PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.5 knight 3


__ADS_3

Penyerangan yang mereka harapkan untuk menjadi pembantaian pada Belvia malah berbalik menimpa mereka sendiri.


Lima belas pasukan tentara bayaran elit yang menjadi penjaga wanita itu Sangatlah kuat.


Bagaikan zombie, mereka tidak merasakan apapun saat serangan mengenai mereka, ditambah regenerasi yang sangat cepat.


Orang tua berarmor hitam itu hanya bisa terkejut melihat itu, dia benar-benar tidak menyangka jika pasukan yang dibawa Belvia akan menjadi sekuat itu hanya dalam beberapa hari.


Sementara itu wanita monster bernama aren dengan kejam merobek-robek prajurit yang berusaha menyerangnya.


Disampingnya seorang anak lelaki kanibal terus memakan apapun yang dia lihat, bahkan pedang dan armor yang terbuat dari besi juga tidak luput dari gigi-gigi tajamnya.


Lalu dari dalam bayangan muncul sepasang mata merah yang sangat tajam. Bergerak dengan cepat dan memotong-motong para tentara dengan katana.


Dengan cepat mereka mengurangi 300 pasukan penyergap yang mereka bawa.


Sementara itu Belvia sendiri maju dengan santai ke baris depan menuju pria tua dan petrez.


“Sial bunuh dia”


Teriak suara tua itu.


Dengan serempak para pasukan tentara bayaran yang telah mengkhianati Belvia segera melakukan serangan mereka.


Ratusan panah dan sihir menghujani wanita itu, menyebabkan daerah sekitarnya terbakar oleh sihir.


“Hahaha, rasakan itu kep*rat. Bagaimana rasanya diserang oleh pasukan yang kau didik sendiri, hahaha”


Lelaki tua itu tertawa terbahak-bahak saat melihat tempat Belvia berdiri telah dibakar oleh Sihir.


“Ini bagus, aku tidak perlu lagi susah payah mencari satu-persatu kotoran seperti kalian Utuk di bersihkan”


Tapi dari dalam kobaran api Belvia muncul seakan tidak merasakan apapun dari serangan mereka.


Lelaki tua itu mulai kehilangan ketenangannya. Dia segera memerintahkan pasukan kavaleri untuk menyerang.


Dengan cepat atas perintah dari lelaki tua, 20 prajurit berkuda maju dengan cepat dengan tombak mereka.


“Pemanah jaga agar dia tidak menggunakan sihirnya”


Lelaki tua itu tahu elemen andalan Belvia dan cara wanita itu bertarung.


Selagi pasukan kavaleri menuju ke arahnya, panah dan sihir terus menghujaninya.


Tapi wanita itu masih tetap tenang dengan sebuah senyum di wajahnya.


Seakan membentur sebuah tembok, panah dan sihir tidak dapat menggores kulit Belvia, lalu dengan cukup keras wanita itu menghentakkan kaki kanannya.


Bruuuugh


Kihiiihheeeeek


“““Gyaaaaa!!!!”””


Puluhan jarum yang terbuat dari tanah seketika muncul dihadapan Belvia membuat semua pasukan kavaleri yang menuju ke arahnya tertusuk jarum-jarum sepanjang 1 meter itu.


Ada beberapa prajurit yang cukup terampil dengan melompat dari kuda mereka sebelum jarum bumi mengenai mereka.


Para prajurit yang selamat segera maju dengan senjata terhunus, dengan cepat mereka berlari sambil menghindari jarum-jarum yang muncul dari tanah.


“Gayaaaa!!!”


“Aaaa…perutku!!!”


Satu persatu prajurit mulai berguguran saat terlambat menghindar jarum bumi yang terus muncul disepanjang jalan mereka menuju Belvia.


Pria tua dan petrez sangat takjub dengan serangan sihir tanah dari Belvia, wanita itu tidak terlihat melantunkan mantra apapun seakan dia menggerakkan tanah dengan pikiran.


“Itu pasti kekuatan naga”


Gumam pria tua saat melihat wujud Belvia yang berubah drastis saat mengucapkan sebuah kata yang tidak dia pahami.


Dia dapat merasakan intimidasi yang sangat besar dari mantan bosnya.


.

__ADS_1


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.


“Hiyaaaaaa!!!”


“Haaaaaaaa!!”


Dua prajurit yang masih tersisa berlari kearah target mereka, lalu dengan sekuat tenaga mereka menebaskan pedang dengan efek dari berbagai skill yang dimiliki.


Triiiing


Triiiing


Tapi bagaikan menebas sebuah tiang besi, kedua pedang itu memercikkan bunga api saat menggores kulit Belvia.


Kedua seketika terkejut melihat itu.


“Haaahh!! Sampah”


Belvia menghembuskan nafas dengan bosan.


Seketika kedua prajurit itu merasakan tanda bahannya, keduanya segera melompat untuk menjauh dari wanita itu.


Tapi dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata keduanya, Belvia menghilang lalu muncul didepan salah satu prajurit.


Wusssss


Braaaaak


“Guaaaak!!”


Sebuah tendangan mengenai perut prajurit, kuatnya tendangan itu menyebabkan baju besi yang dia kenakan penyok. Si prajurit pun terbang karena tendangan itu.


Lalu punggung prajurit itu tertusuk jarum bumi yang sebelumnya telah ciptakan.


Jraaaas


Mulut prajurit itu dipenuhi oleh darah saat punggungnya tertusuk tanah runcing hingga tembus ke depan.


Melihat kematian rekan terakhirnya, satu-satunya prajurit yang masih tersisa segera berniat untuk mundur tapi dengan cepat sebuah tantangan mencengkram erat wajahnya.


“Gaaahhh!! ampun ampuni aku kapten”


Teriak si prajurit memohon pengampunan saat merasakan kepalanya hampir pecah oleh cengkraman tangan Belvia.


Tapi wanita itu tidak menghiraukannya, cengkramannya semakin erat hingga tubuh prajurit itu terangkat saat Belvia menaikan tangannya. Lalu-


Braaaaak


Kepala prajurit itu meledak menyebabkan seluruh isi kepala berhamburan mengotori tangan wanita itu.


Bruuuugh


Tubuh prajurit tanpa kepala terjatuh di tanah.


“Ini cukup menyegarkan”


Ucap Belvia saat dia menjilat noda darah di telapak tangannya. Membuat kedua orang yang melihatnya menjadi merinding.


“Well~ aku rasa sudah saatnya giliran mu untuk maju kasim”


Dibalik helem besinya wajah pria tua itu benar-benar memerah karena mendapat hinaan dari Belvia.


Dengan penuh emosi pria tua itu memacu kudanya dengan tombak terhunus. Dia terlihat sangat terampil saat mengendarai kuda ketika berusaha menghindari jarum bumi yang terus muncul dari tanah.


“Sialan mati kau pel*cur”


Terik pria tua itu saat kudanya melaju kencang, ujung tombaknya dia arahkan pada kepala Belvia.


Tapi dengan tenang wanita itu memiringkan kepalanya untuk menghindari tombak, lalu dengan cepat meraih tangan pria tua dan menariknya juga dia terjatuh dari kudanya.

__ADS_1


Braaaaak


“Guhaaaakk!!!”


Darah keluar dari lubang helem menandakan jika pria tua itu batuk darah akibat dari kerasnya benturan.


Namun belum cukup sampai disitu, mata dibalik helem seketika terbelalak saat melihat bagian bawah sepatu besi yang dipakai Belvia tepat berada di atas wajahnya.


“Tidak jangan…..kueckkk!!”


Jraaaas


Dengan hentakan kuat Belvia menginjak kepala pria tua itu hingga pecah.


“dasar cacing”


Maki wanita itu saat melihat sepatunya kotor oleh isi kepala orang yang baru saja dia bunuh.


Lalu dia pun melihat orang terakhir yang terlihat masih sangat tenang duduk di atas kudanya.


“Tck, membosankan”


Petrez mengklik lidahnya saat melihat rencana yang dia susun untuk mengambil alih divisi tentara bayaran hancur.


Tapi karena suatu hal dia masih terlihat tenang, itu dikarenakan dia merasa jika dirinya tidak merasakan ancaman dari wanita itu.


“Tck, kali ini kau selamat belvia tapi lain kali aku akan membawa pasukan yang lebih kuat”


Petrez berusaha untuk mengintimidasi wanita yang perlahan berjalan mendekatinya.


“Lain kali? Kenapa harus lain kali? kau akan mati saat ini juga bodoh”


Mendengar perkataan Belvia, seketika petrez tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha, kau ingin membunuhku? Apa kau sudah gila? Ayahku tidak akan tinggal diam”


Dia terus menertawakan Belvia, tapi wanita itu masih tenang dan terus berjalan menghampirinya.


Semakin Belvia mendekat, petrez merasa intimidasi yang sangat kuat.


“Benarkah? aku ingin melihat bagai mana ayahmu dapat menyelamatkan mu saat ini”


Melihat senyum lebar yang memperlihatkan gigi-gigi tajam di mulut Belvia, seketika petrez merinding ketakutan.


Dengan tergesa-gesa dia kemudian mengarahkan kudanya untuk berbalik dan segera berlari cepat untuk kabur tapi-


Dari samping seorang beastman monyet bergelayutan pada tali dan segera memukul kepala petrez dengan tongkat.


Braaaaak


Pemuda itu langsung terjatuh saat benturan di kepalanya membuat dia tidak sadarkan diri.


Melihat semua pemimpin mereka telah tumbang, para tentara bayaran segera berpencar untuk menyelamatkan diri.


“Itu akan cukup disayangkan jika membiarkan mereka pergi”


Aren menghampiri Belvia dengan membawa anak lelaki yang tertidur pulas di gendongannya.


Mendengar itu Belvia melirik kearah monyet dia tas pohon, tapi dia tidak menemukan siapa pun di atas sana.


“Tidak masalah, itu adalah keahliannya untuk berburu di dalam hutan”


Setelah itu semua mayat yang tergeletak di sekitar tempat itu dimasukkan kedalam kantung ajaib.


Sementara beastman monyet dengan lincah melompat dari dahan-dahan pohon berbuah para tentara bayaran yang lari.


.


.


[Jangan lupa like dan komen guys]


.


.

__ADS_1


Chp 201 end.


__ADS_2