
“Aku lebih suka menjadi pihak penyerang dari pada pihak yang bertahan”
Wajah boa terlihat agak bosan saat berdiri di atas tembok benteng.
Dia sedang melihat pergerakan dari musuh-musuhnya yang bersiap melakukan serangan untuk merebut benteng miliknya.
Sementara di belakangnya para pemain yang menjadi rekan setimnya hanya bermalas-malasan.
Dia sama sekali tidak marah dengan sikap mereka yang seharusnya bersiaga karena musuh bisa saja menyerang kapan saja.
“Yah tidak berguna” Gumamnya.
Setelah itu boa memanggil para clone yang langsung pergi berburu para pemain.
Para pemain yang menjadi lawannya hanya bisa meratapi nasib sial mereka, saat mengetahui jika musuh yang mereka hadapi adalah monster yang dijual sebagai nasib buruk.
Sudah puluhan kali boa melakukan penyerangan di even ini hanya untuk mendapatkan poin.
“Aku rasa ini yang terakhir”
Gadis itu menatap lurus ke arah para pemain musuh yang tengah dibantai oleh clone yang dia ciptakan.
Lalu 15 menit yang terasa cukup membosankan pun akhirnya berlalu.
[Seluruh pasukan dari pihak penyerang telah di kalahkan]
[Pihak bertahan telah memenangkan pertandingan]
Notifikasi terdengar menandakan pertandingan telah berakhir.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
BOA POV
ini cukup memalukan saat menyadari dirimu tidak mengenakan pakaian yang layak saat ditengah-tengah keramaian.
Akibat dari berhasilnya proses penyatuan seluruh equipment yang aku pakai terbakar habis dikarenakan perubahan tubuhku menjadi elemental.
Bahkan equipment tingkat legendaris pun akan mulai meleleh saat aku menggunakannya.
“Merepotkan”
Tapi untung saja nebula mengatakan jika ada item khusus yang bisa dipakai untuk kondisi ku saat ini.
Karena itulah aku mencari banyak poin di pertandingan kedua ini.
Walaupun aku bisa membeli dari para pemain tapi aku tetap melakukannya untuk berlatih.
Namun saat semu poin telah terkumpul aku mendapat sesuatu yang tidak menyenangkan saat menuju ke winner store.
Langkahku terhenti saat melihat sebuah blokade yang dilakukan oleh pemain dari pure heart.
“Tgk, Mereka sangat merepotkan sekali bukan?”
Aku yang telah mengganti Avatar menjadi Clair menatap barisan pemain pure heart dan pecinta npc yang menghalangi semu pemain yang mendekati winner store.
Dengan alasan untuk mempersulit para pker yang mulai kehabisan persediaan, merek mengancam akan membunuh siapapun yang mencoba mendekat.
Tapi faktanya mereka hanya takut jika semua item khusus event akan terjual habis oleh guild-guild pker yang tidak akan diserang jika mereka masuk ke toko winner.
Termasuk sexy species, mereka saat ini tengah gencar mengumpulkan poin untung memborong semua item unique dan legendaris yang tidak akan pernah di jual lagi.
.
.
__ADS_1
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
“Berhenti di sana, atau kau akan dianggap sebagai pker dan akan di serang”
Seorang pemain yang mengenakan power suite menodongkan senapan futuristik kearahku.
“Tidak perlu sungkan, aku memang seorang pker” Jawabku sambil terus mendekat.
Pemain yang sepertinya berasal dari pecinta npc itu agak terkejut dengan jawaban dariku. Dia melihat para pemain yang seperti dirinya, Seakan meminta ijin untuk menyerang pada teman-temannya.
Pemain lain yang melihat hanya mengangguk kecil seakan memberi ijin untuk membunuhku.
“jika kau memang seorang pker maka matilah”
Dia segera menodongkan senjatanya padaku yang terlihat mulai mengisi daya. Ujung Laras senapan menarik cahaya seakan ingin menembakkan serangan ultimate.
“Kalian para hama yang tidak pantas berada di tempat suci ini……”
Pemain itu mulai berbicara omong kosong tentang kebenciannya terhadap pker.
Dia sangat bersemangat mengatakan apapun yang dia inginkan. sedangkan aku tidak tau kenapa dia bertingkah berlebihan seperti seorang protagonis yang akan menghukum karakter mafia.
Suaranya diperkeras seakan ingin agar orang-orang disekitar kami dapat mendengar.
Lalu seperti yang dia inginkan. Para pemain yang dari tadi Menonton pertarungan di dalam toko winner pun mengalihkan perhatian mereka pada kami.
“..….Kalian pembuat rusuh yang menyusahkan, jika saja kalian tidak ada maka…..”
“Maka kalia akan menguasai virtual univers”
Karena dia terlalu lama berceramah, akhirnya aku tidak tahan dan memotong perkataannya.
Pemain itu seketika terdiam sementara suara berisik para penonton mulai terdengar. Melihat para penonton yang mulai bergosip, pemain itu segera menatapku dengan tajam
“Itu.….memang sudah sewajarnya virtual univers menjadi tempat yang aman dengan adanya kami sebagai penegak hukum”
“Hukum, huh”
Aku bergumam pelan saat mulutku mulai menghisap rokok yang baru aku nyalakan.
Pemain itu terlihat tidak senang sambil terus menodongkan senapannya yang sudah terisi penuh.
Sementara para penonton terus asik merekam kami. Mereka seakan melihat tontonan yang menarik.
“Fiuuuhh…Kau terdengar seperti seorang tiran yang terus mengatakan semua perbuatan yang kau lakukan untuk keadilan”
Asap mengepul ke luar dari mulutku saat aku berbicara.
“Kau tau alasan kenapa guild Pker masih tetap ada?”
Tidak ada jawaban. Suasana menjadi hening hanya suara perkelahian di dalam toko yang menjadi backsound.
“Karena Pker adalah penyeimbang dan hukum yang diaku oleh pemilik virtual univers”
“Seperti saat ini contohnya, dimana seluruh toko winner hampir di ambil alih oleh kalian yang mencari untung dengan mengusir para pengunjung dengan paksa. Takeeasy corp menarik semua guardian Untuk mundur dan mempersilahkan kami untuk mengajari kalian agar tidak bersikap terlalu arogan di dunia yang mereka ciptakan”
Seketika kericuhan terjadi saat aku mengatakan itu.
Ada yang merasa terganggu dengan ucapanku yang seakan mengatakan jika takeeasy corp membutuhkan para Pker dari pada para pecinta npc.
Tapi ada pula yang menyadari jika para Pker memang sering di untungkan oleh pihak takeeasy corp.
Para penonton pun lalu melihat kearah pemain yang telah menjadi lawan bicaraku. Mereka menanti apa yang akan dia katakan untuk membalas perkataanku.
“Omong kosong, kalian hanya sampah masyarakat yang pantas di musnahkan!” dan pemai itu hanya berteriak dengan membantah, membuat para penonton melihatnya dengan tatapan bosan.
“Sungguh tidak ada perdebatan cerdas di sini, lebih baik aku menonton tawuran”
“Benar”
__ADS_1
“Membosankan”
Para penonton pun mulai kehilangan minat, dan entah kenapa itu membuat si pemain yang dari tadi berdebat denganku menjadi lebih marah.
“Sial karena kau terlalu banyak bicara mereka jadi pergi”
“Memangnya kenapa, kau terlihat sangat kesal saat mereka memilih pergi? Apa karena kau tidak sempat meminta uang untuk orasi mu tadi?”
“““Buwahahaha”””
Para penonton yang masih di sekitar kami seketika tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon dariku.
Sementara pemain itu tidak tahan dengan amarahnya seakan ingin meledak.
“L*cur sialan, berani kau merendahkan guild Pure heart dan pecinta npc terima ini kematian mu”
Zooommmm
Cahaya laser dari senapan dengan cepat ditembakkan tepat mengarah pada wajahku.
Boooom
Seketika kepalaku meledak karena terkena sinar panas dari senjata futuristik milik pemain itu.
Wajahnya dipenuhi kemenangan saat melihat orang yang mengganggunya telah mati saat kepalanya menghilang.
Pemain itu dan semua penonton berpikir tidak mungkin jika alu bisa bertahan saat kepalaku telah lenyap.
Tapi itu yang di pikiran oleh semua orang. Mereka lupa jika ini adalah dunia virtual reality yang sangat berbeda dengan kenyataan.
Semua orang menyadari ada sesuatu yang salah saat tubuhku yang tanpa kepala masih berdiri tegak.
Asap mulai keluar dari tubuhku, sementara baju yang aku kenakan mulai terbakar.
Aku dapat merasakan tatapan para penonton mulai menatapku dengan tidak sopan.
“Tck, padahal ini baju yang baru aku beli” aku mengeluh saat melihat baju yang aku pakai mulai menjadi debu.
Hingga akhirnya hanya tersisa api mirip seperti pakaian dalam yang menutupi bagian penting.
““Uwaaaahh””
Terdengar suara gumaman dari para penonton yang melihatku dengan wajah memerah.
Sungguh aku akan meledakkan mereka semua.
Kobaran api yang berada di leherku perlahan berubah menjadi kepala. Lalu para penonton yang menyadari wajah siapa yang telah mereka lihat segera ketakutan dan lari menjauh.
Sementara pemain yang telah menyerang ku mulai menghubungi rekan-rekannya.
Pasukan pecinta npc dan pure heart yang mendapat kabar kedatanganku segera memusatkan perhatian.
Seketika keadaan barisan belakang pasukan pecinta npc segera menjadi kacau.
“Haaah….. Dasar. yaahh, lagi pula aku tidak berharap memasuki toko semudah itu”
“[summon fire elemental : fire orb]”
Sebuah lingkaran sihir tercipta di atas kepalaku, dari lingkaran sihir itu muncul bola api berdiameter 1 meter melayang di udara.
Bola api yang bersinar terang bagaikan cahaya matahari, dengan suhu yang sangat besar membuat pemain di dekatnya terken abnormal status (burn).
Skill pemanggilan elemen api adalah kemampuan yang aku ciptakan sendiri. Walaupun aku bisa mendapatkannya dengan cara lain seperti pemanggilan elemen petir yang aku dapat saat menjadi mage petir.
“Akan aku buat ini secepat mungkin” ucapanku saat menatap ratusan pemain yang bersiap untuk menyerang ku.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
__ADS_1
.
Chp 205 end.