
Lucy membaca surat itu dengan seksama, sedangkan neneknya mendengarkan apa yang di bacakan oleh cucunya itu. Dan inti dari surat itu ternyata agar Lucy bisa pindah ke kota dan ikut untuk hidup bersama dengan ayahnya. Ayah Lucy meminta anak semata wayangnya itu untuk tinggal dengannya di kota. Lucy menatap lekat ke arah neneknya, nampak jelas jika neneknya sangat tidak setuju dengan keinginan ayahnya itu.
"Nenek, aku tidak akan pergi meninggalkan nenek jika memang nenek tidak mengizinkan ku." ucap Lucy sambil merangkul neneknya.
Tiba-tiba dari celah mata neneknya mengalir bulir-bulir air dan membasahi pipinya yang mulai keriput.
"Kau pasti lebih tau aku di bandingkan orang lain Lucy, aku benar-benar tidak ingin kau ke kota. Tapi, jika kau terus menetap di sini kau tidak akan berkembang nak.Kau harus mengejar pendidikan yang lebih tinggi lagi di luar sana." ucap neneknya.
__ADS_1
"Tapi bagiku kehidupan seperti ini sudah cukup nek, aku tidak ingin apa-apa lagi saat ini. Dapat menemani nenek untuk memanen sayuran dan yang lain-lain ini sangat menyenangkan bagi ku." ucap Lucy bersungguh-sungguh.
"Tapi hidup harus berjalan lebih maju, aku dan ibu mu sudah terkurung di gubuk tua ini berpuluh-puluh tahun. Tidak ada perubahan dari ini semua, kau harus keluar dari sini dan mengejar impian mu." ucap nenek.
Nenek Zoe sangat mengerti dengan keinginan Lucy untuk bekerja, jika dia bekerja di daerah seperti tempat mereka tinggal ia takut itu akan membahayakan dirinya. Karena sering terjadi kekerasan dan perampasan di sekitar mereka tinggal. Namun jika Lucy mencari pekerjaan di kota, mungkin saja jauh lebih aman apa lagi ayahnya pasti akan menjaga putri semata wayangnya itu.
"Ku Rasa mungkin Boris ada benarnya juga meminta mu untuk datang ke kota dan mencari pekerjaan di sana. Setidaknya di kota lebih aman di bandingkan dengan tempat tinggal kita sekarang. Terlebih lagi ayahmu pasti bisa menjaga mu jika terjadi apa-apa nantinya." ucap nenek.
__ADS_1
"Lucy, di sini sangat bahaya jika kau bekerja dimalam hari nantinya. Dan aku sudah terlalu tua untuk terus menjaga mu." ucap nenek Zoe.
"Aku akan mencari pekerjaan yang hanya bisa di kerjakan saat siang hari nek, aku berjanji tidak akan membuat nenek khawatir." ucap Lucy meyakinkan.
Nenek Zoe menatap wajah Lucy yang bersungguh-sungguh, ia benar-benar memiliki wajah yang cantik. Pipi yang merah dengan bibir tipis merona, tak jarang banyak lelaki yang mengagumi paras cantik gadis belia ini.
"Baiklah, aku akan menyetujui mu jika kau bisa membuktikan kalau di tempat kerja mu nanti semua karyawannya adalah seorang wanita. Karena jika ada seorang lelaki aku akan selalu berpikiran buruk akan keselamatan mu." ucap nenek.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah aku akan mendengarkan seluruh ucapan nenek, bila perlu aku akan membawa nenek bersama ku saat aku bekerja nanti." ucap Lucy sambil tersenyum.
Neneknya hanya tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut cucunya itu. Ia tak menyangka jika kini cucunya yang dahulu masih sangat kecil dan manja kini telah berubah menjadi seorang gadis belia yang cantik dan mandiri.