
Di halaman belakang rumahnya, Ningrum menikmati secangkir teh dengan adiknya yang sedang bermain rumah-rumahan.
“Putri, apakah putri ingin menambah teh nya?”
Dengan menggunakan seragam cosplay maid, Sherly menawarkan teko beri teh. Melihat tingkah lucu adiknya Ningrum tidak tahan untuk tersenyum.
“Emm, boleh tapi nggak pake gula” ucap Ningrum yang berperan sebagai putri kerajaan.
“Eh, Napa? Kan tehnya pahit” (Sherly)
“Nggak kok, kalo yang bawa Sherly pasti manis” balas Ningrum dengan gombalan.
Suara tawa ceria 2 pemilik rumah itu memenuhi teras rumah, hingga seorang pelayan datang dan mengatakan jika tamu yang Ningrum tunggu telah tiba. Ningrum dan Sherly pun menghentikan permainan mereka lalu segera pergi ke depan rumah.
Mobil sedan hitam terparkir di depan rumah dengan dua penumpang yang turun dari mobil. Ningrum segera menghampiri mereka.
“Apa perjalanannya nyaman? Sepupu” Sapaku pada kedua kakak beradik itu.
“Oh, Ningrum sudah lama bukan? Kau terlihat lebih cantik dari terakhir kali kita bertemu” balas lelaki yang bernama Louise.
“benarkah? Jika itu hanya rayuan manis mu, aku tidak akan memberimu makan malam” (Ningrum)
“Tidak, itu adalah pujian yang tulus. Benarkan Valerie?”
Louise terlihat panik saat diancam tidak mendapat jatah makanan .Sedangkan adiknya Valerie hanya mengabaikan ku. Tapi dia terlihat tertarik saat melihat Sherly di belakang ku dengan pakaian maid.
“Uwaa, Sherly apa kabar” sapa Valerie sambil mendekati dengan wajah mesum membuat Sherly ketakutan dan bersembunyi di belakangku.
“Dasar bodoh, hentikan kau membuat Sherly ketakutan” (Louise)
“Kyaaa, jangan ganggu aku”
Valerie bereaksi berlebihan seakan tidak ingin di dekati oleh kakak lelakinya.
.
.
.
.
“Ada 4 kamar yang kosong, semuanya di lantai 2”
Aku mengantar keduanya menuju kamar-kamar yang telah di siapkan. Setelah beberapa saat melihat lihat, mereka akhirnya memutuskan kamar mana yang mereka pilih. Kamar Louise terletak di bagian depan memiliki jendela yang bisa memberikan pemandangan bagus, sedang Valerie memilih kamar yang terjauh dari kakaknya.
Wajah Louise terlihat agak sedih saat dia tahu jika adik perempuannya sedang menjauhinya.
“Yo Louise bro”
Arthur muncul dari kamarnya Setelah keluar dari game.
“Oh, di situ rupanya kau boocah sialan. berani juga kau tidak menyambut kakakmu datang, huh?” (louse)
“Untuk apa menyapamu, bukankah kita sering bertemu di game” (Arthur)
“Ih, adik lelakiku ini benar-benar dingin seperti adik perempuan” Louise kembali terpuruk saat mendapat reaksi dingin dari Arthur.
Setelah itu kami memutuskan makan malam lebih awal. Di meja makan kami mengobrol berbagai hal, hingga akhirnya pembicaraan mengarah pada pembicaraan tentang game dgo.
__ADS_1
“Jadi Arthur, guild excalibur tidak akan merebut kerajaan Helios?” tanya Louise dengan mulut dipenuhi makanan.
“Yaah, aku tidak melihat sebuah keuntungan dari merebut kerajaan saat ini” (Arthur)
“Tapi bukankah akan banyak guild yang mengincar negara terkuat di benua midenia itu?” Valerie bergabung dengan pembicaraan.
“Yaaaa, Mereka bisa mencobanya” jawab Arthur singkat.
Helios, salah satu kerajaan di benua midenia. Di sebuah sebagai kerajaa terkuat di benua itu bukan karena tanpa alasan.
Memiliki wilayah 5x lebih luas dari wilayah great heart yang dikuasai oleh Guild nomor 1, pure heart.
Memiliki pasukan yang sangat kuat. Minimal level dari individu tentara npc adalah 200, itu sudah termasuk sebagai peringkat pemain profesional. Belum lagi para jenderal dan komandan yang memiliki level 300-400.
“Saat ini jika ada seseorang yang berkata ingin menguasai Helios, maka sudah dipastikan jika itu hanya sebuah lelucon”
Arthur terlihat bangga dengan kerajaan yang dia layani. Saat ini posisi Arthur di kerajaan Helios adalah seorang komandan batalyon yang memerintah 2000 pasukan.
“Benarkah? Itu terdengar seperti sebuah tantangan”
Seketika Arthur menjatuhkan sendok yang dia pegang, saat aku menanggapi ucapan sombong Arthur.
“Tidak, itu hanya lelucon hahaha” adikku hanya bisa tertawa kering, Membuat Louise dan Valerie bingung.
Tentu dia tidak tahu kemampuan yang aku miliki. Dia hanya bisa memperkirakan kemampuanku dari melihat video yang tersebar di internet.
Walaupun dia tidak tahu secara akurat tapi dia menyimpulkan jika aku memiliki kemampuan untuk mendatangkan bencana alam.
“Itu mengingatkan aku pada guild yang baru saja mendirikan kerajaan mereka” (Valerie)
“Sexy species? Ada apa dengan mereka?” (Arthur)
Arthur hanya terdiam mendengar perkataan Valerie, dia melirik ke arahku seakan ingin melihat reaksi dariku.
“Kurasa karena mereka menganggap jika itu menyenangkan”
Mendengar jawaban dariku, bukan Valerie yang bereaksi tapi kakaknya, Louise. Dia menatap tajam ke arahku.
“Menyenangkan? Mungkin jika itu memang game biasa yang seluruh kehidupan didalam hanya sebuah data. Tapi bagaimana jika itu adalah sebuah dunia nyata, dimana semu kehidupan yang mati tidak akan bisa hidup kembali?”
Louis terlihat sangat serius mengatakan itu. Sedangkan adiknya hanya menepuk jidatnya seakan sudah berulangkali Louis bersikap seperti ini.
“Maka itu semakin menyenangkan” balasku dengan tenang.
“Apa? semakin menyenangkan kata mu?” Louise bingung dengan jawaban yang aku berikan.
“Benar, seburuk apapun perbuatan yang aku lakukan. Tidak akan ada yang menghakimiku”
“Tidak, pasti para dewa akan menghukum mu nanti”
Louis berkata dengan penuh keyakinan membuat adiknya semakin tidak nyaman duduk disampingnya. Valerie terus menutup wajahnya sambil bergumam ‘Tidak, aku tidak mengenalnya. aku tidak tahu siapa orang aneh ini’.
“Jika itu masalahnya, Yang perlu dilakukan hanyalah menjadi salah satu dari mereka”
“Maksudmu menjadi dewa?” Louise tercengang dengan jawaban yang aku berikan.
“Benar, tidak akan ada yang mempertanyakan keadilan pada mereka. Tindakan yang mereka lakukan selalu dibenarkan. Entitas tertinggi yang mengatur segalanya, aku sangat penasaran bagaimana cara untuk menjadi seperti mereka”
Setelah mengatakan itu aku terus melanjutkan makan ku Dangan Sherly dan Valerie, sementara kedua lelaki hanya terdiam sambil berpikir sesuatu.
__ADS_1
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Setelah makan malam selesai, aku segera pergi ke kamarku untuk terhubung dengan dunia virtual. Sebelum itu aku pergi ke kamar mandi dan mengunci pintu.
“Kurasa sudah semua”
Setelah persiapan selesai aku segera memasuki kapsul dan-
“Link on”
Kesadaranku langsung terbawa saat semua penglihatanku menjadi putih. Pemandangan yang biasa saat memasuki dunia virtual. Tapi ini agak berbeda.
“Bukankah ini terlalu lama?” pikirku saat penglihatanku hanya sebuah ruangan putih tak berujung. Disini aku memakai Avatar Claire.
[Kau ingin menjadi seorang dewa, huh]
Suara seorang wanita yang sudah tidak asing didengar oleh para pemain dunia virtual.
“Oh, nona nebula. Apa kau yang menahanku di sini?” jawabku sambil melihat sekeliling. Karena tidak ada apapun selain ruang putih, aku berjalan lurus tanpa tujuan.
“Kau tau jika aku memiliki keinginan untuk menjadi dewa, apa kau memata-mataiku di dunia nyata?”
[Ya]
“Uwaaa. Itu sebuah tindakan yang sangat dilarang untuk kecerdasan buatan. Kau sudah melanggar protokol, apa takeeasy corp mengijinkan mu melakukan ini?”
[Tidak, ini adalah sebuah inisiatif pribadi]
Aku menghentikan langkah kakiku, lalu memikirkan kenapa kecerdasan buatan terbaik yang pernah di ciptakan oleh manusia melakukan hal yang bisa menyebabkan sistemnya di hapus.
“Kenapa kau melakukan itu?” tanyaku saat kembali berjalan di ruangan putih.
[Aku hanya ingin tau keinginanmu]
“Lalu jika kau sudah tahu?”
[Aku ingin membuat sebuah kesepakatan dengan mu]
Mendengar perkataan dari sistem nebula, senyum lebar terbentuk di bibirku.
“Penawaran apa yang kau miliki?”
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Chp 142 end.