S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#99


__ADS_3

Andre tiba di kantor dan langsung masuk ke dalam ruang kerja nya dengan perasaan kesal yang masih membara di dalam hatinya. Luna yang sedang menggantikan Andre mengurus pekerjaan tiba-tiba terkejut dengan kedatangannya dan langsung menyusul Andre ke dalam ruangannya.


"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kamu ke kantor?" tanya Luna heran.


"Aku bertengkar dengan ibu ku, aku ingin menenangkan diri di sini. bisakah kau panggilkan Lucy untukku?" tanya Andre pada Luna.


"Baiklah aku akan memanggilkan Lucy untukmu." ucap Luna sambil berjalan keluar menuju kantor Andre.


Luna berjalan menuju ruangan tempat kerja Lucy, dan mendekati meja Lucy sambil menatap wajah gadis itu.


"Sepertinya kau benar-benar di dalam masalah yang sulit, tapi tenang saja aku rasa itu akan segera membaik." ucap Luna kepada Lucy.


"Ada apa tiba-tiba Nana Luna berkata seperti itu?" tanya Lucy penasaran.


"Tuan Andre sedang menunggumu di ruangannya, sepertinya hatinya sedang tidak baik. Kau datang dan jumpai lah dia, sepertinya dia sedang membutuhkanmu saat ini." ucap Luna.


"Dia di kantor? Bukankah seharusnya dia mengajak keluarganya untuk pergi jalan-jalan?" tanya Lucy heran.


"Entahlah sepertinya ada masalah di dalam keluarganya, dan membatalkan liburannya. Aku akan meminta seseorang untuk menggantikan pekerjaanmu." ucap Luna.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, terima kasih nona Luna. Aku akan segera kesana untuk menemuinya." ucap Lucy.


Lucy beranjak dari meja kerjanya menuju ruang kerja Andre. Benar saja, nampak Andre sedang duduk bersandar di kursinya menghadap kaca jendela ruang kantor nya tersebut. Tatapannya kosong, tidak seperti biasanya kekasihnya yang kadang angkuh dan percaya diri kini menatap kosong kearah jendela kantor.


"Apa kau ingin makan sesuatu? Aku akan membuat kamu sesuatu yang enak untuk meredakan hatimu yang kacau." ucap Lucy sambil memeluk Andre dari belakang.


"Apa kau sedang menggoda ku saat ini?" tanya Andre.


"Aku hanya tidak ingin melihat kekasihku yang biasnya sangat percaya diri kini menjadi sangat murung." ucap Lucy.


"Aku terlalu kesal di rumah, jadi aku lari ke sini." ucap Andre singkat.


Lucy menarik sebuah kursi dan meletakkannya di hadapan Andre. Ia pun duduk di kursi itu dan memandang wajah Andre yang lesu.


"Begitulah, aku benar-benar merasa kesal saat ini. Bisa-bisanya ibu mau menjodohkan ku dengan wanita yang sama sekali tidak dapat menghargai dirinya. Kau tau, ibuku seakan-akan pembantu di buat olehnya. Terlalu banyak alasan dan drama yang terjadi di rumah semenjak kedatangan ibu dan wanita itu." ucap Andre meluapkan kekesalannya.


Lucy hanya dapat mendengarkan curahan hati Andre, ia mengerti saat ini yang Andre butuhkan hanyalah pendengar yang baik. Karena menurutnya Andre pasti akan bertanya padanya jika kekasihnya itu butuh solusi.


"Kau tau, ini pertama kalinya aku bertengkar hebat dengan ibu ku. Dan bodohnya lagi, aku bertengkar dengannya hanya karena seorang gadis yang tidak tahu diri dan tidak dapat menghargai orang tua sama sekali. Bagaimana bisa ibu meminta ku menikah dengan wanita yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak pandai mengurus pekerjaan rumah tangga." ucap Andre.

__ADS_1


"Ah, aku benar-benar kesal sampai rasanya aku ingin memukul seorang." ucap Andre.


"Jangan seperti itu, kamu tidak boleh melampiaskan kemarahan mu kepada orang lain. Dan juga mau seperti apapun kau tidak boleh bertengkar hebat dengan ibumu, cobalah berbicara pelan-pelan terhadapnya, kurasa ibu pasti akan bisa mengerti jika kamu mengatakannya secara perlahan." ucap Lucy.


"Sudahlah untuk saat ini aku benar-benar tidak ingin membahas itu, bagaimana kalau kita sayang pergi berlibur atau kita pergi mencari makanan yang enak?" tanya Andre.


"Tidak bisa, pekerjaanku sedang banyak menumpuk. Yang seharusnya pergi bersenang-senang hari ini ini bersamamu itu adalah keluargamu, bukan aku." ucap Lucy.


"Tapi sepertinya mereka tidak menyukai itu, yang dipikirkan ibuku hanyalah perjodohan, perjodohan dan perjodohan. aku tidak menyangka harta dapat membuat ibuku ku berpikir bahwa setiap manusia itu harus dilihat dari status sosial bukan dari hatinya." ucap Andri kesal.


"Justru karena kamu merasa kesal itulah, kamu harus pergi bersenang-senang dengan keluargamu. Saat bersenang-senang ajak ibumu berbicara berdua saja dengan tenang, mungkin ibumu akan mendengarkan perkataanmu mas." bujuk Lucy.


Andre hanya diam dan tidak menanggapi perkataan kekasihnya itu, hatinya masih kesal akibat pertengkaran dengan ibunya tadi. padahal ia berharap Lucy mau diajak nya untuk bepergian dan menenangkan pikirannya, ternyata apa yang ia harapkan berbanding terbalik dengan kenyataannya.


"Mas, kamu sudah lama tidak bertemu dengan ibumu dan itu membuat kalian saling bersitegang. Cobalah untuk berbicara berdua dengan beliau, seorang ibu pasti akan mendengarkan anak-anaknya." bujuk Lucy lagi.


"Bagaimana jika dia tidak mendengarkan perkataanku dan tetap bersikeras menjodohkanku dengan Ratih? Apa yang harus aku perbuat?" tanya Andre.


"Kamu harus mencobanya terlebih dahulu, bagaimana bisa kamu mengatakan itu jika belum mencobanya." ucap Lucy.

__ADS_1


"Apakah menurutmu itu yang terbaik? Baiklah aku akan mencobanya tapi berikan aku pelukan yang sedikit lama. Aku harus menenangkan hatiku dan kembali ke sana." ucapan Andre mencoba mengalah.


Lucy tersenyum lebar ke arah Andre dan memeluknya dengan hangat, terkadang ia merasa lelakinya itu bukan hanya angkuh melainkan juga manja.


__ADS_2