
Bermaksud untuk melakukan sergapan pada pemain nomor satu, zenwhay menunggu di sebuah jembatan yang akan Galilei lalui. Walaupun serangan kejutan tidak berhasil melukainya, tapi dia yakin jika itu tidak akan berpengaruh besar. Saat ini Zenwhay memiliki keunggulan dalam jumlah pemain.
Merasa percuma terus bersembunyi karena Galilei telah tahu jika dirinya telah di sergap, akhirnya zenwhay memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Serangan pertama berupa serangan jarak jauh, tapi itu masih belum cukup untuk melukai Galilei.
“Seperti yang diharapkan dari si nomor 1, ini tidak akan mudah” ucap zenwhay saat melihat Galilei yang masih berdiri tegak ditengah jembatan.
“Baiklah, semuanya seraaaang!!!” perintah zenwhay pada setiap pasukan di kedua sisi jembatan. Tidak ada taktik, mereka hanya menyerang dengan membabi-buta. Sementara mereka yakin dengan kemenangan jika tidak ada masalah yang akan terjadi. Dari belakang 2 sosok perempuan dengan wajah yang sama menyerang kedua pasukan.
“Serangaaann!!!”
Teriak pemain sky Tiger yang menjaga barisan belakang. Dengan cepat pasukan yang kebanyakan adalah archer dan mage serta Priest terbunuh membuat zenwhay merasa cemas.
“Sial, siapa yang berani menyerang guild kita dari belakang” ucap zenwhay dengan lantang. Tapi Bukanya jawaban yang dia dapatkan melainkan sebuah Sambaran petir yang diberikan oleh penyerang.
Jdaaaaaar
Petir dengan warna merah menyengat tubuhnya kesehatannya jatuh drastis karena itu, ditambah dia tidak bisa menggerakkan tubuh dikarenakan abnormal status [setun] dari serangan petir tadi. Belum berhasil sampai di situ, kesehatan master guild sky Tiger terus terkuras hingga menyebabkan dia harus rela gagal dalam babak final.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Melihat kematian zenwhay yang sangat cepat, Galilei hanya menatap untuk menganalisa. Dia dapat melihat 2 perempuan yang sama berjalan ke arahnya setelah membunuh pasukan sky Tiger dengan sihir api dan petir.
Awalnya Galilei berpikir jika mereka adalah pemain kembar. tapi dia langsung berubah pikiran saat melihat 2 orang lain yang menghabisi sisa pasukan sky Tiger di kelompok yang berbeda.
“Empat saudara kembar? Aku rasa tidak. Kecuali jika mereka adalah ilusi atau clone”
Galilei berpikir keras saat keempat gadis itu dengan kejam membantai pasukan dari sky Tiger. Tidak ada satupun dari 2 kelompok yang dibiarkan kabur. Setiap orang mati hanya dalam 1 kali serangan, padahal mereka adalah pemain level atas.
“Gyaaaaaa tolong tolong” teriak seorang pemain yang berlari ke arah Galilei dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
Wuuuusssss
Braaaaak
“Gohooo….”
__ADS_1
Tapi sesaat kemudian sebuah tendangan yang sangat cepat mengenai pemai itu hingga kepalanya terlepas dan hanya menyisakan badannya yang terjatuh di atas jembatan. Melihat itu Galilei agak kaget kerena dia mengingat dengan wajah dari pemain itu yang terlihat sangat lah ketakutan.
Hanya kurang dari 30 detik pasukan dari guild top rank, sky Tiger dimusnahkan. Sekarang hanya tersisa 4 gadis calon dan pemain dengan level tertinggi.
Dalam jarak 10 meter, keempat gadis itu berdiri diam menutup semua jalan. Sementara itu Galilei masih tidak bergerak untuk melihat situasi. Dia tidak ingin sembrono mengambil keputusan.
‘Ya, bisa saja mereka adalah stalker lain yang mendekatiku hanya untuk menawarkan untuk bergabung dengan guild’ pikir Galilei.
Tapi pikiran itu segera terbantahkan saat keempat gadis itu memancar aura yang sangat kuat hingga dirinya terkena abnormal status [fear] dan pengurangan status yang sangat gila.
“Apa-apaan, 35% hanya dari sebuah aura? Monster'tersulit yang pernah aku lawan hanya memberikan pengurangan 20%”
Galilei tidak dapat berbuat apa-apa saat abnormal status [fear] yang masih dia alami mengganggu tubuhnya, jika keempat gadis itu berniat menyerang sudah dapat dipastikan jika dia tidak akan bisa bertahan. Tapi sepertinya mereka tidak akan menyerang karena mereka malah sibuk bermain batu gunting kertas.
Galilei Benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan. pemain berlangsung sangat lama dikarenakan mereka terus menggunakan pilih yang sama. Jika salah satu dari mereka memilih kertas maka yang lain pun sama begitu seterusnya. Seakan pikiran mereka terhubung.
Hingga akhirnya efek [fear] yang mengekang tubunya berakhir dan membuat Galilei terbebas, dia menatap keempat gadis yang masih sibuk bermain batu gunting kertas.
“Mereka cukup kuat, akan merepotkan jika melawan mereka sekaligus” Galilei teringat dengan pertarungan keempatnya melawan para pemain sky Tiger. Itu adalah sebuah pembantaian sepihak.
“Lebih baik aku pergi selagi mereka masih sibuk”
Begitulah niatnya, tapi setelah Galilei berniat untuk menggunakan sihir [fly] untuk terbang…
““Yeeeeyyyy, itu kemenangan ku”” teriak dua gadis di masing-masing sisi jembatan.
““Kau adalah milik kami number one””
Dua gadis dari Masing-masing sisi bergegas menuju kearahnya. Mereka sangat mirip hanya senjata dan perlengkapan mereka saja yang berbeda, gadis yang berada di kiri menggunakan pedang besar (great sword) sementara yang lain hanya knockle berduri ditangannya.
Mereka menyerang secara bersamaan, pedang dan tinju mengarah padanya. Galilei pun segera mengaktifkan skill pertahanan. Sebuah barrier yang mirip seperti kaca melindungi seluruh tubuhnya. Walaupun terlihat sangat rapuh tapi barrier ini memiliki ketahanan hingga 50 ribu damage. Tapi
Gadis dengan knockle yang datang lebih dulu karena kecepatannya lebih tinggi dari gadis great sword, dia langsung memukuli perisai bertubi-tubi.
“Ola ola ola ola….”
-5308
-5308
-5308
-5308
__ADS_1
………
……
…
Praaang
Suara dari barrier yang hancur terdengar seperti kaca yang pecah. Hanya butuh 4 detik untuk pukulan gadis itu menghancurkan perisai milik Galilei. Sementara gadis knockle menghancurkan barrier, gadis greatsword melancarkan serangannya. Dengan cepat sebuah pedang diayunkan menuju Galilei tapi dia segera menggunakan skill [back step] untuk menghindar ke belakang.
“[light saber]” Galilei menggunakan skill dari elemen cahaya yang membuat sebuah pedang di masing-masing tangan. Dia segera menggunakannya untuk menahan serangan dari greatsword yang kembali mengarah padanya.
Traaang
Pukulan antara greatsword dan pedang cahaya terjadi, Galilei mengerutkan keningnya saat merasakan kuatnya hentakan pedang besar hingga pedang cahaya yang dia gunakan hancur seketika. Tapi dia segera melihat celah dan menggunakan pedang yang lain untuk menyerang gadis greatsword. Namun-
Wusssss
Braaaaak
-6414
“gohook”
Sebuah tendangan keras mengenai pinggangnya menyebabkan dia tersungkur, tapi tidak ada waktu untuk meratapi rasa sakit di pinggangnya karena sebuah pedang besar kembali diayunkan.
“[shadow step]”
Galilei kembali menghindari serangan great sword dengan berpindah dalam sekejap menggunakan bayangan. Wajah gadis greatsword itu terlihat agak kesal saat semua serangan yang dia lancarkan terus saja di hindari. Sementara itu gadis knockle mengejar Galilei yang berniat untuk kabur.
“Tck, cukup bagus” guman Galilei.
Kemudian dia melirik 2 gadis yang hanya menonton di setiap ujung jembatan.
“Aku tidak akan bisa mengira apa yang akan terjadi jika mereka semua menyerang ku bersamaan”
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
__ADS_1
.
Chp 191 end.