
Butuh beberapa menit hingga taksi yang aku tumpangi sampai di depan winner store. Begitu aku turun, taksi tadi Langsung pergi tanpa mengatakan apapun.
“Dasar tidak sopan” gumanku saat melihat taksi itu terbang menjauh.
Melihat kedatanganku, membuat banyak orang berkerumun. Mungkin ini efek dari tindakanku sebelumnya.
“Bukankah dia gadis ular yang dibawa oleh walikota? Kenapa dia kemari lagi?”
“Entah, apa dia tidak kapok setelah dihukum oleh walikota sendiri?”
Bahkan npc pun ikut membicarakanku. Suasana festival disekitar gedung takeeasy corp seketika berubah menjadi kegaduhan saat aku datang, merasa tidak berguna meladeni mereka aku hanya berjalan tanpa menghiraukan tatapan orang-orang itu. Tapi saat aku hendak masuk kedalam toko winner, beberapa pemain terlihat menghalangi jalan.
“Berhenti di sana kau dilarang masuk!!!!”
Salah satu pemain mencegahku melangkah mendekati pintu masuk toko. Aku pun berhenti sejenak untuk mengamati lebih jelas.
‘pure hear, huh’ gumanku saat melihat identitas yang aku lihat dari skill [Aprisal], tapi yang aku tidak mengerti kenapa mereka malah memakai berbagai lambang yang berada?. Kebanyakan mereka memakai lambang dari guild-guild 10 besar.
“Siapa kalian berani melarang orang untuk masuk ke toko yang terbuka untuk umum” ucapanku dengan penuh intimidasi.
Merasakan intimidasi yang sangat kuat dariku, kelompok pemain yang terdiri dari 20 orang tersentak kaget. Mereka kemudian saling menatap seakan sedang merencanakan sesuatu.
“Kami adalah wakil dari persatuan top guild. demi kedamaian virtual univers kami melarang memasuki waktu winner store ini” ucap pemain itu dengan suara keras seakan sengaja agar setiap orang mendengarnya.
Aku pun dapat melihat banyak orang yang berada di sekitar mulai melakukan siaran streaming. Seakan ini memang sudah disiapkan untuk melawanku, tapi apa mereka memang sengaja menunggu ku? Bagaimana mereka tahu aku akan kemari?. Bosan berpikir terlalu banyak, aku akhirnya memilih jalan tersebut cepat.
‘Nebula apa kau tahu mereka menungguku?’
[Tentu aku tahu]
‘Lalu kenapa kau tidak mengatakan padaku sebelumnya?’
[Untuk apa? Aku pikir tidak ada gunanya aku melaporkan sesuatu yang tidak penting]
‘Tidak penting?’
[Benar bukan. Apa sekumpulan pecundang Seperti mereka layak kau perhatikan?]
‘Pecundang…… sebagai kecerdasan buatan kau cukup kasar bukan?’
[Aku belajar banyak dari mu]
Apa..?? Belajar dariku?? Apa kau sebuah kecerdasan yang baru belajar seperti anak kecil atau semacamnya?. Jika itu benar, aku akan merasa buruk karena mengajarkan sesuatu yang tidak pantas. Tapi itu bukan salah ku, dia sendiri yang memilih mengikuti ku.
[Bersalah]
‘Bukan aku’
Sementara aku sedang ngobrol dengan nebula lewat pikiran.
Lelaki itu terlihat bingung saat aku hanya diam saja menghadapi gertakannya. Sepertinya dia merasa yakin jika aku tidak berani macam-macam dengan aliansi palsu yang dia sebutkan.
“Benar, pergi kau j*lang”
“Kau tidak di terima di sini enyah kau”
__ADS_1
“Tidak lebih baik dia tidak usah datang ke virtual univers lagi sekalian”
Orang-orang yang berkumpul di sekitar juga mulai berpikiran sama, mereka mulai berteriak-teriak hingga membuat kericuhan. kupikir karena ada provokator di tengah-tengah kerumunan penonton.
“Sekarang kau paham bukan, enyah sekarang juga atau kau akan berurusan dengan top 10 guild” Dengan nada yang sangat sombong seakan dia mengira gertakannya akan berhasil.
“BUAHAHAHAHAHA” dan aku hanya tertawa terbahak-bahak melihat mereka semua.
“Diamlah kalian para badut” suaraku terdengar dingin.
“APA!!!” dengan penuh kemarahan lelaki itu menatapku. Bukan hanya dia tapi setiap orang yang berada di sekitar tiba-tiba menjadi hening.
“Menangnya apa yang bisa kalian lakukan untuk mencegahku? Apa kalian berpikir omong kosong kalian akan melukai hatiku lalu aku akan pergi sambil menangis, begitu? Dasar idiot”
Mendengar perkataanku semua orang disekitar tempat itu seketika terlihat mulai marah akibat perkataanku pada mereka.
“Tidak ada, tidak ada yang bisa kalian lakukan? Hahaha”
Oh ini menyenangkan ditatap oleh sekrumunan orang yang terlihat seakan ingin melempari ku dengan batu. Mengalihkan perhatianku, aku menatap lelaki dan pasukannya yang mencegahku memasuki toko winner.
“Dan kalian, aku tidak melihat siapapun yang berasal dari guild top selain dari pure heart”
Seketika semua orang terkejut mendengar itu, sementara orang-orang yang mengaku sebagai perwakilan mulai terlihat cemas.
“Kalian sadar bukan, kalian hanya sekelompok badut” tambah ku.
“Diaaaaammm, kau mengatakan kami palsu? Apa kau tidak melihat lambang guild kami?”
Dengan marah lelaki itu menunjukkan lambang Guild wild Scream di dadanya. Dan aku pun kembali dibuat tertawan, tapi bukan cuma itu. Para penonton yang dari tadi membuat wajah marah juga terlihat kesal pada kelompok itu seakan kesal karena merasa dibodohi. Mungkin ada yang sudah menyadari jika mereka memang palsu.
Keributan semakin bertambah besar setelah aku mengatakan itu, tapi kali ini bukan tentang aku. Melihat kondisi yang menguntungkan, aku pun berniat menambahkan minyak pada api.
“Apa para petinggi pure heart sudah gila, karena mereka berani menggunakan nama 10 guild besar untuk keuntungan mereka sendiri?”
Keadaan berbalik total saat kerumunan mulai mempertanyakan keaslian guild mereka, beberapa pemain yang sebelumnya dicegah untuk masuk kedalam toko karena alasan yang tidak jelas. Mereka mulai marah karena merasa di tipu.
Suasana semakin tidak terkendali saat beberapa pemain yang merupakan anggota resmi guild tidak terima dan berusaha menyerang mereka. Tapi keadaan segera hening saat pria tampan itu datang.
“Ada apa ini? Kalian menghalangi orang lewat, semuanya bubar!!!”
Teriak pria tampan yang tidak lain adalah Hans greater.
Banyak suara teriakan histeris para wanita.
Lalu banyak juga umpatan para lelaki.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Dasar orang-orang tidak konsisten. Awalnya mereka marah padaku lalu pada kelompok palsu itu. Tapi setelah pria ini datang mereka segera lupa segalanya lalu mereka berteriak-teriak histeris Seperti Fangirl gila.
Sebegitu mudahnya opini publik dirubah.
Ditengah kerumunan massa, Hans greater mendekat kerah kami. Melihat kedatangan salah satu petinggi guild Pure heart, para penipu merasa seperti melihat seorang penyelamat.
“Apa kalian para penipu yang menggunakan nama top 10 guild untuk menghalangi jalan? Kalian tangkap mereka!!!”
Dengan perintah dari Hans greater, pasukan yang datang bersamanya langsung menahan para penipu itu.
“Uwaaa, Hans kau keren”
“Hidup pure heart”
“Tau rasa kau penipu”
Suara-suara pujian yang di serukan para pemuja pada pria tampan itu terdengar bagaikan pujian pada dewa. Suara mereka sengaja dibuat keras untuk membuat perhatian massa teralihkan.
Oh ayolah apa ini sebuah drama atau sesuatu?.
“Bukan kah yang kau maksud ‘amankan mereka’ daripada ‘tangkap mereka’ ? Bukankah aku sudah mengatakan jika mereka para pemain dari guild Pure heart”
Suasana kembali Hening saat aku mengatakan itu, para penonton hanya saling menatap. Lalu terlihat wajah para anggota guild pure heart yang mulai cemas.
Sementara itu dengan senyum yang sangat menawan seakan dia sangat terlatih untuk melakukan itu. Hans greater menatapku.
“Aku tidak tahu mereka ada salah satu anggota pure heart” dan itu yang dikatakan pria manipulatif ini.
“BUWAHAHAHAHA”
aku tidak dapat menahan tawaku saat mendengar perkataan dari pria tampan itu. Para penonton hanya bingung melihat tingkahku, sementara para pemuja Hans greater terlihat marah karena menertawakan pujaan mereka.
“Kau mengatakannya, kau mengatakan sesuatu yang sangat klise. Hahaha” ucapku sambil memegangi perut tidak tahan dengan tawaku sendiri.
“Kau tahu? bos mafia kacangan akan mengatakan perkataan yang sama saat anggota mereka terpergok melakukan kejahatan…..”
Aku menghentikan ucapanku saat berusaha menghapus air mata imajinasi di mataku.
“Kau membawa mereka hanya untuk menghapus bukti bukan?” ucapku dengan tatapan sinis.
Suara pujian seketika berhenti, digantikan dengan tatapan curiga para penonton.
Aku sendiri dapat mendengar suara teriakan hinaan dari para lelaki jones, entah dari mana. Sementara itu wajah tampan Hans greater berubah menjadi lebih gelap.
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
Chp 174 end.
__ADS_1