PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 3.44 akhir pertempuran lich


__ADS_3

Aku menghindari serangan [shild dash] dengan bergerak kesamping kanan, aku dapat melihat jika wajah tyfainne cukup tidak puas saat serangannya berhasil aku hindari.


Namun tidak berhenti sampai disitu, saat [shild dash] digunakan maka pemakainya akan terus bergerak maju tanpa bisa melakukan apapun hingga skill berakhir.


Aku menggunakan kesempatan itu untuk menyerang leher wanita itu. Tapi dengan jarak yang sangat tipis tyfainne berhasil menghindari serangan ku dengan memiringkan kepalanya.


Tyfainne terus bergerak ke depan akibat skill [shild dash], aku pun melempar [thunder bom] tapi dia menghindarinya saat efek [shild dash] telah berakhir. Pertarunganku dengannya terus berlangsung, walaupun memiliki keuntungan dari kecepatan yang aku miliki. Tapi semua serangan ku dengan mudah dihindari seakan dia memiliki kemampuan prediksi yang mampu membuatnya membaca setiap pergerakan ku.


[Ya, dia memang memilikinya]


Ditengah pertempuran tiba-tiba nebula berbicara. Seakan dia telah membaca pikiranku, ya walaupun selama ini kita saling berkomunikasi dengan menggunakan pikiran. Jadi mungkin dia selalu mendengar apa yang aku pikirkan.


“Apa maksudmu?”


[Dia memiliki skill (future sign) yang membuatnya bisa melihat beberapa detik ke depan]


Mendengar sebuah skill yang terdengar cukup kuat, membuatku agak bersemangat.


“SUNGGUH?? melihat masa depan, huh. Bagaimana cara kerjanya?”


[Saat pengguna menggunakan skill itu, sistem akan memberitahu pengguna apa yang dipikirkan oleh lawan dengan bentuk gambar, hingga terlihat seperti penglihatan masa depan]


“Uwaaaa, memberitahu pergerakan musuh dari apa yang berada di dalam pikiran. Itu cukup masuk akal”


Kami terus saling menyerang, tapi setiap gerakan yang aku lakukan seakan sudah terbaca sejak awal hingga mudah dihindari. Sementara itu aku hanya bisa mengandalkan kecepatan untuk menghindari serangan wanita ini.


Traaang


Kembali kedua cakar ku berbenturan dengan perisai dan pedangnya, kami terus saling mengadu kekuatan dengan mendorong satu sama lain.


“Kau benar-benar seperti yang dikatakan oleh temanku” Ucapku sambil menahan keseimbangan saat kami saling berhadapan.


“Benarkah? Apa yang dia katakan?”


“Dia mengatakan jika kau yang terkuat di pure heart”


“Oh, aku tersanjung dengan itu”


Pembicaraan kami terhenti saat aku menggunakan [flicker], tyfainne seketika kehilangan keseimbangan saat aku tiba-tiba menghilang, tapi dia tidak terjatuh seakan tahun jika itu akan terjadi. Menggunakan [poison fog] aku menyerang area luas tapi kembali dengan cepat wanita itu berhasil menghindar tanpa terkena serangan.


Aku tidak bisa menggores dirinya sedikitpun, mungkin dia tahu jika menerima damage sekecil apapun dariku maka itu adalah akhir untuknya. Tapi aku dapat melihat perubahan wajahnya yang agak khawatir saat aku memikirkan serangan selanjutnya.


“Tck, percuma” ucapnya dengan lirih seakan telah melihat sebuah jalan buntu.


Aku melepas kontak lensa di mataku yang aku gunakan untuk menahan efek gelar [master of petrified]. Tyfainne berusaha menghindar dari tatapanku tapi itu justru membuat dia lengah. Sebuah tendangan mendarat mulus di perutnya membuat wanita itu terpental jatuh. Lalu-


“[petrified gaze]”

__ADS_1


Aku menggunakan salah satu skill yang didapat setelah evolus keempat ku. Tyfainne mencoba bertahan dengan menghindar tatapan mata dengan menyembunyikan wajahnya memakan perisai yang sudah hampir pecah. Tapi sayangnya skill ini tidak memerlukan kontak mata untuk merasakan efeknya.


Cahaya yang berasal dari mataku bersinar bagaikan lampu flash kamera, menyinari semua hal dalam jangkauan pandangan dan merubahnya menjadi patung, bahkan para pemain yang mulai berdatangan dari belakang tyfainne dan bahkan pepohonan juga ikut menjadi batu.


“Skill yang cukup over power” ucapku sambil menatap patung tyfainne dan puluhan pemain dibelakangnya.


[Kau membunuh pemain tyfainne, mendapat 10 poin dan 1742 poin rampasan]


[Kau membunuh pemain…….]


[Kau membunuh pemain…….]


Notifikasi terdengar saat aku berhasil menjadikan para pemain menjadi patung. Jika di game mereka bisa saja kembali ke keadaan semula setelah 3 jam, tapi sepertinya itu tidak mungkin karena pertandingan hanya berlangsung selama 90 menit.


Mungkin itulah sebabnya mengapa semua pemain yang terkena efek pembaruan dianggap sudah mati.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


“Dia akan melakukan pemanenan lagii!!!!” Seorang pemain berteriak saat dia melihat mata dari grave thief itu menyala, menandakan dia akan menggunakan skill yang dia miliki.


Lich itu merentangkan tangannya lalu perlahan zona di sekitar tempatnya berada terlukis rune yang melingkar dengan dia yang menjadi titik tengah. Melihat itu para pemain yang membantu dari jarak dekat segera berlari mencoba meningkatkan lingkaran tapi.


“““Giyaaaaa”””


Mereka tidak sempat, dan akhirnya terkena efek sihir yang menyebabkan kesehatan mereka terus menurun hingga babak yang tewas seketika. Sementara itu hasil dari penyerapan kesehatan para pemain, grave thief menggunakan itu untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


Bezel semakin frustasi saat menyadari jika semu yang dia lakukan untuk menyerang bos monster semuanya sia-sia.


“Siaaal!!!! Kenapa dia sekuat ini, padahal dari tadi dia seperti tidak berdaya saat melawan perempuan serangga itu” Bezel dengan penuh emosional memaki.


Tapi makian yang dia katakan tidak berlangsung lama saat bezel melihat bos monster sedang mengarahkan tangan padanya. Tangan tulang yang disinari oleh cahaya hijau.


“Sialan, dia akan menggunakan itu lagi”


Bezel merasa ketakutan saat melihat ciri dari serangan yang akan di lancarkan oleh bos monster. Serangan yang dapat menyerap kesehatan target tanpa memperdulikan pertahanan, seakan langsung menyerang roh dari pemain yang terkena. Selain itu semua damage yang dihasilkan akan dijadikan penyembuhan bagi bos monster, seperti efek lifesteal.


Bleze segera berniat untuk menghindari dari jangkauan serangan, tapi dikarenakan dia terlalu fokus pada lawan didepannya dia tidak menyadari jika musuh lain sedang mengincarnya.


Braaaaak

__ADS_1


“Guaaaakkk!!!!”


Sebuah tendangan mengenai punggungnya dari belakang, membuat bezel terbang menuju bos monster. Lalu dengan cepat tantangan tengkorak menangkap kepala bezel yang langsung menyerang kesehatan mage dari guild wild Scream itu hingga kering.


“Aaaaaa!!!!”


Teriakan Bezel terdengar saat tubuhnya dengan cepat dikeringkan bagai mumi. Setelah kesehatannya habis terkuras grave thief melemparnya kesamping seakan telah membuang seonggok sampah. Kemudian perhatikan grave thief beralih padaku.


Kami terus saling menatap dengan jarak 15 meter.


Bagaikan adegan 2 Cowboys yang akan berduel, kami saling menatap satu sama lain dengan suasana yang sangat menegangkan. Tidak ada lagi pasukan Undead dan Beetles, yang ada hanya kami berdua yang bersiap melakukan serangan. Lalu-


Krincing


Suara bel yang entah dari mana menjadi pertanda dimulainya duel.


Aku segera menggunakan [thunder Spear] untuk serangan awal, sementara itu grave thief menggunakan [Bone wall] untuk berlindung. Serangan dariku berhasil dinetralkan walaupun tembok tukang itu menderita kerusakan serius seakan bisa roboh kapan saja.


Dengan cepat aku bergerak kesamping untuk mencari celah, aku memanfaatkan kelemahan dari skill [Bone wall] yang membuat pemakainya tidak bisa melihat kearah depan dikarenakan ketinggian [Bone wall] Itu sendiri.


Tapi seakan mengetahui pergerakan yang akan aku lakukan, grave thief melempar beberapa [soul ball] yang dapat memberikan damage saat di sentuh. Tapi dengan kecepatan yang aku miliki menghindari serangan seperti itu adalah sebuah tantangan yang mudah.


Dengan cepat aku berhasil memperpendek jarak dengan bos monster, merasa terancam lich itu segera memanggil beberapa mayat hidup. tapi kemudian dia sadar jika itu adalah sebuah kesalahan besar.


Kecepatan pemanggilan tidak bisa menyaingi kecepatan ku, dengan cepat dia merubah rencana. Membatalkan pemanggilan lalu segera menggunakan sihir pertahanan. Tapi-


Jraaaas


Cakar ku lebih dulu mengenai lehernya. Tulang tengkorak itu melayang di udara saat lehernya telah terpisah dari pundak.


Walaupun demikian kesehatannya masih tersisa 75% menandakan jika dia dapat bertahan walaupun sudah kehilangan kepala. yaa, dia memang Undead kehilangan beberapa anggota tubuh bukan sebuah masalah.


Menyadari jika bos monster belum mati, aku segera menggunakan [black hole] untuk menghisap semua kerangka tubuhnya. Dengan cepat kesehatan bos monster terkuras saat tubuhnya berada di lubang dimensi yang diciptakan [black hole]


[Selamat pemain boa telah mengalahkan bos monster tingkat lord]


Pertandingan bos monster pun berakhir.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.

__ADS_1


Chp 171 end.


__ADS_2