PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.71 kejadian aneh


__ADS_3


BOA POV


“Hey…. Katakan sesuatu, kau memiliki kecerdasan bukan?.”


Setelah memakan dewa ormes, aku kembali ke wujud Lamia. Di sekitarku tidak ada apapun yang terlihat hanya lautan lava dari efek domain yang masih tersisa, walaupun skill [demon lord domain] sudah berakhir beberapa saat lalu. Tapi aku rasa efek lava tidak akan menghilang begitu saja.


Aku terus menatap pedang dewa gram yang saat ini telah menyusut ke ukuran normal.


“Hey….. ayolah bukankah kau seorang dewa mitos? Katakan sesuatu.”


Terus mencoba berkomunikasi dengan pedang ini, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Aku berpikir jika dapat menguras poin XP dari pedang dewa, karena sungguh mendapat poin XP Setelah membunuh dewa ormes membuatku ketagihan.


Tapi betapa kali pun aku menyerang pedang ini sama sekali tidak meninggalkan jejak goresan. Aku berpikir jika pedang ini memiliki kemampuan tidak dapat dihancurkan.


Mungkin akan terjadi sesuatu jika aku menelannya untuk diolah dengan skill [gluttony], tapi saat ini aku tidak bisa melakukannya karena aku sudah menggunakan skill itu setelah memakan dewa ormes, aku harus menunggu lima hari lagi untuk dapat mengaktifkan skill [gluttony].


Untuk saat ini pedang dewa ini hanya berupa senjata biasa yang memiliki damage lumayan kuat. Sungguh sangat kuat, aku mencoba melukai diriku sendiri dengan Pedang ini dan hasilnya kesehatanku langsung berkurang 5% walaupun Sudan memiliki pengurangan damage 75%, entah seberapa besar tambahan damage yang dimiliki Pedang ini, atau mungkin ini adalah senjata yang dapat mengabadikan pertahanan?.


“Yah, aku rasa setidaknya senjata dewa harus memiliki fitur mengabaikan pertahanan bukan?.”


Mungkin saja jika dewa ormes berhasil mengunakan pedang ini dia akan memiliki kesempatan untuk melawan, mengingat kemampuan menggunakan pedang ku yang meningkat drastis saat mengunakan pedang ini.


“Haha, setidaknya kau berada di tangan yang tepat.” ucapku sambil memasukkan jumlah mana yang begitu besar. Jika pedang biasa mungkin sudah hancur saat di penuhi oleh mana sebesar ini, tapi sepertinya yang diharapkan dari pedang dewa gram seakan pedang ini tidak memiliki batas. bahkan setelah aku memasukkan seluruh mana yang tersisa ditambah dengan mana yang aku serap dari udara aku masih belum melihat batas dari pedang ini.


“Lagi pula MP para dewa mencapai puluhan juta.” ucapku sambil bersiap untuk menebas pedang dewa yang telah memancarkan cahaya emas yang begitu terang.


Menggunakan skill [heaven fall] aku menebas udara secara vertikal. Dan hasilnya…..


Dalam sekejap bumi terbelah sangat dalam, sejauh mata memandang retakan di bumi tidak bisa aku lihat ujung dan seberapa dalam retakan itu.


Bukan hanya bumi, langit pun ikut terbelah seperti lautan awan api yang terbelah menjadi dua bagian.


Aku tersenyum puas melihat kekuatan dari Pedang dewa gram.


Sementara itu aku mencoba mencari tempat untuk beristirahat karena aku merasa sangat lelah setelah menggunakan mode monster.


Berjalan di tengah reruntuhan kota aku menuju ke istana kerajaan Olysdel.


***


Bagaikan sebuah pulau di tengah laut lahar, beberapa tempat yang terletak cukup tinggi mengakibatkan banjir lahar tidak dapat mencapai tempat itu.


Aku berjalan di tengah reruntuhan istana kerajaan Olysdel. Melihat sekeliling berharap ada sesuatu karena ini adalah sebuah istana kerajaan mungkin ada item berharga tertinggal, tapi aku sadar seluruh kota sudah di kosongkan sebelum kedatangan baby nidhogg, jadi tidak ada sesuatu yang tersisa di sini.

__ADS_1


Menghela nafas panjang aku menatap singgasana di depanku. Melihat kursi yang terlihat nyaman membuatku menjadi lelah. Mungkin aku butuh waktu istirahat. Setelah membersihkan beberapa debu di kursi itu akibat istana yang telah runtuh, aku menaruh panta*tku dia kursi empuk itu.


“Cukup nyaman.” ucapku sambil menatap reruntuhan di depan. Atap istana yang telah menghilangkan membuatku dapat melihat pemandangan langit dengan jelas. Awan di langit perlahan menghilang berubah menjadi awan hitam yang sangat pekat, detik berikutnya hujan lebat mengguyur seluruh dataran lava. Bunyi mendesis terdengar saat air hujan kembali menjadi uap oleh panasnya lava. Perlahan lautan lava pun berubah menjadi batu karena air hujan.


Aku hanya menatap pemandangan itu dengan bosan. Seluruh badanku basah kuyup oleh air hujan tapi aku tidak peduli. Pedang gram tergeletak di samping singgasana sementara perhatianku teralihkan pada seseorang yang mengintip dari dalam kolam lahar yang mulai membantu.


“Sampai kapan kau menatapku seperti itu, jangan membuatku marah dan mendatangimu.” ucapku sambil menatap baby nidhogg yang hanya terlihat kepalanya saja di permukaan.


“Tapi bukankah kau terlihat agak berbeda?.” aku memiringkan kepalaku saat melihat kulit Beby nidhogg yang menjadi merah terang, sementara seharusnya kulitnya kuning kecoklatan. Apakah penyebabnya karena dia berendam di kolam lahar terlalu lama?.


Bukan hanya kulit tapi matanya juga bertambah menjadi 6, tiga di setiap sisi. Dan ada ribuan kaki disekitar tubuhnya, terlihat seperti kelabang daripada cacing sekarang.


Perlahan baby nidhogg keluar dari kolam lahar dan mendekatiku. Aku tetap diam duduk di atas singgasana walaupun monster rasanya itu terus mendekatiku. Perlahan baby nidhogg masuk kedalam istana mengakibatkan seluruh tempat menjadi hancur tapi segera berhenti empat di depanku.


“Apa kau sudah terinfeksi?. Tapi aku tidak mendengar notivikasi apa pun.” Ucapku sambil menginjak kepala raksasa itu. baby nidhogg hanya menggeram kecil sambil menutup kepalanya.


[Selamat anda telah berhasil menjinakkan monster tingkat young God, baby nidhogg]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


………...


…….


[Baby nidhogg bermutasi]


“Hoooo.… Hari ini semakin baik saja.” aku menatap layar status yang menunjukkan levelku naik hingga 367 hanya karena berhasil menjinakkan baby nidhogg. Serat milikku langsung meledak karena...


__________________________________________


[boa]


Level : 202+165 (367)


Ras : medusa


Job : Archmage (thunder, space, fire, light, engine), demon lord.


Kepuasan : 43%

__ADS_1


Vitalitas : 4.219.222


Mana : 1.311.032


Strength : 49.761


Agiliti : 38.001


Stamina : 110.315


Intelligence : 101.057


Wisdom : 4,700


Honor : 125


Point stat : 2.080


[Evolusi dimungkinkan 3×]


__________________________________________


Hahaha dalam sehari aku menjadi seorang ranked nomer 1 menyaingi galie. Aku yakin para pemain sedang dalam kondisi ribut saat ini.


Tapi yah aku sangat lelah, mungkin karena tingkat kepuasanku turun drastis. Aku rasa sudah saat logout dan memikirkan evolusi lain kali.


Perlahan aku menutup mataku saat kantuk yang teramat sangat kuat menyerang ku. Aku tertidur di atas singgasana reruntuhan istana kerajaan Olysdel.


Kantuk yang sangat kuat hingga membuatku tertidur hitungan detik, tertidur cukup lama.


***


Ketika aku tertidur dunia virtual mengalami situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Glicth terjadi di mana-mana, bukan hanya game degradation God online namun seluruh game yang terhubung di virtual univers dan kota yggdrasil mengalami keanehan ini.


Perlahan dunia virtual kembali menjadi ruangan putih tak berujung. Para pemain yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hanya menatap sekeliling diman milyar pemain berkumpul di ruangan itu, tidak terlihat satupun npc di dalamnya.


Spekulasi pun mulai bertebaran, mulai dari kesalahan teknis hingga rumor yang mengatakan jika seseorang telah berhasil membobol sistem takeeasy corp. Tidak lama kemudian seluruh pemain di keluarkan dari virtual univers secara paksa.


Tanpa aku sadari tebasan dari pedang dewa gram membuat celah dimensi di dunia nyata.


...***CHP 266 END...


...BERSAMBUNG***...


NOTE : ARC 4 hanya tersisa epilog.

__ADS_1


__ADS_2