
Setelah kepergian tujuh orang itu bar kembali tenang , setiap orang di tempat itu seakan sudah biasa melihat kejadian seperti yang baru terjadi hingga tidak menganggap itu sebagai insiden.
“huffft”
White yang duduk di depan bartender meniup rokok yang dia nyalakan setelah makan yang sempat tertunda.
“sama seperti ulasan diforum. nasgor dengan daging cincang disini sangat enak”
“forum?”
White memberi komentar pada masakan yang telah dia pesan. Namun bartender dengan ras minotaurs tidak tau apa yang dikatakan white.
“forum adalah tempat para adventure berdiskusi”
“oh begitukah? Jika mereka menikmati masakan disini itu bagus. Ini gratis untuk mu”
Bartender itu memberi gadis berambut putih itu segelas besar bir. White yang melihat itu langsung mengambil dan meminumnya.
“gluk gluk gluk puaaaah”
Gadis itu meminum bir hingga setengah gelas. Kemudian dia kembali menghisap rokok dalam-dalam.
“nona kenapa kau tidak menggunakan lencana keselamatan?”
Bartender yang sedang membersihkan gelas mulai bertanya.
“lencana keselamatan? Apa yang kau maksud lencana jinak?”
Bartender itu mengerutkan keningnya mendengar jawaban white, namun kemudian dia tertawa.
“hahaha kurasa kau memiliki skill mata hingga tau apa yang terdapat pada lencan itu”
White hanya terdiam, lalu dia menghabiskan bir di gelas dan menyerahkan gelas yang sudah kosong untuk diisi ulang.
“jika memakai lencana akan di culik tidak memakai juga akan di culik, sebenarnya kota ini sangat berbahaya untuk para demi human bukan?”
White bertanya saat bartender itu menyerahkan gelas yang baru diisi padanya.
“yah-kebayakan dari mereka yang diculik adalah perempuan cantik jadi kurasa cukup aman untuk yang lain”
“heeee”
Gadis itu merasa prihatin pada para perempuan yang selalu menjadi sasaran kejahatan walaupun di dalam game. Dia lalu menenggak bir itu hingga tidak tersisa membuat orang disekitar itu merasa kagum.
“tapi jika kau bisa menonaktifkan fitur pelacak, kau bisa dengan aman berjalan di kota”
“benarkah?”
“tentu kau hanya harus membawa item itu pada seorang ahli alat sihir”
“ahli alat sihir?”
Mendengar kata ‘ahli alat sihir’ membut white yang memandangi gelas bir kosong seketika menoleh ke arah bartender.
“bisakah kau memberi tahu dimana si ahli alat sihir itu?”
Bartender yang agak kaget melihat perubahan pada white menjadi bingung.
‘kemungkinan dia sudah menderita karena efek pelacak di lencana itu’
Pikir bartender itu merasa kasihan tanpa tau apa yang sebenarnya di pikirkan white.
“ini adalah sebuah informasi nona jadi tidak gratis”
“begitukah? Lalu bagai mana dengan ini”
__ADS_1
White menaruh sebuah koin perak namun jika dilihat lebih dekat itu lebih besar dan dengan dekorasi yang indah tidak seperti koin perak pada umumnya. Bartender yang melihat itu matanya melebar.
“gohum”
Dia sengaja batuk untuk menenangkan diri, lalu mengambil koin di meja didepan white sambil melirik sekeliling memastikan tidak ada yang mengawasi mereka..
“baiklah ikuti aku”
Bartender itu meminta white ikut dengannya lalu menyuruh salah satu pelayan untuk menggantikan posisinya.
.
.
.
.
Alat ajaib Sudan menjadi barang umum di game dgo. Dari lampu kristal di pinggir jalan, perabotan rumah tangga yang di gunakan sehari-hari hingga senjata yang digunakan para pemain.
Para pemain yang merasa penasaran mencoba mencari tahu pembuat alat-alat ini, dan mereka pun di beritahu oleh para npc jika yang membuat item seperti itu adalah seorang ahli alat sihir.
Para player dengan impian membuat alat sihir atau player yang sekedar ingin memonopoli pasar segera mencari tau informasi tentang si ahli ini.
Namun mereka segera dihadapkan dengan kenyataan bahwa para ahli Ini sangat sulit di temui dikarenakan peraturan kerajaan yang menganggap mereka adalah aset berharga bagi kerajaan mereka.
#
White dan Minotaurs yang memakai tudung untuk menyembunyikan wajah kemudian memasuki distrik lampu merah dimana banyak sekali wanita wanita penghibur yang berdiri di pinggir jalan untuk menarik pelanggan.
“mungkin ini agak pribadi tapi apakah aku boleh bertanya sesuatu?”
Minotaurs itu memulai percakapan membuat white yang tengah asik melihat para kupu-kupu mengalihkan perhatiannya.
“ya silahkan”
Minotaurs itu berusaha hati-hati bertanya pada gadis di belakangnya, seakan tidak ingin membuat dia Maran.
“bagai mana kau tau? Dan terlebih lagi kau belum memberi nama mu, bukankah itu aneh?”
White memandang minotaurs di depannya dengan waspada. Tapi minotaurs itu hanya menghela nafas.
“jika dibandingkan dengan orang yang dengan mudah memberi 1 koin platinum pada seseorang yang tidak dikenal, mana yang lebih aneh”
“karena aku punya banyak koin seperti itu jadi mungkin tingkat menilai seberapa berharga koin itu antara kau dan aku sangatlah berbeda”
Minotaurs itu kembali menghela nafas berat.
“baiklah, namaku lurd dulu aku berasal dari desa Lamia emerald scale”
“begitu, lalu kenapa kau bisa tau jika aku dari sana?”
“itu karena kreta yang kau tunggangi yang kulihat diparkir didepan bar. walaupu aku sudah 25 tahun meninggalkan desa tapi aku masih tau ciri khas dari buah karya teman ku”
“oh jadi kau kenal kad”
Mereka pun terus mengobrol sepanjang perjalanan. White menceritakan tentang kejadian dungeon Rampage hingga akhirnya menjadi salah satu dari lima tetua yang membuat lurd langsung syok. Tapi dia segera menenangkan diri dan melihat boa dengan curiga.
“kau seorang tetua?”
Lurd bertanya seperti seseorang yang mendapat kabar jika temannya telah pergi ke bulan. White yang merasa di remehkan menjadi kesal.
“kau tidak percaya?”
Intimidasi yang kuat terpancar dari tatapan white, membuat punggung lurd dibanjiri keringat dingin.
__ADS_1
“a-aku percaya”
Lurd dengan cepat merubah pendapatnya.
“kuharap koin yang kau berikan bukan berasal dari pajak rakyat. Atau jangan-jangan kau memang datang kemari untuk menghabiskan seluruh pajak kota”
Mendengar perkataan minotaurs di depannya sebuah urat nadi muncul di kepala white.
“hey lurd apa kau pernah melihat bbq yang di masak dengan petir”
“tidak, memangnya ada?”
Lurd merasakan hawa dingin di belakangnya, lalu diapun menoleh dan melihat senyum mengerikan dari white dengan tangan kanan memancarkan cahaya listrik.
“a-aku hanya bercanda”
Detik berikutnya sebuah kilatan petir membuat sekeliling tempat mereka bersinar terang dengan suara yang mengagetkan. Mereka berdua menjadi tontonan para kupu-kupu yang mengangap itu adalah pertengkaran pasangan yang ketahuan selingkuh.
.
.
.
.
White yang terus mengikuti lurd sampai di tujuan tempat seorang ahli alat sihir tinggal tapi-
“kenapa kita masuk ke sarang kupu-kupu?”
White melihat sebuah bangunan mewah diantara bangunan di sekitarnya seakan ingin menunjukkan jika level mereka sangat berbeda.
“kau akan melihatnya nati”
Lurd berkata dengan asap yang terus keluar dari mulutnya ketika dia berbicara seperti orang yang memakan ubi bakar.
Mereka memasuki gedung itu bersama-sama yang dengan cepat di sambut oleh kupu-kupu yang sedang menunggu pelanggan. Namun mereka segera di tolak oleh lurd.
“aku akan pergi menemui pemilik. Apa kau tidak apa-apa ditinggalkan di tempat ini sendirian?”
“jangan khawatir aku sudah sering ketempat seperti ini”
Mendengar itu lurd segera pergi memasuki pintu yang dijaga ketat oleh dua penjaga berlevel 150.
White melihat ke sekitar. Para manusia dan demi human sedang berpesta mendengarkan lagu dari seorang elf, terkadang ada pasangan yang sudah mencapai kesepakatan lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju ke lantai atas untuk bermesraan.
White yang merasa kesal karena selalu di ganggu oleh para pria hidung belang akhirnya menyewa seorang wanita untuk dijadikan teman minum.
“kau memberiku 10 koin emas hanya untuk menemanimu minum sampai temanmu datang, benar?”
“benar, anggap saja ini hari keberuntungan mu karena tidak harus mencium keringat lelaki dari ras lain?”
“wuhuu kau benar-benar tau apa yang di benci oleh para wanita dari ras ku”
Wanita dengan ras rubah itu tersenyum pada boa lalu mereka menuju ke bar dan memesan minuman.
.
.
.
.
Chp 79 end.
__ADS_1
**Sepertinya saya akan memperlambat update cerita ini dikarenakan ada cerita baru yang sedang saya kerjakan. Ya lagi pula mau update atau nggak tidak ada yang peduli kayaknya** 😂😂