S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#110


__ADS_3

Andre membuka matanya yang silau karena cahaya matahari telah masuk melalui celah-celah jendela kamarnya menandakan pagi sudah ada di peraduannya. Ia mencoba menutup matanya lagi berharap bisa terlelap dalam tidurnya dan tidak perlu untuk menuruti keinginan ibunya agar menemani Ratih jalan-jalan seharian ini. Namun usahanya sia-sia, semakin ia mencoba menutup matanya tubuhnya semakin gelisah ingin bangkit dari tempat tidur.


"Arrghh aku benar-benar malas pergi dengan wanita itu. Tapi jika aku bertindak ceroboh lagi ibu akan mengomel lagi dan kesempatan Lucy untuk mengambil hati ibu semakin sulit." gumam Andre.


Ia bangkit dari tempat tidurnya dengan malas melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Setelah bersiap-siap ia keluar dari kamarnya dan melihat Ratih dan ibunya sudah duduk di meja makan bercerita ria bersama.


"Selamat pagi Bu." ucap Andre sambil mencium pipi ibunya.


Andre duduk di samping ibunya sambil mengambil beberapa lembar roti dan mengolesnya dengan selai coklat. Tiba-tiba ia teringat akan Lucy yang setiap pagi selalu menyiapkan sarapan untuknya, dan dia rindu akan sandwich buatan Lucy.


"Sini biar ibu yang oleskan selainya." ucap ibu Andre mengambil pisau dan roti yang ada di tangan Andre.


"Tidak usah Bu, aku bisa sendiri." ucap Andre.


Namun percuma, semua benda itu kini berpindah tangan ke ibunya dan terpaksa ia harus menuruti ibunya.

__ADS_1


"Jadi, kemana tujuan kalian hari ini?" tanya ibu Andre penasaran.


Andre hanya diam tidak menanggapi ucapan ibunya dan sibuk dengan roti yang ada di tangan dan di dalam mulutnya.


"Sepertinya aku akan berbelanja banyak hari ini." ucap Ratih bersemangat.


"Sepertinya kau sudah menyiapkan uang banyak sebelum berangkat ke sini sampai-sampai terniat untuk berbelanja." ucap Andre.


"Walaupun uang ku tidak ada, setidaknya aku sudah melihat-lihat dan membuat referensi barang yang akan ku beli saat aku ke sini lagi nantinya." ucap Ratih.


"Ya tidak masalah jika uang yang ada padaku selama ini datang dengan sendirinya tanpa usaha dan kerja keras ku." ucap Andre ketus.


"Sudahlah bu, tidak perlu berdebat dengannya. Apa yang di katakan Andre ada benarnya, jika aku ingin berbelanja kebutuhan sendiri ya sewajarnya menggunakan uang sendiri." ucap Ratih menenangkan ibu Andre.


Andre bangkit dari tempat duduknya dan mengambil kunci mobil, ia malas untuk selalu berdebat dengan ibunya karena Ratih.

__ADS_1


"Aku menunggumu di bawah." ucap Andre sambil berlalu.


Ibu Andre hanya menatap anaknya yang pergi berjalan keluar apartemen dan meninggalkan mereka berdua.


"Ahh kepala ku benar-benar pusing melihat tingkah laku anak itu, bagaimana bisa dia sangat acuh kepada gadis seperti mu?" tanya ibu Andre kesal.


Ratih hanya tersenyum mendengar ocehan ibu Andre, ia pun beranjak dari meja makan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi dengan Andre yang sudah menunggu dirinya di mobil.


Tak lama Andre menunggu Ratih turun dan langsung masuk ke dalam mobil, ia melihat ke arah Andre yang memasang wajah dinginnya bak es di kutub Utara.


"Baiklah, ayo kita pergi." ucap Ratih.


"Kau yang beritahu aku kemana tujuan kita, karena kau pasti lebih tau apa mau mu bukan?" ucap Andre ketus.


"Baiklah, aku akan meminta mu membawa ku ke tempat-tempat yang ingin aku kunjungi saat ini." ucap Ratih.

__ADS_1


__ADS_2