PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
connection


__ADS_3

Dubai


Samsul Rahardi arthelia ditemani oleh istrinya eleanor arthelia tengah menghandiri peresmian gedung kantor cabang mereka di kota itu.


“well selamat bro”


Gilang Brahma teman Samsul yang sudah dianggap layaknya seorang saudara menghampiri mereka, dia menjabat tangan Samsul dan mencium punggung tangan eleanor.


“anda sangat cantik seperti biasa nyonya”


“terimakasih”


“sangat berbeda dengan biji semangka di samping anda”


“what”


Samsul seketika kesal mendengar ledekan dari temannya itu dan keributan kecil pun terjadi antara mereka berdua, eleanor hanya tersenyum melihat tingkah laku suaminya seakan sudah terbiasa.


Eleanor kemudian mengobrol dengan istri Gilang. persahabatan antara kedua keluarga sangat erat hingga anak-anak mereka pun ikut menerima dampaknya.


Kenanga Kumalasari satu-satunya putri Gilang yang telah berteman dengan Ningrum dari sejak taman kanak-kanak hingga mereka SMA membuat mereka sangat dekat.


“kau mengijinkan kedua keponakan mu tinggal bersama Ningrum?”


Gilang yang mendengar jika kedua keponakan Samsul akan tinggal bersama Ningrum merasa agak keberatan.


“benar keadaan semakin buruk, kami harus melindungi mereka”


Gilang hanya menghela nafas berat saat mendengar penjelasan samsul. mereka mulai berdiskusi tentang kerinduan mereka yang sudah lama tidak pulang dan bertemu dengan anak-anak, walaupun mereka bisa bertemu di dunia virtual, tapi tetap keinginan untuk bersama di dunia nyata masih sangat besar.


Dari kejauhan seorang pria melihat kearah mereka dengan wajah yang terlihat kesal, namun dia segera mengubahnya menjadi senyum pebisnis saat ada orang lain mengajaknya bicara.


.


.


.


.


Kediaman arthelia.


Setelah pulang sekolah Ningrum mengecek keadaan kamar yang telah di bersihkan oleh pembantu. 2 kamar yang akan di tinggali para tamu yang tidak lain adalah sepupunya.


Pagi tadi panggilan dari ayahnya yang berterimakasih kare telah membantu guild red flare yang sekarang bisa bangkit dan memiliki pengaruh cukup besar di kota les maquie dengan bantuan guild-guild penentang sky Tiger yang berhasil mereka rekrut sebagai aliansi.


Dan sisanya ayahnya mengingatkan jika hari kedatangan kedua sepupunya akan segera tiba. Karena itulah dia kembali mengecek keadaan kamar.


“kurasa semua baik-baik saja”

__ADS_1


Selesai mengecek kamar, Ningrum segera bergegas menuju kamarnya. Dia berdiri di depan kapsul sambil memikirkan sesuatu.


“kuharap hari ini akan menyenangkan”


Ningrum teringat dengan misi yang tengah dia jalani, dan berencana untuk memulainya hari ini juga karena event dari dgo yang sebentar lagi akan diadakan.


Perlahan Ningrum memasuki kapsul, setelah dia mendapat posisi nyaman untuk tiduran dia menutup pintu kapsul, matanya terpejam saat v gear mulai berjalan.


“link on”


.


.


.


.


Les maquie.


“dicari assassins atau Thief level 100 ke atas untuk berburu di hog grassland”


“party pemula kekurangan penyembuh untuk berburu di red swamp”


“kami dari guild red flare mengadakan big party untuk ekspedisi dungeon yang baru ditemukan, syarat partisipasi level 150 dan biaya partisipasi 5 gold. Butuh 20 player dan sudah ada 15 player yang mengikuti”


Di depan gerbang kota yang berisik oleh para player yang mencari teman untuk bergabung dengan party mereka. Sementara itu seorang wanita berambut putih dengan tanduk kambing melewati keramaian itu Tampa peduli dengan teriakan yang memekakkan telinga.


“hay halo”


Dia menyapa white dengan senyum lebar.


“ya ada apa”


White hanya menjawab singkat pada wanita itu. Mendapat tanggapan yang agak datar wanita itu tampak ragu namun dia memberanikan diri untuk berbicara.


“em kami sedang melakukan perekrutan jika berminat bergabung kau bisa mendaftar dengan syarat level mu harus 150 lebih”


Mendapat tawaran untuk bergabung dalam party white hanya menatap wanita itu lalu beralih ke sekumpulan orang yang sedang mendaftar.


“kapan kalian berangkat?”


“kami akan segera berangkat jika seluruh pemain yang dibutuhkan sudah terkumpul. Dan jika belum kami akan menunggu sampai tengah hari”


White berpikir sejenak lalu dia mendekati tempat pendaftaran. Seorang mage yang bertugas sebagai pengrekrut memperhatikan White menghampirinya.


“aku ingin bertanya, apa kau menerima pemain nama merah?”


Setelah white mengatakan itu, semua orang yang mendengarnya seketika melihat kearah kepala white dan terlihat namanya bersinar merah terang.

__ADS_1


“wawawa aku tidak memperhatikannya”


Wanita yang tadi mengajak white seketika panik.


“dia tanpa sungkan memamerkan nama merah di kota, apa dia sedang mencoba menantang para penjaga”


“kupikir dia cuman sedang bosan”


“wow sebuah tontonan”


Para pemain yang berada di dekat sana dengan cepat memusatkan perhatian pada white.


“maaf kami tidak menerimanya”


Mage langsung menolak white karena tidak ingin mendapatkan masalah.


“begitukah?, Kalau begitu aku akan mencoba meminta izin pada ascard”


Mendengar nama Ketu guild nya disebut, mage itu seketika gelisah namun dia berusaha keras untuk tetap tenang.


“hey ini aku... Aku tau kau sangat sibuk sekarang jadi aku akan ke intinya saja, bisakah kau memasukan ku pada tim expedisi yang melakukan rekrutmen di depan gerbang kota?…. Tidak ada yang khusus hanya ingin menghapus nama merah yang kudapat dari aksi semalam…. Oke terimakasih”


Setelah white menyelesaikan perbincangan dengan seseorang di friend chat dia hanya menatap mage yang masih bingung.


Taklama kemudian ada sebuah pengumuman di guild chat red flare.



Merasa itu dirinya, mage itu segera menjawab.







Mendapat perintah dari salah satu petinggi, mage itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ada beberapa pemain yang keluar dari party setelah dia menerima white karena takut mengambil resiko. Namun banyak juga yang tetap ikut.


.


.


.


.

__ADS_1


CHP 83 end.


__ADS_2