S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#82


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Andre telah bersiap dan berpakaian rapi, ia berencana untuk menjemput kedatangan ibunya dan adiknya di bandara yang tiba hari ini.Namun sebelumnya ia juga akan menjemput Lucy dan membawa bersamanya untuk menemui mereka berdua. Andre sedikit gugup untuk menjemput kedatangan ibu dan adiknya itu mengingat ini pertama kali bagi ibu dan adiknya berkunjung ke Paris tempat ia bekerja selama beberapa tahun terakhir.


"Ahh aku benar-benar sudah lama tidak merasa gugup seperti ini, ayolah aku pasti bisa menghadapi ibu. Aku akan mengenalkan Lucy secara langsung kepadanya, oh Tuhan bantu aku melewati ini semua." ucap Andre gugup.


Andre pun pergi meninggalkan apartemennya dan menuju apartemen tempat Lucy tinggal, yang sebelumnya ia telah memberitahu Lucy jadwal untuk menjemput ibu dan adiknya. Setelah tiba di parkiran apartemen tempat tinggal Lucy, ia membuka ponselnya dan mencoba menghubungi kekasihnya itu.


"Kau sudah siap? Aku menunggu mu di parkiran ok." ucap Andre menelepon Lucy.


"Baiklah, aku akan segera turun." ucap Lucy di seberang telepon.


Tak lama Andre menunggu kedatangan Lucy ia di kejutkan dengan suara ketukan dari luar jendela mobil yang ternyata itu adalah Lucy. Mata Andre terpana melihat Lucy hari ini, gaun yang di kenakan oleh Lucy adalah gaun yang ia belikan khusus untuk wanita itu kemarin. Cara Lucy berpakaian, mengenakan perhiasan dan berdandan tidak mencerminkan jika dia adalah wanita dari kalangan menengah kebawah yang biasa ia temukan. Lucy benar-benar cantik dan tampak lebih dewasa dari sebelumnya, sosoknya yang seorang gadis imut kini berubah bak seorang gadis dewasa dari keluarga bangsawan.

__ADS_1


"Mas... Mas... Maasss...." teriak Lucy.


"Oh ya, ayo kita berangkat sekarang." ucap Andre gagap.


"Kenapa tatapan mata mu seperti itu? Apa aku tidak cantik memakai baju ini? Haruskah aku menukarnya?" tanya Lucy heran.


"Tidak... Pakaian itu cocok untuk mu, ayo naik kita harus bergegas ke bandara untuk menjemput ibu dan Alex." ucap Andre.


Andre berusaha mengalihkan pandangannya namun tetap saja penampilan Lucy hari ini membuatnya salah tingkah dan takjub.


"Ah sial, rasanya aku tidak ingin menjemput ibu dan Alex sekarang." ucap Andre.

__ADS_1


"Kenapa? Apa ada masalah antara kalian?" tanya Lucy penasaran.


"Itu semua karena kau." ucap Andre singkat.


"K-karena ku? Apa yang sudah ku lakukan?" tanya Lucy heran.


"Sudahlah, kau membuatku tidak konsentrasi dalam menyetir." ucap Andre.


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, bagaimana bisa ia di salahkan tanpa sebab dan musabab. Jelas-jelas ia telah melakukan yang terbaik dengan penampilannya demi memuaskan keinginan kekasihnya itu yang akan menjemput ibu dan adiknya. Lucy mencoba tuk tidak terlalu banyak bertanya dan berbicara, ia tidak ingin membuat mood Andre hancur di saat orang tua dan adiknya tiba untuk pertama kali mengunjunginya di sini.


"Baiklah, untuk hari ini aku akan menuruti dan mendengarkan semua perkataan mu. Anggap saja karena kau menghormati kedatangan dari ibu dan adik mu."batin Lucy sambil menatap ke arah Andre yang serius menyetir mobilnya.

__ADS_1


Sesekali Lucy menghembuskan napas panjangnya dan mencoba menenangkan jantungnya yang kini berdetak kencang karena gugup untuk bertemu secara langsung dengan ibu dan adik kekasihnya itu. Ia sangat takut jika mereka tidak ingin melihat dan menolak kehadirannya.


__ADS_2