PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.29 MC 16 bertemu kembali


__ADS_3

...jangan lupa like dan komen Setelah membaca...


__________________________________________


Layar monitor menunjukkan seorang pemuda tengah kebingungan saat memasuki kasino, dari tingkahnya dapat dipastikan jika ini adalah kali pertamanya memasuki tempat seperti ini.


Cukup lama pemuda itu membatu didepan pintu masuk Kasino Membuat beberapa orang berniat mengisinya, tapi tidak lama kemudian seorang pelayan menghampirinya dan mengajaknya untuk mengikuti.


Melihat pelayan itu tidak ada yang berani berbuat macam-macam karena jelas jika si pelayan sendiri merupakan tangan kanan pemilik tempat ini.


Melihat tamunya telah datang, seorang gadis yang dari tadi menatap monitor segera mematikannya dan memusatkan perhatiannya pada jendela yang langsung menghadap ke luar.


“Pertandingan yang membosankan” gumam gadis itu dengan raut wajah yang terlihat bosan.


***


Ziral POV.


Ini sangat memalukan, aku hampir buang air di celana saat melihat tatapan para pker dengan aura membunuh pekat mengarah padaku, seakan mereka tidak suka melihat keberadaanku ditempat ini.


Tapi aku bersyukur itu tidak berlangsung lama setelah seorang pria tua dengan pakaian butler menghampiriku dan dengan sopan mengatakan jika orang yang mengirimnya adalah orang yang sama yang telah memintaku kemari.


Aku dapat melihat tatapan para pker seketika beralih, seakan mereka tidak berani melirik pada butler tua yang menunjukkan jalan padaku. Sementara aku sendiri juga merasakan hal yang sama. Aku merasakan pria tua di depanku bukanlah seorang pelayan sembarangan karena walaupun dia sedang memunggungiku tapi aku tidak bisa melihat celah sedikitpun untuk menyerangnya.


Ya ampun memangnya apa yang sedang aku pikirkan?.


Celah untuk menyerang? Omong kosong, memangnya aku seorang ahli beladiri atau apa.


Semakin lama aku merasakan tekanan di dalam istana atau mungkin Kasino ini membuatku memikirkan sesuatu yang tidak-tidak, aku semakin yakin jika pemilik dari uang yang tanpa sadar aku hilangkan adalah bukan orang biasa .

__ADS_1


Setelah terus mengikuti butler tua itu selama beberapa saat, aku akhirnya sampai di depan pintu masuk yang cukup mewah, terdapat dua penjaga yang berada di setiap sisi pintu.


Melihat kedatangan si butler tua, mereka segera memberi hormat dan membukakan pintu. Dan seketika setelah masuk kedalam pintu itu aku disambut oleh suara riuh dari ribuan penonton yang tidak berbeda dengan keributan di dalam Colosseum di tengah kota yggdrasil.


“Sebenarnya tempat apa ini?.” aku bergumam setelah melihat tempat yang tidak ada satupun informasi yang aku ketahui.


Suara para penonton terus bergemuruh saat mereka melihat pertandingan yang sepertinya adalah lomba lari dengan para peserta saling menyerang peserta lain dengan senjata yang diletakkan secara acak di sepanjang jalur yang merupakan jalanan kota. Tanpa sadar aku menelan ludahku saat melihat betapa brutalnya lomba itu.


Tapi aku segera menenangkan diri setelah butler tua itu memanggil agar aku segera mengikutinya, dan setelah kembali mengekor si butter, aku akhirnya sampai di depan pintu yang bertuliskan-


VVVVVVVVV.....IP, pada pintunya.


“Sebenarya berapa ‘V’ yang ingin dimasukkan pada papan nama pintu itu?.”aku tidak tahan untuk bertanya Setelah melihat papan nama aneh itu. Seakan orang yang memiliki ruangan ini ingin menekankan jika ruangan itu sangat sangat sangat sangat sangat sangat… khusus.


Mendengar perkataan butler tua itu tidak menjawab, dia hanya mengetuk pintu itu pelan dan sebuah jawaban yang terdengar seperti suara seorang perempuan terdengar dari balik pintu. Taklama kemudian pintu itu terbuka dan butler segera mempersilahkan aku masuk.


Hanya aku yang masuk kedalam ruangan ‘VVVVVVVVV….IP’ tersebut, sepertinya tugas butler tua itu hanya mengantar aku hingga kemari. Lalu pemandangan pertam yang aku lihat Setelah berada di dalam ruangan adalah pemandangan cukup ‘WOW’ bagiku.


Tapi perhatianku teralihkan saat melihat punggung gadis yang terbuka lebar karena tidak mengenakan pakaian. Terlihat tatto ular berkepala sembilan, terlihat seperti seorang Yakuza di film-film.


“Bisakah kau berhenti menatap punggungku seperti orang mesum?.”


Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara dari gadis yang sedang dipijat. Dengan cepat aku segera memalingkan wajahku. Tidak lama kemudian gadis itu bangun, sementara aku masih berdiri diam dan menusukan wajahku tidak berani menatap gadis sedang memakai pakaiannya.


“Kau datang lebih cepat dari yang aku perkirakan, dan sepertinya melewati labirin saat datang kemari cukup mudah untukmu.” kata gadis itu setelah mengenakan pakaian yang mirip seperti seragam tentara.


Dia kemudian duduk di sofa yang di depannya terdapat beragam botol minum tanpa memperdulikan pandanganku, dia menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam-dalam. Ruangan pun seketika di penuhi oleh asap yang berasal dari mulut gadis itu.


“Well~ sebelum kita membahas tentang masalah kita bisakah kau memperkenalkan diri lebih dulu tuan.”

__ADS_1


Suara gadis itu kembali menyadarkan aku dari lamunan. “Ghom, ziral adalah nama Avatarku,” balasku.


“Baik tuan ziral....ah itu agak aneh bukan? Kita terlihat seumuran jadi biasa kah aku memanggilmu ziral?.”


“T….tentu nona boa.” aku tergagap saat membalas perkataan gadis di depanku.


Boa hanya terkekeh kecil melihatku yang terlihat ketakutan. “Santai saja, bukankah kita sudah bertemu dua kali sebelumnya?, Yah walaupun itu pertemuan yang cukup singkat”


Itu mengingatkan aku saat pertama dan kedua kali aku berhadapan dengan tokoh paling terkenal di virtual univers secara langsung. Pertama itu berlangsung beberapa detik hingga akhirnya aku hangus terbakar karena hawa keberadaannya, lalu yang kedua berlangsung beberapa jam yang Lalu tapi itu terus membayangiku. Aku teringat dengan jelas jumlah gold dan CP yang aku hilangkan ternyata milik gadis paling di benci.


Tanpa ragu aku segera bersujud didepannya,“A…aku tidak mengira jika CP dan gold yang aku hilangkan adalah milik anda nona, mohon beri aku waktu untuk mengembalikan semuanya”


Aku tidak dapat melihat reaksi yang dia berikan saat aku bersujud di depannya, tapi aku dapat mendengar dia menghela nafas penuh kebosanan.


“Waktu, huh?. Dengan apa kau akan mencari pengganti untuk semua kekayaanku yang kau hilangkan?”


Asap diruang ini kembali pekat, sepertinya boa mengeluarkan yang lain.


“Anak seorang petugas kebersihan yang bekerja sebagai kurir antar pesanan restoran, lalu saat ini ayah dan adikmu sedang di rawat di rumah sakit, sementara ibumu hanya pelayan restoran biasa. Apa kau yakin bisa mengembalikan semua yang kau ambil dariku?”


Sesuai perkiraan dia memang sudah tahu identitas ku bahkan dunia nyata. Aku benar-benar semakin tidak bisa mengelak lagi.


“A…aku..” ucapanku terputus saat pintu terbuka Membuat perhatian kami teralihkan saat beberapa orang kemudian memasuki ruangan. Tapi saat aku mencoba melihat siapa yang masuk tiba-tiba tubuhku terasa sangat berat seakan sesustu telah menindih tubuhku membuat aku tidak bisa bergerak dan bahkan wajahku sampai menempel di lantai.


“Uwaaaaa, ada orang lain ternyata.” suara yang terdengar energik dari salah satu orang yang masuki ruangan.


Aku menilai jika ada sekitar 6 orang yang semuanya adalah perempuan dari sepatu dan bentuk kaki yang melewati ku. Tapi saat kaki orang keenam akan lewat tiba-tiba dia berhenti. Aku dapat merasakan pemilik kaki itu tengah melihat kearahku dengan seksama.


“ziral?.” terdengar suara seorang gadis memanggil namaku, rasanya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya. Dan benar saja, setelah aku berusaha cukup keras untuk menggerakkan kepalaku untuk melihat kesamping, aku dapat melihat gadis berambut hitam dengan kuping anjing yang berdiri tegak di sampingku.

__ADS_1


“Avera” ucapanku pelan.


......bersambung......


__ADS_2