S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#19


__ADS_3

Andre berjalan pulang menuju apartemennya. Saat ini ia benar- ingin berusaha menenangkan diri atas penolakan dari wanita yang selama ini ia cintai. Setiba di apartemen Andre membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, setelah itu ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan mencoba memejamkan matanya.


Hari sudah pukul 7.00 pagi saat ia kembali tadi. Kini rasa penat menggelayut di sekujur tubuhnya. Andre berusaha memejamkan matanya dan beristirahat.


Di sisi lain Lucy yang baru saja tertidur di kejutkan oleh keributan yang terjadi di depan kamarnya. Seketika keributan itu semakin dekat dan seperti ada seseorang membuka paksa kamar miliknya. Lucy terbangun dan mengenakan cardigannya. Benar saja, ternyata orang yang mencoba memaksa masuk adalah suruhan dari bos David.


"Kenapa kalian ke sini?" Teriak Lucy.


"Dasar wanita jalang, berani-beraninya kau lari dari bos David." Ucap seorang lelaki sambil memukul wajah Lucy.


Mendapat perlakuan seperti itu Lucy jatuh terhuyung tak berdaya. Lukanya yang belum sembuh di tambah dengan pukulan baru dari anak buah bos david.


"Ikut kami kembali, dan jadilah wanita yang baik." Ucap pria itu sambil menarik Lucy keluar.


"Biarkan aku berjalan sendiri." Bentak Lucy.


Ia pun berjalan keluar dengan membawa bingkisan yang di berikan oleh Andre. Lucy berjalan menuju resepsionis dan memberikan bingkisan itu kepada mereka.


"Bisa saya meminjam pulpen, saya ingin menitipkan ini untuk teman saya." Ucap lucy


Wanita yang berada di meja resepsionis memberika pulpen dan secarik kertas kepada Lucy. Lucy menulis beberap kata dan memasukannya ke dalam bingkisan yang ada di hadapannya.


"Nona, apakah saya harus menelepon teman anda itu? Sepertinya anda dalam keadaan yang tidak baik." Ucap wanita penjaga resepsionis.


"Apa dia meninggalkan nomor teleponya semalam?" Tanya Lucy.


"Iya, aku akn mencoba menghubunginya." Ucap wanita itu.


Melihat Lucy lama di meja resepsionis, anak buah David menariknya dengan berang.Mereka takut jika Lucy berencana untuk kabur lagi dan mereka akan dalam masalah nantinya.


"Aku menunggu seseorang, tolong jangan bawa aku." Ucap Lucy memohon.


"Persetan dengan omongan mu, kau harus cepat ikut. Jangan mengulur waktu, kau semakin membuat ku muak" ucap lelaki itu.


Mereka menarik lengan Lucy dan memaksanya untuk ikut. Namun Lucy memberontak dan masih berharap Andre akan datang untuk menyelamatkannya.


Melihat Lucy yang memberontak, kedua lelaki itu itu menjadi geram dan memukul tubuh Lucy habis-habisan sampai membuat Lucy setengah sadar.


______________


Andre mengangkat telepon yang sudah berkali-kali masuk kedalam ponselnya, ia mengangkatnya dengan mata masih terpejam.


"Tuan, saya pegawai hotel tempat teman wanita anda menginap semalam. Apa anda bisa kesini sekarang?" Tanya wanita itu


"Aku tidak kenal dengan wanita itu, aku hanya mengantarnya untuk tinggal di sana." Ucap Andre malas.

__ADS_1


"Tapi dia dalam keadaan bahaya saat ini." Ucap wanita itu.


Andre diam sejenak dan mencoba berfikir.


"Sudahlah, itu bukan urusan ku. Lagian aku tidak kenal dengan wanita itu, biarkan saja." Ucap Andre menutup teleponnya.


Andre meletakkan ponsel miliknya di bawah bantal dan mencoba melanjutkan tidurnya yang terganggu. Namun pikirannya merasa tidak tenang karena terpikirkan akan nasib wanita yang mengganggunya semalam.


"Ahh wanita sialan, anggap saja aku menolong nyawa mu kali ini." Ucap Andre bangkit dan mengambil kunci mobilnya.


Andre mengenakan baju hangatnya dan berangkat menuju hotel secepat mungkin. Ia berharap wanita itu masih di sana saat dia tiba. Setiba di depan hotel, Andre berlari masuk menuju kedalam hotel dan memeriksa seluruh sudut lobby. Ia berjalan menuju meja resepsionis.


"Dimana wanita itu?" Tanya Andre terengah-engah.


"Dia sudah di bawa oleh kedua orang itu tuan. Sebelum pergi dia menitipkan ini kepada kami dan meminta kami untuk memberikannya kepada anda." Ucap seorang wanita penjaga.


Andre membuka bingkisan yang berisikan baju yang ia belikan semalam untuk Lucy. Ia memeriksa seluruh isinya dan mendapati kayu ATM dan juga secarik kertas.


"Baiklah, terima kasih." Ucap Andre meninggalkan hotel.


Ia masuk kedalam mobil dan membuka secarik kertas yang ada di dalam bingkisan itu.


"Tuan, terima kasih atas bantuan anda. Maaf kalau saya banyak menyusahkan anda. Ini saya kembalikan semua karena saya tidak pantas mendapatkannya. Mau bagaimana pun saya berlari, mereka akan tetap mencari dan menarik saya ketempat itu. Terima kasih banyak tuan." Tulis Lucy.


Setiba di klub malam yang ia datangi semalam, ia langsung masuk tanpa berfikir panjang. Ia mencari-cari sosok Lucy namun tidak mendapatinya. Ia pun mencoba bertanya pada seorang pelayan.


"Apa kau melihat seorang wanita di bawa paksa ke sini pagi ini?" Tanya Andre.


"Ya aku melihat mereka membawa wanita itu pergi ke kamar bos David." Ucap pelayan itu.


"Bisa kau tunjukan di mana tempatnya? Aku butuh bantuan mu." Ucap Andre serius.


Pelayan itu memberitahu keberadaan tempat bos David berada. Setelah mengetahuinya, Andre bergegas menuju tempat itu dan berharap belum terjadi apa-apa terhadap Lucy.


Andre tiba di depan kamar bos David yang di penuhi oleh penjagaan yang ketat. Namun, entah fikiran gila apa yang membuat Andre mau repot-repot berurusan dengan mereka demi seorang gadis yang baru ia kenali.


"Aku ingin menemui bos kalian." Ucap Andre berada di depan pintu kamar bos David.


"Ada keperluan apa kau menemui bos kami? Saat ini dia sedang sibuk." Ucap seorang lelaki kekar.


"Aku ada urusan mendesak terhadapnya, jika dia terlalu sibuk aku takut klub malamnya ini akan di penuhi oleh polisi." Ucap Andre mengancam.


Lelaki itu masuk ke dalam ruangan bos David dan meninggalkan Andre yang masih menunggu di luar. Tak lama lelaki itu keluar dan menyuruh Andre untuk masuk.


Andre masuk ke dalam sebuah kamar mirip hotel tapi cukup luas di dalamnya. Dan benar saja, ia melihat Lucy yang tergeletak tak berdaya di atas ranjang David.

__ADS_1


"Ada urusan apa kau dengan ku? Berani sekali kau mengancam keberadaan klub malam ku ini." Ucap David marah.


"Aku hanya ingin bernegosiasi dengan mu, dan ini akan menguntungkan kita berdua." Ucap Andre serius.


"Negosiasi? Dengan ku? Kau pasti bercanda." Ucap David tertawa sombong.


"Dia... Wanita itu, aku mau wanita itu dan akan membelinya dari mu." Ucap Andre menunjuk kearah Lucy.


David melihat kearah yang di tunjuk Andre, setelah melihatnya ia tertawa terbahak-bahak.


"Maaf bung, dia adalah wanita ku yang kabur. Aku sudah susah payah mencarinya dan belum memprosesnya." Ucap David dengan senyum mesum.


"Sayangnya wanita mu itu semalam kabur bersama ku dan menghabiskan malam dengan ku. Baiklah, jika kau suka barang bekas aku akan memberikannya." Ucap Andre santai.


David yang mendengar ucapan Andre merasa kurang yakin dan meminta anak buahnya untuk mengecek cctv. Dan benar saja, nampak pada rekaman semalam Andre yang membawa Lucy keluar dari tempat itu.


"Kurang ajar, berani-beraninya kau merusak barang milik ku." Ucap David marah.


"Aku tidak merusaknya, dia yang datang kepada ku dengan sendirinya. Mana aku tau kalau dia masih dalam keadaan tersegel." Ucap Andre tersenyum sinis.


David melihat ke arah Andre dengan tatapan geram.


"Ini pakian yang aku berikan untuknya semalam, bahkan sebuah ATM. Apa masih kurang untuk membuktikannya?" Tanya Andre sambil memberikan bingkisan.


David memerintahkan anak buahnya melihat isi dalam bingkisan itu, dan Andre juga dapat membuktikan ucapannya dengan bukti tersebut.


"Baiklah, karena dia sudah menjadi barang bekas aku akan menghitung semua kerugian ku karena ulahnya." Ucap David mengalah.


"Itu adalah pilihan terbaik, aku akan membayarnya. Tapi dengan perjanjian kalian dan juga ayahnya tidak boleh lagi mengusik kehidupan wanita ini." Ucap Andre serius.


David memerintahkan anak buahnya untuk membawa Lucy dan memberikan kepada Andre. Lucy yang sudah dalam keadaan setengah sadar melihat keberadaan Andre dengan pandangannya yang sedikit buram.


"Syukurlah.... Syukurlah dia datang." Batin Lucy.


"Baiklah, karena wanita itu sudah di tangan mu, kau harus membayar kerugian ku sebesar 78 juta." Ucap David.


Andre membuka ponselnya, mencoba mentransfer uangnya ke rekening lain.


"Di dalam ATM ini ada 80 juta, anggap saja aku berterima kasih terhadap mu karena telah menemukan barang yang bagus." Ucap Andre memberikan kartu ATM kepada David.


David menerima kartu itu dan tersenyum puas akan hal tersebut. Ia benar-benar tak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya terjadi di antara Andre dan Lucy.


Andre menggendong tubuh Lucy yang lemah masuk kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Karena luka dan memar di sekujur tubuhnya kian banyak membuatnya tidak sadarkan diri lagi.


"Bertahanlah, kau sudah banyak menghabiskan uang ku. Kau harus hidup untuk mengganti semua kerugian ini." Gumam Andre sambil melajukan mobilnya dengan kencang.

__ADS_1


__ADS_2