PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.54 dungeon perut 5


__ADS_3

56:47:30 sebelum baby nidhogg terbangun.


BOA POV


Gorila itu langsung memuntahkan darah dari mulut Setelah menerima serangan tersebut. sementara itu para serangga parasit yang aku perintahkan untuk menangani monster kedua kelihatannya sudah menunjukkan hasil.


Ding


[Brain controller lady bug berhasil menginfeksi Stealth chameleon anakonda]


Di balik bebatuan muncul ular sepanjang 5 meter yang kulitnya dapat berubah-ubah seperti bunglon. Aku pikir ular itu yang telah menyerang ku saat pertempuran dengan raja gorila merah.


“Apa mereka saling membantu satu sama lain walaupun berbeda ras?. Aku pikir monster tidak memiliki pikiran untuk saling berkerja sama dengan ras lain.”


Perlahan ular itu mulai mengganas, sepertinya efek dari kelaparan saat parasit mengendalikan tubuh inang mulai Kambuh. Dengan membabi-buta ular itu menyerang gorila yang masih terkapar, ular itu dengan kuat melilit tubuh gorila dengan erat. Tapi seakan tidak ingin mati gorila itu dengan kuat memberontak, dengan kekuatan yang tersisa gorila mencoba melepaskan diri dengan keempat lengannya atau menggigit tubuh si ular.


Shaaaa


GROOOAAARRRRR


Ular itu segera memuntahkan cairan racun pada wajah gorila yang mengakibatkan primata itu menjerit keras saat wajahnya melepuh, seakan merasakan sakit yang sangat luar biasa gorila semakin kuat memberontak. Tapi itu tidak bertahan lama saat ular itu menggigit leher yang mengakibatkan gorila menjadi lemas.


Setelah itu wajah si ular terbuka dan memperlihatkan gigi besar serta antena yang mirip seperti milik semut. Di sekitar kepala juga tumbuh beberapa kaki serangga. Melihat jika gorila itu sudah tidak berdaya ular mutan bersiap untuk makan, tapi tiba-tiba dengan kuat tangan gorila itu mencengkram Kepala si ular dan menariknya dengan kuat hingga si ular terbelah dua.


Groaaaaaaaahhh


Teriak gorila itu sambil memukul-mukul dadanya seakan menunjukkan dirinya adalah yang terkuat. Tapi tiba-tiba kepala ular yang telah terputus itu terbang dengan sayap serangga yang tidak tumbuh di kulitnya, lalu dengan cepat membuka kembali mulutnya dengan lebar untuk memakan kepala si gorila bulat bulat.


Tapi itu kembali gagal karena kekuatan gorila yang begitu besar, dengan keempat tangannya gorila itu melepaskan kepala si ular dari kepalanya. Darah bercucuran di kepa si gorila yang wajahnya sudah di penuhi luka sobek dari gigi-gigi ular itu, bahkan sebagian kulit wajah telah terkelupas dan salah satu matanya telah hilang.

__ADS_1


disaat gorila telah menderita luka parah, ular itu malah mulai menyatukan kembali kepala dengan tubuhnya dan menyembuhkan diri hingga tidak menyisakan bekas sedikitpun bahkan sisik ular Itu mulai terbakar oleh api karena salah satu kekuatan boa yang ular itu dapatkan dari parasit. Tapi saat ular itu hendak menyerang lagi tubuhnya mendadak berhenti seakan menjadi kaku.


“Pergi cari mangsa yang lain.” ucapku dengan dingin memberi perintah pada ular itu. Menuruti perintahku ular itu segera menghilang mencari mangsa untuk memuaskan rasa laparnya.


Kemudian perhatianku tertuju pada gorila yang masih berdiri tegak memandangku, dia terlihat kebingungan seakan tidak mengerti kenapa aku menyelamatkannya.


“Kau cukup cerdas, sangat jarang menemukan seekor monster dengan kecerdasan.”


Aku kembali menyebarkan serangga-serangga parasit yang segera menyerang gorila itu, dengan keras gorila itu mencoba melawan tapi banyaknya serangga membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa. Puluhan serangga masuk kedalam mulutnya sementara yang lain masuk dari hidung dan telinga. Gorila itu masih ingin melawan dengan memukul kepalanya sendiri, bahkan dia sampai membenturkan kepalanya pada batu besar berharap serangga yang memasuki kepalanya keluar.


Tapi menyadari jika tindakan itu percuma, dengan kemarahan gorila itu berlari ke arahku bermaksud untuk menyerang. namun dengan santai aku mengayunkan palu putih yang telah aku panggil sebelumnya, Palu yang terlihat sangat berat karena besarnya hampir menyamai tubuhku tapi dengan mudah aku dapat mengayunkannya dengan satu tangan.


Braaaaak


Kepala gorila itu pecah seketika saat palu besar itu memukul kepalanya membuat isi kepala berceceran. Aku hanya melihat bosan pada tubuh yang tergeletak di tanah, terlihat tubuh itu masih bernafas walaupun kepalanya sudah pecah.


[Brain controller lady bug berhasil menginfeksi rage red ape king]


GROOOAAARRRRR


Teriakan dari monyet itu terdengar keras saat kembali dihidupkan, serta tubuhnya kini dialiri listrik merah.


“Terlihat cukup kuat.” Gumamku “Pergilah, puaskan rasa laparmu dan jangan biarkan diapun mendekati tempat ini.”


Mendengar perintah dariku, gorila itu dengan kecepatan yang sangat tinggi berlari kedalam hutan untuk berburu. Keadaan hutan terlihat menjadi sangat ribut saat semburan api dari ular dan Sambaran petir dari gorila yang sedang mencari mangsa.


***


Setelah melihat kepergian gorila merah, aku mengeluarkan lebih banyak serangga parasit untuk menginfeksi lebih banyak monster kuat di daerah ini. Setelah itu aku melanjutkan perjalanan dengan melayang di udara.

__ADS_1


Mengikuti mini map aku sampai di reruntuhan yang terlihat lebih baik. Mungkin ini dulunya memang sebuah kuil yang sengaja dibangun di dalam perut ini kata tidak terlihat adanya kerusakan dan hanya ditumbuhi oleh lumut dan berdebu.


Semakin aku mendekati kuil banyak Ghoul menghadang, mereka adalah arwah dengan penampilan seperti dayang istana kerajaan Jawa.


“Apa itu kebaya atau apa, terserahlah?”


Aku tidak terlalu peduli apa yang arwah-arwah itu kenakan, aku terus menyerang mereka dengan petir. Item yang memiliki jatuhkan kebanyakan adalah blangkon, baju batik, selendang dan baju khas Indonesia lainnya. Semakin dalam aku aku masuk Monster disini semakin membingungkan. Hingga aku sampai di tempat seperti podium yang digunakan untuk menari, karena diatasnya terdapat 6 penari ronggeng yang berdiri mematung, sementara dibawah podium para zombie yang mengenakan batik dan blangkon siap dengan gamelan mereka.


“Bisakah aku melewati ini saja?.”


Horor hanya itu yang aku rasakan, Bulu kudukku merinding melihat pemandangan di depanku. Entah kenapa aku sudah terbiasa melihat para zombie atau hantu yang mengenakan pakaian gaya Eropa. Tapi bagaimana dengan pakaian khas?. Mungkin karena memang jarang ada game virtual yang mengadopsi adat Indonesia sehingga aku belum terbiasa dengan ini.


“Benar, lebih baik aku mencari jalan lain.” aku merasakan Perasaanku semakin tidak enak dan berniat segera pergi tapi-


Tung


Suara gamelan mulai terdengar lalu seketika pandanganku berubah, tiba-tiba 6 penari yang aku lihat dari kejauhan telah berdiri di depanku. Dan seketika aku menyadari jika telah di teleportasi ke atas podium.


“Gluuk” aku tanpa sadar menelan ludahku saat melihat para penari wanita dengan kulit pucat itu tetap berdiri mematung, hingga suara musik gamelan kembali terdengar. Seakan merespon suara itu keenam penari mulai membuka mata mereka, kemudian setelah memberi salam tanpa mengucapkan apapun mereka mulai menari seiring suara gamelan. Tarian yang begitu mistis aku menyadari mereka tidak berniat untuk menyerang, hingga 30 menit kemudian tarian pun berakhir. Para hantu penari kemudian perlahan menghilang begitu juga para zombie.


Yang tersisa hanya aku sendirian yang perlahan duduk lemas karena kutuk terus bergetar saat melihat tarian para arwah itu. Aku terus menatap lantai hingga tidak menyadari jika telah dipindahkan lagi ke suatu tempat yang tidak di ketahui.


Saat aku melih sekeliling hanya air yang di dapat serta ikan yang berenang dimana-mana. Lalu ada para wanita dengan pakai kebaya menghampiriku.


[Selamat anda telah menjadi yang pertama menginjakan kaki di istana laut selatan.]


Seketika aku membeku di tempat karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


...***CHP 250 END...

__ADS_1


...BERSAMBUNG***...


__ADS_2