
Devilliot mengantar mereka ke rumah kaca, sepanjang perjalanan dia terus diam dan hanya menjawab ‘aku hanya dipertahankan oleh nyonya’ ketika ditanya tentang alasan untuk menyelamatkan mereka. Hasilnya diperjalanan mereka hanya diam dikarenakan Isabella dan Richard agak takut melihat wujud devilliot.
Tidak seperti kedua anaknya yang ketakutan melihat iblis tanduk tunggal yang mengantar mereka. Rapetalia selama menjadi ratu sudah pernah menemui berbagai macam orang dengan ras berbeda dan diantara mereka tentu ras iblis juga termasuk.
.
.
.
.
Dihadapan mereka dua sosok demi human yang terlihat seperti manusia biasa. Namun dilihat dari tanduk di kepala yang di miliki oleh perempuan berseragam hitam dan sebuah ekor dari perempuan berseragam merah, seakan ingin memberitahu siapa mereka. Kedua demihuman terlihat kuat terutama demi human dengan tanduk di kepalanya dan memakai seragam hitam dia terlihat penuh intimidasi.
“yah saya tahu jika kalian memiliki banyak pertanyaan namun sebaiknya kita mendiskusikan semua itu setelah sarapan”
Perempuan dengan ras yang terlihat seperti lizardman yang pertama memulai percakapan mempersilahkan mereka untuk duduk. Setelah mereka duduk beberapa demi human dengan pakaian pelayan memasuki ruangan dengan hidangan yang mereka bawa bergantian.
“ini adalah menu sarapan yang paling digemari oleh para pedagang manusia yang datang ke kota kami silahkan di nikmati”
Nasi kuning bertabur bawang goreng dengan telur dadar sebagai lauk, menu yang terlihat biasa saja namun rasanya akan luar biasa jika di makan untuk sarapan. Isabella dan Richard menatap ibu mereka yang mengangguk kecil menandakan makanan yang disuguhkan aman untuk dikonsumsi. Keheningan terjadi selama sarapan hingga demi human dengan tanduk yang menjadi perma menghabiskan makanannya memulai pembicaraan.
“bukankah kemampuan memasak yui semakin baik”
“ya bisnis restoran di kota berkembang pesat karena dia”
Lizardman membalas sambil mengelap mulutnya, terlihat sangat anggun. Selama meraka makam rapetalia terus memperhatikan kedua demi human itu, dan diapun menganggap jika mereka adalah bangsawan dikarenakan etiket mereka yang terlihat sangat terlatih.
Setelah semu piring yang kosong dibersihkan dan diganti cangkir-cangkir teh dan kue, rapetalia mulai memperkenalkan diri.
“saya adalah rapetalia von dragburn dan mereka adalah kedua anak ku Isabella dan Richard. Kami sangat berterimakasih karena bantuan dari anda yang telah menyelamatkan kami”
Rapetalia membungkukkan kepala berterimakasih pada kedua demi human didepannya, Sedangkan para demi human hanya saling melihat satu sama lain.
“anda tidak berusaha untuk menyembunyikan identitas sendiri dan anak-anak anda?. Apakah anda benar-benar memercayai kami jika kami tidak akan menyerahkan kalian pada raja great heart?”
Lizardman itu bertanya dengan heran pada rapetalia yang dengan mudah memberitahu identitas mereka. Padahal lizardman berpikir akan sangat menguntungkan jika mereka memilih untuk menyembunyikan identitas mereka untuk menghindari kejaran dari tentara great heart.
“saya tidak akan mampu menyembunyikan ini dari dermawan kami”
__ADS_1
Rapetalia menjawab dengan senyum yang menawan. Walaupun dia sudah memiliki 2 anak tapi kecantikannya masih mempesona.
‘kemungkinan mereka tau siapa kami’
Batin lizardman. Komo berpikir mereka akan mudah di ajak berkerja sama jika dia memiliki kelemahan mereka tapi sang ratu sendiri membuang harapan itu.
“bailkah mungkin anda sudah menebaknya. Kami adalah dua dari lima tetua kota Lamia emerald scale”
Mendengar itu rapetalia tersenyum kecil karena tebakan yang ada di kepalanya setelah melihat semua demi human yang dia temui tepat sasaran.
‘semua demi human yang kami temu di tempat ini sangat berbeda dengan yang pernah kulihat. Entah berapa kali mereka telah berevolusi hingga menjadi sekuat itu’
Selama berada di mansion bangsawan yang ingin membunuhnya rapetalia sering mendengar tentang sebuah desa yang berhasil bertahan dari dungeon Rampage dikarenakan tentara yang Meraka miliki sangat kuat, dan ada juga kabar yang beredar tentang kerusuhan di banyak desa dekat kota yang baru di bangun oleh para demi human didekat kerajaan bremund. Diapun berpikir seluruh insiden ini berkaitan.
“kami sangat ingin membalas kebaikan para dermawan namun karena kondisi kami yang sekarang tidak banyak yang bisa kami tawarkan”
Rapetalia tidak tau apa yang dua demi human itu inginkan dari mereka, tentu mereka merasa khawatir jika mereka juga tau tentang harta yang dia bawa lalu menginginkan itu. Isabella juga berpikir sama seperti ibunya Sedangkan Richard terlihat tidak peduli dia terlalu sibuk memakan kue yang disuguhkan.
“jangan terlalu dipikirkan tentang itu kami yakin pertemuan kita adalah sebuah berkah yang di berikan Dewi gaya”
Komo membual tentang dewa yang bahkan dia tidak tau ada atau tidak.
“masalah?”
“benar. kami memiliki masalah tentang kepercayaan pada manusia, mereka sangat membenci dan tidak percaya jika Manusia itu bisa hidup berdampingan dengan mereka. Ini membuat kami para tetua khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut maka kami tidak akan bisa berkembang….”
Rapetalia dan Isabella terus menyimak penjelasan komo, hingga akhirnya mereka sampai pada kesimpulan jika mereka membutuhkan seorang yang dapat di percaya untuk menjadi pemimpin disebuah desa yang sedang mereka bangun.
“aku mendengar jika dulu dragburn adalah kerajaan yang sangat toleran pada ras non manusia dan kalian juga memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan demi human. Karena itulah kami menawarkan kerjasama ini pada anda”
Walaupun dragburn adalah kerajaan terkecil di benua midenia tapi kekuatan mereka tidak bisa di anggap remeh ditambah hubungan baik mereka pada bangsa elf dan dwarf membuat dragburn memiliki tentara dengan persenjataan terbaik.
“saya mengerti apa yang coba anda tawarkan pada saya”
Rapetalia memejamkan mata seakan berpikir keras.
“tentu kami juga akan memastikan keselamatan andan dan kedua anak anda jika setuju dengan tawaran kami”
Wajah rapetalia menegang dia melihat Komo dengan tajam. Sebagai mantan ratu dia sering mendengar perkataan yang memiliki makna berbeda dari yang terdengar.
__ADS_1
‘mereka tidak menginginkan penolakan’
Jika dia setuju maka para demi human didepannya akan melindungi dia dan keluarga yang masih tersisa, namun jika menolak maka dia tidak tau apa yang akan mereka lakukan. Menyekap mereka dan memberikan pada great heart mungkin akan mungkin akan menjadi salah satu kemungkinan.
“apa kau benar-benar yakin bisa melindungi kami?. Bukankah itu juga akan menyulitkan jika kabar tentang kalian yang melindungi kami tersebar?”
“tentu kami sangat percaya pada kekuatan yang kami miliki, bukan hanya tentang pasukan tapi juga tentang jaringan informasi tentunya. Setelah melakukan riset menyeluruh aku berpendapat jika great heart tidak akan menjadi ancaman serius hingga dua tahun kedepan”
Ketiga manusia itu sangat tertarik ketika topik tentang bekas kerajaan mereka disebutkan namun Komo sengaja menunda melanjutkan ceritanya dengan alasan meminum teh, hingga Isabella yang tidak tahan mulai bertanya.
“apa maksud bahwa mereka tidak akan menjadi ancaman selama dua tahun kedepan”
Isabella bahkan tidak menyebutkan nama kerajaan great heart seakan dia tidak mengakui jika ada kerajaan seperti itu di dunia.
“yap seperti yang ku katakan mereka tidak akan bangkit dalam waktu dekat dikarenakan dua kerajaan tetangga yang terus mengancam untuk mengobarkan perang di tambah kebodohan para bangsawan baru yang meresmikan kultus ningenesis menjadi agama nasional kerajaan itu”
“bruufffffff”
Richard menyemburkan teh yang dia minum dikarenakan kaget mendengar perkataan Komo. Tapi untungnya dia segera membalikkan wajah sebelum seburan sehingga tidak ada dari 4 wanita disekitarnya terkena air teh dari mulutnya.
“apa kau serius, mereka menjadikan kultus ningenesis sebagai agama nasional?”
Bahkan Richard yang terlihat seperti orang yang tidak peduli dengan urusan kerajaan kaget mendengar kultus itu menjadi sebuah agama utama di sana apalagi ibu dan kakak perempuannya. Mereka hanya bisa memegangi kepala seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
“““idiot”””
Satu kalimat umpatan keluar dari mulut ketiga manusia itu.
.
.
.
.
Chp 71 end.
**ada seorang bijak yang pernah berkata “baca doang komen kagak, ampas kalian”**
__ADS_1
Yuk komen biar tidak jadi ampas 😁