S.H.E (Wanita Yang Kubeli)

S.H.E (Wanita Yang Kubeli)
#9


__ADS_3

Lucy hanya diam dan melanjutkan apa yang di perintahkan oleh neneknya itu. Semenjak kematian ibunya, nenek Lucy sangat ketat menjaga Lucy, ia takut jika terjadi apa-apa pada Lucy di luar sana. Terlebih lagi Lucy memiliki paras yang lumayan cantik, tak gatal itu akan membuat para pria-pria jahat akan menggodanya nanti.


Lucy mencuci peralatan makan mereka di pancuran yang tak jauh dari pondok itu sedangkan neneknya telah melanjutkan memetik kubis. Pekerjaan berkebun sudah di lakukan oleh nenek dan ibunya dari dahulu setelah memanen mereka akan menjualnya dan sebagian akan mereka simpan untuk di makan sendiri. Keluarga Lucy bisa di katakan keluarga yang tergolong berpendapatan rendah, mereka hanya mengandalkan kebun untuk makan dan kebutuhan sehari-harinya.


"Selamat siang nona." sapa seorang lelaki.


Lucy yang sedang serius mencuci piring terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah seorang pengantar surat.


"Ah pak pos anda mengagetkan ku. Apa ada surat untuk nenek?" tanya Lucy polos.


"Ya, sepertinya ini surat dari ayah mu Lucy." ucap laki-laki itu yang tak lain juga sahabatnya.

__ADS_1


"Dari ayahku? Kenapa dia mengirim surat? Bukankah dia sudah tidak mengirimkan kami uang setelah lima bulan yang lalu?" tanya Lucy heran.


"Entahlah, mungkin dia sakit atau semacamnya. Baiklah Lucy aku akan melanjutkan pekerjaanku. Sampaikan salam ku kepada nenek Grace." ucap lelaki itu pergi meninggalkan Lucy.


Lucy mengangguk dan melambaikan tangannya, dia sangat penasaran dengan isi surat yang di kirim oleh ayahnya itu. Dengan cepat ia mendekati neneknya dan memberikan surat yang ada di tangannya itu.


"Nenek, Zoe baru saja mengantarkan surat. Dia bilang kalau surat ini mungkin dari ayah, mau aku membukakannya?" tanya Lucy.


"Entahlah, mungkin saja dia sedang sakit atau terjadi apa-apa padanya." ucap Lucy.


"Biarkan saja jika sesuatu terjadi padanya, setelah dia menelantarkan mu dan ibumu aku sudah tidak menganggapnya anak ku lagi. Bisa-bisanya dia lari dari semua masalah dan meninggalkan ibu mu sendiri sampai ajal menjemputnya. Aku benar-benar tidak mempunyai anak laki-laki seperti dia, yang aku punya hanya anak wanita dan seorang cucu. Walaupun wanita itu bukanlah darah daging ku." ucap nenek sedikit sedih.

__ADS_1


"Aku mengerti nek, aku berjanji aku tidak akan meninggalkan nenek sendiri. Aku akan merawat nenek sampai kapanpun, dan akan selalu bersama nenek." ucap Lucy sambil memeluk neneknya dari belakang.


"Ha ha ha, kau juga harus pergi suatu saat nanti Lucy." ucap nenek.


"Apa...? Apa maksud nenek? Nenek mengusir ku?" tanya Lucy heran.


"Tidak, kau juga akan pergi nanti saat seorang lelaki menikahi mu dan ingin hidup bersama dengan mu." ucap nenek menerangkan.


"Aku akan membawa nenek kemanapun aku pergi, jika lelaki itu ingin menikahi ku dia harus bisa menerima mu untuk ikut bersama dengan ku dan tinggal dengan ku juga." ucap Lucy.


"Berhenti berbicara omong kosong seperti itu, bacalah surat dari ayah mu itu. Mungkin saja ini detik-detik terakhir baginya." ucap nenek.

__ADS_1


Lucy membuka surat itu yang ternyata bukan hanya sekedar surat melainkan beberapa lembar uang di dalamnya. Jumlahnya cukup banyak membuat mata Lucy terbelalak lebar melihat jumlah uang itu.


__ADS_2