
Setelah selesai makan, Lucy membersihkan piring dan merapikan kembali meja makannya. Sedangkan Andre sudah sibuk dengan pekerjaannya dan fokus di menatap layar laptop.
"Apa pekerjaannya belum juga selesai? Bagaimana mungkin bosnya tidak memberikan libur sama sekali kepada dirinya. Ini kan sudah masuk libur natal dan tahun baru." batin Lucy menatap Andre yang sibuk dengan pekerjaannya.
Lucy berinisiatif membuatkan Andre segelas lemon tea agar tubuhnya menjadi sedikit segar.
"Apa anda tidak lelah? Sudah hampir dua jam menatap layar komputer seperti itu. Minumlah terlebih dahulu." ucap Lucy sambil meletakan segelas lemon tea di samping laptop Andre.
"Aku masih harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda beberapa hari kemarin. Terlalu banyak santai juga tidak baik." ucap Andre tanpa melihat ke arah Lucy.
"Mau aku buatkan cemilan?." tanya Lucy berbalik untuk meninggalkan Andre.
"Tidak, duduk di samping ku." tarik Andre membuat Lucy terduduk di sampingnya.
Lucy menuruti ucapan Andre dengan duduk di sebelahnya, namun lama-kelamaan ada rasa bosan menyelimuti hati Lucy. Ia menghidupkan televisi dengan volume yang minim dan mengganti beberapa saluran. Hampir cukup lama Lucy mengganti-ganti siaran, mencari sebuah film yang cocok untuk ia tonton. Namun tidak juga menemukan sesuatu yang menarik.
"Apa kau bosan? Kita bisa pergi ke toko kue atau membeli beberapa permen di luar." ucap Andre.
"Apakah anda masih menganggap ku anak kecil? Kamu sibuk sepanjang hari, dan itu membuat ku bosan." keluh Lucy.
Andre tersenyum dan mengelus mesra kepala Lucy. Ia benar-benar lupa jika sudah bekerja dan tidak sadar akan sekelilingnya.
"Aku akan menunggu ku mengganti pakaian, bagaimana kalau kita menikmati coklat hangat di luar?" usul Andre.
"Baiklah, aku benar-benar sudah bosan." ucap Lucy bersemangat.
Dengan cepat Lucy berlari memasuki kamarnya dan mengganti pakaiannya. Ia benar-benar ingin keluar dari rumah dan menikmati pemandangan luar. Tak lama kemudian Lucy sudah keluar dengan pakaian hangat yang menyelimuti tubuh mungilnya.
"Kenapa kamu memakai pakaian yang terlalu tebal?" tanya Andre heran.
"Aku berniat untuk membawa mu berjalan-jalan menyusuri kota dengan menggunakan angkutan umum. Bagaimana menurut mu?" tanya Lucy bersemangat.
__ADS_1
"Aku punya mobil pribadi, kita bisa pergi kemanapun menggunakan itu. Kenapa harus memakai transportasi umum?" tanya Andre semakin heran.
"Aku bosan untuk pergi menggunakan mobil itu, aku ingin menaiki bus dan kereta." rengek Lucy.
Andre menghembuskan nafas panjang, ia benar-benar tak mengerti apa maksud dan tujuan dari Lucy seperti ini. Terlebih lagi, Andre sama sekali tidak mengetahui jenis transportasi umum yang harus mereka naiki.
"Apa anda keberatan? Aku tidak akan memaksa jika kamu tidak menyukainya." ucap Lucy.
"Ayo berangkat." ucap Andre menggandeng tangan Lucy yang bersemangat.
Lucy menutup pintu apartemennya dan menguncinya. Dengan bersemangat ia membawa Andre untuk pergi berkeliling kota Paris menggunakan kendaraan umum.
Walau sedikit ragu, namun Andre mempercayai Lucy akan membawanya pada tempat-tempat istimewa. Jadi ia tidak terlalu khawatir akan hal tersesat.
Mereka berjalan-jalan santai menyusuri pinggiran toko-toko kue yang berjejer, sesekali Andre mengajak Lucy untuk mampir sekedar menghangatkan tubuh. Namun Lucy menolak dan tetap saja berjalan. Melihat Andre yang sedikit merasa kedinginan, Lucy mengandeng tangannya Bahakan merangkulnya dalam dekapan hangat. Melihat akan hal itu, Andre tersenyum manis dan membalas rangkulan hangat Lucy.
Setelah berjalan dan menaiki kereta beberapa menit, Lucy membawa Andre ke depan sebuah restoran pasta. Dengan heran Andre menatap Lucy yang seolah-olah ingin memberitahu ya sesuatu.
"Restoran ini, tempat kami biasa berkumpul. Ibu, nenek dan aku akan menghabiskan waktu bersama setelah musim panen dan kami berhasil menjual semua hasil panen. Terlalu banyak kenangan di restoran ini." ucap Lucy nampak sedih.
"Kalau begitu ayo kita masuk dan mencoba beberapa pasta." ucap Andre bersemangat.
"Tidak, kamu tidak akan suka dengan makanan di sini. Restoran ini hanya untuk orang menengah ke bawah seperti kami." ucap Lucy menarik lengan Andre.
"Aku tidak mengerti akan hal itu, dan juga itu bukanlah suatu pantangan bagi ku. Ayo masuk dan makan." ucap Andre balik menarik lengan Lucy.
Lucy tersenyum bersemangat dan ikut perintah dari pacarnya itu. Ia benar-benar tak menyangka jika pacarnya sangat rendah hati dan tidak pemilih.
Mereka duduk di sebuah meja yang sudah di sediakan, dengan bersemangat Lucy memesan beberapa pasta dan sup. Tak lupa juga ia memesan kopi untuk Andre.
"Aku pasti akan membayar ini semua suatu hari nanti." ucap Lucy tersenyum manis.
__ADS_1
"Kau sangat bersemangat hari ini. Aku akan membayarkan semua ini untuk mu, anggap saja sebagai permintaan maaf ku karena membuat mu kesal tadi." ucap Andre tersenyum manis.
"Aku benar-benar akan marah jika kamu terlalu sibuk bekerja. Kamu juga harus menjaga kesehatan dan makan mu." nasehat Lucy.
"Aku sudah memiliki alarm sendiri untuk hal itu, dan kau bisa datang ketempat ku jika aku sulit untuk di hubungi." ucap Andre serius.
Lucy tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andre. Yang seakan-akan ia sangat berharap jika Lucy akan membangunkannya setiap pagi dan membuatkannya sarapan.
Mereka bahkan lupa akan kejadian di mana saat Andre membeli Lucy dari sebuah bos klub malam. Yang Andre tau saat ini, gadis yang di depannya adalah sosok wanita yang polos namun cukup tangguh untuk dapat bertahan hidup di dunia yang kejam.
Lucy menikmati makanan yang sudah di hidangkan, walau pun tadi siang mereka sudah makan namun Lucy masih sanggup menghabiskan sepiring pasta sendiri.
"Kau benar-benar pemakan sejati." ucap Andre mengejek.
"Apa kamu mengejek ku?" ucap Lucy kesal.
"Makanlah yang banyak, kau memang butuh gizi yang jauh lebih baik untuk masa pertumbuhan mu." ucap Andre.
"Kau benar-benar membuat ku kesal." ucap Lucy kesal.
Andre tertawa melihat tingkah laku Lucy yang kesal dan sengaja membuatnya kesal. Andre merasa Lucy sangat lucu jika sedang marah, dan Andre sangat menyukai Lucy yang merajuk.
"Aku akan memberikan mu ice cream nanti, makanlah itu." bujuk Andre.
"Aku tidak mau ice cream." ucap Lucy yang masih merajuk.
"Jadi, apa yang kamu mau? Aku akan membelikannya untuk mu." ucap Andre tersenyum.
"Sudahlah, aku hanya ingin menikmati ini dan tidak ingin diganggu." ucap Lucy.
Andre hanya tersenyum melihat tingkah Lucy yang masih seperti anak-anak. Ia melanjutkan makan sambil sesekali melirik kearah wanita yang kini berstatus pacarnya itu. Wanita mudah yang polos dan menggemaskan.
__ADS_1