
ZIRAL POV
Semua pemain DGO yang sedang online dikirim ke map event tanpa terkecuali.
Walaupun banyak pemain yang tidak ingin ikut bergabung dalam pertandingan tapi suara mereka tidak didengarkan.
“Mereka benar-brnar bertindak semaunya, bukan?”
Ucap seorang pemain dengan level 20 di sampingku.
“Benarkah? Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku berada di sini” Jawabku dengan bingung.
Yap, aku yang hanya memiliki level 1 lebih lemah dari pemain manapun karena baru kemarin masuk ke dunia virtual. Dan yang lebih mengherankan adalah-
“Aku bahkan belum membuat Avatar DGO, lalu kenapa aku bisa mengikuti event” gumanku tidak mengerti apa yang terjadi.
Ini adalah hari kedua aku memasuki virtual univers.
Aku tidak tahu harus memulai dari mana untuk menceritakan apa yang aku alami kemarin.
Setelah melihat jumlah CP yang mencapai 80 milyar, itu membuatku sangat ketakutan.
Entah orang seperti apa yang memiliki uang sebanyak itu, aku berpikir helem vgear yang aku temukan milik seorang mafia atau sesuatu.
‘Apa mungkin ayah dari gadis itu adalah salah satu dari elit global?’
Itulah yang aku pikirkan, aku sangat ketakutan jika itu benar-benar kenyataan. Apa lagi aku sudah mengambil lebih dari 9 ribu cp tanpa sadar.
Karena tidak ingin mendapatkan masalah aku segera logout.
Pagi harinya aku menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. tapi saat aku bekerja sebagai pengantar pesanan, teman ayahku mengabarkan jika ada masalah.
Dia mengatakan jika beberapa rentenir datang untuk menagih hutang, tapi karena uang yang mereka minta tidak ada mereka menghajar ayahku hingga terluka para dan dilarikan ke rumah sakit.
Saat aku datang untuk memeriksa keadaan, buku sudah berada di sana dengan mata merah akibat terlalu banyak menangis.
Dia terus menemani ayahku yang habis di operasi karena mendapat beberapa luka tusukan.
Kondisinya masih kritis karena kehilangan banyak darah, dia masih butuh perawatan tapi kami tidak memiliki uang untuk biaya rawat inap.
Aku hanya bisa menatap orang yang palingan aku hormati terbaring tidak berdaya di tempat tidurnya dengan berbagai perban dengan noda merah mengikat seluruh badannya bagai mumi.
Ibuku terus menjaga ayahku itu artinya dia tidak masuk kerja, mungkin ibu akan mendapatkan masalah dari boss brengsek tempatnya bekerja.
Tapi….dia mengatakan tidak apa-apa.
Namun….aku tahu ini tidak mungkin sesederhana itu.
Merasa tidak ada yang bisa dilakukan aku pun segera meninggalkan ruangan ayahku. lalu pergi ke ruangan lain.
Seorang gadis seusia 18 tahun terbaring dengan berbagai alat bantu untuk menunjang hidupnya. Sudah 1 tahun lebi dia berada di dalam ruangan ini sedang kondisi seperti ini.
Hanya bisa menatapnya dari kaca jendela, aku mengepalkan telapak tanganku hingga darah menetes dikarenakan kuku-kuku menembus kulit.
Ini sangat….. menjengkelkan.
__ADS_1
Aku marah pada ketidak berdayaanku sendiri.
Lagi-lagi masalah keuangan membuatku merasa bukanlah siapa-siapa.
Aku terus membohongi diriku sendiri dengan berpikir semua akan baik-baik saja.
Tapi tidak.
Semu berbanding terbalik dengan harapanku.
Dengan air mata yang mulai mengalir, perlahan aku melangkah pergi dari rumah sakit menuju kota kumuh di tengah tumpukan sampah, rumah bagi orang-orang yang kalah.
.
.
[Jangan lupa like dan komen]
.
.
“Hanya ini yang aku punya?”
Kakiku terasa lemas saat melihat tabungan di akun milikku yang hanya tersisa kurang dari 1 juta.
Aku sudah tau akan seperti ini karena mungkin setiap hari aku telah mengecek akun milikku, berharap ada keajaiban saat tabunganku bertambah.
Tapi itu hanya pemikiran konyol.
Braaaaak
Dengan kesal aku memukul mesin ATM di depanku untuk melupakan kekesalan.
Tapi aku segera sadar jika itu tindakan bodoh, mungkin alarm akan berbunyi karena mengira ada perampokan.
Takut terkena masalah lain aku segera menarik seluruh uang dan segera pulang.
Di perjalanan, pikiranku Benar-benar kacau memikirkan bagaimana cara untuk menghasilkan uang dengan cepat.
Meminjam? Tidak ada yang akan mau meminjamkan uang pada ku, teman-tenanku sudah menghindari ku.
Menjual barang? Apa yang bisa dijual, tidak ada benda mewah di rumah kami….. tunggu.
Aku teringat pada vgear yang baru aku temukan kemarin.
“Itu masih terlihat bagus, semoga bisa dijual dengan harga cukup untuk menutupi biaya perawatan ayah”
Merasa ada titik cerah, aku memacu motorku lebih cepat untuk kembali ke rumah.
Setelah sampai aku segera mengecek keadaan vgear?.
“Ini masih bagus, hanya sebuah lecet kecil”
Aku segera mengecek nomor seri pada vgear tersebut lalu mengecek harganya di internet. Dan sebuah kejutan besar aku rasakan saat melihat betapa mahal helem yang saat ini aku pegang.
__ADS_1
“35 juta? Bahkan yang bekas saja minimal 20 juta?”
Tanganku tidak dapat berhenti bergetar saat memegang smartphone karena kejutan besar yang aku alami.
“Kenapa benda semahal ini dibuang? Apa mungkin hanya karena goresan kecil ini, Jika aku menjual ini, biaya Utuk perawatan ayah akan tercukupi”
“Benar….tapi....Apa aku bisa melepas mimpiku?”
Sudah sangat lama aku ingin pergi ke dunia virtual. Mungkin karena aku ingin melarikan diri.
Di dunia nyata aku hanya seorang pecundang yang terus bermimpi menjadi orang besar.
Masih teringat jelas saat sepuluh tahun lalu aku menonton peluncuran vgear pertama.
Saat dimana untuk pertama kalinya dunia baru diperkenalkan oleh sang dewa virtual. Dunia dibuat takjub olehnya, begitu juga aku.
Aku sangat terpesona dengan dunia yang biasa menjadikan semua orang apapun yang diinginkan.
{Ini adalah technologi yg di tunggu tunggu semua orang. impian yang telah dinanti lebih dari satu abad, technologi yang membawa kita ketempat yang selalu kita impikan isekai, tidak perlu lagi menunggu giliran untuk di jemput truk Kun. kau hanya perlu sebuah vgear dan kau akan langsung menuju dunia impian}
Pidato yang sangat menginspirasi banyak orang di dunia untuk mencoba menjadi seorang petualang.
Petualang yang akan menjelajahi dunia yang sangat berbeda.
Lalu tanpa sadar itu juga telah menjadi impianku.
Jadi apakah aku bisa merelakan impian besar ku untuk keluarga?
Sebuah pertanyaan besar, tapi tanpa ragu aku akan menjawab iya.
“Aku tidak bisa merelakan keluargaku hanya untuk impian konyol, mereka terlalu penting untukku”
Dengan berat hati aku mengambil gambar dari vgear itu, lalu aku pasang pasang pada salah satu online shop.
Tapi sebelum aku menekan konfirmasi penjualan, aku menatap helem itu sekali lagi.
“Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya” gumanku sambil vgear dikepalai dan berbaring di tempat tidur bersiap untuk online.
Mataku terpejam saat mengingat jumlah besar cp yang aku lihat di akun yang bukan milikku kemarin.
“Mungkin aku bisa meminjam dari nya, tapi Bagain mana aku akan mengganti 9 ribu yang aku hilangkan kemarin?”
Pikiranku kembali dibuat pusing dengan masalah kematian pertamsku. Tapi aku segera menenangkan diri karena mungki ini akan menjadi terakhir kalinya aku memasuki virtual univers.
“Benar, nikmati saat-saat terakhir. Link On”
.
.
[Jangan lupa like dan komen guys]
.
.
__ADS_1
Chp 210 end.