PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
do not say


__ADS_3

Kelompok gelim yang telah yang memenangkan pertempuran sedang beristirahat di sekitar tempat pertarungan.


Beberapa pemain sibuk mengambil item yang dijatuhkan oleh para bandit dan tentara Sedangkan yang lain menyembuhkan diri.


“jadi komandan mereka kabur huh”


“sayangnya begitu”


Gelim yang melihat seorang knight wanita pergi sendirian dengan menaiki kuda, dia dan para pemain lain hanya melihat itu tanpa berusaha untuk mengejar.


“yah kita tidak bisa membunuhnya karena dia adalah saudari walikota, jika sesuatu terjadi padanya guild akan mendapatkan masalah besar”


“benar”


Karena alasan status mereka membiarkan belvia pergi begitu saja, mereka khawatir jika membunuh seorang bangsawan akan menjadikan mereka musuh kerajaan.


“jadi apa kau sungguh-sungguh akan memberikan semu ini pada kami?”


Di depannya tumpukan mayat menggunung dengan peralatan yang mereka kenakan, bagaikan tumpukan harta.


“ambil saja”


White seakan tidak peduli dengan semua jarahan dari para prajurit yang telah dia bunuh.


“dan juga aku ingin membatalkan keikutsertaan penjelajah dungeon karena kurasa aku butuh istirahat”


White yang sudah tidak lagi memiliki nama merah tidak memiliki alasan untuk berburu monster di dungeon. Dia pun menjadikan alasan lelah karena pertempuran untuk keluar dari kelompok.


“kami pun memikirkan hal yang sama. Tidak mungkin untuk melanjutkan ekspedisi dalam kondisi saat ini”


Gelim melirik para pemain yang sudah sangat kelelahan.


“baiklah kurasa aku akan pergi sekarang”


Tapi saat white akan meninggalkan tempat itu dengan teleportasi gelim segera menghentikan.


“tunggu sebentar”


Kemudian gelim menyerahkan 34 koin emas pada white yang merasa heran.


“5 koin adalah uangmu sendiri, karena ekspedisinya batal maka aku mengembalikan biaya partisipasi”


“lalu yang 29?”


“itu adalah rasa terimakasih karena telah menyelamatkan kami, 1 pemain 1 koin”

__ADS_1


Gelim mengatakan itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal seakan malu karena hanya bisa memberi satu koin per pemain. Tapi sepertinya sebelumnya, white sama sekali tidak peduli.


“terserahlah [teleport]”


Tubuh white pun mulai bersinar dan kemudian menghilang meninggalkan kelompok itu yang masih memungut item dari mayat.


.


.


.


.


KOTA LES MAQUIE


BAR


White memasuki bar yang kemarin dia datangi. Lurd yang melihat gadis yang telah memberinya sebuah koin platinum agak terkejut, tapi dia berusaha agar tetap tenang.


“tempat ini selalu ramai bukan?”


Walaupun masih siang bar milik lurd sudah dipadati pengunjung, dia pun duduk di kursi depan bartender lalu memesan bir.


Kata lurd dengan bangga sambil menyerahkan mug kayu berisi bir pada white.


“dan sebagai yang lain?”


“alasan lainya karena tidak banyak bar yang menerima demihuman, kau bisa lihat sebagian besar pengunjuk adalah demihuman”


White mengangguk seakan memahami alasan lurd.


“lalu bagaimana dengan Anda? Biasanya pendatang seperti anda saat ini sedang sibuk berpetualang”


Lurd cukup penasaran dengan alasan kedatangan white yang terlalu awal. White yang sedang menikmati pipa rokoknya hanya memberikan jawaban tidak jelas.


“jika aku mengatakan alasannya, kau pasti tidak mau denger”


Mendengar jawaban itu malah membuat minotaurs itu semakin penasaran. White yang melihat wajah penasaran lurd melanjutkan.


“tadi aku bertarung dengan salah satu petinggi guild zero Coffin, kau ingin tau siapa namanya?”


Seketika suasana dalam bar menjadi tegang. Lurd dan para pengunjung yang suka menguping seakan telah tersambar petir.


“t-tidak usah, simpan ceritamu untuk dirimu sendiri”

__ADS_1


“sudah kuduga”


Di kota ini tidak ada yang tidak mengenal zero Coffin, penguasa kegelapan di dunia bawah benua Slahorn.


Walaupun banyak orang yang meragukan jika gadis di depan meja bartender telah berhadapan dengan salah satu petinggi guild itu, tapi tidak ada yang cukup bodoh untuk mengambil resiko mengetahui nama petinggi Zero Coffin yang seharusnya menjadi rahasia.


Setelah suasana kembali tenang lurd kembali bertanya.


“jadi apa hanya untuk beristirahat?”


White menghembuskan asap dari mulutnya dengan pelan.


“tidak, aku ingin informasi tentang letak cabang sekte gaya di kota ini”


Dahi lurd mengerut saat mendengar perkataan white.


“sekte gaya? Apa kau ingin mengajak mereka juga?”


“yaah, di kota ku tidak ada satupun agama, karena sebentar lagi kota akan menjadi kerajaan maka kami butuh lebih banyak kekuatan dan sebuah kepercayaan untuk mempersatukan penduduk”


Lurd memahami maksud white. Dengan adanya sebuah agama di kerajaan maka sebuah berkah akan di dapat kerajaan itu. berkah yang di dapat akan berbeda beda setiap agama karena itu kebanyaka setiap kerajaan memiliki minimal 2 agama.


“begitukah”


Lurd membuka laci dan mengambil sebuah gulungan yang kemudian diserahkan pada white. White yang melihat gulungan itu hanya tersenyum.


“li-lima tidak dua puluh gold”


Lurd agak khawatir jika gadis di depannya marah dengan harga gulungan yang dia tawarkan, tapi seakan bulan masalah dengan cepat white menyerahkan 20 koin emas.


Criiing


Bunyi dua puluh koin yang terjatuh di depan meja membuat seluruh mata tertuju pada mereka berdua. Dengan cepat lurd mengambil koin-koin itu dan menyerahkan gulungan pada white.


Setelah merasa sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, white segera menghabiskan minumannya lalu pergi dari bar.


.


.


.


.


Chp 89 end.

__ADS_1


__ADS_2