
Adegan pertempuran memang cepat
Jangan lupa kasih like dan komen
__________________________________________
Sebelum boa pergi ke istana laut selatan, saat dia menghabiskan waktu 30 menit menonton pertunjukan tari ronggeng.
Di tempat lain para pemain dari guild Fallenguards dan flame of immortal sedang berhadapan dengan para leech. Mereka cukup menguasai pertempuran walaupun kadang kala ada anggota yang gugur tapi mereka tetap dapat menerobos, hingga mereka sampai pada dinding daging yang membuat mereka kesulitan seakan menghadapi jalan buntu.
“Sial tidak mungkin jika hanya sampai sini bukan.” jaroh mengumpat kesal saat melihat dinding itu terus memperbaiki diri saat dia menusuknya. Lalu dia melihat kearah kelompok flame of immortal berada. Mereka juga terlihat tidak miliki solusi tentang bagaimana cara untuk melewati dinding ini. Semua pemain dari kedua pasukan meyakini jika ada sesuatu yang tersimpan dibalik dinding ini.
Kieeeekkkk
Suara para leech berukuran besar kembali terdengar membuat para pemain sontak meningkatkan kewaspadaan mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang berani meremehkan makhluk menjijikan itu karena hampir setengah dari pemain telah gugur demi sampai di tempat ini.
“Berengs*k mereka tidak habis-gabis terus berdatangan!.” Jaroh tidak dapat menahan umpatannya saat melihat grupnya mulai di kepung oleh leech dari berbagai arah, pemain bertubuh kekar itu berpikir jika semua pemain akan habis di tempat ini karena terpojok oleh banyaknya leech yang berdatangan, hingga....
Zooommmm
Sebuah sinar yang sangat terang membakar ratusan leech dalam garis lurus lalu berlanjut hingga melubangi tembok daging. Semua pemain terkesima dengan cahaya itu yang telah mengalahkan ratusan leech begitu mudahnya Seperti ratusan vampir yang menjadi abu Setelah terkena sinar matahari.
Walaupun tidak mengetahui dari mana asal sinar itu berasal, tapi Jaroh dan tomas tidak akan membiarkan kesempatan untuk melewati dinding itu. Karena mereka menyadari jika daging yang terbakar mulai beregenerasi. Dengan tergesa-gesa kedua pasukan segera bergegas masuk kedalam lubang daging tersebut dan memasuki wilayah lambung.
Sementara itu di luar tubuh baby nighogg pertempuran besar antara malaikat dan iblis terjadi. Ditengah kacaunya pertempuran anggota guild red Hoodie dengan antusias menyerang para malaikat karena mereka menganggap jika Guild mereka memang telah bersekutu dengan iblis. Dredef tidak bisa mengatakan apapun pada mereka, sementara petinggi guild yang lain Soncrim dan Gasela hanya bisa menghela nafas panjang.
“Sial sial sial terserah bantai semu malaikat yang ada di depanmu.” teriak dredef yang sudah tidak peduli lagi dengan keinginan untuk menjadi pahlawan.
Teriakkan pemimpin Guild red Hoodie itu seketika membuat para anggotanya juga berteriak sebagai balasan. Melihat para anggota guild nya berperang melawan para malaikat membantu pasukan iblis membuat dredef semakin frustrasi.
__ADS_1
“Mungkin kita memang lebih baik menjadi guild sisi gelap.” dredef berkata lirih sambil menatap pertempuran besar di langit.
Di langit, great demons cecilius dibantu oleh Vpart melawan seorang malaikat dengan 6 sayap yang membuktikan jika identitasnya adalah seorang royal Angel knight. Azreyl dibantu dengan belasan malaikat 2 sayap yang hanya para prajurit biasa, membuat pihak malaikat mengalami kesulitan.
“Kau memang memiliki 6 sayap di belakang punggungmu, namun sepertinya kau masih terlalu lemah. Mungkinkah kau baru naik peringkat?.”
Cecilius mencoba mengukur kekuatan azreyl yang terlihat sangat tidak sabaran. Malaikat itu baru saja menggunakan serangan sekala besar yang bertujuan untuk memusnahkan prajurit iblis dan sekutu musuh mereka guild red Hoodie. Tapi cecilius yang menyadari niatnya itu segera membuat sebuah perisai es mirip seperti cermin yang dapat memantulkan serangan bertipe cahaya. Hasilnya serangan laser cahaya yang di lempar oleh azreyl berbelok dan masuk ke dalam mulut baby nighogg.
“Walaupun sudah menggunakan serangan sihir bersekala besar seperti tadi tapi kau masih dapat memberikan perlawanan. Ras malaikat memang patut di takuti saat pertarungan siang hari” Cecilius dengan tulus memuji malaikat didepan.
“Diam kau iblis laknat…” azreyl berteriak keras saat mencoba menyerang cecilius dengan pedangnya, namun great demon itu dengan mudah menghindar. Lalu saat melihat kesempatan saat azreyl terus menyerang secara membabi-buta, cecilius menendang kepala azreyl dengan keras. Tendangan yang mengandung kekuatan sihir hingga kepala malaikat itu tertutup oleh es, bahkan saat es itu retak membuat kepala azreyl hampir pecah.
“Tapi sayangnya ada satu kekurangan fatal bagi para malaikat.….” cecilius berkata sambil meninju perut malaikat itu, yang mengakibatkan perutnya langsung ditutupi oleh es.
Azreyl yang tidak bisa berbuat apa-apa sangat ketakutan, es di kepalanya sangat dingin menusuk hingga otaknya membeku. Sementara hawa dingin di dada membuat paru-paru dan jantungnya tidak berfungsi lagi. Dia berusaha menyingkirkan es dari tubuhnya tapi setiap kali dia melakukannya malah membuat es semakin dingin dan merambat ke seluruh tubuhnya.
Bukan hanya itu, tenaga dan mana yang azreyl miliki semakin berkurang karena es yang menutupi tubuhnya merupakan es parasit. Melihat jika lawannya sudah tidak berdaya Cecilius segera berniat untuk mengakhiri ini.
Azreyl dapat memastikan jika dia terkena cakar itu, dirinya pasti akan hancur menjadi bongkahan es. Tapi disaat malaikat itu merasakan keputusasaan tiba-tiba kilatan cahaya menabrak wajah cecilius.
Braaaaak
“Guaaaakkk”
Great demon itu terpental hingga terjatuh ke tanah, tempatnya terjatuh membuat cekungan besar menggambarkan betapa kuatnya serangan yang dia terima. Vpart yang tengah melawan para malaikat 2 sayap juga ikut terkejut melihat tuanya dipukul jatuh seperti itu.
“Jangan seperti itu, berilah anak muda ini kesempatan.” ucap seorang malaikat 6 sayap lain yang telah menyerang cecilius. Telapak kakinya yang telah menendang wajah great demon itu tertutup oleh es karena bersentuhan dengan kulit iblis es, tapi dengan mudah dia dapat menyingkirkan lapisan es setelah mengusapnya. Dia juga menyingkirkan es yang menutupi tubuh azreyl dengan sinar yang keluar dari telapak tangannya.
“Kakak?” ucap azreyl saat melihat sosok malaikat yang telah menolongnya. Malaikat itu hanya tersenyum pada azreyl.
__ADS_1
“Maaf aku mengacaukan…..” azreyl ingin meminta maaf tapi malaikat yang merupakan saudaranya memotong perkataannya.
“Cukup, waktunya hanya tersisa sedikit!. Cepat sambil potongan itu sebelum cacing ini terbangun, karena akan semakin sulit jika kita harus mendapatkan potongan saat cacing itu sudah bangun.”
Mendengar perkataan saudaranya, azreyl segera menganggukkan kepalanya lalu dengan diiringi 15 malaikat dia masuk kedalam mulut baby nidhogg.
Melihat para malaikat yang mulia memasuki cacing dewa, cecilius juga memerintahkan Vpart untuk segera masuk sementara dirinya harus menghadapi malaikat yang baru saja menendang wajahnya. Mendengar perintah Tuannya Vpart segera mengerahkan pasukan iblis dan sekutu mereka guild red Hoodie masuk kedalam mulut baby nidhogg.
“Lebih baik kau segera menyelesaikan ini, karena malam yang dingin akan segera datang.” ucap cecilius saat melihat matahari yang mulai terbenam.
“Oh benarkah?. Ku rasa menikmati secangkir coklat panas akan menyenangkan.” balas malaikat itu dengan penuh senyum yang menyilaukan.
“Oh Iya, ngomong-ngomong namaku adalah Ariel.” lanjut malaikat itu masih dengan senyum menyilaukan nya.
“Aku tidak menanyakan itu….” Jawab cecilius yang mulai kesal melihat senyum itu
“Memang, tapi biar pembaca tahu namaku. Aku agak sedih kalau terus di panggil malaikat ini, malaikat itu.” Ariel menghapus air mata imajinasi seakan dia benar-benar bersedih.
“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang kau bicara.” cecilius semakin kesal dengan Ariel yang terus mengatakan sesuatu yang tidak dapat dia pahami, hingga disekelilingnya menjadi beku karena aura yang dia lepaskan.
“Lupakan saja, mari kita mulai. Karena seperti yang kau katakan, waktunya semakin sedikit.”
Seketika enam pedang muncul di belakang Ariel dan melayang disekitar malaikat itu. melihat itu cecilius mengerutkan keningnya.
“Kau pelayan dewa pedang rupanya.” ucap cecilius saat melihat teknik yang tidak asing. Tanpa menunda terlalu lama keduanya pun memulai pertempuran.
Sementara itu dari kejauhan, rakyat red Saliva menonton dengan damai bersama para pemain yang mulai berdatangan untuk melihat monster super besar itu.
...***CHP 252 END...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...ARIEL : kalian (yang komen) luar biasa 👍***...