
1 : 0 : 43 sebelum baby nidhogg terbangun
BOA POV
Setelah melakukan diskusi yang cukup mudah akhirnya aku bisa keluar dari rumah walikota goblin tinkerer.
“Mereka benar-benar berbeda dengan para goblin di luar.” Gumamku saat melihat keadaan kota pohon.
Jembatan tali menghubungkan antara satu pohon dengan pohon lain. Jembatan itu terlihat kuat saat para goblin yang mengendalikan robot tanpa khawatir menggunakannya untuk berjalan.
Dengan cepat aku menaiki salah satu pohon tertinggi di kota ini untuk melihat sekeliling. Di atas aku dapat melihat semu tempat di kota yang terbagi dalam beberapa bagian.
Bagian pertama Adah pintu masuk dimana dihuni oleh goblin tinkerer yang merupakan suku terkuat di desa ini. Bagian kedua adalah tengah kota dimana tempat ini adalah wilayah perdagangan. Dan yang terakhir adalah wilayah hunian, wilayah paling dalam Diman para penduduk berbagai ras hidup berdampingan. Sepertinya mereka adalah orang-orang yang terjebak di sini, atau mereka adalah keturunan dari para survivor yang menang sejak awal sudah dilahirkan di tempat ini.
Menurut perhitunganku ada sekitar 10 ribu lebih penduduk di kota kecil ini. sepertinya hukum disini cukup baik karena penduduk terlihat bahagia hidup berdampingan dengan ras lain.
Walaupun tidak bisa keluar dari sini tapi mereka tidak kekurangan makanan, terdapat ladang diberbagai tempat, monster yang berada di hutan membuat mereka tidak kekurangan daging. penduduk menggunakan monster core sebagai mata uang karena emas menjadi sangat mahal di kota ini. Terlihat para penduduk juga melakukan transaksi barter.
“Kota tersembunyi huh. Menarik?.” aku berkata sendiri saat melihat asam lambung yang mulai naik kepermukaan, para warga yang berada di bawah segera bergegas naik ke bagian atas kota yang setinggi 10 meter dari permukaan tanah. Bagaikan banjir, terlihat di bawah sungai kuning yang menjijikan memenuhi setiap sudut desa. Sementara itu para warga yang melihat asam lambung segera membuang sampah rumah tangga mereka untuk dileburkan. Para goblin juga terlihat mengambil cairan itu dengan alat yang terbuat dari tumbuhan tahan asam.
Mereka seakan sudah biasa mencium bau yang tidak sedap dari cairan tersebut, Bahkan aku sampai mematikan Indra penciuman karena tidak tahan. Para penduduk hanya menutup hidung mereka dengan masker yang telah diberi wewangian, bahkan ada yang menggunakan masker gas. mungkin itulah kenapa banyak pedagang masker dan parfum di pasar kota.
Setelah beberapa saat banjir mulai menyusut lalu keadaan segera kembali seperti semula. Aku hanya tersenyum kecil melihat keseharian kota tidak normal ini.
“Tapi setidaknya disini pemandangannya bagus bukan?.” ucapku sambil menatap langit gelap dengan disinari jutaan janur yang memancarkan cahaya bagaikan bintang di malam hari.
“Kurasa sudah saatnya untuk melakukan pencarian.”
Aku kembali melihat kedalaman mini map dan tersenyum kecil saat melihat sebuah titik emas yang menandakan letak dari potongan tubuh yang aku cari, tapi kemudian aku merasa bingung saat titik itu kemudian berganti menjadi titik ungu, tapi kemudian berubah lagi menjadi emas begitu seterusnya.
“Ungu berarti dungeon. Dan dungeon itu mencakup semua wilayah kota. Aku rasa titik emas menunjukkan lantai selanjutnya dari dungeon perut.”
Tanpa menunggu lama aku segera mengeluarkan ribuan serangga untuk menjadi mata-mata ditempat ini, lalu aku melihat sekeliling. Melihat kearah tembok daging perut baby nighogg.
“Perlu seberapa banyak serangga parasit Utuk menginfeksi cacing ini?.”
Dengan cepat serangga-serangga menyebar kesegala arah membuatku bisa melihat setiap sudut tempat ini. Sementara itu di langit awan hitam yang terbentuk dari serangga parasit mulai mengerogoti daging dari baby nighogg tapi itu masih belum bereaksi.
“Mungkin perlu waktu sampai parasit tiba di otak raksasa ini.”
__ADS_1
Aku merasakan beberapa orang menyadari tindakanku, tapi mereka seakan tidak peduli atau tidak mengerti apa yang sedang aku lakukan. Mereka hanya diam tidak berniat ikut campur karena merasakan aura yang kuat dariku.
Tapi tiba-tiba aku merasa tekanan yang cukup kuat dari luar daerah dungeon. Lalu saat aku melihat mini map banyak titik-titik yang mulai memasuki mulut baby nidhogg, aku menyadari jika para pemain dari guild besar yang ku lihat sebelumnya mulai memasuki dungeon. Bukan hanya para pemain, malaikat dan iblis juga mulai menunjukkan pergerakan.
“Tempat ini akan segera menjadi kacau. Lebih baik aku menunda penanaman parasit. mengambil potongan tubuh adalah prioritas utama saat ini.”
Menyadari waktu yang tersisa semakin sedikit, aku segera menghentikan serangga-serangga yang keluar dari punggungku dan bergegas terbang kearah titik emas.
***
Setelah terbang cukup jauh dari kota, aku menemukan reruntuhan mirip kuil dengan berbagai tulisan yang tidak dapat dimengerti, kupikir baby nidhogg juga namakan bangunan, atau kuil ini memang sengaja dibangun di dalam sini sejak awal. Entahlah, jika terlalu memikirkan semua detail game degradation God online tidak cukup hanya beberapa hari, waktu yang aku miliki terlalu sedikit. Tapi sungguh tempat ini benar-benar menakjubkan.
“Banyak juga Monster di sini.” aku bergumam Setelah melihat di sekeliling reruntuhan terdapat berbagai monster dengan level tinggi. Level terendah dari mereka adalah 300.
Wuuuusssss
Sebuah batu berukuran besar terlempar kearahku, dengan muda aku menghindari batu tersebut. Dan saat aku melihat siap yang telah melempar batu itu sesosok gorila dengan bulu kemerahan serta memiliki 4 lengan tengah memukul-mukul dadanya seakan menginginkan duel.
Groaaaaaaaahhh
Teriak gorila setinggi 3 meter itu.
__________________________________________
Ras : primata
Level : 350
Titel : raja gorila merah
Hp : 500.000
MP : 450.000
Keterangan : gorila dengan bulu merah serta mudah sekali tersinggung dan marah. Memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk memporak-porandakan sebuah kota. Diyakini telah punah 540 tahun lalu.
__________________________________________
“Level yang cukup mencengangkan serta memiliki gelar raja.… huh!.”
__ADS_1
Zooommmm
Sebelum aku selesai berpikir sebuah laser berwarna biru dimuntahkan oleh gorila dari mulutnya. Dengan cepat aku segera menghindar menggunakan [flicker].
“Uwooou, laser dari mulut?, mengingatkan aku pada roaring sky. dan juga kau benar-benar tidak pandai bersabar, bukan?”
Berpindah ke belakang gorila itu aku berusaha menyerangnya dengan cakar, tapi tiba-tiba sebuah pukulan mengenaiku dari samping.
Braaaaak
-17.953
“Gohoookk”
Pukulan yang begitu keras hingga aku terbang puluhan meter hingga menabrak beberapa pohon. Pohon-pohon itu tumbang saat tubuhku menembusnya sampai aku berhenti saat menabrak reruntuhan bangunan.
“Ugh wow aku tidak melihat itu datang.” ucapku saat tubuhku tersangkut di tembok.
Pukulan yang telah aku terima bukanlah dari gorila berlengan empat. Dari mini map aku sempat melihat ada satu monster yang memiliki kekuatan setara dengan gorila itu, tapi itu segera menghilang tanpa jejak Setelah berhasil melayangkan pukulan padaku.
“Monster dengan kemampuan kamuflase atau mungkin Stealth.” pandanganku masih tertutup pada arah asal aku di terbang, terlihat gorila merah Itu dengan cepat berlari lalu melompat Sangat tinggi. Kemudian dengan keempat tangannya saling terkepal dia jatuh dengan kecepatan tinggi menuju ke arahku.
Doommm
Gempa kecil terjadi saat gorila itu menghancurkan tempatku sebelumnya berada, hingga membentuk sebuah kawah selebar 20 meter membuat betapa kuatnya serangan itu. Di atas sebuah tiang reruntuhan, aku menatap gorila itu yang kebingungan karena mayat dari targetnya tidak ditemukan.
Perlahan aku menyebarkan serangga-serangga kesegala arah untuk mencari monster yang tadi telah memukulku. Tapi jelas tindakan itu memberi tahu posisiku pada gorila merah itu. Dengan marah si goblin berlengan 4 kembali melompat sangat tinggi menuju kearahku, tapi aku Segera memanggil salah satu senjata suci untuk melawan.
“Penuhi panggilanku sang penghakim agung, [white judgemen hammer].” cahaya dengan cepat terkumpul di telapk tangan yang kemudian berubah menjadi palu besar bersinar putih menyilaukan.
Setelah senjata suci terpanggil aku segera melompat kebawah menyambut gorila merah yang menuju ke arahku. Lalu-
“[sky decision]”
Saat aku mengayunkan palu itu kebawah ledakan angin yang sangat kuat menghempaskan tubuh goblin merah itu ketanah, kuatnya tekanan angin membuat tubuh gorila itu terkubur dan tanah disekitar gorila amblas puluhan meter.
...CHP 249 END...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1