
Tepat setelah 4 hari kejatuhan kota Lifaniea, pasukan green scale mulai bergerak ke ibu kota. Kecemasan terasa nyata saat seluruh penduduk kota mulai mengungsi ke luar kota.
Mereka adalah warga yang menganggap jika tidak ada harapan untuk melawan pasukan green scale yang dipimpin oleh sosok iblis Seberapapun banyaknya bantuan yang mereka terima.
Tapi banyak pula yang memilih menetap dan yakin jika setengah juta pasukan dari gabungan 4 kerajaan dapat mengalahkan Green scale.
Walaupun kabar tentang pergerakan pasukan green scale telah tersebar tapi tidak ada informasi apapun soal jalan yang mana yang akan mereka lalui. Itu dikarenakan ketatnya pengawasan pihak Green scale yang sulit untuk dimasuki mata-mata.
Hingga akhirnya pasukan dari aliansi 4 kerajaan hanya dapat menunggu di Medan perang yang merupakan Padang rumput tidak jauh dari ibu kota kerajaan Carens.
.
.
.
.
Langit cerah dengan matahari bersinar terik membakar kulit 500 ribu padukan gabungan. Disalah satu barisan tentara seorang jenderal pasukan yang mewakili kerajaan wetmonr yang merupakan seorang pemain pengguna panah. Dia sedang dalam suasana hati yang gembira saat mendapat kepercayaan memimpin 100 ribu pasukan.
“Ini benar-benar hebat, aku mendapat gelar [komandan 100.000 pasukan]” ucap pemain dengan nama baye itu.
Dia adalah seorang pemain top rank 14 yang memiliki guild top rank 56, dengan base camp yang terletak di kerajaan wetmonr. Bersama dengan pasukan terbaik guild nya.
“Aku tidak bisa membayangkan jika 10 ribu pasukan bisa menang melawan pasukan sebanyak ini” ucapnya saat melihat seluruh pasukan yang siap memulai pertempuran.
“Tapi aku tidak bisa lengah. Aku yakin mereka memiliki sesuatu yang membuat mereka yakin jika akan memenangkan perang ini”
Dia adalah seorang pemain dengan tanggung jawab tinggi hingga dipilih sebagai salah satu komandan tertinggi.
Sementara itu berbeda dengan pasukan lain. Di barisan tentara relawan kerajaan Bremund seorang komandan npc tengah asik minum didalam tenda yang dikelilingi oleh pasukan yang dia bawa.
“Haaaaah sial gara-gara zenwhay” ucapnya sambil meminum arak dari dalam kendi.
“Untuk apa raja meminta aku sendiri yang harus mengikuti perang? Memangnya pasukan kecil seperti mereka bisa apa” ucap komandan pasukan yang mulai mabuk itu. Bukan hanya dia tapi banyak pasukan kerajaan lain juga mempertanyakan kenapa mereka harus mengikuti perang ini.
Mereka menganggap jika jumlah pasukan green scale hanyalah setetes air dalam laut yang tidak ada artinya. Pasukan kerajaan lain pun mulai beranggapan jika tentara dari kerajaan Carens hanyalah sekumpulan orang penakut.
“Mereka bahkan sampai meminta seorang great mage untuk ikut peranf” ucapnya sambil melihat tenda dimana raja kerajaan Carens dan seorang mage berada.
“Mereka dataaaaang”
Suara teriakan dari seorang prajurit pengintai terdengar. Seluruh pasukan yang sudah bersiaga segera mempersiapkan diri.
Awan hitam terlihat dari cakrawala, bergerak dengan cepat seakan tertiup angin kencang. Hanya dalam hitungan menit langit yang cerah berubah menjadi mendung. Melihat kejadian aneh itu membuat setiap tentara memiliki firasat buruk.
__ADS_1
Sementara itu para reporter dan pemain streamer yang bersiap melakukan siaran langgeng menjadi sangat bersemangat. Sebuah Padang rumput hijau dengan ratusan ribu tentara dan backgraud cuaca mendung menjadi sebuah pemandangan epik dari sebuah peperangan. Para streamer sangat senang dengan jumlah penonton yang mereka dapat.
Dari kejauhan tentara monster akhirnya datang ke Medan perang. Mereka berhenti dan mengambil jarak 200 meter dari pasukan gabungan 4 kerajaan.
“Gsp, my god”
Seorang prajurit yang berada di barisan paling depan dari pasukan gabungan seketika terkejut saat melihat tentara yang akan mereka hadapi, begitu juga para prajurit yang lain.
Pasukan green scale bukan hanya terdiri dari demi human tapi ada pula manusia yang memiliki tanda perbudakan di tubuh mereka berbaris di barisan depan. Pasukan gabungan dari 4 kerajaan juga melakukan hal yang sama dengan budak demihuman, mereka akan di gunakan sebagai perisai daging di Medan perang.
Di barisan belakang para budak ada tentara elit demihuman yang terdiri dari berbagai ras seperti goblin, Lamia, beastman dan sebagainya, memakai peralatan lengkap berjumlah 7 ribu pasukan.
Setelah itu, puluhan kumbang badak sebesar gajah dengan alat sihir yang terlihat seperti meriam di punggungnya dan dikendalikan 2 tentara demi human sebagai kusir dan penembak. Ada juga puluhan serangga raksasa yang terlihat seperti monster bos.
Melihat kedatangan pasukan musuh, tidak ada seorangpun yang menganggap perang ini akan berjalan dengan mudah.
.
.
.
.
Pasukan green scale.
Di atas kudanya, Komo menatap pasukan musuh dari garis depan. Lalu pandangannya beralih ke seseorang yang berada di sampingnya. Seorang wanita vampir tengah memegang sebuah batu kristal seukuran kepalan orang dewasa dengan bentuk yang agak lonjong.
“Apa itu [soul Eater] ?” merasa penasaran Komo bertanya pada vampir itu.
“Benar” balas vampir yang merupakan salah satu komandan pasukan, viper.
“Itu lebih besar dari milik necroking”
[Soul Eater] adalah sebuah item yang berfungsi sebagai wadah jiwa. Jiwa yang berhasil ditangkap oleh item ini bisa digunakan untuk berbagi hal seperti melakukan ritual pemanggilan bagi para summoner atau menciptakan binatang baru jika digabungkan dengan dungeon core.
Item yang sangat di inginkan oleh para summoner dan necromancer. Sangat sulit didapat Walaupun yang memiliki grade terendah sekalipun. Beberapa pemain guild sexy species juga memiliki item ini setelah mengeluarkan sejumlah besar uang mereka.
“Untuk mendapatkan item ini aku sampai harus berkerja lembur di lost demons, tapi itu semua sepadan dengan [soul Eater] berkapasitas 1 juta” dengan wajah merona, viper menggosok batu kristal itu di pipinya.
“kapasitas 1 juta ? Itu gila” Komo sangat terkejut mendengar kapasitas dari [soul Eater] milik viper.
Dari yang dia tau, [soul Eater] yang dimiliki seorang top global necromancer hanya mampu menampung 10 ribu nyawa saja.
“Makhluk seperti apa yang bisa dibuat dengan 1 juta nyawa” tanya Komo dengan penasaran.
__ADS_1
“Entah, mungkin akan terjawab jika item ini sudah full” jawab viper.
Komo teringat saat melihat rekaman video necroking yang memanggil dulahan level 150 dengan pengorbanan 9 ribu nyawa. Saat ini Dulah itu telah mencapai level 265 menjadikannya peliharaan terkuat di game dgo.
“Kau akan panen besar di sini” (Komo)
“Benar, karena itulah Sangat bersemangat” (viper)
Bukan hanya viper, beberapa pemain yang memiliki item [soul Eater] pun berusaha memanen jiwa di perang ini.
“Lalu bagai mana dengan boa? Bukankah dia bilang akan melawan salah satu great mage yang ikut dalam kubu musuh?” (komo)
“Yaaa, awalnya dia terlihat bersemangat saat mendengar jika seorang great mage akan ikut berperang, tapi dia segera kehilangan minat saat melihat stat great mage itu dan memilih menjadi support” (viper)
“Begitukah?, dia pasti kecewa jika nama besar seperti great mage tidak lebih baik dari goblin di depannya”
Komo agak prihatin pada temannya yang terlihat Merasa bosan dengan game ini.
.
.
.
.
Setelah pasukan dari green scale selesai berbaris, Komo dengan kudanya maju sebagai perwakilan pasukan green scale tanpa pengawalan.
Sedangkan perwakilan dari pasukan gabungan adalah Ney kilen guild master dari white nova, dia datang dengan 4 pengawal royal knight. Dan 8 pemain assassin yang memiliki Skill [Stealth] yang tinggi. Saat jarak mereka berdua tinggal 10 meter merekapun berhenti dan saling berhadapan.
Ada sebuah sistem yang tidak ubahnya seperti pemujaan untuk para dewan yang menjadi ritual wajib sebelum melakukan peperangan.
Kedua perwakilan dari Masing-masing pihak akan berpidato untuk mendapatkan simpati dari dewa dengan itu pihak yang mendapat simpati akan diberi berkah yang sangat berguna di Medan perang yang akan mereka hadapi.
Tapi seakan tidak peduli dengan dengan berkah dari para dewa, dengan santai Komo menatap nay kilen yang terus berbicara bagai seorang caleg yang sedang berkampanye.
“Haaaaah untuk apa meminta berkah dewa jika dewa itu sendiri yang akan turun ke Medan perang untuk membantu kami”
Tak memperdulikan wakil pasukan musuh yang akan mendapatkan berkah. Komo hanya memandang langit yang ditutupi awan hitam. Tapi dia tau itu bukanlah awan biasa melainkan jutaan serangga yang berkerumun dibalik awan.
.
.
.
__ADS_1
.
Chp 132 end.