PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online

PRUSO : Perhatian Ratu Ular Sedang Online
arc 4.19 MC 11 berdiri di gunung harta


__ADS_3

Aku berteriak keras saat dengan cepat tubuhku terjatuh bersama dengan malaikat yang aku tunggangi.


Braaaaak


Suara yang cukup keras terdengar saat kami terjatuh. Beruntung aku yang berada di punggung si malaikat hanya mengalami dampak ringan karena tubuh si malaikat aku gunakan sebagai bantalan.


Aku menggulingkan tubuhku hingga terjatuh dari atas malaikat yang berhenti bergerak. aku tidak tahu dia masih hidup atau tidak, karena aku tidak perduli dengan itu.


Rasa sakit di seluruh tubuhku akibat dari dampak ledakan yang menerbangkanku dan benturan keras yang baru saja aku alami membuatku merasakan sakit yang sangat parah, hingga aku tidak bisa berpikir jernih.


Hanya menatap langit yang telah di selimuti awan gelap dan berbagai sihir tak terhitung jumlahnya berkali-kali terbang melewati pandanganku.


Tapi tiba-tiba perhatianku teralihkan pada tubuh malaikat yang telah jatuh bersamaku, perlahan dia bergerak lalu bangkit. Dia melihat keadaan sekitar lalu menatapku yang masih berbaring di tanah tepat di sampingnya.


Malaikat itu menatapku dengan penuh kebencian, seakan dia menyadari jika akulah yang membuatnya terjatuh. Lalu dengan cepat malaikat itu menciptakan sebuah pedang dari cahaya dan bersiap untuk membunuhku.


Aku tidak bisa melakukan apapun, bar kesehatanku hanya tersisa 5%, sementara itu tubuhku terasa sangat sakit seakan seluruh tulangku telah remuk.


Hanya bisa pasrah menerima serangan si malaikat sambil memejamkan mataku dan berharap jika semuanya segera berakhir. Tapi sepertinya keberuntunganku masih cukup baik.


“Gaaaaahh!”


Malaikat yang saat ini bersiap untuk menikam ku dengan pedang cahaya tiba-tiba berteriak keras, aku langsung membuka mata dan menyadari jika sebuah tombak telah menusuk tepat di dadanya.


Dia di tusuk dari belakang hingga mata tombak menembus dadanya. Darah mengalir deras dari luka tusukan dan mulutnya yang mulai memuntahkan darah.


Sementara si malaikat sendiri dengan lemas berusaha menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang telah melukainya, tapi npc tidak akan pernah melihat siapa pelaku penusukan saat dua panah menusuk tepat ke dalam rongga matanya.


Nafasku seketika terhenti saat melihat kejadian mengerikan itu, apa lagi saat tubuh si malaikat dengan lemas terjatuh dan menindih Tubuhku.


Tapi berkat tombak yang menusuk hingga dadanya membuat si malaikat tergantung. Tapi itu justru membuat aku takut ketika melihat wajah malaikat itu tepat di depanku dengan mata yang menatapku dengan penuh Kesakitan.


“Gyaaaa!”


Dengan refleks aku segera menyingkirkan mayat si malaikat, lalu segera menjauh dari mayat itu. Lalu aku segera mencari siap yang telah membantuku tapi itu membuatku menyadari jika saat ini posisiku telah berada di tengah barisan depan, dimana kedua padukan saling bentrok.


Orang-orang yang telah menyelamatkan aku ternyata adalah pasukan dari chaos bringers.


Melihat itu aku hanya bisa memegang kepalaku dan berteriak.


“KENAPA AKU BISA SAMPAI DI SINI”

__ADS_1


***


BLAAAAAR


sebuah ledakan yang sangat besar terjadi tidak jauh dari tempatku berasal, Mendengar suara keras dari ledakan itu membuatku tersadar.


“Sial, aku harus kembali ke barisan belakang” pikirku sambil melihat sekeliling.


Aku mencoba mencari jalan untuk kabur, tapi puluhan juta pasukan yang berdesakan membuat tidak ada celah yang bisa aku lewati. Aku terus mencari jalan kabur tapi perhatianku teralihkan saat merasakan sesuatu yang aneh dari belakang. Lalu saat aku menoleh tiba-tiba sebuah bilah besi tajam melesat hampir mengenai wajahku.


“HUWAAAAA!”


Aku berteriak dengan panik dan segera melompat menjauh dari pedang, yang saat aku perhatikan dengan seksama pemilik pedang adalah seorang pemain perempuan.


“Wooow, kau berhasil menghindarinya! Sungguh luar biasa.” kata perempuan yang terlihat sangat terkejut saat serangannya berhasil aku hindari.


Sementara aku sendiri hanya terdiam saat melihat perempuan di depanku. aku samasekali tidak dapat percaya dapat berhadapan langsung dengan salah satu pemain terkuat di DGO.


Pemain terkuat dari guild rainbow flower.


“Red lily.”


Atau hanya sekedar rasa kekagumanku akan kecantikan dari salah satu pemain tercantik di DGO yang menduduki posisi ke 8 ini.


Entah, yang pasti kakiku Benar-benar terasa kaku dan tidak bisa bergerak.


“Sebuah insting atau hanya Keberuntungan?. terserah yang mana, tapi kau adalah pemsin pertama yang bethasi selamat dari serangan ku di level kurang dari 100” kata gadis itu sambil melihat rapier miliknya yang bernoda darah.


“Atau mungkin kemampuanku yang menurun” wajah cantiknya terlihat sangat sedih saat mengatakan itu.


Itu mungkin karena dia memikirkan rentetan kekalahan yang di alami oleh guild rainbow flower selama event pertama ini.


Di final hari pertama dia bertekuk lutut saat menghadapi guild excalibur.


Sementara di hari kedua, dia sampai 2× bertemu dengan boa yang mengakibatkan seluruh pasukan rainbow flower dibantai habis tanpa kesempatan untuk melawan.


“Ugggg!, Aku tidak bisa tetap melihat ini.” Gumamku yang tidak tahan melihat red lily yang mulia meneteskan air mata.


“I...itu tidak benar nyonya. Aku rasa penyebab kekalahan anda dengan excalibur hanya disebabkan oleh kurangnya kekuatan pasukan rainbow flower yang disebabkan oleh perpindahan basecamp. Jika anda menghadapi mereka dengan kekuatan penuh, aku yakin hasilnya akan berbeda.” kataku dengan terburu-buru karena tidak tahan melihat gadis di depanku yang mulai menangis.


Red lily kemudian menatapku dengan heran. Lalu gadis itu termenung seakan mengingat kembali kekalahannya atas guild excalibur.

__ADS_1


Semua pecinta game DGO menyaksikan pertempuran epik itu termasuk aku. Pertarungan yang berat sebelah dimana guild excalibur memiliki lebih banyak pemain, bukan hanya banyak tapi kemampuan di setiap individu juga tidak bisa dianggap enteng.


Menghadapi serangan dari guild excalibur yang sudah menjadi saingan sejak masa-masa awal game, rainbow flower sangat kesulitan. Semakin lama pertarungan berlangsung jumlah pasukan guild rainbow flower semakin menipis hingga 2 jam setelah di mulainya perkelahian hanya menyisakan red lily seorang diri.


“Begitukah?” gumamnya pelan dengan senyum kecil terlihat diwajahnya.


Aku merasakan sangat bersyukur melihat senyum yang sangat indah itu. Di dalam hati kecilku keinginan untuk terus melihat dunia yang di tinggali oleh orang seperti red lily terus tumbuh.


“Andai saja aku memiliki cara lain” kataku terdiam sambil terus menatap gadis itu.


Tapi keheningan itu tiba-tiba terganggu saat beberapa pemain dari sisi chaos bringers muncul untuk menyerang red Lily.


“Bahaya..…”


Aku segera bertindak untuk memperingatkan, tapi sepertinya itu adalah tindakan percuma.


Zraaaaat


Dalam sekali tarikan repiernya, red lily membunuh 4 pemain dengan equipment yang terlihat cukup kuat mungkin 250 level.


Setelah membunuh keempatnya gadis itu lalu menoleh kearahku.


“Terimakasih, perkataan mu membuatku agak baikan” katanya sambil berlari pergi meninggalkanku.


Aku hanya bisa terdiam sambil melihatnya menghilang ditelan kerumunan para prajurit yang saling bertarung.


“Apa dia tidak mengambil item drop dari pemain yang telah dia bunuh?”


Pandanganku terarah pada 4 mayat. Lalu tanpa sadar aku menelan ludahku sendi saat menyadari jika saat ini telah berdiri di atas gunung harta.


“Sial, kenapa ini tidak pernah terpikirkan oleh ku?”


Aku mengumpat pada diriku sendiri karena terlambat menyadari sesuatu yang penting.


Di mana ada pertempuran pasti akan ada yang mati, lalu di mana ada yang mati pasti ada yang ditinggalkan. Dan saat ini disekitarku terdapat jutaan mayat bergelimpangan dengan item mereka yang masih terpakai.


Bersambung.


Chp 214 end.


jangan lupa jempol dan komentar guy's

__ADS_1


__ADS_2