
Di depan desa terdapat puluhan npc yang selamat dari kebakaran, ada yang sedang mencari sisa-sisa harta yang masih bisa berguna, dan ada pula yang menangis karna keluarga mereka tidak bisa di temukan.
Tapi Mereka seketika terdiam melihat Lamia yang datang dai arah hutan menuju bekas desa.
Dia berjalan dengan santai orang yang melihat nya hanya bisa membuka jalan untuk nya, tidak ada yang mau mencari masalah dengan Lamia itu, namun tiba-tiba seorang penjaga yang biasa menjaga gerbang mendekati nya terlihat marah.
"Kau monster, belum cukup kau membakar desa apa yang ka..... Bugaaah"
Sebelum penjaga gerbang itu menyelesaikan kalimatnya, ekor si lamia menghantam nya hingga dia terpental beberapa meter, darah menyembur dari mulutnya dan matanya menjadi putih, dia mati seketika.
"Apa itu barusan? Apa ada yang mau protes tadi?"
Boa melihat sekeliling menatap para npc yang terlihat tidak terima desa mereka di bakar, tapi melihat ke jadian barusan nyali mereka langsung hilang.
"Kurasa hanya imajinasi ku saja"
Boa kembali melanjutkan perjalanan nya.
.
.
.
.
.
Boa melihat ke sekeliling memeriksa seluruh daerah berharap jika ada titik emas seperti di desa Lamia tapi dia tidak menemukan apa-apa, selagi berkeliling desa dia menyuruh para Serangga nya mengumpulkan harta yang tersisa di desa itu, kumbang kotor*n mendorong peralatan player dengan cara yang aneh atau para semut yang berjejer membawa berbagai koin, boa tersenyum melihat itu.
Boa berhenti di depan sebuah bangunan yang hanya tersisa lantai satu nya saja di depan ada papan nama menunjukan tempat apa itu.
"Akhirnya aku sampai"
Boa tersenyum kecil ketika melihat papan nama itu, merchants guild adalah tujuan boa datang ke desa ini, berharap bisa menyewa tumpangan untuk ke tempat berikutnya di tempat ini tetapi banyak kejadian hingga dia terus menundanya.
Perlahan dia membuka pintu dan smpat mengaget kan dua orang yang berada di dalamnya, satu seorang bartender dan yang lain orang tua yang tertidur didepan meja bartender memegang botol minuman yang telah kosong, boa menghampiri mereka dan mengambil satu kursi didekat orang tua itu untuk di duduki.
Boa kemudian memesan satu botol wine sambil menyalakan pipa rokok di mulutnya.
"Rasa nya mungkin agak tidak biasa karena terkena panas"
Ucap si bartender sambil menuangkan wine ke gelas, boa meniup asap di mulutnya lalu perlahan menuangkan minuman itu ke mulut nya dahinya mengkerut merasakan rasa wine yang tidak cocok dengan lidah nya, kemudian dia meminta sake.
"Apa ada tumpangan yang bisa di naiki secepat nya?"
Boa bertanya pada bartender itu sambil menikmati sake di cangkir kecil, si bartender terdiam sejenak memikirkan sesuatu.
"Itu akan sulit untuk sekarang tidak ada kreta kuda yang tersisa"
Bartender itu menjelaskan dengan santai.
"Kalau begitu apa kuda nya tersisa?"
"Yah kurasa kau akan menemukan nya jika mencari di hutan"
Balas si bartender sambil membersihkan gelas wine yang telah boa gunakan.
Ketika terjadi kebakaran para kuda mengamuk dan lari kesegala arah dan kebanyakan dari mereka memasuki hutan.
"Haaaah"
Boa meniup asap di mulut nya dengan berat.
__ADS_1
'aku tidak bisa berlama lama di sini, pasukan dari guild sky Tiger akan segera sampai jika aku berurusan dengan mereka lebih jauh dari ini akan sulit untuk masuk ke kerajaan bremund'
Para pemain sky Tiger memiliki posisi penting di kerajaan terbesar di benua Slahorn, jika dia terlalu diawasi oleh guild itu kemungkinan dia tidak dapat masuk ke kota dan itu akan menggangu rencananya.
"Hahahaha bukankah ini lucu? Kau yang telah menyebabkan kebakaran dan sekarang kau kesulitan oleh sebab dari tindakan mu, dasar anak muda sekarang bertindak semau nya Tampa memikirkan konsekuensi nya lebih dulu"
Tiba-tiba orang tua di samping boa terbangun dan langsung menertawakan boa.
"Oh benarkah? Lalu bagaimana dengan mu pak tua, bukan kah kau juga telah di untungkan oleh kebakaran ini"
Boa membalas perkataan orang tua itu sambil melihat karung yang terlihat penuh di bawah kursi nya.
"Cih..."
Karena ketahuan mencuri pria tua itu hanya mengklik lidah nya.
"Oh aku dengar tadi kau mendapat kuda benarkan barn"
Tiba-tiba si bartender mengatakan hal yang mengejutkan.
"Hey apa apaan ini kenapa kau memberi tahunya" (barn)
"Bukankah kau selalu bilang kalau kamu selalu mendapat masalah setelah mendapat kuda itu? Tawarkan saja pada nona ini mungkin dia akan tertarik"
Mendengar perkataan si bartender barn melihat gadis di samping nya yang sedang menikmati rokok di pipa panjang nya.
"Jika aku bisa menyediakan kuda untumu, berapa kau dapat membayar?" (Barn)
"Aku akan mutuskan setelah aku melihat kuda itu dulu"(boa)
Setelah berpikir cukup lama barn kemudian meminta boa untuk mengikuti nya, boa pun mengikuti barn setelah meninggalkan 5 koin emas ke bartender.
Di depan merchants guild tumpukan barang berharga menggunung dijaga ribuan serangga, barn yang ingin mengambil barang-barang itu tidak bisa berbuat apa pun, tapi setelah boa keluar dari guild semua serangga pergi ke arah nya.
"Kalian bekerja dengan baik"
"Baiklah tunjukan dimana kuda nya"
boa mendesak barn agar cepat bergerak, barn yang tadi kecewa karena tidak bisa mengambil 1 pun barang pergi menuju keluar desa dengan berat hati.
Para penduduk desa masih belum petani masuk karena Lamia yang masih didalam, tapi ketika mereka melihat barn dan Lamia itu pergi ke luar dari desa, mereka seketika bersorak gembira dan mengaggap barn adalah pahlawan desa.
Di luar desa terlihat sebuah peternakan dengan kandang kuda yang hanya terisi beberapa saja, barn menunjukkan salah satu kandang kuda pada boa, di dalam nya seekor kuda putih besar terlihat kuat dengan otot kaki yang kencang terlihat kuda yang terawat dengan baik, tapi masalah nya adalah mata nya yang bersinar hijau.
"Bukan kah ini kuda monster?" (Boa)
"Yap, tapi hanya ini yang bisa kau dapatkan, kau lihat kuda yang lain merasa ketakutan melihat mu"
Boa melihat sekeliling dan ada 4 kuda lain mereka meringkuk ketakutan melihat ke arah mereka.
"Kau yakin mereka tidak takut pada kuda Monster ini?"(boa)
"Tentu saja tidak"(barn)
Barn menjawab dengan cepat sambil tersenyum, boa hanya menggelengkan kepala melihat orang tua itu buruk dalam berbohong, kemudian boa menyuruh barn untuk mengeluarkan kuda itu.
Di luar boa melihat kuda itu sangat penurut, namun sayangnya boa tidak bisa menaiki kuda itu karena ekornya yang cukup panjang, jika dia melilit kan pada tubuh kuda itu hanya akan menyakiti si kuda.
"Jadi masalah nya hanya karena kau tidak bisa memberi nya makanan yang benar?"
Boa bertanya pada barn sambil melihat kuda putih itu berlari dengan riang di dataran berumput, barn sedikit terkejut dengan pertanyaan boa, tapi dia hanya menghela nafas berat seakan tidak bisa berbohong pada gadis disampingnya.
"Ya kau benar, walaupun dia terlihat sangat penurut tapi dia tetap monster karnivora sesekali dia harus di beri makan daging atau dia akan mengamuk, pernah sekali dia mencapai batas kesabaran nya karena tidak diberi makan daging selama 7 hari dan akhir nya dia berkelahi dengan kuda lain dan memakan kuda itu"
Jelas orang tua barn, boa memikirkan sesuatu di kepalanya lalu dia melirik gerbong kuda yang tidak terpakai di samping rumah barn.
__ADS_1
"Jadi berapa untuk kuda nya?"(boa)
"Itu tidak murah kau tau, aku telah memelihara nya dari saat aku menemukan nya di hutan saat itu dia baru di lahir kan ibu nya meninggal saat melahirkan nya, set..."(barn)
"Cukup omong kosong nya, mungkin kau hanya tertipu oleh penjual kuda lain"(boa)
"Cih....2000 emas"
Barn kembali mengklik lidah nya karena ketahuan berbohong, dia sudah menyiapkan kisah dramatis untuk orang yang ingin membeli kuda itu tapi gadis di depannya langsung membongkar nya.
'bagaimana orang akan percaya kebohongan mu jika kau terus mengelus bawah hidung mu ketika sedang bicara'
Batin boa melihat tingkah orang tua di depan nya.
"Sepakat"(boa)
"Eh?....apa masih ada ruang untuk negosiasi 3000 tunggu 2500 ayolah"
Barn tidak menyangka jika boa langsung menerima tawaran nya, dia pun ingin menaikan harga tapi boa tetap hanya memberinya 2000 koin emas.
"Lalu bagaimana dengan kereta itu"
Boa melirik ke kreta yang dari tadi dia incar.
"Hohoho itu adalah kreta peninggalan keluarga harganya 10000 koin emas"
"Berapa?"(boa)
"4-4000"(barn)
Barn kembali ingin menipu boa, tapi dia berubah seketika melihat wajah boa tersenyum menyeramkan.
Setelah memeriksa kondisi kreta boa pun membelinya.
"Seperti yang ku katakan kuda itu adalah kuda monster dan dia dapat berevolusi, evolusi tergantung dari cara mu memelihara nya, jika kau menjaga nya dengan baik dan memberi makan seimbang dia bisa menjadi pegasus atau unicor, namun jika kau terlalu memanjakan nya dan memberi makan daging terlalu sering dia akan menjadi kuda iblis bicorn"
Barn memberi tahu evolusi kuda itu tergantung cara memberi nya makan.
"Sayangnya aku tidak bisa bersikap kejam pada hewan peliharaan hanya karena masalah makanan"
Ucapnya boa dengan sangat perhatian sambil mengelus kepala kuda nya yang sudah terpasang di kreta.
"Baiklah kau hanya perlu memberinya nama dan kuda itu akan menjadi hewan peliharaan mu"
Barn memberitahu sistem pet, boa pun sudah tahu sistem itu, hewan yang sudah menjadi jinak akan otomatis menjadi peliharaan nya jika di beri nama, serangga-serangga yang bersama boa juga bisa menjadi peliharaan jika di beri nama tapi slot pet hanya ada 5 dan bisa di naikan sampai 20 dengan membayar uang yang tidak murah, karena itu lah dia sangat berhati-hati memilih hewan peliharaan.
"Sekarang namamu Maximus?"
Tanya boa pada kuda itu, tapi kuda itu hanya memiringkan kepala nya seakan tidak mengerti.
"Tidak itu terlalu pasaran bukan, hemm kira kira apa yah?"
Boa merasa kesulitan dengan nama yang akan dia berikan, kuda putih itu pun gelisah semoga tidak di beri nama aneh, sedangkan barn terus meminum wine yang di berikan boa.
"Bagai mana dengan cheval mallet? Itu adalah nama kuda iblis yang sangat gagah kau tau"
Kuda itu tampak lega mendengar nama yang boa berikan, dia berpikir itu lebih baik dari pada di beri nama aneh hanya untuk sebuah lelucon garing.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Chp 26 end