
(Sekolah)
Pelajaran olahraga tengah berlangsung dan kali ini para siswa sedang mengadakan pertandingan bola voli.
Buuk
Sebuah smash tajam dari kisa mengincar sudut daerah lawan tapi dengan sigap Ningrum memblokir bola yang datang.
Serangan balasan di lancarkan oleh anggota satu tim Ningrum, tapi serangan itu juga ditepis oleh kenanga.
“““oooooh”””
Di luar arena para murid lelaki yang tengah menonton para siswi dengan wajah mesum, bergumam saat melihat dada besar kenanga yang memantul saat dia bergerak.
“hey kawan apa kita sedang berada di surga”
Rendi yang merupakan salah satu dari siswa mesum, bertanya pada teman di sampingnya.
“tentu, memangnya dimana lagi kita bisa melihat bidadari bermain voli”
Mereka sangat sibuk menonton para siswi dari kelas mereka bermain voli sehingga tidak sadar jika bola yang dipikul Ningrum menuju ke arah mereka.
Braaak
“guaaaak”
Bola itu tepat mengenai wajah Rendi yang membuat nya terpental kebelakang.
“““bwahahaha”””
Bukannya membantu tapi justru teman-temannya malah menertawakan.
“bagai mana rasanya kawan?”
“i-itu itu sangat nikmat”
Dengan wajah yang memerah dan hidung yang mengeluarkan darah, tanpa menunjukkan rasa sakit Rendi merasa bersyukur terkena bola itu.
“dasar sinting”
Teman-temannya pun masih menertawakan tingkah Rendi.
#
Priiiiiiiiiiit
Guru olahraga membunyikan peluit yang dia gantung dileher, menandakan jika pertandingan sudah berakhir.
“maaf teman-teman”
Ningrum yang memukul bola terlalu jauh menyebabkan bola itu keluar dari garis dan mengakibatkan tim-nya kalah pertandingan.
“jangan terlalu dipikirkan kami menikmatinya kok, ne”
“““ya”””
Gadis-gadis menjawab dengan penuh senyum tanpa rasa kekecewaan sedikitpun di wajah mereka.
“lagi pula lawan kita berhadapan dengan mesin pembunuh dan tembok opai”
Gadis yang merupakan ketua klub voli di sekolah menyebut julukan Kisa dan kenanga.
“wa wa siapa yang kau sebut tembok opai”
Dengan wajah yang memerah kenanga memprotes ketua klub. Dengan kekuatan yang dia miliki, kenanga mengangkat tubuh ketua klub.
“iya iya aku minta maaf aku minta maaf”
Ketua klub yang takut dengan ketinggian hampir menangis saat tubuhnya diangkat kenanga.
__ADS_1
“tidak, kau tidak sungguh-sungguh meminta maaf”
“tidak aku benar-benar minta maaf huwaaa”
Ningrum yang melihat tingkah Teman-temannya hanya menonton tanpa melakukan apapun. Kisa datang menghampiri sambil membawa dua botol minuman.
“nih”
“terimakasih”
Keduanya lalu meninggalkan arena yang akan digunakan oleh siswa lelaki bertanding. Sementara para siswi meninggalkan arena, para siswa masuk sambil menyeret Rendi yang masih terkapar dilantai.
.
.
.
.
Dipinggir Arena para siswi yang sedang beristirahat duduk dengan santai sambil menyaksikan permainan para siswa.
“jadi apa kau akan segera pulang?”
Kenanga memulai pembicaraan dengan bertanya pada Ningrum.
“ya aku akan ikut dengan karavan”
“syukurlah, aku ingin sekali memperlihatkan kota kita yang sudah berkembang padamu”
“untuk apa ? Aku bisa melihatnya kapanpun aku mau dengan mini map”
“itu berbeda, kau tidak bisa berjalan-jalan dengan teman-teman mu jika hanya melihatnya dengan mini map”
“jadi kau hanya ingin mengajak jalan-jalan”
Wajah kenanga merah seketika saat tidak sengaja mengatakan niatnya yang sebenarnya. Ningrum hanya tersenyum melihat tingkah Teman masa kecilnya itu.
“yah kurasa kita memang sudah cukup lama tidak bersama, bagai mana jika kita berkumpul di lost demons Setelah sekolah”
“okey”
Saran Ningrum langsung di iyakan oleh temannya.
.
.
.
.
(Yggdrasil city)
Perdebatan panas sedang berlangsung di acara VWIN. Perdebatan tentang memprediksi siapa yang akan menjadi top renk kekuatan.
Beberapa hari lalu bersama dengan pengumuman event dgo pertama, takeeasy corp juga akan menambah sistem renk baru.
Berbeda dengan sistem renk biasa yang menghitung level pemain, sistem baru ini menghitung menurut kekuatan para pemain.
“oh tidak terasa tinggal 3 hari lagi”
“yah tapi akan menjadi 12 hari waktu dgo”
“para top player pasti sedang sibuk Sekarang”
__ADS_1
“benar”
Sepasang kekasih saling berbicara saat melihat siaran VWIN dari papan reklame ditengah kota yggdrasil. Namun mereka terganggu saat seorang pria tiba-tiba menabrak si pria.
Bruk.
“argh hey apa yang kau lakukan”
Pria itu sangat kesal tapi seakan tidak peduli orang yang telah menabraknya terus berjalan bahkan kecepatan jalannya semakin meningkat.
“apa-apaan”
“eh sayang coba periksa mungkin dia adalah seorang pencopet yang sengaja menabrak”
“haah !!! apa yang kau katakan? Mana ada pencopet di dunia virtual”
“ada beberapa Minggu terakhir banyak laporan tentang pencopet yang berkeliaran di kota”
“ah masa sih”
Atas saran dari kekasihnya, pria itupun melihat seisi kotak ajaib dan alangkah terkejutnya dia saat cp yang dia miliki sedikit berkurang.
“uwow dia bisa mencopet di dunia virtual apa dia hecker ?”
Bukanya panik pria itu malah terlihat terpukau dengan keahlian si pencopet.
“bukan, itu karena ada skill baru di dgo yang khusus untuk para thief”
“benarkah, apa ada penangkalnya?”
“tentu ada tapi mahal”
“tidak apah aku akan membelikannya untuk mu”
“tidak perlu aku tidak membawa barang-barang berharga saat di yggdrasil kok”
“tapi kau selalu membawa cincin pernikahan kita bukan? Apa kau anggap itu tidak berharga?”
Gadis itu langsung terbelalak saat kekasih mengatakan itu.
“ma..af”
Sambil tertunduk seakan ingin menangis dia meminta maaf pada kekasihnya.
“tidak apa-apa tidak apa-apa”
Ucap si lelaki sambil memeluk pacar atau lebih tepatnya istri.
Melihat kelakuan sepasang kekasih itu banyak dari para jomblo di tempat itu menjadi geram.
“siaaaal lakukan ditempat lain dasar brengsek”
“oh tuhan tolonglah aku 🎶
tunjukkanlah dimana jodoh ku🎶”
“inilah kenapa harus secepatnya ditambahkan fitur cuaca di kota ini, terutama cuaca hujan”
Seakan dunia virtual hanya milik mereka berdua, mereka tidak memperdulikan tatapan geram para jones di sekitar tempat itu.
.
.
.
.
Chp 102 end.
__ADS_1