walaupun tidak sebanyak ketiga orang didepannya.


***


KOTA RED SALIVA


Keadaan kota yang terlihat seperti pada kota pada umumnya, walaupun seringkali terjadi keributan saat pemain atau npc dengan level tinggi yang berseteru mulai berkelahi, sementara itu di markas guild red Hoodie. Dredef seorang pemain dengan Avatar dragonik yang tidak lain adalah pemimpin dari guild itu tengah merasakan akan datangnya ancaman besar.


“Kau bilang, pasukan red shawl telah dihabisi?” tanya dredef pada seorang pemain dengan Avatar Lamia sisik merah. Terlihat jelas jika dia sangat marah dengan informasi yang baru saja dia dengar.


“Apa kau tuli?. Aku sudah mengatakannya dengan jelas bukan?.” jawab gasela, Salah satu dari petinggi guild red Hoodie.


Mendengar jawaban dari gasela yang tidak kalah emosi darinya, dredef berusaha untuk menenangkan diri untuk mencerna situasi.


“Tapi itu sulit untuk dipercaya, kelompok red shawl dipimpin oleh suncrim dan banyak pemain maupun npc yang kuat di sana. Tapi kenapa tidak ada laporan apapun yang aku dengar?.”


Dredef tidak merasa telah mendapatkan informasi jika ada penyerangan terhadap cabang guild yang merupakan kekuatan rahasia dari guild red Hoodie tersebut.

__ADS_1


“Tentu saja itu karena semua pasukan dihabiskan sebelum sempat memberi kabar. Suncrim mengatakan jika pasukannya dihabisi kurang dari 30 menit.”


Seketika dredef berdiri dari kursinya setelah mendengar perkataan gasela. Menghabisi pasukan yang terdiri dari 3 ribu lebih dalam 30 menit, siapa yang akan mampu melakukan itu. Bahkan guild terkuat pun tidak akan mampu melakukannya, kecuali….


“Pemain terkuat….” dredef memandang Lamia didepannya yang mulai mengangguk kecil, membuat wajah dredef yang semua merah menjadi pucat.


“Ke…kenapa dia bisa ada di benua ini?. Tidak apa mungkin kelompok red shawl membuat masalah di dermaga yang secara tidak langsung telah menjadi tanah milik five greater teocraci?.”


Banyak kemungkinan yang dredef pikiran tentang keberadaan bencana berjalan itu di midenia, tapi kemungkinan terburuk yang dia pikirkan adalah jika boa juga mengingatkan peninggalan dewa yang masih belum bisa dia ketahui di kota ini.


Dredef mulai khawatir rencana yang sudah dia susun secara matang untuk membuat guild red Hoodie menjadi guild top terancam berantakan karena sebuah bencana yang lewat.


“Kita tidak memiliki banyak waktu lagi, segera kerahkan seluruh pemain yang terdapat di desa dan minta bantuan pada guild yang memiliki hubungan baik dengan kita.” perintah dredef dengan cepat.


Tapi gasela malah mengerutkan dahinya.


“Apa kau berani melawannya?.” tanya gadis itu dengan Curiga.


“Tentu tidak bodoh, walaupun jika kita memiliki 10 juta pemain yang mendukung, belum tentu bisa melawannya, dia sekuat iblis itu sendi……..”


“Jika kita melakukannya maka kota ini bisa hancur total.” gumam gasela.


“Biar, yang kita butuhkan saat ini adalah peninggalan itu. Apa pun pengorbanan yang diperlukan kita harus mendapatkannya.”


Setelah itu guild red Hoodie mulai mendekati pihak malaikat dan iblis secara bersamaan.


***


“Jadi kalian bertengkar hanya karena memiliki pandangan berbeda tentang siapa yang lebih kuat antara ras naga dan malaikat?.” sambil menikmati teh di cangkirnya, boa mulai bertanya. Sementara di depan yoanta tengah duduk di kursi kusir dan mengendalikan kuda yang kembali melanjutkan perjalanan.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu kedua penumpang baru hanya terdiam dengan anggukan kecil sambil menikmati teh yang boa sajikan.

__ADS_1


Dango seorang lizardman dengan senjata pistol dan shotgun. dia juga memiliki darah naga di tubuhnya tapi itu bukanlah darah naga bernama jadi boa tidak menginginkannya. Dan yang satu lagi adalah xalif seorang pladin yang tengah menuju ke arah yang sama dengan dango, kota red Saliva.


“Kami juga sedang menuju ke kota yang sama.”


Perhatian kedua seketika tertuju padaku yang masih terlihat tenang walaupun tatapan mereka yang dipenuhi ancaman karena masih waspada satu sama lain. Kemudian aku mengatakan alasan kenapa aku ingin mendatangi kota itu adalah karena yoanta, sementara soal pencarian potongan ekhidna tentu sengaja aku sembunyikan.


Pembicaraan kami terus terjadi hingga tiba-tiba aku merasakan jika anda sesuatu yang mendekat.


“Itu besar” Gumamku.


Kedua orang di depanku yang menyadari perubahan sikapku pun mulai waspada. Tapi dengan senyum yang ramah aku hanya mengatakan apa yang aku lihat di mini map.


“Apa diantara kalian ada yang pernah melawan monster sebesar 67 meter dengan panjang 7 kilometer?.”


Mendengar pertama ku, keduanya langsung mengerutkan dahi. Jika saja mereka bukan orang yang telah berkeliling di benua ini, mungkin mereka akan menertawakan boa. Tapi keduanya adalah para pelancong yang telah melangkah kaki diberbagai tempat. Perdebatan keduanya tentang siapa yang terkuat antara malaikat dan naga karena memang sudah berulangkali mereka bertemu entitas itu sebelum.


Lalu apa yang mereka pikirkan saat mendengar mahkluk sebesar 67 meter dan panjang 7 kilometer. Jawaban hanya satu.…


GROOOAAARRRRR


Terdengar suara yang sangat keras terdengar di luar kereta membuat dango dan xalif menutupi kuping mereka, kereta juga ikut berguncang hebat saat kuda kuda meringkik karena ketakutan. Tidak berbeda dengan kedua penumpang baru, yoanta dengan kaki yang gemetar berusaha berjalan setelah dengan susah payah menghentikan kereta agar tidak menabrak. Wajahnya terlihat sangat pucat seakan telah melihat hantu.


“B..b…b.…baby nidhog….”


Gubrak


Gadis Lamia itu pingsan sebelum menyelesaikan kalimatnya. Mendengar perkataan yang tidak jelas itu sudah cukup membuat kedua pelancong itu mengerti apa yang telah gadis itu lihat. Lalu dengan penuh ketakutan kedua mencoba melihat ke luar dari jendela kereta. Dan mata merah terbelalak seakan ingin keluar dari rongga matanya, ketika melihat sebuah tiang raksasa muncul dari pasir gurun dan terlihat ujungnya terbuka bagaikan bunga namun dipenuhi duri di kelopaknya.


“Makhluk mitos dari Nordik, cacing yang menggerogoti akar pohon dunia. Death worm Nidhogg” ucap boa yang masih tenang meminum tehnya.


__ADS_1


...***CHP 239 END...


...BERSAMBUNG***...


__ADS_2