PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
DO YOU KNOW WHO I AM


__ADS_3

Di depan gerbang desa keramaian terjadi walaupun beberapa hari ini selalu ramai tapi siang itu melebihi hari bisa.


Satu kompi pasukan berbaris meninggalkan desa, melihat itu para player dan npc saling berpendapat.


“apa mereka dikirim untuk menyerang desa lain”


“apa ada sebuah monster yang kuat muncul”


“apa manusia datang lagi”


“mama takut”


Beragam spekulasi beredar diantara para penonton tapi tidak ada jawaban dari siapapun hingga seluruh pasukan itu pergi keributan semakin membesar.


“kau lihat desa ini memiliki pasukan sebagus itu kurasa disini cukup aman”(pengungsi 1)


“ya kudengar desa ini pernah diserang manusia yang telah memusnahkan banyak desa suku lain dan berhasil bertahan”(pengungsi 2)


“tetap waspada kita kemari untuk melihat keadaan, walaupun mereka memiliki tentara kuat percuma jika mereka tidak menerima penduduk baru”(pengungsi 3)


Diantara mereka ada para demi human yang mencari tempat untuk di tinggali karena desa tempat mereka sudah di musnahkan oleh manusia,


“bukankah ini tempat yang sangat bagus”(pemain 1)


“benar tempat sangat strategis seperti ini kenapa belum ada guild besar yang mengklaim”(pemain 2)


“apa kau buta? Bukankah komandan yang membawa satu kompi pasukan adalah green salah satu petinggi guild sexy species”(pemain 1)


“itu berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa jika yang menguasai tempat ini adalah guild itu, mereka juga memiliki hubungan baik dengan guild excalibur belum lagi para penduduk tidak menyukai manusia itu akan sangat menyulitkan untuk merebut desa ini”(pemain 2)


“apa yang kau katakan ini ada lah slahorn, excalibur tidak memiliki pengaruh di sini hanya dua guild yang berhak di takut di benua ini itu adalah sky Tiger dan guild kita dan untuk para penduduk mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika kita memerintah yang perlu mereka lakukan hanyalah mengikuti”(pemain 1)


Dan diantara mereka ada pula mata mata yang berasal dari guild lain mengintai desa itu.


Namun Tampa mereka sadari seekor Lamia yang sedang asik makan Sate mengawasi gerak-gerik mereka dari mini map.


.


.


.


.


“pasukan 1 hadang mereka, pasuka 2 dan 3 kelilingi”


Green memberi perintah pada pasukan ketika berhadapan dengan 10 orc barbarian yang baru keluar dari dungeon.


Kebanyakan dari pasukan itu adalah npc sedangkan player sendiri di penuhi oleh pemain dari sexy species dan ada beberapa pemain dari guild kecil.


“oke semua beristirahat 10 menit”


Mendengar itu seluruh pasukan terjatuh seakan kehilangan seluruh kekuatan mereka, dalam penyelidikan di dalam dungeon mereka tidak henti-hentinya bertemu para orc dengan kelompok berbagai jumlah dan yang terbanyak memiliki jumlah 20, walaupun tidak ada korban di pihak mereka tapi kelelahan mereka terus menumpuk.


“level ku sudah cukup untuk evolusi”(prajurit 1)


“aku juga”(prajurit 2)


“aku juga”(prajurit 3)


Diantara para pasukan ada beberapa pemain dan npc yang telah berhasil menaikan level hingga mencapai persyaratan untuk berevolusi, tapi kebahagian itu lenyap ketika komandan mereka berbicara.


“kurasa dungeon ini akan segera mengamuk”


Mendengar perkataan green para tentara npc seketika gelisah mereka menghawatirkan desa yang akan menjadi sasaran para monster yang keluar dari dungeon ini.


“baiklah kita akhiri penyelidikan sampai sini aku harus melapor pada tetua, dan kalian persiapkan diri kalian untuk yang terburuk jika sesuatu terjadi”


Para prajurit npc yang masih cemas segera tersadar dan kembali berbaris menuju desa, green yang melihat pasukan nya perlahan pergi dari dungeon tersenyum kecil.


“aku akan terus memoles mereka hingga menjadi mainan yang tahan banting”


Senyum mengerikan di wajah green perlahan melebar.


.


.


.

__ADS_1


.


Beberapa saat setelah para prajurit kembali, berita tentang penemuan dungeon yang siap mengamuk tersebar di seluruh desa itu membuat banyak penduduk merasa cemas.


“jadi memang benar ada dungeon”


Ceras duduk merenung mendengar laporan dari Merti, ceras memejamkan mata memikirkan apa yang harus nya dia lakukan dalam situasi yang sangat genting, karena desanya terancam tersapu oleh gelombang monster.


Ceras membuka mata seakan sudah mendapatkan solusi.


“adakan pertemuan, hanya para kepala suku dan tamu yang di undang yang boleh menghandiri”


“semua kepala suku?”


“ya semua nya”


Mendengar perkataan ceras, Merti merasa tidak yakin tapi dia hanya bisa mematuhi perintah tetua.


‘apa mungkin kalau tetua ingin menjadikan Rampage dungeon sebagai kompetisi untuk memilih para tetua baru’


Merti yang melangkah keluar dari ruangan itu dipenuhi dengan berbagai pertanyaan di pikiran nya.


.


.


.


.


Dua beastman yang sedang melihat lihat seluruh desa merasa kagum dengan banyak nya npc yang lalu lalang di dalam desa mereka adalah Fero dan Romero seorang pemain dari guild flame of imortal sebuah guild top rank yang menduduki posisi ke 8.


“apa kau bisa memperkirakan berapa pajak yang dihasilkan di desa ini”


“entah aku bukan ahli yang begituan”


Mereka terus berkeliling hingga mereka meneruskan untuk mampir di sebuah restoran yang cukup mewah.


“uwa makanan di sini sangat enak bukan”(fero)


“ya dan harganya pun cukup mahal”(Romero)


“apa yang kau katakan bukankah kita bisa melakukan yang biasa bukan”(romero)


Kemudian Romero mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi kecoa lalu dia membunuh kecoa itu dan menaruh matatnya itu di atas piring nya.


“apa apaan ini kenapa ada hewan menjijikkan di sini”(Romero)


Pria itu berteriak keras berusaha untuk menarik perhatian semua pengunjung di restoran itu, Mendengar keributan seorang pemain dengan kostum maid dengan nama Fu tertera di name tag nya mendekati meja mereka.


“maaf pelanggan apa ada yang bisa saya bantu”(Fu)


Melihat kedatangan pelayanan itu Romero pandangan nya menjadi sinis


‘ini benar benar akan mudah’


Dia sudah melakukan trik ini ratusan kali dan tingkat keberhasilannya adalah 65% dan ketika yang menjadi pelayan ada pemain itu 80% keberhasil.


“apa kau lihat ada apa disini makhluk menjijikan ini bercampur dengan makananku”(Romero)


Si pelayan itu kemudian melihat piring yang di tunjuk Romero terdapat mayat seekor kecoa, melihat itu mata si pelayan menjadi dingin menatap Romero.


“apa kau itu idiot”(fu)


“haaa!!!!! Apa apa ini kau berani mengatakan itu pada pelanggan? Restoran macam apa ini memperkerjakan pelayan seperti mu”(Romero)


Romero terus bicara dengan nada keras menyebabkan keributan di restoran itu tapi para tamu dan karyawan yang lain terus melakukan urusan mereka seakan tidak peduli.


‘ini agak aneh seharusnya sudah datang pelayan lain untuk melerai bukan?’


Romero mulai merasa ada yang tidak beres dengan restoran ini.


“di mana pemilik restoran busuk ini cepat keluar”(Romero)


Romero masih berusaha membuat keributan agar para pelanggan lain juga ikut mempertanyakan kebersihan restoran ini tapi.


“benar-benar orang idiot”


“jika tidak sanggup membayar kenapa dia makan di tepat mewah seperti ini”

__ADS_1


“kampungan”


“trik murahan seperti itu fufufufu”


“lihatlah permirsa ada orang idiot yang mencoba menipu di restoran milik guild kesayangan kita, bukankah ini sebuah tontonan yang menarik”


Para pelanggan yang lain justru menertawakan tingkah Romero, melihat trik temannya tidak berjalan baik Fero segera bertindak karena dia menyadari jika ada orang yang sedang melakukan live streaming disini.


“bro lebih baik sudahi saja kita pergi dari sini”(fero)


Mendengar pendapat temannya dan melihat situasi yang semakin tidak menguntungkan Romero segera memutar otak untuk kabur.


“cih sial aku akan melepas kalian kali ini tapi jika kalian menipu kami lagi kalian akan berhadapan dengan guild flame of imortal”


Romero merasa sangat bangga meyebut nama guild nya sambil menunjukkan lambang di dada nya, ini adalah jurus andalan lelaki ini ketika menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dia akan mengandalkan nama guild top rank itu.


Fu yang dari tadi berhadapan dengan Romero melebarkan matanya seakan tidak percaya.


‘hehehe bagai mana kalian takut bukan? Untuk guild kecil seperti kalian mana mungkin bisa kurang ajar dengan guild kami’


“apa maksudmu guild peringkat ke 8 itu”


“ya sebaiknya kalian tidak kurangajar de……”


Romero langsung terdiam ketika melihat seorang elf yang agak pendek datang menghampiri mejanya.


“kyaaaa Yui sama”


“oh hari ini pasti hari keberuntungan ku bisa melihat salah satu dewi”


“oh lihat dia betapa imutnya”


Melihat kedatangan salah satu dari 4 petinggi guild sexy species semua orang di sana menjadi histeris, tapi berbeda untuk dua orang yang dari tadi menyebabkan keributan.


‘sial mati aku’


Romero mulai khawatir dengan nasibnya karena tidak menyangka salah satu petinggi guild turun tangan sendiri.


“jadi siapa nama tuan, aku tidak pernah melihat orang seperti anda di guild yang sangat terkenal di game ini”


Ditanya soal itu Romero hanya terdiam, tidak bisa menjawab yang sebenarnya pada orang di depannya.


“atau kau hanya seorang member biasa yang suka mengancam mengunakan nama guild besar”


Mendengar perkataan dingin Yui, Romero menjadi geram.


“sial si brengsek ini ada apa dengan pandangan menghina itu, kalian hanya guild sampah tidak pantas berbicara denganku"


Romero berniat mengunakan pedang yang telah dia keluarkan dari kantung ajaib.


Srasak


Srasak


Srasak


Srasak


Tapi Seluruh perempuan di ruangan itu mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkan pada Romero.


“orang bodoh, aku tidak mengerti kenapa guild sekelas flame of imortal bisa di masuki orang seperti mu”


Mendengar makian dari Yui membuat wajah Romero sangat merah hingga asap terlihat di rambutnya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sebuah pistol yang menempel di dahinya milik si pelayan yang dari tadi bersama mereka tidak mengizinkan.


“fu tanyakan masalah ini pada pacarmu jika mere ingin kita untuk melepas mereka berdua itu arti mereka ingin perang”


Mendengar itu pelayan perempuan itu langsung menghubungi seseorang, dan tak beberapa lama kemudian.


[Kau telah di keluarkan dari guild]


Sebuah pemberitahuan sistem terdengar di kepala dua orang itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Chp 51 end.


__ADS_2