
Arachne spesies demi human yang sangat langka, dulu banyak npc seperti ini di dgo tapi karena kemampuan mereka menghasilkan benang khusus yang sangat berguna untuk berbagai hal, mereka mulai di buru untuk di perbudak.
Arkie dan alvi saudara kembar aracne yang berhasil selamat dari kejaran para pemburu yang menyerang desa mereka, di tengah kebingungan karena tidak memiliki tempat tinggal seorang minotaurs yang yang sedang menebang pohon menemukan mereka berdua dan mengajak mereka ke desa Lamia.
Awalnya mereka takut tapi karena tidak punya pilihan lain mereka mengikuti minotaurs itu, bukan hanya memberikan mereka tempat untuk tidur tapi juga makanan untuk mengganjal perut, si minotaurs itu memperkenalkan diri sebagai kad dia mengatakan dia adalah seorang pengrajin kreta, kad mengatakan bahwa mereka berdua boleh tinggal dengan nya jika mereka mau, namun karena kad pun memiliki kesulitan nya sendiri mereka berdua mencoba hidup mandiri, menjadi buruh serabutan bekerja apa pun yang mereka bisa.
Siang itu Alvi memberi tahu kakak nya bahwa ia melihat seorang lamia wanita yang memiliki kereta yang sudah usang, mendengar itu arkie bermaksud mengantar Lamia itu kepada kad, tapi ketika mereka bertemu si lamia mereka sedikit ketakutan karena perasaan yang tidak menyenangkan seperti seorang pembunuh datang dari si lamia itu, tapi arkie memberanikan diri untuk memanggil nya.
Arkie sangat terkejut ketika si lamia melempar 2 koin silver padanya, itu sama dengan 4 penghasilan nya jika dia berusaha keras tapi si lamia memberikan itu seakan dia tidak peduli, lalu si lamia menyuruh mereka untuk masuk ke kreta untuk menunjukkan jalan, di dalam kreta mereka benar benar sangat di uji pasalnya getaran yang sangat parah dari kreta membuat mereka berpikir 'bagaimana kreta seperti ini masih bisa berjalan?'.
Graaw
Suara perut yang kosong terdengar cukup keras Alvi yang menyebabkan Sura itu hanya bersembunyi di belakang kakak nya karena malu, melihat itu si lamia hanya tersenyum kecil lalu melempar box berisi kue mahal yang pernah mereka lihat di jendela restoran paling terkenal di desa ini.
"Makalah"
Ucap nya singkat, arkie dan alvi hanya saling menatap takut jika ada sesuatu di dalam kue itu, tapi karena rasa lapar yang teramat sangat Alvi tidak tahan lagi dan memakan salah satu kue, melihat adiknya yang sangat senang memakan kue arkie pun ikut makan.
Kue yang di beri si lamia sangat enak hingga tidak ada yang tersisa, tidak lupa mengucapkan terimakasih mereka terus melanjutkan perjalanan, dan akhirnya mereka sampai di rumah kad Alvi langsung turun untuk memanggil kad, ketika kad memperkenalkan mereka si lamia pun memperkenalkan diri sebagai boa, boa berdiskusi tentang kreta dengan kad dan akhirnya boa berjanji akan kembali 2 hari lagi untuk membawa barang yang di butuhkan untuk membuat kreta baru.
Setelah boa pergi arkie dan alvi pun pamit pada kad untuk kembali bekerja, kad menyuruh mereka untuk waspada karena di mendengar kabar jika bahwa beberapa Minggu lalu sebuah perkampungan Lamia telah musnah karena ulah manusia.
Mendengar itu arkie sangat kesal, ingatan nya atas kejadian di desanya kembali teringat, tapi tiba-tiba tangan nya di pegang adik nya dan seketika dia berusaha meredam emosi nya.
Setelah mengatakan mereka akan baik-baik saja pada kad mereka segera pergi kembali mencari pekerjaan, tidak lama kemudian mereka mendapatkan pekerjaan mengantar barang untuk para prajurit di gerbang desa walaupun mereka harus mendorong gerobak berat tapi itu adalah hal biasa untuk mereka.
Keringat membasahi wajah mereka berdua, Arki yang menarik gerobak dari depan dan alvi mendorong dari belakang, sangat berat tapi 30 menit kemudian mereka bisa melihat gerbang yang mereka tuju, tapi ada sesuatu yang aneh para penjaga bersiaga seakan bersiap menghadapi serangan, merasakan bahaya mendekat arkie segera menarik tangan adik nya untuk segera pergi menjauh.
Anak panah menghujani tembok kayu desa Lamia beberapa di antaranya masuk ke dalam desa dan melukai penduduk.
"Kyaaah"
Arkie mendengar jeritan adik nya di belakang, dia pun menoleh dan melihat sebuah anak panah menusuk punggung alvi yang tak sadarkan diri, perlahan darah mulai mengalir dari luka namun hanya sedikit karena anak panah yang masih menutupi.
__ADS_1
Kemudian sebuah ledakan besar merobohkan gerbang desa para penyerang masuk membantai penduduk desa yang mereka lihat, para prajurit dari desa datang menghadang namun mereka hanya bisa menahan beberapa Serang sebelum akhirnya mereka mati.
Ada 5 Lamia tua yang terlihat cukup kuat tapi karena banyak nya musuh yang menyergap mereka akhirnya gugur, melihat itu mental para prajurit langsung jatuh, mereka membuang senjata di tangan mereka lalu lari.
"Bakar bakar semuanya jangan sampai ada yang lolos hahaha"
Seorang manusia berteriak memerintah para penyerang, melihat itu arkie yang terus memeluk tubuh adik nya, teringat kembali pada desa nya yang telah musnah oleh manusia, kemudian seorang manusia menghampiri nya dengan pedang yang penuh darah, arkie hanya menatap nya penuh dendam.
"Game ini terlalu nyata hingga aku merasa tidak nyaman dengan tindakan ku ini, tapi jika aku tidak melakukan ini dan tidak mendapat bayaran pacarku akan meminta putus nanti"
Setelah mengatakan hal yang tidak jelas Manusia itu mengangkat pedang nya bersiap untuk menebas.
Swiiiiing
"Guaaaak"
Sebuah anak panah mengenai tangan manusia itu.
"A-apa gila kerusakan macam apa ini Fuc..."
"Kupikir para tetua itu kuat tapi hanya segitu kemampuan mereka"
Sebuah suara yang dikenal arkie terdengar dari belakang, arkie pun menoleh ke arah suara itu, ia melihat boa dengan panah menghampiri nya.
"Oh bukan kita bertemu lagi terlalu cepat....eh!!!!"
Arkie merasakan boa sedikit berbeda ada aura yang mengerikan berasal dari nya, walaupun dia sudah merasakan saat pertama bertemu tapi kali ini lebih kuat hingga dia tidak bisa bergerak, suku aracne terkenal karena indra merasakan bahaya mereka yang tajam, mereka akan merasa tidak nyaman ketika bahaya mendekat dan sekarang Indra itu berteriak keras saat di depan boa.
"Sayang sekali untuk anak semanis dia"
Boa lalu mengambil sebuah botol berisi cairan merah dari kantung ajaib, lalu dia mendekati Alvi, Dengan cepat dia menarik panah di punggung gadis itu.
"Gaaah"
__ADS_1
Teriakan kecil terdengar dari Alvi yang sudah tidak mampu bergerak, darah keluar dengan deras dari dada Alvi melihat itu boa dengan cepat menuangkan cairan merah ke tubuh alvi, dan dengan cepat luka karena panah perlahan menutup.
"Yah... Kurasa dia akan baik-baik saja"
Arkie masih tidak bisa bergerak karena penindasan yang dia rasakan dari boa.
"bawa adik mu dan pergilah, tempat seperti ini bukan untuk orang lemah seperti kalian, dan ini anggap saja untuk berjaga-jaga"
Boa melempar sebilah belati yang dia ambil dari mayat manusia yang barusan dia bunuh.
Boa berbalik dan menuju keramaian manusia yang sedang membakar rumah-rumah warga.
"Guaaa haaa haaa"
Ketika boa pergi akhir arkie bisa bernafas.
'mengerikan, aku belum pernah melihat yang seperti itu'
Dia teringat kata-kata boa dan menatap belati yang Lamia itu tinggalkan, kemudian dia mengambil belati itu dan mengangkat adiknya yang sedang tertidur di depan nya sambil berlari.
"Aku harus menjadi lebih kuat"
Perkataan boa yang terasa penuh penghinaan terus terdengar di kepala arkie, ia bertekad untuk menjadi lebih kuat untuk melindungi keluarga nya yang tersisa.
Arkie terus berlari sambil menggendong adiknya meninggalkan Medan perang yang semakin ramai karena seorang tamu yang tidak di undang ikut bergabung.
.
.
.
.
__ADS_1
chp 38 end