
2:10:39 sebelum baby nighogg bangun.
Boa agak terkejut melihat robot yang berdiri di depan mereka. Robot itu tidaklah terbuat dari besi melainkan kayu yang dipenuhi ukiran rune berwarna biru, namun beberapa bagian dari robot itu seperti roda cakram dan senjata yang mirip gergaji mesin terlihat terbuat dari besi.
Ketiganya mematung dan robot pun mematung, mereka hanya saling memandang satu sama lain. “Sepertinya dia tidak mengira jika akan ada yang datang.” dango berkata dengan pelan.
Setelah beberapa saat robot kayu itu berbalik dan berlari seakan menghindari ketiganya. Melihat itu mereka pun mengerti apa yang terjadi. “Sepertinya bukan hanya dia yang menghuni hutan ini.” ucap xalif.
“Benar, aku bahkan tidak menyangka jika ada makhluk cerdas yang hidup di tempat seperti ini.” balas Dango. Sedangkan xalif terlihat sangat tidak sabar untuk mengejar robot tersebut.
Boa yang mengetahui situasi hanya diam menatap arah robot kayu itu pergi. “Aku rasa ada sebuah desa di sana. Lebih baik kita memeriksanya.” boa berkata sambil mulai berjalan ke depan menuju ke arah dimana robot kayu itu menghilang.
Kedua orang itu tidak menolak karena mereka juga merasa penasaran dengan robot kayu aneh tadi. Tapi baru beberapa langkah mereka berjalan, 4 chimera menghadang perjalanan mereka. “Aku lupa jika sedang berada di dalam dungeon” gumam boa pelan.
Jika di kondisi biasa mungkin mereka orang lain akan lari melihat banyaknya chimera yang harus dilawan. tapi xalif dan dango merasa beruntung karena bersama boa saat ini. boa dengan tenang menghadapi 3 chimera sementara sisanya dilawan oleh mereka berdua.
“Jadi bisakah kau ceritakan tentang siapa yang sedang kau cari tuan xalif?.” boa memulai pembicaraan saat dia menebas seekor monyet dengan api membakar kepalanya tapi tubuhnya merupakan tubuh dari zebra dengan kepala badak di perutnya.
“Eh.?? Kenapa kau bisa tahu jika aku sedang mencari seseorang?.” xalif hanya bisa kebingungan karena boa menebak tujuannya datang ke tempat berbahaya ini.
“Kau menyebutkan semua setiap kali kau panik, b*doh. Aku ingat kau menyatakan akan menemukan kakakmu.” dango membalas dendam ejekan, membuat xalif agak kesel padanya. Jika saja saat ini mereka tidak sedang melawan chimera yang cukup merepotkan, mungkin xalif akan menyerang lizardman itu dengan tinjunya, tapi dia memilih melakukannya nanti.
Setelah berkelahi dengan chimera cukup lama akhirnya mereka berhasil mengalahkannya dengan racun yang dango buat dari bahan yang terdapat di hutan ini. Sementara boa sudah mengalahkan 3 chimera sendirian. Kemudian xalif dan dango mulai membelah tubuh chimera untuk diambil monster core. Mereka terlihat sangat hati-hati karena didalam tubuh chimera mengandung organ penyimpanan racun yang jika rusak maka daging dari chimera tidak akan bisa di konsumsi.
Setelah mengambil 4 monster core para chimera sementara mayat para monster disimpan di dalam kantung ajaib boa. kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan ke arah robot kayu itu pergi. Lalu xalif pun memulai ceritanya.
“Dia adalah kakak ku, menghilang 7 tahun yang lalu saat baby nidhogg terbangun. Saat itu dia sedang ditugaskan di kota yang berada di sekitar kawasan gurun, dan tidak ada yang mengira jika kita itu menjadi sasaran Monster ini.” tangan xalif terkepal seakan memendam kemarahan.
“Lalu bagaimana kau yakin jika dia masih hidup.” tanya boa.
Xalif hanya menunjukkan sebuah kalung yang memancarkan sinar redup, dia mengatakan jika kalung itu memiliki fungsi untuk mengetahui lokasi dari kalung yang sama, semakin dekat antara kedua Kalung maka cahaya semakin terang, sementara jika cahaya kalung mati maka pemiliknya juga telah terbunuh.
__ADS_1
“Karena inilah aku yakin jika saudaraku masih hidup.” ucapnya sambil memakai kembali kalung itu di lehernya.
Perbincangan yang singkat saat para penghuni hutan kembali menyerang, tidak ada jalan selain bertarung. Tapi tidak lama kemudian mereka keluar dari hutan dan menemui Padang rumput yang luas, dari kejauhan mereka melihat sebuah tembok yang terlihat dibuat dengan kayu.
“Aku pikir itu desa mereka.” boa berkata Sambil menarik kepala zombie yang melompat dari dahan kearahnya.
Melihat tujuan mereka telah dekat, dango dan xalif menjadi antusias, tapi boa segera memberi peringatan.
“Padang rumput ini dipenuhi ranjau.” mendengar itu seketika keduanya berhenti di tempat. “Berjalan di tanah yang memiliki bekas roda kreta, itu adalah jalan Satu-satunya yang aman.” lanjutnya sambil menunjuk sebuah jalur kreta yang menghubungkan desa dan hutan.
Mengikuti arahan dari boa, keduanya berjalan perlahan di jalur kereta, Mereka sangat hati-hati agar tidak menginjak rumput. Tapi setelah hampir sampai di depan pintu masuk desa, mereka segera disambut dengan kemunculan robot kayu di atas tembok desa dengan jumlah banyak, lalu mereka terlihat menggunakan panah yang di arahkan pada mereka.
Kemudian sesosok robot yang terlihat berbeda dari yang lainnya, robot yang terbuat dari besi berkarat muncul dari gerbang dan menghampiri mereka.
“Aku pikir mereka hanya ingin memastikan Pakah kita berniat baik atau buruk.” ucap xalif saat melihat situasi.
“Ini terlalu memakan waktu.” balas boa sambil melepaskan kacamata.
‘Nebula aku membutuhkan penerjemah bahasa ras goblin.’ boa menghubungi Nebula lewat telepati.
[Hoho.... kau menemukan mereka. Oke tidak masalah]
Balas Nebula singkat. Lalu-
[Kau mempelajari bahasa goblin.]
Boa merasakan jika ada sesuatu yang masuk di kepalanya. Lalu dia kembali mengenakan kacamatanya sehingga auranya kembali menghilang.
“Maaf, aku terlalu berlebihan tadi.” ucap gadis itu yang membuat para robot kaget, sementara kedua orang yang berada dibelakangnya kebingungan karena tidak memahami perkataan Boa. Mereka hanya bisa melihat boa terus berbicara dengan para robot yang terlihat semakin menurunkan kewaspadaan.
“Bahasa goblin?.” xalif langsung menebak bahasa yang diucapkan oleh boa. Walaupun dia tidak mengerti tapi dia setidaknya pernah mendengar perkataan para goblin yang mirip dengan bahasa yang boa ucapkan saat ini.
__ADS_1
“Yah, aku berpikir itu memang mirip. Tapi kenapa dia berbicara bahasa goblin dengan para robot-robot itu?. Tidak mungkin bukan jika yang mengendalikan robot setinggi 2 meter adalah goblin.” dango berkata dengan bingung.
Tapi apa yang dipikirkan mustahil oleh Dango ternyata itu adalah sebuah kebenaran. Setelah beberapa saat berbincang dengan bahasa goblin, tiba-tiba dada dari robot itu terbuka dan memperlihatkan sesosok makhluk hijau yang terlihat seperti anak kecil namun dengan hidung besar dan telinga panjang, ciri-ciri yang sangat khas dari para goblin.
__________________________________________
[Goblin tinkerer]
Ras : goblin (humanoid)
Titel : master of engineering
Keterangan : salah satu dari ras goblin dengan kecerdasan dan pengetahuan yang sangat luar biasa di bidang mesin dan run craft. Telah dianggap punah Setelah kota mereka lenyap di makan oleh baby nidhogg 250 tahun lalu.
__________________________________________
Boa menyalami goblin yang mengendalikan robot di depannya. Setelah itu goblin robot besi itu memberi aba-aba pada yang lain untuk menurunkan senjata mereka dan mereka bertiga di ijinkan masuk kedalam desa goblin, atau bisa dibilang kota.
***
BOA POV
Setelah memasuki gerbang kayu tersebut pemandangan yang aku lihat Benar-benar berbeda dari yang terlihat di luar.
Pohon-pohon yang begitu tinggi menjulang bagaikan hutan raksasa, banyak rumah berukuran kecil milik para goblin tergantung. Mungkin mereka membuat rumah fiata pohon untuk menghindari asam lambung yang naik kepermukaan.
Tempat ini begitu luas hingga tidak salah jika disebut kota. Aku juga melihat para goblin menggunakan robot kayu untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Dan mereka terlihat ramah.…mungkin.
“Jika kau mencari para pendatang lain selain kami (goblin), maka mereka ada di distrik timur.” ucap goblin bernama gowuri yang merupakan prajurit terbaik di suku goblin tinkerer. Kemudian boa segera memberi tahu informasi ini pada xalif.
...***CHP 247 END...
__ADS_1
...BERSAMBUNG***...