
3 hari perjalanan menuju benua sebrang menjadi tidak terasa setelah banyak ujian yang harus kapal ini lalui.
Seperti bencana pusaran air di hari pertama, bencana munculnya Kraken atau gurita raksasa di hari kedua dan yang terakhir sebuah badai tornado dengan ukuran yang mencengangkan terjadi dihari ketika. Para kru kapal dan penumpang seperti sudah sangat lemas seakan mereka telah kehilangan tenaga untuk berteriak karena bencana yang terus datang silih berganti selama 3 hari berturut-turut.
Lalu di pagi hari, hari ke empat kapal yang aku tumpangi akhirnya sampai ke tempat tujuan. Keadaan masih cukup gelap, mungkin masih jam 4 pagi. Para penumpang dan beberapa kru yang telah melihat daratan langsung bergegas meninggalkan kapal.
Dengan Isak tangis mereka bergembira seakan mendapat rumah batu.
Di sampingku kapten kapal ini hanya bisa menghela nafas panjang.
“Haaaaahhh, dasar orang-orang bermental lemah.” ucapnya dengan kesal melihat para anak buah kapal yang terus menciumi lantai dermaga, Membuat orang disekitar menjadi heran.
Kemudian kapten kapal melihat kearah seorang gadis yang masih berada di dok kapal dan tengah berbicara dengan ke dua monster laut.
“Aku bersyukur mereka tidak menjadi stress.” kata kapten kapal menghawatirkan 2 monster penarik kapal yang didapat dengan susah payah.
Kemudian setelah para penumpang lain turun tersisa gadis itu yang mulai membawa satu koper dan bergegas turun setelah berbicara beberapa hal dengan kapten itu, awalnya kapten kapal ingin menghadiahi gadis itu karena merawat monster miliknya tapi dia menolak.
***
BOA POV
akhirnya setelah 3 hari hanya menyaksikan hamparan lautan aku sampai di dermaga. Pelabuhan yang dibuat oleh kerajaan kami walaupun sebenarnya ini adalah tanah milik great heart. Tapi karena melihat keuntungan yang akan dihasilkan dan perjanjian kerjasama dagang akhirnya kesepakatan antar kedua kerajaan berbeda benua pun terjalin.
“Yah walaupun jika mereka menolak kami masih tetap bisa mengambil tanah ini secara paksa.” Gumamku saat melihat bendera five greater teocraci dan great heart tergantung di tiang yang saling bersebelahan.
Aku juga melihat beberapa tentara dari five greater teocraci sedang melakukan patroli, sementara dari pihak great heart…… yah mereka hanya petugas penjaga perbatasan yang duduk di depan pintu keluar.
“Hup yaaah, cheval red kita akan memulai petualangan baru.” kataku sambil mengaitkan kereta pada dua kuda kesayanganku.
Berjalan menuju pintu keluar aku menyapa para prajurit yang berpatroli, mereka hanya menatapku dengan heran sebelum akhirnya kembali bertugas. Di mata orang awam mungkin mereka hanya para pasukan goblin dengan perlengkapan baik, tapi sebenarnya kekuata mereka mampu mengimbangi seorang royal knight di kerajaan ini. Dengan adanya mereka tidak ada preman yang terlihat di dermaga walaupun dunia saat ini sedang kacau.
Tepat setelah aku keluar dari gerbang pelabuhan, matahari bersinar terang seakan telah menyambut kedatanganku.
***
Ratusan kereta berjejer untuk memasuki dermaga, saat melewati mereka aku dapat melihat beberapa pemain yang menumpang.
“Mungkin mereka menjadi penjaga kreta” batinku.
__ADS_1
Lalu beberapa saat kemudian beberapa pemain. Dan npc datang menghampiri kereta ku yang berjalan pelan.
“Nona, kau pasti dari benua sebrang bukan?” tanya seorang pemain padaku.
Aku hanya diam sambil menatapnya. Saat ini aku hanya memakai perlengkapan seperti penduduk desa pada umumnya sementara sebuah kacamata aku kenakan untuk berbagai alasan, Lalu yang terakhir topi lebar untuk melindungi dari matahari.
“Kau tahu saat ini benua ini sangatlah berbahaya banyak iblis berkeliaran dan monster yang muncul dimana, bandit juga sering muncul… sangat berbahaya berpergian sendiri, loh..” kilatan cahaya terlihat dari mata pemain itu, membuatku agak bingung. Tapi itu tidak berlangsung lama setelah aku menggeleng kepala.
[Anda menolak efek (charm)]
Aku hanya tersenyum sinis pada pemain yang sekarang merubah wajahnya dengan agak marah.
“Aku rasa pergi dengan rombonganmu malah lebih berbahaya dari semua bahaya yang kaukatakan”
Dengan efek dari [horus eye] aku dapat melihat dosa dari semua pemain dan npc berjuang 15 orang di kelompok ini.
“Tck, terserah kau saja jika ingin mati” balas pemain itu sambil berbalik, tapi tiba-tiba…
DOOOOR
Suara tembakan terdengar membuat para pemain dan npc di kelompok itu menjadi kaget. Sedangkan pria yang tadi berbicara denganku terjatuh dengan kepala yang meledak seperti semangka.
“Sial aku tidak tahu kau pemain atau npc tapi kami dari red shawl tidak akan melepas.….”
DOOOOR
Pemain kedua mati dengan cara yang sama.
“Salah satu dari teman kalian sudah mati kenapa kalian tidak langsung menyerang?. malah sibuk melakukan perkenalan, apa kalian sering melakukan drama atau sesuatu?.”
Melihat pemain kedua telah terbunuh, sisa kelompok itu hanya saling menatap. Terlihat jelas mereka sangat ragu untuk melakukan perlawanan. Melihat senjata yang aku pegang dan ketenangan ku yang tanpa masalah membunuh orang lain, membuat setiap orang berpikir jika aku adalah seorang pemain.
Kemudian salah satu pensin ketiga mulai berbicara. “Um…ini salah kami nona mohon lupakan tentang.…..”
DOOOOR
Kembali sebuah kepala meledak dengan isinya berhamburan keluar. Membuat setiap orang tidak mampu untuk berkat apa-apa.
“Sebelumnya aku sudah mengatakan jika tidak akan ada dari kalian yang akan aku lepaskan bukan?”
__ADS_1
Mendengar perkataan dariku, para pemain dan npc menjadi ketakutan. Menyadari jika tidak ada kesempatan untuk negosiasi mereka segera berlari menyelamatkan diri sendiri. Tapi itu percuma Setelah aku menggunakan [red Phoenix bow], kelompok itu musnah tak bersisa.
“Yah, berburu Bandi juga tidak masalah bukan?”
Di mini map aku dapat melihat sekelompok pemain dan npc yang berada tidak jauh dari lokasi dermaga, sepertinya mereka mengincar para pendatang dari benua Slahorn dan mereka yang ingin memasuki dermaga. Banyaknya bandit yang aku lihat membuatku berpikir jika pihak great heart tidak perduli tentang keamanan dermaga ini.
“Mungkin jika tidak ada pasukan dari five greater teocraci, dermaga akan menjadikan wilayah kekuasaan mereka” Gumamku.
“Yah terserahlah, aku pikir sudah waktunya untuk membasmi hama, lagi pula aku juga butuh naik level”
Dari mini map aku dapat menghitung jumlah badut secar akura, 3561 jumlah yang sangat besar hingga aku berpikir kelompok bandit red shawl ini bukanlah bandit biasa.
“Tidak masalah sama sekali” ucapku sambil Membawa keretaku pergi meninggalkan dermaga.
Sementara para penonton yang hanya melihat kepergian ku dengan heran meninggalkan 15 jasa yang tergeletak begitu saja. Lalu tidak lama beberapa goblin dari pasukan five greater teocraci membawa mayat bandit ke suatu tempat. Sementara di kantor keamanan dermaga seorang hob goblin tengah meringkuk ketakutan di bawah kolong meja.
“Ap…ap..apa dia sudah pergi” ucapnya dengan tergagap.
“I….ya kapten perempuan itu sudah pergi.” jawab goblin perempuanmerasa heran dengan sikap pemimpin pasukan five greater teocraci yang ditugaskan untuk menjaga dermaga ini.
“Fiuuuhhh, syukurlah aku tidak menyangka jika akan melihat nyonya disini.”
Hob goblin itu kemudian keluar dari kolom meja. Membuat goblin perempuan semakin bingung.
“Nyonya? Apa nyonya yang itu?”
Mendengar pertanyaan dari goblin perempuan di hob goblin hanya mengangguk pelan. Membuat reaksi goblin perempuan menjadi marah.
“Kenapa kau tidak mengatakan jika telah melihat nyonya boa,huh!. Kautau betapa beruntungnya jika semua pasukan di kota kecil ini bertemu dengan sosok suci sepertinya” dengan kesal goblin perempuan itu mencekik hob goblin itu hingga kakinya terangkat dari dari lantai.
“Justru jika aku mengatakan padamu akan terjadi keributan besar, aku sudah diberitahu jika kedatangan nyonya adalah sesuatu yang rahasia” jawab hob goblin dengan tenang seakan tidak merasakan apapun saat lehernya di cekik, Mendengar jawaban itu dengan kesal goblin wanita membanting seseorang yang seharusnya memiliki posisi lebih tinggi darinya.
Braaaaak
Tubuh goblin itu membentur lantai hingga retak, tapi dia masih tetap tenang seakan itu adalah sesuatu yang biasa baginya.
...CHP 235 END...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1